Kusuma, Muhammad Nanang Himawan
Jurusan Pendidikan Jasmani, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Erratum: Pengaruh Status Gizi, Tingkat Aktivitas Fisik dan Kadar Hemoglobin Terhadap Kemampuan Daya Tahan Fisik Moh Nanang Himawan Kusuma; Muhamad Syafei; Didik Rilastiyo
JUARA : Jurnal Olahraga Vol 5 No 1 (2020): JUARA: Jurnal Olahraga
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.736 KB) | DOI: 10.33222/juara.v5i1.933

Abstract

Correction to: JUARA: Jurnal Olahraga This corrects the article DOI: https://doi.org/10.33222/juara.v4i2.607 This article was originally published using English metadata in the article title and this is our fault. but now the article metadata has been changed in Indonesian and appears correctly in the current article.
Identifikasi Kebugaran Jasmani Siswa SMP Di Daerah Dataran Tinggi Kabupaten Banyumas Topo Suhartoyo; Didik Rilastiyo Budi; Moh. Nanang Himawan Kusuma; Muhamad Syafei; Arfin Deri Listiandi; Rohman Hidayat
Physical Activity Journal (PAJU) Vol 1 No 1 (2019): Physical Activity Journal (PAJU)
Publisher : Department of Physical Education, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.303 KB) | DOI: 10.20884/1.paju.2019.1.1.1995

Abstract

Kebugaran jasmani merupakan salah satu faktor penting bagi siswa untuk dapat melakukan bebagai aktivitas fisik dan olahraga, selain itu kebugaran jasmani yang baik juga dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan prestasi siswa, baik secara kognitif, afektif maupun psikomotor. Tujuan penelitian untuk mengetahui profil kebugaran jasmani siswa SMP di dataran tinggi Kabupaten Banyumas, khususnya di daerah Kedungbanteng dan Baturraden. Metode penelitian studi deskriptif ex-postfacto. Instrumen penelitian menggunakan Multilevel Fitnes Test (MFT) untuk mengukur kebugaran jasmani. Analisis data menggunakan Uji Normalitas dan Penilaian Acuan Norma (PAN). Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa putra SMP di daerah Kedungbanteng dan Baturraden masih banyak yang berada di tingkat kebugaran cukup dan kurang dengan jumlah 45 anak atau sebesar 90%, sedangkan tingkat kebugaran jasmani siswa putri menunjukan hasil 48 siswa atau 98% berada dikategori kebugaran jasmani cukup dan kurang. Kesimpulan penelitian ini siswa SMP di dataran tinggi memiliki tingkat kebugaran yang kurang, sehingga perlu adanya program khusus yang memicu siswa SMP untuk melakukan berbagai aktifitas fisik dan olahraga.
Identifikasi Keberbakatan Menggunakan Metode Australian Sport Search Terhadap Kesesuaian Cabang Olahraga Pada Anak Sekolah Dasar Muhamad Sayfei; Didik Rilastiyo Budi; Moh. Nanang Himawan Kusuma; Arfin Deri Listiandi
Physical Activity Journal (PAJU) Vol 1 No 2 (2020): Physical Activity Journal (PAJU)
Publisher : Department of Physical Education, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.936 KB) | DOI: 10.20884/1.paju.2020.1.2.2285

Abstract

Identifikasi keberbakatan olahraga merupakan salah satu faktor penting dalam proses pembinaan prestasi, akan tetapi tahapan tes dan pengukuran identifikasi keberbakatan olahraga masih jarang dilakukan terutama di tingkat daerah. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui keberbakatan olahraga pada anak Sekolah Dasar kelas V dengan menggunakan metode analisis keberbakatan Australian Sport Search. Jumlah sampel penelitian sebanyak 100 anak dari berbagai sekolah di Banyumas. Penelitian menggunakan metode deskriptif ex-postfacto. Hasil menunjukan bahwa dari 100 anak Sekolah Dasar yang menjadi sampel penelitian tingkat keberbakatan anak menunjukan bahwa sebanyak 43 anak menunjukan berbakat dalam bidang olahraga dan 57 anak tidak berbakat dalam bidang olahraga. Selain itu dari 100 orang anak menunjukan bahwa 22 anak berbakat pada cabang olahraga atletik, 9 anak menunjukan berbakat di sepak bola, 5 anak cabang olahraga beladiri dan yang lainnya berbakat di cabang olahrga bola basket, bola tangan, bulutangkis dan softball/baseball. Berdasarkan hasil tersebut maka perlu adanya program pemanduan bakan olahraga secara khusus bagi anak usia pelajar, sehingga dapat mengidentifikasi bakat anak sedini mungkin.
Analisis Angel Of Take-Off Lompat Jauh Gaya Jongkok Pada Atlet Jawa Tengah Berbasis Biomekanika Topo Suhartoyo; Tegar Pangudi; Mohammad Nanang Himawan Kusuma; Muhamad Syafei; Arfin Deri Listiandi; Andri Arif Kustiawan
Physical Activity Journal (PAJU) Vol 4 No 1 (2022): Physical Activity Journal (PAJU)
Publisher : Department of Physical Education, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.427 KB) | DOI: 10.20884/1.paju.2022.4.1.6838

Abstract

Lompat jauh gaya jongkok terdiri dari fase awalan, menumpu, malayang (gaya) dan pendaratan. Tujuan penelitian menganalisis besar sudut pada fase menumpu/angel of take off pada lompat jauh gaya jongkok atlet jawa tengah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Waktu dan lokasi penelitian pada bulan Januari 2022 dilaksanakan di GOR Soesilo Soedarman. Teknik sampling menggunakan purposive sampling diperoleh 15 atlet yang memenuhi syarat inklusi dan eksklusi. Analisis menggunakan aplikasi kinovea untuk mengetahui besar sudut tubuh pada saat menumpu pada papan tumpu dengan menggunakan bantuan kamera. Hasil penelitian menunjukan bahwa atlet dengan angle of take-off terbesar 22,7° memiliki catatan prestasi tidak lebih baik dari sampel yang menggunakan angle of take-off 20°-21,8° pada angle of take-off dipengaruhi oleh fase-fase di dalam take-off yaitu touchdown, amortisasi dan ekstensi. Atlet yang menggunakan angle of take-off terendah (9,6°) juga mencatatkan catatan prestasi terendah yaitu 5,00 meter-5,05 meter. Atlet yang menggunakan angle of take-off 11o menghasilkan prestasi yang bervariasi, mulai dari 5,09 meter–5,44 meter. Prestasi tertinggi diperoleh sampel dengan menggunakan angle of take-off antara 20°-21,8° menghasilkan prestasi antara 6,06 meter – 6,22 meter. Sedangkan atlet yang menggunakan angle of take-off 22,7° menghasilkan prestasi 5,32 meter.
Identifikasi Kebugaran Jasmani Siswa SMP Di Daerah Dataran Tinggi Kabupaten Banyumas Topo Suhartoyo; Didik Rilastiyo Budi; Moh. Nanang Himawan Kusuma; Muhamad Syafei; Arfin Deri Listiandi; Rohman Hidayat
Physical Activity Journal (PAJU) Vol 1 No 1 (2019): Physical Activity Journal (PAJU)
Publisher : Department of Physical Education, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.303 KB) | DOI: 10.20884/1.paju.2019.1.1.1995

Abstract

Kebugaran jasmani merupakan salah satu faktor penting bagi siswa untuk dapat melakukan bebagai aktivitas fisik dan olahraga, selain itu kebugaran jasmani yang baik juga dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan prestasi siswa, baik secara kognitif, afektif maupun psikomotor. Tujuan penelitian untuk mengetahui profil kebugaran jasmani siswa SMP di dataran tinggi Kabupaten Banyumas, khususnya di daerah Kedungbanteng dan Baturraden. Metode penelitian studi deskriptif ex-postfacto. Instrumen penelitian menggunakan Multilevel Fitnes Test (MFT) untuk mengukur kebugaran jasmani. Analisis data menggunakan Uji Normalitas dan Penilaian Acuan Norma (PAN). Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa putra SMP di daerah Kedungbanteng dan Baturraden masih banyak yang berada di tingkat kebugaran cukup dan kurang dengan jumlah 45 anak atau sebesar 90%, sedangkan tingkat kebugaran jasmani siswa putri menunjukan hasil 48 siswa atau 98% berada dikategori kebugaran jasmani cukup dan kurang. Kesimpulan penelitian ini siswa SMP di dataran tinggi memiliki tingkat kebugaran yang kurang, sehingga perlu adanya program khusus yang memicu siswa SMP untuk melakukan berbagai aktifitas fisik dan olahraga.
Identifikasi Keberbakatan Menggunakan Metode Australian Sport Search Terhadap Kesesuaian Cabang Olahraga Pada Anak Sekolah Dasar Muhamad Syafei; Didik Rilastiyo Budi; Moh. Nanang Himawan Kusuma; Arfin Deri Listiandi
Physical Activity Journal (PAJU) Vol 1 No 2 (2020): Physical Activity Journal (PAJU)
Publisher : Department of Physical Education, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.936 KB) | DOI: 10.20884/1.paju.2020.1.2.2285

Abstract

Identifikasi keberbakatan olahraga merupakan salah satu faktor penting dalam proses pembinaan prestasi, akan tetapi tahapan tes dan pengukuran identifikasi keberbakatan olahraga masih jarang dilakukan terutama di tingkat daerah. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui keberbakatan olahraga pada anak Sekolah Dasar kelas V dengan menggunakan metode analisis keberbakatan Australian Sport Search. Jumlah sampel penelitian sebanyak 100 anak dari berbagai sekolah di Banyumas. Penelitian menggunakan metode deskriptif ex-postfacto. Hasil menunjukan bahwa dari 100 anak Sekolah Dasar yang menjadi sampel penelitian tingkat keberbakatan anak menunjukan bahwa sebanyak 43 anak menunjukan berbakat dalam bidang olahraga dan 57 anak tidak berbakat dalam bidang olahraga. Selain itu dari 100 orang anak menunjukan bahwa 22 anak berbakat pada cabang olahraga atletik, 9 anak menunjukan berbakat di sepak bola, 5 anak cabang olahraga beladiri dan yang lainnya berbakat di cabang olahrga bola basket, bola tangan, bulutangkis dan softball/baseball. Berdasarkan hasil tersebut maka perlu adanya program pemanduan bakan olahraga secara khusus bagi anak usia pelajar, sehingga dapat mengidentifikasi bakat anak sedini mungkin.
MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KOMPONEN BIOMOTORIK PADA REMAJA DI WILAYAH PERKOTAAN: IMPROVING MOTIVATION AND BIOMOTORIC COMPONENTS IN ADOLESCENE CITY Suhartoyo*, Topo; Kusuma, Moh. Nanang Himawan; Widanita, Neva; Anggraeni, Dewi
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v2i1.77

Abstract

Kondisi psikologis individu yang didalamnya terkandung unsur mental, motivasi, emosi, stres dan ketertarikan. Komponen biomotorik mencakup kecepatan, fleksibiltas, kelincahan, kekuatan, koordinasi dan daya tahan. Unsur-unsur tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dan saling membangun kualitas dan kuantitas fisik. Daya tahan menjadi salah satu komponen yang perlu diperhatian dalam mempertahankan kondisi fisik sesorang guna menjaga dan membangun kemampuan cardiovascular. Fase remaja memiliki indicator fisik yang mengalami perubahan yang cepat, fluktiatif dan perlu mendapatkan perhatian serta bimbingan. Wilayah perkotaan sangat erat dengan kemajuan teknologi yang cepat, mudah, menarik dan murah. Penggunaan gawai untuk operasional games online dan sosial media yang berlebihan akan menimbulkan efek negative. Misalnya meningkatnya obesitas, hypokinetic dan homestatis yang secara pelahan menghambat  pertumbuhan fisik. Tujuan kegiatan mengukur komponen biomotorik pada remaja di wilayah perkotaan. Metode yang digunakan dalam kegiatan mencakup pelatihan fisik terprogram, kuisioner dan pengukuran komponen biomotorik. Hasil kuisioner dan tes pengukuran menunjukan terjadi peningkatan motivasi atau ketertarikan untuk beraktivitas fisik secara teratur. Tingkat motivasi aktivitas fisik pada fase remaja di wilayah perkotaan mengalami peningkatan secara signifikan dan Latihan fisik dilakukan 3 kali dalam satu minggu dengan durasi waktu 60 menit. Kesimpulan latihan fisik terprogram dengan durasi 60 menit mampu meningkatkan indeks daya tahan pada remaja di wilayah perkotaan.
The Effect of Fartlek Training on the Increase of Cardiorespiratory Endurance in Kumite Karateka of the Gokasi Student Activity Unit Unsoed syah, Fais oktavian; Febriani, Ayu Rizky; Aggraeni, Dewi; Kusuma, Mohammad Nanang Himawan; Mulyani, Jajang Dede
Physical Activity Journal (PAJU) Vol 7 No 1 (2025): Physical Activity Journal (PAJU)
Publisher : Department of Physical Education, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.paju.2025.7.1.15773

Abstract

Cardiovascular endurance is a crucial component for karate athletes, especially in kumite, where matches require high aerobic and anaerobic capacity. However, the lack of consistent physical training programs often leads to suboptimal performance in student athletes. This study aimed to determine the effect of Fartlek training on improving cardiorespiratory endurance in karate athletes of the Gokasi Student Activity Unit, Universitas Jenderal Soedirman. This research employed a quasi-experimental design with a nonequivalent control group. The population consisted of 32 athletes, from which 20 samples (12 males and 8 females) were selected using purposive sampling. The treatment group underwent Fartlek training for 16 sessions over 4–5 weeks, while the control group continued routine practice without intervention. Cardiorespiratory endurance was measured using the Multistage Fitness Test (MFT) to obtain VO₂max values. Data analysis used paired sample t-test and independent sample t-test with a significance level of 0.05. Result: The paired sample t-test showed a significant increase in VO₂max in the treatment group (p = 0.000), while no significant change was observed in the control group (p = 0.651). The independent t-test revealed a significant difference between the treatment and control groups in post-test results (p = 0.047). Conclusion: Fartlek training has a significant effect on improving cardiorespiratory endurance (VO₂max) in karate athletes. Therefore, it can be considered an effective training method to enhance performance in kumite athletes.
Structured Training Program Assistance to Improve Cardiovascular Endurance (VO2Max) for Recreational Runners Arfin Deri Listiandi; Syafei, Muhamad; Kusuma, Moh Nanang Himawan; Santiko, Galih Yoga; Pambudi, Yudhi Teguh
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v6i1.4384

Abstract

The issue faced by the recreational running community in Banyumas/Purwokerto is the lack of understanding regarding structured training programs to improve cardiovascular endurance (VO2Max), which is essential for long-distance running among recreational runners. So far, runners have been running without a structured training program, resulting in no progress in their training to prepare for races and improve their personal best times. The proposed solution is to provide education and guidance on structured training programs, as well as to practice training forms that can enhance cardiovascular endurance. As a result of this guidance, 55.3% of the 38 participants, who had never practiced speed training before, gained an understanding and began incorporating speed training to improve their VO2Max