Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengaruh Self-Efficacy terhadap Stres Akademik Mahasiswa dalam Pembelajaran Jarak Jauh Selama Pandemi Covid-19 Putri, Galuh; Ariana, Atika Dian
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 1 No 1 (2021): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.404 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v1i1.24573

Abstract

Pembelajaran jarak jauh selama pandemi Covid-19 memiliki beberapa kelebihan dan kendala. Kendala-kendala ini kemudian menjadi stressor yang menyebabkan stres akademik bagi mahasiswa sehingga diperlukan keyakinan-keyakinan (self-efficacy) dalam diri setiap individu agar mampu menghadapi dan menyelesaikan segala tuntutan-tuntutan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-efficacy terhadap stres akademik mahasiswa dalam pembelajaran jarak jauh selama pandemi Covid-19. Penelitian ini dilakukan pada 252 mahasiswa di Indonesia dengan usia 18-21 tahun yang sedang melakukan pembelajaran jarak jauh selama pandemi Covid-19. Alat pengumpul data berupa kuesioner adaptasi Student-Life Stress Inventory dan General Self-efficacy (GSE).  Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa self-efficacy berpengaruh terhadap stres akademik pada mahasiswa (R=0,169; p=0,000). Hal ini menandakan bahwa self-efficacy memiliki pengaruh yang signifikan terhadap stres akademik mahasiswa di Indonesia. 
Pengaruh Konsumsi Minuman Beralkohol terhadap Memori Harian pada Remaja dan Dewasa Awal Dyani, Christine; Ariana, Atika Dian
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 1 No 1 (2021): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.228 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v1i1.24590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh konsumsi minuman beralkohol terhadap memori harian pada remaja dan dewasa awal. Memori harian berisikan berbagai ingatan yang manusia gunakan untuk menjalani kegiatan sehari-hari. Metode penelitian ini menggunakan survei kuantitatif terhadap individu remaja dan dewasa awal. Jumlah partisipan dalam penelitian ini sebanyak 158 orang yang berusia 18-30an tahun dan mengonsumsi alkohol selama setidaknya 12 bulan terakhir. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner via Google Forms. Skala yang digunakan adalah Alcohol Use Disorder Identification Test (AUDIT) dan Everyday Memory Questionnaire (EMQ). Data di analisis menggunakan analisis regresi linier sederhana.  Hasil penelitian menunjukan konsumsi minuman beralkohol memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap memori harian pada remaja dan dewasa awal (R2=0,079;F(1,156)=13,41;p<0,001). Terdapat pengaruh sebesar 7,9% dari konsumsi alkohol terhadap defisit memori harian. Semakin meningkatnya konsumsi minuman beralkohol, semakin meningkat risiko kegagalan dan defisit pada memori harian. 
Pengaruh Kepribadian Narsistik terhadap Perilaku Non-Suicidal Self-Injury pada Remaja Broken Home Dewi, Debby Shira Chintia; Ariana, Atika Dian
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 1 No 1 (2021): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.764 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v1i1.24639

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh dari kepribadian narsistik terhadap perilaku non-suicidal self-injury (NSSI) pada remaja yang mengalami kondisi broken home. Kepribadian narisistik merupakan pola kepribadian yang sangat memerlukan kekaguman dan berfikir tinggi pada dirinya sendiri. Kepribadian narsistik memiliki dua konstruk yaitu grandiose narcissism dan vulnerability narcissism. Perilaku NSSI merupakan sebuah perilaku mencederai tubuh secara langsung dan disengaja dari jaringan tubuh seseorang tanpa adanya niat untuk bunuh diri, meliputi mencabut rambut, memukul sendiri, memotong, mengukir kata atau gambar pada kulit, membakar, dan lain-lain. Partisipan dalam penelitian ini merupakan remaja yang mengalami kondisi broken home. Dalam penelitian ini, bentuk dari kondisi broken home yang dialami remaja usia 12-22 adalah orang tua yang telah bercerai, orang tua yang tidak hadir, hilangnya peran dari anggota keluarga, dan keluarga yang tidak harmonis. Total partisipan dalam penelitian ini adalah 135 orang. Alat ukur yang digunakan adalah Pathological Narcissism Inventory yang dikembangkan oleh Pincus dan kawan-kawan dan Inventory of Statements About Self-injury yang dikembangkan oleh Glenn dan Klonsky. Analisis data menggunakan teknik korelasi dan regresi linear sederhana dengan bantuan program IBM SPSS Statistic for Mac 22.00. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kepribadian narsistik berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku NSSI (B=0,137, p=0,00). Besar pengaruh kepribadian narsistik untuk menjelaskan variasi dari perilaku NSSI pada remaja broken home adalah sebesar 11,8% dengan korelasi antar variabel bersifat positif.
Psychological Wellbeing Penggemar K-Pop Dewasa Awal yang Melakukan Celebrity Worship Azzahra, Mauliddita Salsabila; Ariana, Atika Dian
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 1 No 1 (2021): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.501 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v1i1.24729

Abstract

Semakin besarnya fenomena apresiasi terhadap selebriti K-Pop tidak diimbangi dengan ketersediaan penelitian psikologi positif yang cukup dalam memahami fenomena tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara celebrity worship dan psychological wellbeing pada penggemar K-Pop dewasa awal. Subjek dalam penelitian terdiri dari 1200 orang penggemar K-Pop yang merupakan individu dewasa awal berusia 18-25 tahun. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara celebrity worship dengan psychological wellbeing (r=0,34; p=0,00). Artinya, jika celebrity worship meningkat maka psychological wellbeing juga akan meningkat dan begitu pula sebaliknya.
Sikap terhadap Gangguan Mental pada Mahasiswa Psikologi Universitas Airlangga Berdasarkan Jenis Kelamin Ririn, Grace; Ariana, Atika Dian
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 1 No 1 (2021): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.709 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v1i1.27751

Abstract

Keyakinan seperti stereotip dan prasangka maupun sikap yang menunjukkan diskriminasi tetap dapat ditemukan pada mereka yang memiliki gangguan mental meskipun gangguan mental dapat dialami oleh siapa saja. Sikap terhadap gangguan mental adalah penilaian evaluatif yang dibentuk dari pengetahuan dan interaksi dengan penderita gangguan mental. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan sikap terhadap gangguan mental pada mahasiswa psikologi Universitas Airlangga berdasarkan jenis kelamin. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode pengambilan data survei yang dilakukan pada 210 sampel mahasiswa psikologi Universitas Airlangga, terdiri dari 169 mahasiswa perempuan dan 41 mahasiswa laki-laki. Skala yang digunakan untuk mengukur sikap terhadap gangguan mental adalah Mental Illness: Clinicians' Attitude versi 4 (MICA-4). Penelitian ini menggunakan uji t independen sebagai metode analisis data. Hasil analisis data menunjukkan terdapat perbedaan sikap yang signifikan terhadap gangguan mental berdasarkan jenis kelamin partisipan (t= -2,815; p < 0,05). Perempuan (M=2,81; SD=0,401) menunjukkan sikap lebih positif terhadap gangguan mental dibanding laki-laki (M=3,01; SD=0,395).
Hubungan antara Self-Esteem dengan Strategi Coping Remaja yang mengalami Kekerasan Emosional masa Kanak Meida, Geby Zelindra; Ariana, Atika Dian
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 1 No 2 (2021): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.391 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v1i2.28548

Abstract

Kekerasan emosional pada masa kanak meninggalkan luka dan trauma yang mendalam bagi remaja yang mengalaminya. Kekerasan emosional dapat berdampak pada self-esteem remaja dan bagaimana strategi coping yang diterapkan remaja dalam menghadapi stressor. Self-Esteem menentukan apakah remaja merasa memiliki kemampuan untuk menghadapi stressor. Strategi coping yang efektif berhubungan dengan sikap adaptif terhadap stressor dan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-esteem dengan strategi coping remaja yang mengalami kekerasan emosional masa kanak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan dilakukan pada 76 partisipan berusia 12-21 tahun. Alat ukur yang digunakan adalah BRIEF Cope dan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-esteem dan strategi coping memiliki hubungan yang signifikan dan positif pada remaja yang mengalami kekerasan emosional masa kanak. Hubungan yang positif berarti semakin tinggi self-esteem remaja maka semakin efektif strategi coping yang diterapkan remaja korban kekerasan emosional masa kanak.
Hubungan antara Efikasi diri dengan Kecemasan dalam menghadapi Ujian SBMPTN pada Siswa SMA Lauditta, Adelia Eka; Ariana, Atika Dian
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 1 No 2 (2021): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.476 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v1i2.29053

Abstract

Efikasi diri atau self-efficacy adalah keyakinan seseorang pada kemampuannya dalam melakukan suatu bentuk kontrol terhadap keberfungsian kejadian dalam lingkungan dan orang itu sendiri. Individu cenderung akan lari atau memilih menghindari dari situasi yang individu tidak akan mampu untuk mengatasi atau menghadapinya. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara efikasi diri dengan kecemasan pada siswa yang akan menghadapi Ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pada siswa SMA. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode survei dengan melibatkan 113 responden. Penelitian ini menggunakan alat ukur General Self-Efficacy Scale dan Cognitive Test Anxiety Scale and Academic Performance. Pada penelitian ini hasil uji korelasi menunjukkan 0,166, variabel dapat dikatakan berhubungan apabila nilai signifikansi p  < 0,05 maka hasil menunjukkan bahwa hipotesis penelitian ini ditolak, yang berarti bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan kecemasan dalam menghadapi ujian SBMPTN pada siswa SMA.
Pengaruh Kontrol Diri terhadap Perilaku Seksual pada Remaja Berpacaran Putri, Sasmita Palupi Rizkyani; Ariana, Atika Dian
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 1 No 2 (2021): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.207 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v1i2.29062

Abstract

Perilaku seksual merupakan salah satu proses tahapan perkembangan yang dialami remaja. Namun, banyak remaja bahkan bereaksi terhadap sikap dan perilaku yang tidak wajar dan tidak bermoral. Tetapi, di Indonesia, perilaku seksual ini menyimpang ketika dilakukan terhadap remaja dan pasangan yang belum menikah. Perilaku menyimpang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan sulitnya mengontrol diri pada masa remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara kontrol diri terhadap perilaku seksual pada remaja berpacaran di Surabaya. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode survei dengan melibatkan 86 remaja. Penelitian ini menggunakan alat ukur kontrol diri dan perilaku seksual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontrol diri memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap perilaku seksual pada remaja berpacaran di Surabaya.
Hubungan Body Dissatisfaction dengan Depresi pada Remaja dengan Obesitas pada Masa Pandemi COVID-19 Rahayu, Nurul Awaliyah Hastanti; Ariana, Atika Dian
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 1 No 2 (2021): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.979 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v1i2.29704

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara ketidakpuasan tubuh dengan depresi pada remaja dengan obesitas pada masa pandemik COVID-19. Ketidakpuasan tubuh memiliki dampak negatif yang telah diidentifikasi sebagai prediktor masalah psikologis salah satunya adalah mood depresi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Partisipan pada penelitian ini melibatkan 42 remaja, dengan rentang usia 10-21 tahun dan Indeks Massa Tubuh 30 atau lebih. Alat ukur yang digunakan yaitu Skala Ketidakpuasan Tubuh dan Skala Depresi Center for Epidemiologi Studies Depression Scale Revised (CESD-R). Hasil dari analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara ketidakpuasan tubuh dengan depresi pada remaja dengan obesitas (r=0,642, p=0,000). Dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin tinggi ketidakpuasan tubuh maka semakin tinggi kecenderungan depresi pada remaja dengan obesitas pada masa pandemi COVID-19.
Hubungan Perceived Social Support dengan Perilaku Non-suicidal Self-Injury pada Remaja Izzah, Fathiyya Nurul; Ariana, Atika Dian
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.109 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.31904

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perceived social support dengan perilaku non-suicidal self-injury pada remaja. Perceived social support adalah bentuk dukungan sosial yang dipercaya tersedia oleh individu dan memiliki tiga dimensi, yaitu keluarga, teman sebaya, serta significant others. Sementara itu, perilaku non-suicidal self-injury merupakan perilaku menyakiti diri sendiri tanpa maksud bunuh diri. Penelitian ini dilakukan pada 146 remaja yang pernah menyakiti diri sendiri tanpa berniat untuk bunuh diri. Alat ukur yang digunakan adalah Multidimensional Scale of Perceived Social Support oleh Zimet dan Inventory of Statements about Self-Injury milik Klonsky dan Glenn. Analisis data menggunakan teknik korelasi Spearman's rho dengan bantuan program Jamovi 1.2.27 for Windows. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perceived social support dengan perilaku non-suicidal self-injury pada remaja (p=0.715; r=0.030).