Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisis Akar Penyebab Risiko K3 Pelaksanaan Pekerjaan Abutment dan Pemasangan Girder Metode Fault Tree Analysis (FTA) Proyek Tol Solo - NYIA Kulon Progo ratnaningsih, anik; Salim, Balqis Sajidah; Arifin, Syamsul
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.1078

Abstract

Abstrak Jalan Tol Solo-NYIA Kulon Progo menjadi proyek utama pembangunan Indonesia yang memiliki komponen seperti girder, abutment, dan sebagainya. Menurut data BPJS ketenagakerjaan terhitung sejak 2020 hingga 2022 terjadi peningkatan pada kecelakaan kerja. Sehingga perlu adanya evaluasi penerapan K3 dan faktor risiko terjadi. Metode yang digunakan adalah Fault Tree Analysis untuk mendapatkan akar penyebab dari risiko tersebut. Hasil analisis Fault Tree Analysis (FTA) didapatkan risiko dominan pada pekerjaan Abutment yaitu jalanan berdebu, tertusuk besi beton, dan terjatuh dari ketinggian. Risiko dominan pada pemasangan girder didapatkan hasil PCL girder terguling/terjatuh, Iritasi mata, dan Trailer terperosok. Akar penyebab risiko dari pekerjaan abutment dan pemasangan girder disebabkan dari beberapa faktor yaitu faktor manusia, faktor manajemen, faktor teknis dan faktor lingkungan. Respon risiko diantaranya selalu berhati hati dalam bekerja, melakukan pergantian shift pekerja, menggunakan APD lengkap, melakukan toolbox meeting, mengadakan safety induction dan safety talk, melakukan inspeksi alat, serta operator sebelum memulai pekerjaan, dan menerapkan SOP yang benar. Kata kunci: Kecelakaan kerja, Faul Tree Analysis, Manajemen Risiko,   Abstract Toll roads are the main projects of Indonesia's development that have components such as girders, abutments, etc. According to BPJS data, from 2020 to 2022 there has been an increase in work accidents. So it is necessary to evaluate the application of Occupational Health and Safety (OHS) and risk factors. The method used is Fault Tree Analysis to obtain the root cause of the risk. The results of the Fault Tree Analysis (FTA) analysis found the dominant risk in Abutment work, dusty roads, punctured by concrete iron, and falls from a height. The dominant risk in girder installation is obtained from PCL girder rollover/fall, eye irritation, and trailer mired. The root cause of risk from abutment work and girder installation is caused by several factors, there are human factors, management factors, technical factors and environmental factors. Risk responses include always being careful at work, changing worker shifts, using full PPE, conducting toolbox meetings, holding safety induction and safety talks, inspecting equipment, and operators before work, and implementing the correct operating procedures. Keywords: OHS, Risk management, Fault Tree Analysisis
Identifikasi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kelaikan Fungsi Bangunan Gedung Terhadap Sertifikat Laik Fungsi Menggunakan Diagram Fishbone ratnaningsih, anik; putra indarto, yoga mandala; sukmawati, sri
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1158

Abstract

Abstrak Keamanan bangunan menjadi aspek krusial demi menghindari kejadian kegagalan konstruksi. Pemerintah memberikan persyaratan administratif dan kelaikan teknis sesuai fungsi bangunan, salah satu persyaratan yang ditetapkan adalah Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Pemerintah Jember akan menerapkan kewajiban pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan gedung pelayanan publik. Namun, banyak pemilik atau pengelola bangunan masih banyak yang belum mengetahui pentingnya SLF. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan pengelola bangunan gedung pelayanan publik dalam menyambut penerapan SLF di Kota Jember. Metode diagram fishbone digunakan untuk mengidentifikasi faktor utama yang berpengaruh pada efektifitas dan berpengaruh pada kelaikan fungsi bangunan. Langkah-langkah penelitian meliputi studi literatur, pengumpulan data, analisis menggunakan pemodelan diagram fishbone, dan penyusunan rekomendasi peningkatan persyaratan kelaikan fungsi bangunan. Adapun hasil analisis menggunakan diagram fishbone dan brainstorming didapatkan hasil 21 variabel dominan dalam pengajuan persyaratan kelaikan fungsi bangunan dan beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk peningkatan persyaratan kelaikan fungsi bangunan. Kata kunci: Sertifikat Laik Fungsi, Fishbone, Brainstorming, Pelayanan Publik, Green Building  Abstract Building safety becomes an important factor to avoid undesirable events. To address this, the government provides administrative and technical feasibility requirements according to the function of the building, which is the Certificate of Feasibility (SLF). Jember government will implement the obligation of inspecting the feasibility of public service buildings. Many building owners or managers still unaware of the importance of SLF. The fishbone diagram method is used to identify the main factors influencing the effectiveness and feasibility of building functions. Based on this, this research aims to determine the readiness level of public service building managers in welcoming the implementation of SLF in Jember City. The research include literature study, data collection, analysis using fishbone diagram modeling, and recommendations for improving building feasibility requirements. The analysis results there are 21 dominant variables in submitting building feasibility requirements and several efforts that can be made to improve the building feasibility requirements. Keywords: Certificate of Occupancy, Fishbone, Brainstorming, Public Service, Green Building