Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Peran Kecerdasan Emosi dan Iklim Organisasi terhadap Perilaku Kerja Kontraproduktif Devianita Puspita Wardhani; IJK Sito Meiyanto
Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP) Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/gamajpp.43408

Abstract

This research aims to determine the role of emotional intelligence and organizational climate in predicting counterproductive work behavior. This study used a quantitative approach survey. The method of data collection in this research was conducted by distributing scale to the research subjects, with a total of 146 civil servants. The data was analyzed using double regression techniques using SPSS (Statistical Product and Service Solutions) 20.0. The result shows that the emotional intelligence and organizational climate can contribute together to decrease counterproductive behavior that occurs in the workplace (F (2, 143) = 5.266, p<.05, R2 = .069). Limitations and suggestions for further research were also discussed in this study.
Pengaruh Penerangan terhadap Stres dan Produktivitas Karyawan PT. X Purworejo Satwika Ganendra; IJK Sito Meiyanto
Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP) Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/gamajpp.45673

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of illumination on stress and productivity. The research subjects were 60 employees of Purworejo X Plant located in the final part of final eyelash cutting. Stages of data analysis in this study, by studying data productivity level and employee stress before and after the treatment using statistical techniques T. Test.  The results showed that the change in lighting intensity of Kepmenkes standard numb. 1405 in 2002 amounted to 1000 lux to 2000 lux according to the standard of Illuminating Engineering Society based on experiments that have been done to increase employee productivity as much as 22% (pre: M: 74.39, SD: 4.35, post: M: 105.48, SD: 9.77) and reduce stress levels from employees as much as 11% (pre: M: 3.8367, SD: 0.171, post: M: 2.9313, SD: 0.18001). The conclusion of this experiment is an increase in lighting level of 1000 lux in accordance with the work of more detail can increase work productivity and reduce employee stress levels.
NEGOSIASI SAAT INI: SEMUA MENANG Sito Meiyanto; Drs Soedardjo
Buletin Psikologi Vol 7, No 2 (1999)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.195 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7407

Abstract

Banyaknya buku, jurnal, artikel seminar dan workshop tentang negosiasi merupakan indikasi meningkatnya popularitas negosiasi. Faktor utama yang mempunyai peran meningkatnya pengakuan terhadap pentingnya negosiasi adalah: (1) “bintang-bintang”negosiasi, (2) pergeseran kekuatan, dan (3) negosiasi sebagai alternatif terhadap konflik. “Bintang-bintang” negosiasi. Besarnya pengaruh negosiator telah diakui dalam membuat kesepakatan atau perjanjian serta kemampuan melakukan proses dan memanfaatkanketrampilannya untuk menjadikan sesuatu sebagai pusat perhatian. Negosiator yang ulung dapat menciptakan “uang” dengan mengajar dan berbagi pengalaman dengan orang lain.
PERAN KECERDASAN INTERPERSONAL TERHADAP PERILAKU WORKPLACE BULLYING PADA KARYAWAN DUNIATEX GROUP Baghaskara Rubiyanto; Patria Mukti; IJK Sito Meiyanto
Psibernetika Vol 15, No 1 (2022): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v1i15.2958

Abstract

Karyawan merupakan aset penting dalam sebuah perusahaan, sehingga menciptakan situasi kerja yang kondusif menjadi tugas dan tanggung jawab manajemen perusahaan. Salah satu tindakan yang menyebabkan situasi kondusif terganggu adalah terjadinya perundungan di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran kecerdasan interpersonal dengan perilaku perundungan di tempat kerja pada karyawan Duniatex Group. Subjek dalam penelitian merupakan karyawan Duniatex Group dengan jumlah 94 karyawan. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat peran negatif antara kecerdasan interpersonal terhadap perilaku perundungan di tempat kerja pada karyawan Duniatex Group. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive random sampling.Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala perundungan di tempat kerja dengan reliabilitas 0,701 dan skala kecerdasan interpersonal dengan reliabilitas 0,841. Metode analisis data yang digunakan yaitu regresi linear sederhana dengan perhitungan software SPSS 21.0 for windows relase. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien regresi -0,345 dengan sig p = 0,001. Hal ini menjelaskan bahwa terdapat hubungan negatif dan signifikan antara kecerdasan interpersonal terhadap perilaku perundungan di tempat kerja.
Peran Psychological Capital, Leader Member Exchange, dan Person Organization Fit terhadap Perilaku Kerja Inovatif Karyawan Startup Dita Ayu Puspita; Isaac Jogues Kiyok Sito Meiyanto
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2378

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah startup terbesar di dunia, namun besarnya jumlah startup belum diimbangi dengan tingkat inovasi. Berdasar beberapa penelitian, inovasi merupakan kunci keberhasilan bagi startup. Kurangnya inovasi dapat menyebabkan risiko kematian pada startup. Untuk itu, penting bagi startup untuk meningkatkan perilaku kerja inovatif pada karyawan. Hipotesis dalam penelitian ini adalah psychological capital, leader member exchange dan psychological capital secara bersama-sama berperan terhadap perilaku kerja inovatif karyawan startup. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran psychological capital, leader member exchnage, dan person organization fit terhadap perilaku kerja inovatif karyawan startup. Hanya psychological capital dan leader member exchange yang memiliki peran terhadap perilaku kerja inovatif pada karyawan startup. Sementara person organization fit tidak dapat memprediksi perilaku kerja inovatif. Psychological capital merupakan prediktor yang paling berperan terhadap perilaku kerja inovatif. Selain itu, ada perbedaan perilaku kerja inovatif dari ditinjau dari tingkat pendidikan. Karyawan dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi menunjukkan perilaku kerja yang lebih inovatif.
Peran Technostress terhadap Sikap terhadap Perubahan Sistem Kerja Selama Periode Work From Home di Universitas Gadjah Mada Fahmawati Fahmawati; Ratminto -; Isaac Jogues Kiyok Sito Meiyanto
Jurnal Kawistara Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.73747

Abstract

Kondisi pandemi Covid-19 membuat berbagai organisasi di dunia mengubah sistem kerjamereka dari konvensional menjadi Work From Home (WFH) untuk menghentikan penyebaran penyakit ini.Perubahan tersebut memicu berbagai respon di kalangan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran technostress terhadap sikap terhadap perubahan dengan komitmen terhadap perubahan sebagai pemoderasi.Penelitian ini bersifat kuantitatif dan menargetkan staf non-akademik Universitas Gadjah Mada yang bekerja dari rumah sebagai partisipan. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner terstruktur sebagai instrumen. Kuesioner berisi tiga skala yang diadopsi dari skala yang sudah ada, yaitu Skala Sikap terhadap Perubahan, Skala Technostress, dan Skala Komitmen terhadap Perubahan.Penelitian ini menemukan bahwa technostress memiliki peran negatif terhadap sikap terhadap perubahan, dan komitmen terhadap perubahan dapat memperlemah peran negatif technostress dan sikap terhadap perubahan. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya bagi organisasi untuk membuat kebijakan yang dapat mencegah terjadinya technostress, sehingga sikap pekerja terhadap perubahan sistem kerja sebagian besar akan menjadi positif. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa komitmen pekerja dapat memperlemah efek yang ditimbulkan dari sisi negatif perubahan.
Peran Technostress terhadap Sikap terhadap Perubahan Sistem Kerja Selama Periode Work From Home di Universitas Gadjah Mada Fahmawati Fahmawati; Ratminto -; Isaac Jogues Kiyok Sito Meiyanto
Jurnal Kawistara Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.73747

Abstract

Kondisi pandemi Covid-19 membuat berbagai organisasi di dunia mengubah sistem kerjamereka dari konvensional menjadi Work From Home (WFH) untuk menghentikan penyebaran penyakit ini.Perubahan tersebut memicu berbagai respon di kalangan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran technostress terhadap sikap terhadap perubahan dengan komitmen terhadap perubahan sebagai pemoderasi.Penelitian ini bersifat kuantitatif dan menargetkan staf non-akademik Universitas Gadjah Mada yang bekerja dari rumah sebagai partisipan. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner terstruktur sebagai instrumen. Kuesioner berisi tiga skala yang diadopsi dari skala yang sudah ada, yaitu Skala Sikap terhadap Perubahan, Skala Technostress, dan Skala Komitmen terhadap Perubahan.Penelitian ini menemukan bahwa technostress memiliki peran negatif terhadap sikap terhadap perubahan, dan komitmen terhadap perubahan dapat memperlemah peran negatif technostress dan sikap terhadap perubahan. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya bagi organisasi untuk membuat kebijakan yang dapat mencegah terjadinya technostress, sehingga sikap pekerja terhadap perubahan sistem kerja sebagian besar akan menjadi positif. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa komitmen pekerja dapat memperlemah efek yang ditimbulkan dari sisi negatif perubahan.
Kesiapan Karyawan dalam Menghadapi Perubahan Ditinjau dari Gaya Kepemimpinan dan Tipe Kepribadian Narulita, Elsa; Meiyanto, Sito
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 19 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol19.iss1.art3

Abstract

A sensitivity of the globalization competition organization can be done by making changes. Some reaction arising from employees related changes in the organization. It is necessary to became readiness to change of employees that it can be run in accordance with the desired goals. The purpose of this study to determine the effect of transformasional leadership style and openess to experience on readiness for change of employees. The subject were employees of Company X. Characteristics of the subject in this study were at least a year became employee, at least 23 years old, 117 employees permanent employee status, and everfelt presence of organizational change. This type ofresearch uses field studies using quantitative methods. This study using three scale to measure variables that are readiness for change scale, transformasional leadership style scale and openess to experience scale. Hypotheses were tested using multiple reggression analysis. The result of this reasearch by value ofF= 13,738 and p=0,000 (p<0,01). Simultaneously, transformational leadership and opennes to experience style can predict readiness for change by 19,4 %.Keywords : Transformasional Leadership Style, Openness To Experience, Readiness For Change