Claim Missing Document
Check
Articles

DETERMINAN KINERJA PEGAWAI DENGAN MOTIVASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING Muhammad Syukron Ginanjar; Indarto Indarto; Djoko Santoso
Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Vol 12, No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.154 KB) | DOI: 10.26623/jreb.v12i2.1661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dan kerjasama tim terhadap kinerja Pegawai dengan motivasi kerja sebagai variabel intervening. Jumlah populasi sejumlah 175. Sampel penelitian ini menggunakan 158 responden yaitu dari Pegawai Negeri pada Polri di Bagsumda Polres Jajaran Polda Jateng. Alat analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel independen (beban kerja) mempengaruhi kinerja Pegawai. Motivasi kerja terbukti sebagai variabel mediasi antara beban kerja terhadap kinerja Pegawai.This study aims to determine the relationship between workload and teamwork on employee performance with work motivation as an intervening variable. The total population is 175. The sample of this study used 158 respondents, namely from the Civil Servants at the National Police in Bagsumda, Central Java Regional Police. The analytical tool used in this study is SEM. The results showed that the independent variable (workload) affected the employee's performance. Work motivation is proven as a mediating variable between workload and employee performance. 
PENGARUH LEVERAGE, FIXED ASSET INTENSITY, DAN FIRM SIZE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN REVALUASI ASET SEBAGAI MODERASI Riski Meirdiani Lestari; Indarto Indarto
Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Vol 12, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.434 KB) | DOI: 10.26623/jreb.v12i1.1524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh leverage yang diproksikan dengan debt to asset ratio, fixed asset intensity dan firm size terhadap nilai perusahaan yang diproksikan dengan price to book value dengan revaluasi aset sebagai moderasi. Data diambil dari laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2015-2016. Dengan metode purposive sampling, diperoleh 42 sampel perusahaan revaluer. Data diolah menggunakan analisis SEM smartPLS versi 3.0 Hasil pengujian menunjukkan bahwa leverage dan firm size berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaaan, sedangkan fixed asset intensity tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Revaluasi aset tidak memoderasi hubungan antara leverage, fixed asset intensity dan firm size terhadap nilai perusahaan The purpose of this study is to analyze the influence of leverage which using debt to asset ratio as the proxy, fixed asset intensity and firm size to the firm value which using price to book value as the proxy with revaluation of fixed assets as a moderating.The data obtained from the financial statements and annual report of manufacturing companies that listed in the Indonesian Stock Exchange on period 2015-2016. As much as 42 revaluer firms were taken as a sample using purposive sampling method, ande analyzed by the Structural Equatiom Modeling (SEM) analysis using smartPLS version 3.0.The results shows that leverage and firm size significantly effect to the firm value, but fixed asset intensity has not significant effect to the firm value. As a moderating variable, revaluation of fixed assets can not moderate the effect of leverage, fixed asset intensity and firm size to the firm value.
ANALISIS PENGUKURAN KINERJA PERUM PERUMNAS REGIONAL IV BANDUNG DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD DAN KEPUTUSAN MENTERI DAN KEPUTUSAN MENTERI DAN KEPUTUSAN MENTERI DAN KEPUT BUMN NOMOR 100 TAHUN 2002 Sukarno .; Indarto .
Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Vol 7, No 1 (2014): August 2014
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.703 KB) | DOI: 10.26623/jreb.v7i1.524

Abstract

Pengukuran kinerja merupakan salah satu faktor penting bagi setiap perusahaan atau organisasi.Pengukuran kinerja digunakan sebagai dasar untuk membuat perencanaan organisasi dalam upaya mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan di masa yang akan datang dan sebagai alat untuk menilai keberhasilan perusahaan atau organisasi tersebut. Keberhasilan kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selain diukur dengan pendekatan Balanced Scorecard dengan menggunakan 4 (empat) perspektif pengukuran yaitu perspektif keuangan (financial), pelanggan, proses bisnis internal serta pembelajaran dan pertumbuhan juga dapat dinilai tingkat kesehatannya didasarkan pada Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nomor 100 Tahun 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tingkat kesehatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai meliputi 3 aspek, yaitu aspek keuangan, aspek operasional dan aspek administrasi.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi Balance Scorecard pada Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (PERUM PERUMNAS) Regional IV Bandung dilihat dari 4 (empat) perspective, antara lain : perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta proses belajar dan berkembang dan menganalisis tingkat kesehatan Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (PERUM PERUMNAS) Regional IV Bandung berdasarkan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nomor 100 Tahun 2002 yang meliputi 3 aspek, yaitu aspek keuangan, aspek operasional dan aspek administrasi. Penelitian ini mengambil lokasi di PerusahaanUmum Pembangunan Perumahan Nasional (PERUM PERUMNAS) Regional IV. Bandung dengan menganalisis laporan keuangan tahun 2007, 2008 dan 2009 serta menilai tanggapan dari Asisten Manager, Manager, Deputy General Manager dan General Manager mengenai penerapan Balance Scorecard.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kinerja Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (PERUM PERUMNAS) Regional IV Bandung dilihat dari Balance Scorecard yang meliputi 4 (empat) perspective, antara lain: perspektif keuangan, proses bisnis internal, serta proses belajar dan berkembang, mengalami kenaikan cukup signifikan yang ditunjukkan oleh Key Performance Indikator dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2009 menunjukkan peningkatan cukup signifikan yaitu pada tahun 2007 dengan total skor 68,21, tahun 2008 dengan total skor 104,21, dan tahun 2009 dengan total skor 123,05. Berdasarkan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor 100 tahun2002, maka diperoleh hasil tingkat kesehatan Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (PERUM PERUMNAS) Regional IV Bandung tahun 2007, 2008 dan 2009 berdasarkan aspek finansial, aspek operasional dan aspek administrasi adalah pada tahun 2007 dengan total skor 70,59 dikategorikan “SEHAT” “A”, tahun 2008 dengan total skor 110,65 dikategorikan “SEHAT” “AAA” dan tahun 2009 dengan total skor 130,30 dikategorikan “SEHAT” “AAA”.
ANALISIS PENGARUH INDEKS HARGA SAHAM ASING DAN VARIABEL MAKROEKONOMI INDONESIA TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) DI BURSA EFEK INDONESIA (PERIODE JANUARI 2013 – AGUSTUS 2015) David Triyono; Indarto Indarto; Aprih Santoso
Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Vol 9, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.411 KB) | DOI: 10.26623/jreb.v9i3.883

Abstract

Kondisi perekonomian dunia saat ini tengah mengalami gejolak di bidang ekonomi. Pada pertengahan tahun 2015 beberapa negara mengalami krisis dan gejolak di bidang ekonomi diantaranya Yunani, China, Malaysia serta beberapa negara lainnya.Ekonomi dunia yang semakin terintegrasi akan berdampak kepada negara Indonesia tak terkecuali  ke industri pasar modal.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh beberapa indeks saham asing dan indikator makro  ekonomi Indonesia terhadap kondisi Pasar Modal Indonesia (IHSG). Beberapa  indeks  saham  asing  yang  dipakai  dalam  penelitian  ini  yaitu indeks Dow Jones, indeks Shanghai (SSE), indeks Singapura (STI), nilai tukar USD/IDR, tingkat suku bunga dan Inflasi di Indonesia yang datanya diambil bulanan dari Januari 2013 sampai Agustus 2015.Untuk mengetahui apakah beberapa indeks saham  asing dan  indikator  ekonomi  Indonesia mempunyai  pengaruh  positif  atau  negatif terhadap IHSG,  dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel indeks Dow Jones,  indeks  Shanghai,  dan  indeks  STI  berpengaruh  positif  terhadap pergerakan  IHSG,  sedangkan  variabel  kurs USD/IDR, suku bunga dan inflasi berpengaruh negatif terhadap pergerakan IHSG.
MODEL PENGUATAN KESIAPAN KERJA LULUSAN ( Studi Pada BBPLK Semarang ) Lucia Hartiningtyas Mardyasari; Indarto Indarto
Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Vol 10, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.594 KB) | DOI: 10.26623/jreb.v10i1.707

Abstract

Temuan bahwa tenaga kerja lulusan  BBPLK Semarang kurang memiliki kesiapan untuk terjun ke dunia kerja sesuai dengan standar kebutuhan tenaga perusahaan serta masih adanya perbedaan hasil-hasil penelitian terdahulu mengenai faktor-faktor yang menjelaskan kesiapan kerja. Yang kemudian mendorong studi ini untuk mengembangkan dan menguji model kesiapan kerja.Model kesiapan kerja yang dikembangkan, menggunakan lima variabel prediktor, yaitu variabel pelatihan, variabel praktek kerja industri dan variabel kompetensi yang dalam model penelitian merupakan variabel eksogen yang diduga dapat membangun self efficacy dan locus of control dan juga dapat menjelaskan kesiapan kerja lulusan  BBPLK Semarang. Model kesiapan kerja yang dikembangkan dalam studi ini selanjutnya diuji secara empiris dengan menggunakan data penelitian yang diperoleh melalui wawancara kepada 112 responden peserta pelatihan BBPLK Semarang dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis Structural Equation Modeling (SEM).HasilnyThe finding that the employment of graduates BBPLK Semarang less prepared to plunge into the world of work in accordance with the standards and needs of power companies are still differences in the results of previous research on the factors that explain job readiness. These studies were then encouraged to develop and test models of job readiness.Job readiness models developed, using five predictor variables, namely training variables, variables and variable industrial technical competence in the research model is an exogenous variable that could be expected to build self-efficacy and locus of control and also may explain the job readiness of graduates of BBPLK Semarang. Job readiness models developed in this study were tested empirically using research data obtained through interviews with 112 respondents of trainee of BBPLK Semarang using a questionnaire and analyzed by using analysis of Structural Equation Modeling (SEM).The result of this study shows that the work required to build the readiness of locus of control and self efficacy. Locus of control requires competence, work practices and training industry. Meanwhile, to build self-efficacy is required competencies and working practices of the industry.a studi ini menunjukkan bahwa untuk membangun kesiapan kerja diperlukan locus of control dan self efficacy. Locus of control memerlukan kompetensi, praktek kerja industri dan pelatihan. Sedangkan untuk membangun self efficacy diperlukan kompetensi dan praktek kerja industri. 
PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN INTEGRITAS TERHADAP KINERJA ANGGOTA POLISI MELALUI KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING Damar Tedja Sukmana; Indarto Indarto
Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Vol 11, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.758 KB) | DOI: 10.26623/jreb.v11i2.1081

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepemimpinan dan integritas terhadap kinerja anggota polri Ditreskrimum Polda Jateng dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening.                Sampel penelitian 96anggota polri Ditreskrimum Polda Jateng yang didapatkan dengan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah SmartPLS 3.0. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi berganda.                Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel independen (kepemimpinan dan integritas) mempengaruhi kinerja anggota polri Ditreskrimum Polda Jateng secara langsung. Kepuasan kerja Gaya kepemimpinan mempengaruhi kinerja anggota polri Ditreskrimum Polda Jateng sementara kepuasan kerjaterbukti sebagai variabel mediasi antara kepemimpian dan integritas terhadap kinerja anggota Polri. This study aims to determine the relationship between leadership and integrity to police officer performance at Ditreskrimum Polda Jateng with work satisfaction as intervening variable. The research sample was 96 members of the police officerDitreskrimum Polda Jateng obtained by purposive sampling technique. Measuring instrument used in this study is Smart PLS 3.0. Methods of data analysis used in this study is a multiple regression analysis.                 The results showed that all variable independent (leadership and integrity) affent to police officer performance directly. work satisfaction affent to police officer performance and work satisfaction as intervening variable between leadership and integrity to police officer performance.
KARAKTERISTIK WIRAUSAHA, KARAKTERISTIK USAHA DAN LINGKUNGAN USAHA PENENTU KESUKSESAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH Indarto Indarto; Djoko Santoso
Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Vol 13, No 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.201 KB) | DOI: 10.26623/jreb.v13i1.2202

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh  karakteristik wirausaha, karakteristik usaha, terhadap kesuksesan usaha dengan moderasi lingkungan usaha pada UMKM. Populasi penelitian adalah pelaku UMKM di Kota Semarang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling. Pengumpulan data primer dilakukan dengan kuesioner terstruktur kepada 80 pelaku UMKM yang tersebar di 10 klaster. Untuk menguji pengaruh karakteristik wirausaha dan karakteristik usaha terhadap kesuksesan usaha dengan moderasi lingkungan usaha digunakan smart PLS. Hasil analisis menunjukkan bahwa Karakteristik wirausaha berpengaruh positif signifikan terhadap kesuksesan usaha UMKM Karakteristik usaha tidak berpengaruh terhadap kesuksesan usaha UMKM. Lingkungan usaha memoderasi pengaruh karakteristik wirausaha terhadap kesuksesan usaha UMKM dengan kategori quasi moderasi. Lingkungan usaha memoderasi pengaruh karakteristik usaha terhadap kesuksesan usaha UMKM dengan kategori quasi moderasiThe purpose of this study is to analyze the effect of entrepreneurial characteristics, business characteristics, business environment on business success,  where the business environment is a moderating variable. The study population was MSMEs in  Semarang City using purposive random sampling. Primary data collection was carried out with a structured questionnaire to 80 SME actors spread across 10 clusters. To examine the effect of entrepreneurial characteristics and business characteristics on business success by moderating the business environment, smart PLS was used. The results show that entrepreneurial characteristics have a significant positive effect on MSME business success. Business characteristics do not affect MSME business success. Business environments moderate the effect of entrepreneurial characteristics on MSME business success with the quasi moderation category. The business environment moderates the influence of business characteristics on the success of MSME businesses with the quasi-moderation category.
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN REFORMASI PERPAJAKAN Oxy Mahendra Prabowo; Indarto Indarto
Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Vol 11, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.377 KB) | DOI: 10.26623/jreb.v11i3.1144

Abstract

Direktorat Jenderal Pajak telah melakukan perubahan yang bersifat menyeluruh dan komprehensif di segala bidang. Salah satunya melalui pelaksanaan reformasi perpajakan dengan pembentukan kantor yang menerapkan sistem administrasi perpajakan modern dengan didukung teknologi informasi terkini. Perubahan organisasi ini diharapkan akan meningkatkan kinerja pegawai serta meningkatkan profesionalisme dan integritas pegawai agar mampu memberikan pelayanan yang prima yang berorientasi pada kepuasan wajib pajak sehingga dapat mempermudah dan membantu wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Penelitian ini difokuskan untuk meneliti efektivitas pelaksanaan reformasi perpajakan di Lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Demak.Narasumber dalam penelitian ini adalah pegawai dan wajib pajak di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Demak, serta Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian, memperlihatkan bahwa pelaksanaan Reformasi Perpajakan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Demak sudah berjalan dengan baik. Melalui upaya-upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, manajemen sistem informasi terpadu, dan edukasi kepada wajib pajak yang berkesinambungan diharapkan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Demak dapat meningkatkan kinerja dalam rangka pencapaian kepatuhan dan penerimaan pajak yang optimal. The Directorate General of Taxation has made changes that are comprehensive and comprehensive in all fields. One of them is through the implementation of tax reform with the establishment of an office that implements a modern tax administration system supported by the latest information technology. This organizational change is expected to improve employee performance and improve the professionalism and integrity of employees in order to be able to provide excellent service oriented to the satisfaction of taxpayers so as to facilitate and assist taxpayers in fulfilling their tax obligations. This study focused on examining the effectiveness of the implementation of tax reform in the Demak Primary Tax Office.The interviewees in this study were employees and taxpayers in the Demak Primary Tax Office, as well as Commission XI Member of the People’s Representative Council of the Republic of Indonesia. Based on the results of the study, it was shown that the implementation of Tax Reform in the Demak Primary Tax Office had gone well. Through efforts to improve the quality of human resources, integrated information system management, and education to sustainable taxpayers, it is expected that the Primary Demak Tax Service Office can improve performance in order to achieve optimal compliance and tax revenue
Model Pasar Lelang Komoditas Agro:Perspektif Manajemen Rantai Pasokan ( Studi Pada PasarLelang Agro Forward Jawa Tengah ) Aprih Santoso; Indarto Indarto; Sri Yuni Widowati
Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Vol 9, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.24 KB) | DOI: 10.26623/jreb.v9i3.889

Abstract

Berjalannya Pasar lelang Forward Komoditas Agro (PLKA)secara ideal dapat member layanan lelang transaksi (pembentukan harga) yang efisien dan cepat, dan tidak membebani anggaran pemerintah. PLKA bukan saja dilakukan di lantai bursa dalam gedung (trading floor, trading hall, trading room, Pit), tetapi juga melalui pasar lelang online (remote trading). Oleh karena itu, dalam salah satu program Bappebti yang tertuang dalam roadmap 2011-2014 adalah tercapainya revitalisasi pasa rlelang yang efisien, mandiri dan profesional. Niat baik dan mulya dari Departemen Perdagangan untuk ikut meningkatkan pendapatan petani tidak diragukan.          Penelitian ini mempunyai tujuan : (1) Melakukan kajian peralihan manajemen / pengelolaan pelaksanaan PLKA dari DinasPerindag Jateng kepada Koperasi Pasar Lelang Agro Jateng; (2) Melakukan pemetaan rantai pasokan komoditas agro yang diperdagangkan di PLKA Jateng. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif-eksploratif yang mencoba mendapatkan gambaran, mekanisme dan informasi mengenai aktivitas yang dilakukan oleh PLKA dari Dinas Perindag Jateng. Rencana jangka waktu penelitian dilakukan dengan tahapan; (1) Melakukan kajian peralihan manajemen/pengelolaan pelaksanaan PLKA dari Dinas Perindag Jateng kepada Koperasi Pasar Lelang Agro Jateng; dan (2) Melakukan pemetaan rantai pasokan komoditas agro yang diperdagangkan di PLKA Jateng.
REAKSI PASAR TERHADAP INFORMASI ARUS KAS DENGAN VOLUME PERDAGANGAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI Albertus Wijaya Kurniawan; Indarto Indarto; Ardiani Ika S
Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Vol 14, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jreb.v14i2.4246

Abstract

This study aims to examine whether the information of cash flows reflected in Cash flow ratio used by investors to make investment decision, reflected in trade volume activity and the companies’ stock return. Multiple regression analysis is used to examine the data on the companies listed into LQ 45 index for period 2017 - 2019. The result reveals that cash flow return on asset disclosure markedly affected the trading volume activity and trading volume activity disclosure markedly affected the stock return. This implies that investors took into cash flow return on asset ratio in their decision making. On the other side, the study cannot prove the association of other independent variables affected to the investor into investment decision making. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah informasi arus kas yang tercermin pada rasio arus kas digunakan oleh investor untuk mengambil keputusan investasi yang tercermin pada volume perdagangan saham dan return saham. Analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Penelitian ini dilakukan terhadap perusahaan yang selalu masuk dalam indeks LQ 45 periode 2017 -2019. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa cash flow return on asset berpengaruh signifikan terhadap volume perdagangan saham dan volume perdagangan saham berpengaruh signifikan terhadap return saham. Hal ini menandakan bahwa investor mempertimbangkan informasi arus kas pada rasio cash flow return on asset untuk membuat keputusan investasi. Sedangkan variabel bebas lainnya tidak terbukti mempengaruhi investor dalam menentukan kegiatan investasinya.