Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Hubungan Perceived Social Support dengan Perilaku Non-suicidal Self-Injury pada Remaja Izzah, Fathiyya Nurul; Ariana, Atika Dian
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.109 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.31904

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perceived social support dengan perilaku non-suicidal self-injury pada remaja. Perceived social support adalah bentuk dukungan sosial yang dipercaya tersedia oleh individu dan memiliki tiga dimensi, yaitu keluarga, teman sebaya, serta significant others. Sementara itu, perilaku non-suicidal self-injury merupakan perilaku menyakiti diri sendiri tanpa maksud bunuh diri. Penelitian ini dilakukan pada 146 remaja yang pernah menyakiti diri sendiri tanpa berniat untuk bunuh diri. Alat ukur yang digunakan adalah Multidimensional Scale of Perceived Social Support oleh Zimet dan Inventory of Statements about Self-Injury milik Klonsky dan Glenn. Analisis data menggunakan teknik korelasi Spearman's rho dengan bantuan program Jamovi 1.2.27 for Windows. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perceived social support dengan perilaku non-suicidal self-injury pada remaja (p=0.715; r=0.030).
Hubungan Penggunaan Media Sosial dengan Kualitas Komunikasi Orang Tua dan Anak Berusia Dewasa Awal Putra, Edo Evandio; Ariana, Atika Dian
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.511 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.31923

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan media sosial dan kualitas komunikasi orang tua dan anak berusia dewasa awal. Penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasi dengan melakukan survei yang melibatkan 73 subjek, dengan rentang usia dewasa awal yaitu 18–25 tahun. Analisis data dilakukan menggunakan metode korelasi Pearson dengan bantuan program statistik IBM SPSS Statistic 25 for Windows. Hasil analisis data menunjukan bahwa ada korelasi signifikan antara penggunaan media sosial dan kualitas komunikasi antara orang tua dan anak berusia dewasa awal (r=0,006; p=-0,292) dimana semakin tinggi nilai individu dalam variabel penggunaan media sosial maka semakin rendah nilai individu dalam variabel kualitas komunikasi antara orang tua dan anak berusia dewasa awal.
Kecemasan Diri Dewasa Awal yang Menjalani Hubungan Romantis saat Mendapat Perilaku Silent Treatment Putri, Carissa Nabila; Ariana, Atika Dian
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.293 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.31926

Abstract

Fase dewasa awal merupakan fase ketidakstabilan sehingga dapat memunculkan perasaan negatif seperti kecemasan, hal ini dapat diakibatkan oleh adanya konflik dalam hubungan romantis. Cara penyelesaian konflik yang kurang tepat seperti silent treatment dapat menyebabkan kecemasan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini yaitu melihat hubungan antara silent treatment dengan kecemasan pada dewasa awal yang menjalani hubungan romantis. Penelitian ini menggunakan teknik survei dengan total 255 partisipan. Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan signifikan positif dengan Sig. (2-tailed) sebesar 0,00 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,428. Hal tersebut menjelaskan apabila silent treatment meningkat maka kecemasan juga akan meningkat.
Hubungan antara Menonton Film Kekerasan dengan Agresivitas pada Remaja Awal Sa'adah, Nur Lailatus; Ariana, Atika Dian
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.819 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.31954

Abstract

Agresivitas sebuah ledakan emosi yang menjadi sebuah reaksi atas terjadinya kegagalan individu yang dapat dimunculkan melalui tindakan penghancuran kepada orang lain maupun benda, dengan unsur kesengajaan yang dimanifestasikan secara verbal atau perlakuan non-verbal. Agresivitas merupakan suatu perilaku yang ditujukan untuk menyakiti objek yang menjadi sasaran agresif, baik dalam bentuk verbal ataupun perlakuan non-verbal. Di kalangan remaja, wujud agresivitas ini sering dalam wujud tawuran antarpelajar dengan saling menyerang menggunakan senjata tajam, berkelahi antarteman, merusak fasilitas umum, bahkan sampai melakukan pembunuhan. Pengumpulan data menggunakan skala menonton film kekerasan dan skala Agresivitas. Analisis data dilakukan dengan teknik korelasi Bivariate Pearson dan memanfaatkan bantuan SPSS versi 20 for windows. Hasil dari penelitian ini diperoleh koefisien korelasi sebesar 0.312 dengan nilai p-value sebesar 0.00. Terdapat hubungan yang bersifat positif, sehingga semakin tinggi menonton film kekerasan maka semakin tinggi agresivitas pada remaja. Kesimpulan penelitian ini ialah remaja yang menonton film kekerasan memiliki tingkat agresivitas yang sedang.
Hubungan Gaya Kelekatan Romantis dengan Ide Bunuh Diri pada Dewasa Awal dalam Hubungan Pacaran Mutiara, Nabilla Ayu; Ariana, Atika Dian
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.913 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.34594

Abstract

Gaya kelekatan romantis dapat digunakan untuk mengidentifikasi cara individu berperilaku dan berpikir terhadap pasangan. Sedangkan, ide bunuh diri merupakan keinginan, pikiran ataupun rencana untuk mengakhiri hidup. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan gaya kelekatan romantis, spesifiknya kelekatan tidak aman, dengan ide bunuh diri pada dewasa awal dalam hubungan pacaran. Terdapat 133 partisipan dalam penelitian ini yang sedang menjalani hubungan pacaran dan sedang atau pernah mengalami ide bunuh diri. Alat ukur dalam penelitian ini adalah Experiences in Close Relationship-Revised oleh Fraley dkk. (2000) dan Scale for Suicide Ideation oleh Beck dkk. (1979). Analisis data menggunakan teknik korelasi Spearman's rho dengan bantuan Jamovi 2.5.5 for macOS. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan tidak signifikan antara kelekatan menghindar dengan ide bunuh diri (r=0.003; p=0.974) namun terdapat hubungan signifikan antara kelekatan cemas dengan ide bunuh diri (r=0.472; p=<.001). 
Hubungan Literasi Kesehatan Mental dengan Intensi Mencari Bantuan pada Mahasiswa Azedarach, Melia Rizke; Ariana, Atika Dian
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.448 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.36578

Abstract

Literasi kesehatan mental masyarakat yang rendah menyebabkan kondisi kesehatan mental kurang dilaporkan dan tidak terdiagnosis. Hal ini meningkatkan gangguan yang tidak tertangani, morbiditas, mortalitas, peningkatan stres serta kasus bunuh diri. Ketidakmampuan seseorang dalam mengenali gangguan mental diduga berkaitan dengan berkurangnya kemungkinan mencari bantuan. Penelitian terdahulu menyatakan bahwa mahasiswa merupakan kelompok terendah dalam mencari bantuan. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi kesehatan mental dengan intensi mencari bantuan pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini meliputi 111 partisipan yang merupakan mahasiswa berusia antara 18-25 tahun di Indonesia. Pengukuran dalam penelitian ini menggunakan skala Mental Health Literacy (MHL) dan skala General Help-Seeking Questionnaire (GHSQ). Analisis dilakukan dengan uji korelasi Spearman's rho pada JAMOVI 2.3.0.0 for macOS. Hasil analisis pada penelitian ini adalah tidak ditemukannya bukti yang dapat mengonfirmasi keberadaan hubungan antara literasi kesehatan mental dengan intensi mencari bantuan (r=0,034; p=0,727).
Peningkatan Literasi Kesehatan Mental Ibu Berbasis Masyarakat pada Tenaga Kesehatan dan Kader di Kabupaten Banyuwangi: Increasing Community Based Maternal Mental Health Literacy among Health Workers and Cadres in Banyuwangi District Sulistyorini, Yuly; Prayoga, Diansanto; Ariana, Atika Dian; Damayanti, Nyoman Anita; Anis, Wahyul; Lailiyah, Syifa’ul; Rosyida, Aulia; Utami, Indah Tri
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 6 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i6.8980

Abstract

Mental health problems in pregnant women are one of the health problems that have not been handled optimally in Banyuwangi Regency both during pregnancy and postpartum. Mental health screening of pregnant/postpartum women in antenatal care services is currently not running optimally because not all health workers have the ability to screen. Likewise, cadres as the spearheads in the community who assist pregnant/postpartum women in their area. Therefore, increasing literacy both knowledge and practice of mental health screening is needed. This capacity-building training activity aims to increase knowledge and skills in mental health screening using SRQ-20 to health workers and cadres. The 88 training participants consisted of 48 health workers and 40 cadres representing all sub-districts in Banyuwangi District. The results of this activity show that there are differences in knowledge and skills before and after with a value of p = 0.000 (health workers) and p = 0.000 (cadres). The average score before training also increased from 65.972 to 90.972 (health workers) and 41.833 to 71.667 (cadres) with a maximum score of 100. This activity is expected to improve antenatal care services and the participation of health workers and cadres in conducting mental health screening at puskesmas and their assisted areas.
Pengaruh Literasi Kesehatan Mental terhadap Intensi Mencari Bantuan Psikologis pada Dewasa Figarnia, Fairuz Khairunissa; Dian Ariana, Atika
Jurnal Syntax Fusion Vol 3 No 05 (2023): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v3i05.305

Abstract

Usia dewasa menjadi kategori usia dimana seorang individu rentan untuk mengalami gangguan kesehatan mental. Hal ini disebabkan karena banyaknya tekanan yang dialami orang dewasa karena perubahan yang sangat cepat, yang menuntut adaptasi. Gangguan kesehatan mental yang tidak mendapat penanganan akan mengganggu performa individu setiap harinya sehingga penting untuk mendapatkan bantuan profesional. Intensi mencari bantuan penting untuk mendorong perilaku mencari bantuan. Rendahnya literasi kesehatan mental dinilai merupakan faktor keterlambatan pencarian bantuan yang mengarah pada tertundanya pengobatan dan kurangnya kepercayaan terhadap tenaga profesional. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh literasi kesehatan mental terhadap intensi mencari bantuan pada dewasa. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Penelitian ini melibatkan 222 partisipan dewasa berkewarganegaraan Indonesia berusia minimal 18 tahun saat pengisian kuesioner. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Mental Health Literacy (MHL) dan Mental Help-Seeking Intention Scale (MHSIS). Data dianalisis menggunakan uji regresi pada Jamovi versi 1.6.23.0 for mac. Hasil menunjukkan bahwa literasi kesehatan mental berpengaruh positif terhadap intensi mencari bantuan (p<0,001) walaupun memiliki pengaruh yang kecil. Hasil penelitian mengindikasikan individu dewasa dengan literasi kesehatan mental yang lebih baik akan memiliki intensi mencari bantuan yang lebih tinggi, begitu pula sebaliknya. Penelitian ini dapat menyimpulkan bahwa individu dewasa yang memiliki literasi kesehatan mental yang baik, meliputi pengetahuan dan kepercayaan mengenai pengenalan, manajemen, dan pencegahan gangguan mental, akan memiliki intensi mencari bantuan yang tinggi.
Faktor Protektif Dan Risiko Perilaku Nonsuicidal Self-Injury Pada Perempuan Dewasa Awal Korban Perselingkuhan Dalam Hubungan Berpacaran Taqilla, Tanya; Dian Ariana, Atika
Jurnal Syntax Fusion Vol 3 No 06 (2023): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v3i06.322

Abstract

Infidelity victims experienced negative emotions such as feelings of hurt, extreme anger, depression, anxiety, and disappointment. They certainly need coping strategies to face their problem but maladaptive coping strategies are often used by victims of infidelity, such as self-harm without a motive for suicide (nonsuicidal self-injury). This study used a qualitative research method with an intrinsic case study approach involving three informants. The data collection process was carried out through interview techniques and by using data driven thematic analysis as a data analysis technique. The results of this study suggest that the protective factors of NSSI behavior in early adult women who are victims of infidelity in dating relationships are realizing that this behavior should not be carried out, having a desire to seek for professional help, wanting to love themselves, and having support from the social environment. Risk factors of this behavior include having done NSSI before, having suicidal intentions, difficult to communicate problem with others, and having another problem along with the experience of being infidelity victim.
PEMAKNAAN KEBAHAGIAAN OLEH REMAJA BROKEN HOME Zafira, Amanda Irma; Ariana , Atika Dian
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 3 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi berbagai aspek kesejahteraan psikologis, perilaku, dan mekanisme koping remaja dari keluarga Broken Home, yang sering menghadapi tantangan dalam mengembangkan resiliensi untuk mengelola stres dan kesulitan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memahami makna kebahagiaan dari sudut pandang remaja Broken Home, dengan data dikumpulkan melalui studi literatur dari artikel penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis remaja dari keluarga Broken Home bervariasi dari tingkat yang tinggi hingga rendah, berdampak pada kesehatan mental mereka secara keseluruhan. Dampak dari keluarga yang berantakan meluas ke berbagai bidang kehidupan remaja, termasuk perilaku sosial, prestasi akademik, dan potensi keterlibatan dalam kegiatan kriminal. Tidak adanya dukungan keluarga dan lingkungan rumah yang stabil dapat berkontribusi pada kesulitan dalam kegiatan belajar dan kesehatan mental remaja. Pengalaman Broken Home juga memengaruhi konsep diri, penerimaan diri, dan pengungkapan diri remaja, sehingga memengaruhi kesejahteraan mereka secara keseluruhan. Kesimpulannya, remaja dari keluarga Broken Home menghadapi tantangan unik yang dapat memengaruhi kesejahteraan dan kebahagiaan mereka secara keseluruhan. Faktor-faktor seperti ketahanan, strategi mengatasi emosi, penerimaan diri, dan kesadaran telah diidentifikasi sebagai elemen penting dalam menentukan tingkat kebahagiaan remaja dari keluarga yang berantakan. Intervensi yang disesuaikan, termasuk konseling, dukungan sosial, dan inisiatif pendidikan, sangat penting untuk mempromosikan kesejahteraan dan perkembangan positif remaja dari keluarga Broken Home.