p-Index From 2021 - 2026
4.848
P-Index
This Author published in this journals
All Journal AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Jurnal Pendidikan Matematika Delta-Pi : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Edumatsains JPPM (JURNAL PENELITIAN DAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA) Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika PRISMA JCES (Journal of Character Education Society) Bio Educatio : The Journal of Science and Biology Education Theorems (The Original Research of Mathematics) JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Teorema: Teori dan Riset Matematika Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Jurnal Ilmiah Dikdaya Journal on Education MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika JURNAL SILOGISME : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika) BIORMATIKA : JURNAL ILMIAH FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Jurnal Educatio FKIP UNMA Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan REMIK : Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer utile: Jurnal Kependidikan BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Logaritma : Jurnal Ilmu-ilmu Pendidikan dan Sains Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Didactical Mathematics Prosiding Sesiomadika J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Journal of Medives: Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang Jurnal Matematika Ilmiah Universitas Muhammadiyah Kuningan
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Prosiding Sesiomadika

Implementasi Pendekatan Matematika Realistik dalam Proses Pembelajaran Siswa Elisabeth Sampeuli; Attin Warmi
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1a (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk menggambarkan pengaruh implementasi pendekatan matematika realistik dalam proses pembelajaran siswa. Latar belakang penulisan ini adalah masih rendahnya prestasi matematika Indonesia dimata lokal dan internasional. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kajian pustaka, yaitu metode mengkaji sejumlah hasil penulisan mengenai pendekatan matematika realistik. Populasi dalam penulisan ini adalah seluruh jurnal yang telah terakreditasi pada Google Scholar dan Portal Garuda, dengan pengambilan sampel secara purposive sampling yang berkesesuaian dengan tema penulisan yaitu sebanyak 10 jurnal. Design dalam penulisan ini hanya mengkaji sejumlah jurnal tanpa melakukan eksperimen. Analisis data yang digunakan adalah analisis data secara kualitatif deskriptif. Berdasarkan kajian terhadap 10 jurnal, maka didapatkan bahwa PMR (Pendekatan Matematika Realistik) memberikan dampak positif dalam proses pembelajaran siswa dan SMP merupakan jenjang pendidikan yang dirasa paling tepat dalam implementasi pendekatan matematika realistik. Penemuan lain dari mengkaji 10 jurnal memperlihatkan bahwa PMR juga berpengaruh terhadap aspek afektif siswa.
Analisis Self-Regulated Learning Dalam Pembelajaran Matematika Pada Siswa SMP Kelas VIII Ditinjau Dari Fase-fase Self-Regulated Learning Dina Kurnia; Attin Warmi
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1b (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis self-regulated learning siswa dalam  pembelajaran matematika pada siswa SMP yang ditinjau dari fase-fase self-regulated larning. Penelitian ini dilakukan disalah satu sekolah  SMP swasta yang ada dikabupaten Karawang, dengan subjek siswa kelas VIII B yang terdiri dari 26 siswa. Pengambilan data diperoleh dengan metode survei yang berbentuk angket sebanyak 20 pernyataan yang dikelompokkan berdasarkan fase-fase  self-regulated learning, kemudian dianalisis dengan uji persentase rata-rata. Hasil penelitian persentase rata-rata angket keseluruhan siswa sebesar 27,6%, diperoleh dari perencanaan 26,55%, pelaksanaan 28,53%, dan evaluasi 26,80%. Kesimpulannya, hanya sebagian kecil siswa dalam pembelajaran matematika atas keinginan sendiri. Sehingga self-regulated learning siswa dalam pembelajaran matematika yang ditinjau dari fase self-regulated learning  pada kelas VIII B masih terbilang rendah dan rendahnya self-regulated learning siswa ini terdapat pada tahap perencanaan yakni dalam menentukan strategi yang akan digunakan belajar, serta mengatur diri untuk mempersiapkan belajar. Kata kunci: Self-Regulated Learning, fase-fase self-regulated learning.
Analisis Tingkat Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMP Kelas VIII Pada Materi Relasi dan Fungsi Vivin Andini; Attin Warmi
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1c (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir kritis matematis siswa SMP dalam materi Relasi dan Fungsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII H di salah satu sekolah SMP Negeri yang ada di Kabupaten Karawang Tahun Ajararan 2019/2020 sebanyak 39 siswa. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa tes uraian soal mengenai kemampuan berpikir kritis matematis, kemudian data yang dihasilkan adalah data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh bahwa indikator dalam memfokuskan pertanyaan, memberikan penjelasan sederhana mencapai presentase sebesar 41,03%, indikator membangun keterampilan dasar mencapai presentase sebesar 66,67%, indikator memberikan penjelasan lebih lanjut (mengidentifikasi asumsi) sebesar 40,51%, indikator Menentukan strategi dan teknik (menentukan dari permasalahan dalam soal dan menuliskan jawaban atau solusi dari permasalahan dalam soal) sebesar 5,128% dan indikator menarik kesimpulan sebesar 16,41%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa dikatakan rendah, karena rata-rata presentase keseluruhan indikator kemampuan berpikir kritis matematis yaitu sebesar 41,54%.Kata kunci: Kemampuan Berpikir Kritis Matematis, Relasi dan Fungsi
ANALISIS TINGKAT KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SMP PADA MATERI RELASI DAN FUNGSI Indah Mutiara Cahya; Attin Warmi
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1c (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kemampuan penalaran matematis pada siswa sekolah menengah pertama. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII C di salah satu sekolah Negeri yang ada di Kabupaten Karawang Tahun Ajaran 2019/2020 sebanyak 34 orang. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan tes yang berbentuk uraian soal, kemudian dianalisis dan dideskripsikan berdasarkan tingkat kemampuannya untuk mengetahui kategori tinggi, sedang dan rendah. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh bahwa indikator mengajukan dugaan sebesar 46,47%, indikator melakukan manipulasi matematika sebesar 64.71%, indikator menarik kesimpulan, menyusun bukti, memberi alasan terhadap kebenaran solusi sebesar 34,12%, indikator memeriksa kesahihan suatu argumen sebesar 30,59% dan indikator menentukan pola atau sifat dari gejala matematika untuk membuat generalisasi sebesar 21,76%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan penalaran matematis siswa dikatakan rendah, karena dari keseluruhan indikator mencapai persentase sebesar 49.41%.Kata kunci: Kemampuan Penalaran Matematis, Relasi dan Fungsi
ANALISIS KESULITAN BELAJAR DITINJAU DARI RASA KECEMASAN MATEMATIKA Annisa Hapsari Utami; Attin Warmi
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1c (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan belajar matematika yang ditinjau dari rasa kecemasan pada diri peserta didik dan untuk mengetahui tingkat kecemasan peserta didik. Penelitian ini dilatar belakangi oleh masalah yang sering terjadi pada saat pembelajaran matematika disekolah yaitu masih banyak peserta didik yang menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit, kemudian memunculkan kesulitan belajar yang didasari oleh rasa kecemasan. Pendekatan dalam penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX di salah satu SMP Negeri di Karawang. Pengambilan data dalam penelitian ini diperoleh melalui pemberian angket agar dapat mengetahui interpretasi kecemasan yang dialami oleh peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kecemasan yang dialami oleh peserta didik pada saat pembelajaran matematika pada indikator kecemasan somatik sebesar 38.62% dan pada indikator kecemasan psikologis sebesar 35.14%.Kata kunci: Analisis, Kesulitan Belajar, Kecemasan
ANALISIS MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMP Titin Sri Hartini; Attin Warmi
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1c (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana motivasi peserta didik dalam pembelajaran Matematika di SMP. Subjek penelitian ini adalah 20 peserta didik kelas XI-C pada salah satu SMP Negeri yang terletak  di Kecamatan Karawang Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan  dengan observasi yang berbentuk Kuesioner sebanyak 20 pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa rata-rata sebesar 49,925% termasuk dalam kategori cukup, berdasarkan adanya hasrat dan keinginan dalam belajar sebesar 56,8% termasuk dalam kategori tinggi,  adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar sebesar 49% termasuk dalam kategori cukup, adanya kegiatan menarik dalam belajar sebesar 46,88% termasuk dalam kategori cukup, tingkat perhatian peserta didik terhadap pelajaran sebesar 41% termasuk dalam kategori cukup, dan tingkat keyakinan peserta didik terhadap kemampuannya dalam pembelajaran sebesar 54% termasuk dalam kategori tinggi. Kesimpulan yang diperoleh yaitu motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika di SMP sudah masuk kategori cukup namun tetap perlu adanya  dorongan, perhatian, dan ketertarikan peserta didik dalam pembelajaran Matematika.Kata kunci: Analisis, Motivasi Belajar, Pembelajaran Matematika
Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Melalui Penyelesaian Soal Persamaan Kuadrat Pada Kelas X Desi Nilasari; Attin Warmi
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1c (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini dilakukan kepada siswa kelas X disalah satu sekolah yang ada di Bekasi Tahun Pelajaran 2019/2020 sebanyak 34 orang. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitiatif dengan metode deskriptif. Teknik pengambilan data diperoleh dengan menggunakan metode tes berbentuk soal uraian sebanyak lima soal. Kemudian dianalisis dan dideskripsikan sesuai dengan kemampuannya untuk mengetahui termasuk kategori tinggi, sedang atau rendah. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji nilai rata-rata dan standar deviasi. Diperoleh bahwa ada tiga siswa yang berada dikategori tinggi dengan presentase 8,82% , 25 siswa pada kategori sedang dengan presentase 73,53%, dan enam siswa pada kategori rendah dengan presentase 17,65%.  Sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa masih tergolong sedang dan belum memenuhi indikator kemampuan pemahaman konsep matematis.
Kemampuan Berpikir Aljabar Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah Aljabar Berbasis TIMSS Komarudin Muhamad Zaelani; Attin Warmi; Redo Martila Ruli
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1d (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir aljabar siswa SMP dalam menyelesaikan masalah aljabar berbasis TIMSS. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan teknik pengumpulan data melalui tes tertuilis berupa masalah aljabar berbasis TIMSS dengan indikator pola dan variabel serta wawancara tidak terstruktur. Siswa penelitian terdiri dari tiga siswa berdasarkan dari keunikan respon siswa dalam menjawab soal yang berasal dari kelas VIII pada salah satu SMP di Karawang pada Tahun Ajaran 2019/2020. Simpulan dari penelitian ini yaitu beberapa siswa telah mampu mencapai indikator berpikir aljabar, yaitu : (1) Terdapat 2 siswa mampu menyelesaikan masalah aljabar secara formal dengan menggunakan rumus atau formula yang merupakan suatu generalisasi (pola) dan (2)  2 siswa sudah memiliki pemahaman dalam menggunakan variabel sebagai generalisasi suatu bilangan (variabel). Namun, secara keseluruhan terdapat beberapa hal yang masih menjadi permasalahan bagi siswa, yaitu dalam memahami makna dari tanda sama dengan ( = ) sebagai suatu tanda ekuivalensi antar ruas pada suatu ekspresi yang merupakan simbol terpenting dalam aljabar, serta variabel merupakan alat representasi yang sangat berguna untuk melakukan ekspresi dari generalisasi.
Kemampuan Berpikir Visual Siswa Pada Materi Geometri Azhar Syahfirza Ramli Hutama Tegas; Attin Warmi
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1d (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berpikir visual dapat dijadikan alternatif bagi siswa dalam memahami dan memecahkan permasalahan matematika. Akan tetapi, hanya beberapa siswa saja yang terbiasa berpikir visual. Sebagai upaya mendalami masalah kesulitan siswa dalam berpikir visual, artikel ini mengkaji kemampuan berpikir visual siswa pada materi geometri dalam cakupan bangun datar dan bangun ruang. Hal ini diupayakan agar siswa dapat mengumpulkan dan memilah informasi berdasarkan hal-hal yang diketahui dan ditanyakan, memilih dan mencari pola yang cocok untuk memecahkan masalah, memperoleh solusi dengan menggunakan pola yang telah dipilih, dan menggambarkan serta menjelaskan hasil yang diperoleh. Dari kajian pustaka yang telah diperoleh mengenai persoalan geometri, kemudian respon siswa dikaji berdasarkan indikator berpikir visual. Hasil kajian ini menunjukan belum banyak siswa yang mengandalkan kemampuan berpikir visual dalam menyelesaikan persoalan geometri. Kata kunci: Bangun Datar, Bangun Ruang, Berpikir Visual.
Kemampuan Berpikir Logis Matematis Pada Siswa SMP Dalam Menyelesaikan Soal Matematika Novi Darojatun Nisa; Attin Warmi
Prosiding Sesiomadika Vol 4 No 1 (2023): Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk melihat kemampuan berpikir logis matematis siswa dalam menyelesaikan persoalan matematika pada materi kubus dan balok. Subjek penelitian ini  siswa kelas IX C di salah satu sekolah yang ada di Kabupaten Karawang dengan jumlah 27 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik purposive sampling, subjek penelitian terdiri dari 3 siswa terdiri dari siswa kategori tinggi, sedang dan rendah. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan siswa yang berada pada kategori tinggi dapat menyelesaikan soal dan memenuhi semua indikator kemampuan berpikir logis matematis, siswa pada kategori sedang dapat menyelesaikan soal dan hanya memenuhi 1 dari 4 indikator, yakni indikator menganalisa beberapa kasus yang diberikan, dan siswa pada kategori rendah tak dapat menyelesaikan soal sebab masih mengalami kesulitan.