Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Prosiding Sesiomadika

OTG FD AND G-WORLDEDU BAGI GENERASI Z YANG KEKINIAN Tuti Nuralawiah; Fitriyana Fitriyana; Ramlah Ramlah
Prosiding Sesiomadika Vol 1 No 1b (2019)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman teknologi di era globalisasi ini yang semakin pesat. dalam pendidikan, teknologi merupakan salah satu penunjang dalam pencapaian proses pembelajaran agar peserta didik tidak tertinggal dalam penggunaan teknologi. Sistem pendidikan dan proses pembelajaran di Indonesia dinilai masih memiliki banyak kekurangan yang mengakibatkan kualitas pendidikan masih tergolong rendah. Hal ini dapat dilihat dari proses pembelajaran yang satu arah. Selain itu, metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru cenderung menggunakan metode ceramah dan masih jarang memanfaatkan media pembelajaran, sehingga pembelajaran menjadi monoton dan membosankan. Oleh karena itu dalam penulisan karya tulis ilmiah ini kami menggagas OTG FD (On the Go Flasdisk) and G-Worldedu (Game in the World of Education) sebagai inovasi dalam pembelajaran yang memanfaatkan media bagi generasi Z yang KEKINIAN (kreatif, komunikatif, interaktif, inovatif serta menyenangkan) berbasis SDGs 2030. Penulisan ini merupakan penulisan dengan studi pustaka yang bertujuan untuk memaparkan konsep, mengetahui keunggulan dan kelemahan, serta implikasi dalam penggunaan OTG FD dan G-worldedu dalam pembelajaran bagi generasi Z yang KEKINIAN. OTG FD merupakan media pembelajaran yang digunakan untuk menyimpan file materi pelajaran yang dapat digunakan untuk belajar kapanpun, dimanapun, dan dalam keadaan apapun, sedangkan G-Worldedu merupkan sebuah permainan yang digunakan dalam dunia pendidikan sebagai media pembelajaran bagi generasi Z, permainan yang digunakan adalah LUCATION (Ludo Educatio). Berdasarkan keunggulan dari penggunaan OTG FD and G-Worldedu dalam belajar melalui LUCATION diharapkan generasi Zdapat lebih memahami materi pelajaran, dan dapat menggembangkan kepribadian dalam aspek kreatifitas, komunikatif, inovatif, interaktif, dan menyenangkan. Kata Kunci : SDGs 2030, Generasi Z, OTF FD (On the Go Flasdisk), G-Worldedu (Game in the World of Education), LUCATION.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN PEMBERIAN TUGAS TERSTRUKTUR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP SITI ROMLAH RAHMAYANI; RAMLAH RAMLAH; KIKI NIA SANIA EFFENDI
Prosiding Sesiomadika Vol 1 No 1b (2019)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi masih rendahnya kemampuan komunikasi matematis siswa SMP dalam belajar matematika. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelaah pencapaian dan peningkatan model pembelajaranProblem Based Learning denganpemberiantugasterstruktur lebih baikdaripadasiswa yang mendapatkan pembelajaran biasa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di salah satu SMPN di kecamatan Kutawaluya kabupaten Karawang , sedangkan samplenya diambil dua kelas dengan teknik purposive sampling, diperoleh kelas VII G sebagai kelas eksperimen dan kelas VII F sebagai kelas kontrol. Adapun desain dalam penelitian  ini menggunakan the nonequevalent pretest-posttest control group design dengan pendekatan kuantitatif, metode quasi eksperimen. Data diolah menggunakan Software Microsoft Excel 2016 dan Software SPSS versi 23 for windows. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji statistic terhadap hasil data pretest dan posttestdengan pengujian hipotesis yaitu uji normalitas, uji homogenitas , uji perbedaan dua rata-rata dan analisis data gain. Hasil penelitian ini menunjukan  bahwa pencapaian kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran Problem Based Learning dengan pemberian tugas terstruktur lebih baik dari pada siswa yang mendapatkanpembelajaranlangsung biasa, serta peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran Problem Based Learning dengan pemberian tugas terstruktur lebih baik dari pada siswa yang mendapatkan pembelajaran biasa. Jadi dapat disimpulkan model pembelajaran Problem Based Learning dengan pemberian tugas terstruktur lebih baik meningkatkan hasil belajar matematika, khususnya dalam kemampuan komunikasi matematis.Kata kunci : kemampuan komunikasi matematis, model pembelajaran Problem Based Learning, tugas terstruktur
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA SMP MELALUI MODEL EXAMPLE NON-EXAMPLE BERBANTUAN LKS BERBASIS CERIA SITI ROHMAH; SAFURI MUSA; RAMLAH RAMLAH
Prosiding Sesiomadika Vol 1 No 1b (2019)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa SMP melalui penggunaan model example non-example berbantuan LKS berbasis CERIA. Hal ini sejalan dengan adanya permasalahan mengenai kurangnya kemampuan dalam penelitian ini, yaitu kurangnya kemampuan pemahaman matematis siswa SMP kelas VII. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment dengan desain non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Telagasari Kabupaten Karawang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling, dipilih dua kelas sebagai sampel yaitu kelas VII  C (kelas kontrol) yang menggunakan pembelajaran biasa, sedangkan kelas VII E (kelas eksperimen) yang diberikan pembelajaran dengan model example non-example berbantuan LKS berbasis CERIA yang kedua kelas tersebut berjumlah masing-masing 30 orang. Instrumen yang digunakan adalah jenis tes uraian kemampuan pemahaman matematis. Kedua kelas tersebut di berikan tes awal (pretest), perlakuan (treatment) dan tes akhir (postest) dengan instrumen tersebut. Pengolahan data dilakukan menggunakan program IBM SPSS Statistic 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model example non-example berbantuan LKS berbasis CERIA lebih tinggi daripada siswa yang memperoleh pembelajaran biasa. Hal ini diartikan bahwa model example non-example berbantuan LKS berbasis CERIA efektif untuk meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswaSMP. Kata kunci : Kemampuan Pemahaman Matematis, Model Example Non-Example, LKS Berbasis CERIA (Creative, Active, Real, Innovative and Active).
OPTIMALISASI FUNGSI OTAK KANAN MELALUI MEDIA LAGU TERHADAP PENCAPAIAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP Vina Pratiwi Elawati; Ramlah Ramlah; Marsah Rahmawati Utami
Prosiding Sesiomadika Vol 1 No 1a (2019)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pencapaian kemampuan komunikasi matematis siswa SMP yang diajarkan melalui media lagu dengan mengoptimalkan fungsi otak kanan lebih baik dari pada siswa yang diajarkan melalui pembelajaran biasa. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kemampuan komunikasi matematis siswa SMP yang rendah. Untuk menjawab rumusan masalah pada penelitian ini, metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen, dengan desain penelitian pretes dan posttest control grup.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII pada salah satu SMP Negeri di Kabupaten Karawang, dengan pengambilan sampel yang dilakukan secara Cluster Random Sampling dipilih dua kelas yaitu kelas VII.A (N = 36) yang menggunakan pembelajaran dengan media lagu sebagai kelas eksperimen dan kelas VII.F (N = 37) yang menggunakan pembelajaran biasa sebagai kelas kontrol.Pegolahan data menggunakan softwere SPSS versi 23, berdasarkan hasil pengujian hipotesis diperoleh kesimpulan bahwa pencapaian kemampuan komunikasi matematis siswa SMP yang pembelajarannya diajarkan melalui media lagu dengan mengoptimalkan fungsi otak kanan lebih baik dari pada siswa yang diajarkan melalui pembalajaran biasa. Kata Kunci: Kemampuan Komunikasi Matemati, Media Lagu, dan Fungsi Otak Kanan
MENINGKATKAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA SMP MENGGUNAKAN TEKNIK VISUAL THINKING BERBASIS KOMIK Amanda Fauziah; Safuri MUSA; Ramlah Ramlah
Prosiding Sesiomadika Vol 1 No 1a (2019)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah perbedaan kemampaun representasi matematis siswa SMP menggunakan teknik Visual Thinking berbasis Komik. Hal ini sejalan dengan adanya permasalahan dalam penelitian ini, yaitu masih rendahnya kemampuan representasi matematis siswa SMP kelas VII. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain nonequavalent Control Grup Design.Populasi dalam    penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 4 Karawang Barat. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik Simple Random Sampling, dipilih dua kelas sebagai sampel penelitian yaitu kelas VII A (kelas eksperimen) yang menggunakan teknik visual thinking berbasis komik yang berjumlah 29 siswa, sedangkan kelas VII B (kelas kontrol) menggunakan pembelajaran biasa yang berjumlah 30 siswa. Instrumen penelitian ini menggunakan soal tes kemampuan representasi matematis. Kedua kelas tersebut diberikan pretest, treatment dan posttest dengan soal tes kemampuan representasi matematis.Analisis data kunatitatif penelitian menggunakan software SPSS versi 17.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan represnetasi matematis siswa yang menggunakan teknik visual thinking lebih baik daripada yang menggunakan pembelajaran biasa. Hal ini diartikan bahwa teknik visual thinking berbasis komik efektif terhadap peningkatan kemampuan representasi matematis siswa SMP.Kata kunci : Kemampuan Representasi Matematis, Teknik visual thinking, Komik
Kemampuan Pemahaman Matematis Pada Materi Segiempat Bagi Siswa SMP Dini Safira Dinda; Ramlah Ramlah
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1b (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman matematis siswa SMP, khususnya pada materi segiempat. Hal ini disebabkan oleh rendahnya kemampuan pemahaman matematis siswa. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan subjek sebanyak 26 siswa kelas VIII pada salah satu SMP Negeri di Kabupaten Karawang. Instrumen yang digunakan berupa tes uraian yang berjumlah 2 butir soal pada indikator mengaplikasikan konsep untuk memecahkan masalah, serta mengembangkan syarat perlu dan syarat cukup suatu konsep. Berdasarkan analisis data diperoleh bahwa kemampuan pemahaman matematis siswa pada kategori tinggi sebanyak 23,08%, sedangkan pada kategori sedang sebanyak 34,62%, dan pada kategori rendah sebanyak 42,31%. Indikator menerapkan rumus atau konsep dalam perhitungan sederhana pada kategori tinggi sebanyak 46,15%, dimana siswa sudah mampu menjawab dengan tepat dan benar. Kemudian, untuk kategori rendah sebanyak 53,85%, siswa menjawab dengan konsep dan prinsip terhadap soal matematika yang terbatas . Pada indikator menjelaskan sesuatu konsep berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki terdapat 19,23% pada kategori tinggi, dimana siswa hanya memberikan sebagian dari ciri-ciri bangun segiempat. Pada kategori sedang sebanyak 15,38%, siswa hanya menyebutkan satu ciri-ciri dari bangun segiempat. Kemudian, kategori rendah sebanyak 65,38%, siswa hanya menjawab bangun jajaran genjang tanpa memberikan alasan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemahaman matematis siswa masih berada di kategori rendah.
Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Materi Segitiga dan Segiempat pada Siswa SMP Iqbal Dzikril Hakim; Ramlah Ramlah
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1d (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman siswa pada konsep materi bangun datar segitiga dan segiempat. Hal ini dilatar belakangi rendahnya pemahaman konsep segitiga dan segiempat siswa. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek yang berjumlah 21 siswa kelas VIII di salah satu SMP Negeri yang ada di Kabupaten Karawang. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan instrumen berbentuk tes uraian yang berjumlah 4 buah soal dengan indikator (1) Mampu menyatakan ulang konsep bangun datar segitiga dan segiempat yang telah dipelajari, (2) Mampu memberikan contoh tentang segiempat, (3) Mampu menyajikan konsep segitiga dalam berbagai macam bentuk representasi matematis, (4) Mampu mengaitkan berbagai konsep bangun datar dalam matematika, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data diperoleh bahwa kemampuan pemahaman konsep segitiga dan segiempat siswa pada kategori tinggi sebanyak 14.29%, sedangkan pada kategori sedang sebanyak 76.19%, dan pada kategori rendah sebanyak 9.52%. Sehingga dapat disimpulkan kemampuan pemahaman konsep siswa berada pada di kategori sedang.
Deskripsi Kemampuan Berpikir Analitis Materi Bangun Datar Segiempat Pada Siswa SMP Veni Aprilia Dwi Astuti; Ramlah Ramlah; adi adi
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1e (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan artikel ini untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir analitis siswa SMP kelas VIII pada materi bangun datar segiempat. Hal ini dilatarbelakangi kemampuan berpikir analitis siswa masih pada kategori rendah. Metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Subyek dalam artikel ini sebanyak 26 siswa kelas IXG tahun pelajaran 2019/2020 disalah satu SMPN di Kabupaten Karawang. Instrumen yang digunakan berupa soal essay kemampuan berpikir analitis sebanyak satu soal dengan mencakup 3 indikator: membedakan, mengorganisasi, dan mengatribusikan. Berdasarkan hasil pengolahan data menunjukkan kemampuan berpikir analitis siswa berdasarkan kategori: rendah 84,62% (22 siswa); sedang 15,38 % (4 siswa); dan tinggi 0% (0 siswa). Siswa yang kemampuan rendah disebabkan ketidakpahaman pada ketiga indikator berpikir analitis, sedangkan kemampuan sedang sudah mampu membedakan, mengorganisasi serta mengatribusikan tetapi masih kurang tepat, dan tidak ada siswa yang kemampuan tinggi disebabkan belum mampu mengerjakan sesuai indikator dengan baik dan benar. Disimpulkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir analitis siswa SMP kelas IX pada materi bangun datar segiempat dalam kategori rendah.Kata kunci: Berpikir Analitis, Kualitatif, Bangun datar segiempat
Analisis Buku Teks Siswa SMP Kelas VIII Pokok Bahasan Teorema Pythagoras Ditinjau dari Taksonomi Bloom Siti Mae Munah; Ramlah Ramlah
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1d (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini adalah hasil penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan kesesuaian materi dan soal di dalam buku siswa SMP kelas VIII Pokok Bahasan Teorema pythagoras ditinjau dari Taksonomi Bloom. Hal ini dilatar belakangi karena rendahnya proporsi soal-soal dalam buku teks yang mendorong siswa untuk menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam menyelesaikan masalah matematika. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif, subjek penelitian ini adalah pokok bahasan yang terdiri dari materi dan soal teorema pythagoras dalam buku smp kelas VIII semester II, kemendikbud. Pedoman yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar deskriptor masing-masing tingkatan taksonomi bloom. Pada penelitian ini secara bertahap akan dianalisis tingkat kognitif pada soal-soal tersebut yang digunakan dalam penyelesaiannya, terdapat ke dalam enam tingkat kognitif taksonomi Bloom revisi. Hasil dari penelitian ini adalah persentase soal untuk masing-masing tingkat kognitif adalah: C1 (0%), C2 (7,24%), C3 (62,32%) termasuk kedalam kategori rendah dan C4 (37,68%), C5 (0%), C6 (0%) termasuk kedalam kategori tinggi. Cakupan materi pada C1 (0%), C2(0%), C3(83,3%), C4(0%), C5(16,67%), C6(0%). Dapat disimpulkan bahwa hasil tersebut belum memenuhi proporsi soal yang mendukung ketercapaian kompetensi dasar dan masih terdapat soal yang berkategori rendah.
Deskripsi Kemampuan Sintesis Matematis Siswa SMP Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar salma viamita; Ramlah Ramlah
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1b (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini merupakan hasil studi yang bertujuan untuk mendeksripsikan kemampuan sistesis dalam menyelesaikan soal cerita pada materi bangun ruang sisi datar. Hal ini dilatar belakangi rendahnya kemampuan sintesiss dalam menyelesaika soal cerita pada materi bangun ruang sisi datar. Subjek yang di kaji sebanyak 16 siswa kelas IX disalah satu Sekolah Menengah Pertama di kecamatan karawang barat Tahun ajaran 2019/2020. Penelitian deksritif kualitatif ini menggunakan kemampuan sintesis berupa tes uraian sebanyak 2 soal. Berdasarkan pengolahan data diperoleh bahwa kemampuan sintesis siswa ialah 18,75% dapat menguasai 3 indikator kemampuan sintesis,57,75% dalam katagori sedang mampu menguasi indikator merumuskan dan memproduksi,25% dalam katagori rendah yaitu ketidakmampuan siswa dalam 3 indikator. Dapat disimpulkan bahwa kemmapuan sintesis siswa pada materi bangun ruang sisi datar hanya pada katagori merumuskan dan memproduksi kemampuan sintesisKata kunci: Kemampuan sintesis,, soal cerita, bangun ruang sisi datar