Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan ISPA Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Buahdua Azzahra Futri Fandiyani; Iis Aisyah; Amanda Puspanditaning Sejati
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.673

Abstract

Kejadian ISPA pada balita merupakan masalah kesehatan yang masih menjadi tantangan di negara berkembang, termasuk Indonesia. ISPA pada balita dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti karakteristik individu, kondisi lingkungan tempat tinggal, pola gaya hidup keluarga, akses pelayanan kesehatan, serta faktor genetik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Buahdua, Kabupaten Sumedang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan melibatkan 78 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dan persentase faktor risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko yang paling dominan berhubungan dengan kejadian ISPA adalah jenis kelamin, usia balita, asap rokok, pendidikan ibu, genetik, polusi udara, menggendong anak saat memasak, air eksklusif, malnutrisi, sirkulasi udara, sosial ekonomi, kepadatan hunian, status imunisasi, dan bahan bakar untuk memasak. Temuan ini mengindikasikan bahwa kejadian ISPA dapat dicegah melalui perbaikan lingkungan rumah, peningkatan cakupan imunisasi, serta edukasi mengenai pola asuh dan gaya hidup sehat. Oleh karena itu, upaya pencegahan ISPA pada balita perlu melibatkan peran aktif keluarga, tenaga kesehatan, dan masyarakat secara luas dalam menciptakan lingkungan sehat dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Pada peneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan desain analitik seperti studi case-control atau kohort agar hubungan kausal antarvariabel dapat dianalisis lebih mendalam.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Media Poster Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Anak Usia Sekolah Dalam Pencegahan Penularan Penyakit ISPA Di SDN Leuwigede 1 Linda Febriana;  Iis Aisyah; Amanda Puspanditaning Sejati
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.717

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit menular yang sering menyerang anak usia sekolah dasar, terutama di wilayah dengan kondisi lingkungan yang mendukung penyebaran penyakit seperti Kabupaten Indramayu. Rendahnya pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat menyebabkan anak usia sekolah rentan terhadap ISPA. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah pendidikan kesehatan menggunakan media poster. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui media poster terhadap pengetahuan dan sikap siswa dalam pencegahan penularan ISPA di SDN Leuwigede 1, Kabupaten Indramayu. Penelitian menggunakan metode pre-eksperimen dengan desain One-Group Pretest-Posttest pada 64 siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 7,27 menjadi 10,53 dan skor sikap dari 8,63 menjadi 23,02 setelah intervensi. Uji paired sample T-Test menunjukkan pengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan sikap (p < 0,001). Uji MANOVA menunjukkan pengaruh simultan yang signifikan (p = 0,015). Namun, analisis ANOVA univariat menunjukkan peningkatan pengetahuan tidak signifikan (p = 0,909), sedangkan peningkatan sikap signifikan (p = 0,005). Pendidikan kesehatan menggunakan media poster efektif meningkatkan sikap siswa dalam pencegahan ISPA.
The Relationship Between Family Support and Women's Readiness to Face Menopause Layli Nur Aulia; Dewi Dolifah; Amanda Puspanditaning Sejati
INDOGENIUS Vol 5 No 2 (2026): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v5i2.960

Abstract

Background & Objective: Menopause is a natural stage in a woman's life characterized by the permanent cessation of menstruation due to decreased ovarian function. This phase often causes various changes, both physically, psychologically, and emotionally, which can lead to discomfort for women. This study aims to examine the relationship between family support and women's readiness to face menopause. Method: This research is a quantitative study with a correlational analytic design. The research population consisted of women aged 45–55 years, with a sample size of 82 respondents selected using cluster sampling technique. The research instruments included a family support questionnaire by Nursalam, which had been declared valid (r table 0.336) and reliable (Cronbach’s Alpha 0.9453), as well as a questionnaire on women's readiness for menopause adapted from Agustina, which had been declared valid (r table 0.361) and reliable (Cronbach’s Alpha 0.886). The data were presented in the form of frequency distribution through univariate analysis and analyzed bivariately using the Spearman Rank test. Result: The study results indicate a significant relationship between family support and women's readiness to face menopause, with a correlation coefficient of 0.406 and a p-value <0.001, showing a moderate strength and a positive direction of the relationship. Conclusion: These findings indicate that the higher the family support provided, especially instrumental and emotional support, the better a woman's readiness to face menopause.
The Relationship Between Social Support And Independence Among Adolescents At The Bandung Salvation Army Orphanage Veronica Ishabela Romaulytua Rajagukguk; Dewi Dolifah; Amanda Puspanditaning Sejati
INDOGENIUS Vol 5 No 2 (2026): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v5i2.965

Abstract

Background & Objective: This study was motivated by the importance of social support as a key predictor of adolescent independence, particularly in orphanages. The aim was to empirically test the relationship between perceived social support and the level of independence among adolescents at the Bandung Salvation Army Orphanage. Method: The research employed a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. The population included all adolescent residents, and the total sampling technique was used, yielding a sample size of 33 respondents. Data collection utilized Likert scale questionnaires, consisting of 38 items for social support and 15 items for adolescent independence. Data analysis included Univariate analysis for descriptive statistics and Bivariate analysis using the Spearman’s rho correlation test to examine the hypothesis. Result: Univariate results indicated that the majority of adolescents reported experiencing insufficient social support (Not Supporting category), with the most pronounced deficit in appraisal support. Correspondingly, the overall level of adolescent independence skewed toward the Not Independent category. The bivariate analysis confirmed a highly significant positive relationship between social support and adolescent independence, evidenced by a significance value of p<0.001. Conclusion: that social support is statistically and significantly correlated with adolescent independence in the orphanage setting. Therefore, improving the quality of social support, especially appraisal support, is essential for optimizing the development of adolescent autonomy and self-reliance.