Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisis Indeks Kepuasan Pengguna Terhadap Manajemen Pemeliharaan Bangunan Gedung Adikusuma, Candra Wira; Anik Ratnaningsih; Soetjipto, Jojok Widodo
Journal of Applied Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol 4 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jaceit.v4i2.574

Abstract

Gedung Kimia A Fakultas MIPA Universitas Jember merupakan bangunan yang dipergunakan sebagai laboratorium penelitian. Gedung Kimia A Fakultas MIPA berdiri pada tahun 1991, sehingga telah beroperasi selama ±31 tahun. Penting adanya manajemen operasional pemeliharaan untuk menunjang kualitas bangunan gedung sehingga layak pakai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor keluhan pengguna, menganalisis nilai indeks kepuasan pengguna dengan metode Customer Satisfaction Index (CSI), dan menentukan strategi peningkatan nilai indeks kepuasan pengguna. Teknik pengambilan sampel dengan metode slovin. Populasi pengguna gedung sebesar 190 orang dengan sampel 66 orang. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner. Teknik analisa data adalah rumusan persepsi pengguna terhadap pemeliharaan Gedung Kimia A Fakultas MIPA Universitas Jember. Berdasarkan hasil dan pembahasan, Gedung Kimia A Fakultas MIPA memiliki nilai Indeks Kondisi Bangunan (IKB) sebesar 78,05 % dengan deskripsi kondisi masih baik, dan nilai Customer Satisfaction Index (CSI) sebesar 66,19 % dengan deskripsi cukup puas. Berdasarkan diagram kartesius empat kuadran metode Importance Performance Analysis (IPA), diketahui 5 variabel pada kuadran satu yang berarti prioritas utama perbaikan. Strategi peningkatan nilai indeks kepuasan pengguna dengan dilakukan perbaikan pada komponen yang termasuk kedalam kuadran satu, sehingga dapat dikatakan sangat puas berdasarkan tingkat kepuasan dengan nilai sebesar >80 %.
Penentuan Bahaya Pada Pekerjaan Struktur Tertinggi (Lantai Atap 72) Dan Struktur Terendah (Basement 6) Dengan Cara Identifikasi Hazard Proyek Tower Thamrin Nine Jakarta Rikarda, Raden Denisio Edwin; Koesomawati, Dewi Junita; Ratnaningsih, Anik
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v7i2.45081

Abstract

The obligations in the management of K3 (Occupational Health and Safety) must be had in high rise building. The government regulation No. 50 of 2012 and the Minister of Manpower Regulation No.5/MEN/1996 have regulated the implementation of the K3 management system. The Thamrin Nine project is a building project has received a zero accident award in 2015 initiated by the contractor PT. Acset Indonusa Tbk. The biggest potential danger in building projects is at heights and excavations consist of 10 types of work mentioned in the 2005 OHSAS (Occupational Safety and Health Administration) data. The thamrin nine project has potential hazards in roof work items on floor 72 and basement work items 6. This research aims to determine the risk of danger and by presenting the most dominant hazard factors and providing strategies for implementing work items using the HIRA method. The results of the literature study showed that there were 4 work items consisting of 22 activities with 174 risk variables. The matrix show the greatest hazards were in the medium zone with a percentage value of 90%, dominated by roof work on the 72nd floor. the latest innovation strategies are needed, such as guardrails, railings and catch nets. ABSTRAK Manajemen K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) predikat baik harus diterapkan pada struktur bangunan gedung tinggi di Indonesia. Peraturan pemerintah No.50 tahun 2012 dan peraturan menteri tenaga kerja No.5/MEN/1996 telah mengatur Sistem manajemen K3. Proyek Thamrin Nine adalah proyek gedung dengan Kontraktor yaitu PT. Acset Indonusa Tbk telah mendapat penghargaan zero accident pada tahun 2015. Potensi bahaya terbesar dalam proyek gedung yaitu ada pada ketinggian dan galian terdiri dari 10 macam pekerjaan yang disebutkan Data OHSAS (Occupational Safety and Health Administration) 2005. Berdasarkan data OHSAS maka proyek Thamrin nine memiliki potensi bahaya pada item pengerjaan atap lantai 72 dan item pengerjaan basement 6. Penelitian ini bertujuan menyajikan faktor bahaya dominan serta strategi pelaksanaan item pekerjaan hasil metode HIRA pada penentuan bahaya pada item pekerjaan atap lantai 72 dan basement 6. Terdapat 174 variabel risiko dari 23 kegiatan yang berasal pada 4 item pekerjaan pada HIRA dengan kesesuaian pada item pekerjaan atap lantai 72 dan basement 6 data didapatkan berdasarkan kajian studi literatur. Hasil Matriks risiko bahaya didapatkan nilai persentase 90% dengan didominasi pekerjaan atap lantai 72 terdapat pada zona sedang. Strategi inovasi terbaru seperti adanya pengamanan railing, catch nets dan guardrail untuk dapat diterapkan pada bahaya zona sedang dan zona tinggi.
Evaluasi Tingkat Kerusakan dan Perencanaan Estimasi Biaya Perbaikan Bangunan Guna Sustainability Gedung di Universitas Jember (Studi Kasus : Gedung 1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)) Nanda, Wisnu Eka; Ratnaningsih, Anik; Nurtanto, Dwi
BERKALA SAINSTEK Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v8i2.15852

Abstract

Sustainability bangunan gedung sangat dipengaruhi oleh periode penggunaan atau keberfungsian dari bangunan. Agar supaya periode penggunaan sesuai dengan perencanaan, maka pemeliharaan bangunan perlu dilakukan secara berkala terhadap kerusakan dari komponen-komponen bangunan gedung sehingga dapat menjaga tingkat kenyamanan dari para pengguna bangunan gedung tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan indeks kondisi bangunan berdasarkan tingkat kerusakannya, skala prioritas perbaikan, serta estimasi angaran biaya perbaikan bangunan. Evaluasi dilakukan pada Gedung 1 FKIP Universitas Jember. Metode untuk mendapatkan Indeks Kondisi Bangunan dilakukan melalui survey lapangan dengan cara pembobotan komponen dan sub-komponen bangunan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil analisis didapatkan Indeks Kondisi Bangunan Gedung 1 FKIP Universitas Jember sebesar 87,85% yang berarti gedung masih berada dalam kondisi sangat baik, dan tingkat kerusakan sebesar 12,15% yang membutuhkan perbaikan. Estimasi biaya perbaikan didapatkan berdasarkan volume kerusakan masing-masing komponen bangunan gedung dengan nilai sebesar Rp. 48.652.000,00 dengan skala prioritas perbaikan tertinggi pada komponen dinding sebesar 25,9%.
Penilaian Kriteria Green Building Pada Pembangunan Gedung IsDB Project Berdasarkan Skala Indeks Menggunakan Greenship Versi 1.2 (Studi Kasus: Gedung Engineering Biotechnology Universitas Jember) Ratnaningsih, Anik; Hasanuddin, Akhmad; Hermansa, Richo
BERKALA SAINSTEK Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v7i2.12153

Abstract

Perencanaan dalam pembangunan saat ini harus mengacu dalam konsep Green Building yang merupakan salah satu wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dibidang konstruksi dalam menyikapi pemanasan global (global warming), untuk mengurangi efek dari global warming setiap perencanaan harus menerapkan konsep bangunan yang sesuai dengan iklim dan lingkungan alam sekitar. Perencanaan dengan konsep Green Building merupakan rangka dalam mencapai sertifikasi bangunan ramah lingkungan yang dikeluarkan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI). Artikel ini bertujuan untuk menilai penerapan konsep Green Building pada salah satu bangunan IsDB di area Universitas Jember. Metode penelitian pada studi ini menggunakan perangkat penilaian Greenship Untuk Bangunan Baru versi 1.2, proses pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara serta data sekunder dari pihak perencana meliputi gambar rencana, BoQ (Bill of Quantity) dan RKS (Rencana Kerja Syarat-syarat), tahap penilaian yang digunakan yaitu tahap Recognisi Desain (DR) dimana penilaian dilakukan saat proyek dalam kondisi finalisasi desain dan perencanaan. Hasil penelitian menunjukkan gedung mendapatkan total penilaian 30 poin presentase sebesar 38,96% dengan predikat Bronze/perunggu, jika gedung dapat menerapkan beberapa kriteria yang telah direkomedasikan gedung dapat memperoleh nilai 46 poin dengan presentase 59.74 % predikat Gold/emas.
ROAD DAMAGE ANALYSIS IN PROBOLINGGO REGENCY: Analisis Laju Kerusakan Jalan di Kabupaten Probolinggo Rismawati, Riska; Hasanuddin, Akhmad; Ratnaningsih, Anik
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 1 No. 01 (2017): JURNAL REKAYASA SIPIL DAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.636 KB) | DOI: 10.19184/jrsl.v1i01.3744

Abstract

The existence of surveyed and researched road’s condition in Probolinggo Regency has recently achieved the level of damage and repair project in different years between 2009 – 2013. It can be the problem for Probolinggo government in finding out the value of the rate road’s level in Probolinggo Regency. One way in determining the condition of the road’s damage is by using Pavement Condition Index (PCI) method. The previous research is conducted by Zulkarnaen (2014) in M.H. Thamrin Street, Ajung, Jember. His research obtained the value of PCI average of 39.08. This research is conducted in finding the rate of road’s damage including the type of damage and the level of road’s damage towards the last maintenance time of the road in Probolinggo Regency. The evaluation result can be used by Probolinggo government for making budget estimation in 2016 and as suggestion for Public Work Service (Dinas Pekerjaan Umum) in increasing their service. The result of this study is the rate of road’s damage in Probolinggo Regency that has achieved 3.79% each year.Keywords: Tower Crane, Evaluation of positioning, Total transporting time, Efficiency. Kondisi eksisting jalan Kabupaten Probolinggo yang disurvei dan diteliti saat ini mengalami tingkat kerusakan dan juga mengalami proyek perbaikan pada tahun yang berbeda-beda, yaitu pada tahun 2009-2013. Hal ini dapat yang menjadi permasalahan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam mencari nilai laju kerusakan jalan di Kabupaten Probolinggo. Salah satu cara untuk mengetahui kondisi kerusakan jalan adalah dengan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI). Penelitian sebelumnya dilakukanZulkarnain (2014) pada jalan M.H. Thamrin, Ajung, Jember. Hasil penelitian diperoleh nilai PCI rata-rata sebesar 39,08. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui laju kerusakan jalan meliputi jenis kerusakan dan tingkat kerusakan jalan terhadap waktu pemeliharaan terakhir jalan di Kabupaten Probolinggo. Hasil evaluasi dipergunakan untuk masukan Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk tahun anggaran 2016 dan sebagai bahan masukan bagi Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten dalam upaya meningkatkan pelayanannya. Hasil penelitian laju kerusakan jalan di Kabupaten Probolinggo sebesar 3,79% per tahun.
IDENTIFICATION OF INTERNAL NON-TECHNICAL DOMINANT RISK AFFECTING THE CONSTRUCTION COST OF HIGH RISE BUILDING USING THE SEVERITY INDEX METHOD: Identifikasi Risiko Dominan Internal Non Teknis Yang Berdampak Pada Biaya Konstruksi High Rise Building Menggunakan Metode Severity Index Fara Dita, Adriani Okta; Ratnaningsih, Anik; Sukmawati, Sri
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 1 No. 02 (2017): JURNAL REKAYASA SIPIL DAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.763 KB) | DOI: 10.19184/jrsl.v1i02.6044

Abstract

High Rise Building project has a very high work complexity so that the probability of the risk is enormous. The risks are likely to occur can inhibit the work of the project and can affect costs. It is therefore necessary to risk management to minimize the impacts caused by therisk. This research aims to know the factor dominant risk on construction projects that have an impact on costs. Identification of risk review of aspects of the internal non technical : construction management cost, risk, uncertainty work, terlamba t his project, the uncertainties of material and equipment. The methods used by conducting a detailed questionnaire on the project of High Rise Building. Methods of analysis using the method of Pearson. The dominant risk analysis obtained from the main questionnaire and is calculated based on the method of the concept of Severity Index (SI) as well as the measurement of the value of the level of risk. Analysis on the dominant risk against 12 can cost. The most dominant risk impacting on the cost of the plan is the owner of the project fee usually varies due to the risk of total value could reach 10% of the contract value. Proyek High Rise Building memiliki kompleksitas pekerjaan yang sangat tinggi sehingga kemungkinan terjadinya risiko sangat besar. Risiko yang kemungkinan terjadi dapat menghambat pekerjaan proyek dan dapat berpengaruh pada biaya. Oleh karena itu diperlukan manajemen risiko untuk meminimalisir dampak-dampak yang disebabkan oleh risiko tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko dominan pada proyek kontruksi high rise building yang berdampak pada biaya. Identifikasi risiko ditinjau dari aspek internal non teknis meliputi : risiko biaya, manajemen konstruksi, ketidakpastian pekerjaan, terlambatnya proyek, ketidakpastian material dan peralatan. Metode yang digunakan dengan melakukan kuisioner pada pengelola manajemen proyek High Rise Building. Metode analisis menggunakan metode Pearson. Analisis risiko dominan diperoleh dari kuisioner utama dan dianalisis berdasarkan konsep metode Severity Index (SI) serta pengukuran nilai tingkat risiko. Hasil analisis di dapat 12 risiko internal dominan yang berdampak pada biaya. Risiko yang paling dominan dengan nilai severity index dan nilai risiko terbesar adalah rencana pemilik proyek yang sering berubah-ubah, sehingga biaya akibat risiko tersebut dapat mencapai total nilai 10% dari nilai kontrak.
Rencana Keselamatan Konstruksi pada Proyek Pembangunan Gedung Bertingkat: Evaluasi dan Pengembangan Indarta, Fhirtania Ashril; Soetjipto, Jojok Widodo; Ratnaningsih, Anik
Jurnal Spesialis Teknik Sipil (JSpTS) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multi-story building construction projects have high complexity, involving many stakeholders with different skills and competencies. Therefore this project has a threat of failing to comply with security, safety, health, and sustainability (K4) standards. The government requires each project development stage to implement a Construction Safety Plan (RKK), but in reality, many construction activities still need to pay attention to this standard. Therefore it is necessary to evaluate RKK implementation in construction projects to minimize construction accidents. This study aims to determine the implementation of construction safety planning stages in building projects. This research will take a case study of the Regent's Office Building Project and the Regional Secretariat of Pasuruan Regency by conducting direct observations and interviews to evaluate the implementation of the RKK. The study results show that all components of the RKK are available, but the analysis of the potential hazards that may occur still needs to be improved. Job safety analysis as a construction safety plan has yet to be supported by proper hazard identification, risk assessment, and risk control following the implemented implementation method. This research can use the Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) method to solve this problem. The results of the HIRARC method assessment adjusted for the available variables according to the project implementation method yielded the following results. There were 26 variables with low risk, 57 with medium risk, and 21 with high risk. The hazard risk control strategy is prepared based on the OHS risk control hierarchy, namely engineering control, administrative management, and provision of PPE, because almost all activities in building work do not allow for eliminating risks using elimination and substitution.
ANALISIS INVESTASI KAWASAN HIJAU PERUMAHAN BERDASARKAN GREENSHIP NEIGHBORHOOD V.1.0 (STUDI KASUS ISTANA KALIWATES REGENCY) Ratnaningsih, Anik; Kriswardhana, Willy; Ufiantara, Hurrin
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i1.344

Abstract

Abstrak Kawasan perumahan merupakan solusi untuk menciptakan pemukiman yang lebih tertata di wilayah kota dan sekitarnya, namun memiliki tantangan berupa penggunaan energi dan air yang besar, pengelolaan kawasan, dan penyediaan fasilitas untuk penghuninya. Kawasan hijau dapat menjadi solusi untuk menjadikan kawasan perumahan berkelanjutan yang ramah lingkungan, efisien dalam penggunaan energi, dan memberi kemudahan bagi penghuninya. Penilaian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penilaian kawasan hijau yang didasarkan pada perangkat penilaian Greenship Neighborhood V.1.0 oleh GBCI. Perencanaan pekerjaan peningkatan kawasan hijau dan penyusunan cash flow dilakukan setelah melakukan penilaian kawasan. Cash flow digunakan untuk melakukan analisis investasi yang menggunakan metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Break Even Point (BEP), Payback Period (PBP), dan Profit Ability Index (PI). Hasil dari penelitian menunjukkan Net Present Value sebesar Rp12.917.114.905,- Internal Rate of Return sebesar 28,34%, dan Profit Ability Index menunjukkan angka 1,592. Pengembalian modal yang dibutuhkan untuk mencapai Break Even Point adalah sebesar Rp73.184.818.841,-  dengan penjualan minimum 68 unit rumah tipe 43/72, 74 unit rumah tipe 45/72, 19 unit rumah tipe 90/120, dan 5 unit ruko sedangkan Payback Period menunjukkan pengembalian dalam waktu 2 tahun. Kata kunci: kawasan hijau, analisis investasi, perumahan   Abstract A residential area is a solution for creating organized settlements in the city, but have problems of large amounts of energy and water usage, area management, and facilities provided for its inhabitants. Green areas can be a solution to make sustainable residential areas that are environmentally friendly, energy-efficient, and provide convenience for their inhabitants. The assessment used in this study is the Greenship Neighborhood V.1.0 assessment tool by GBCI.  Green area improvement and cash flow are created after conducting the green area assessment. Cash flow is used to conduct investment analysis using methods of the Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Break-Even Point (BEP), Payback Period (PBP), and Profit Ability Index (PI). The results of the study showed that the Net Present Value of Rp12,917,114,905, - the Internal Rate of Return of 28.34%, and the Profit Ability Index showed an index number of 1.592. The return on the capital needed to achieve the Break-Even Point is Rp73,184,818,841, with a minimum sales of 68 housing units of type 43/72, 74 housing units of type 45/72, 19 housing units of type 90/120, and 5 units of shophouses while Payback Period shows returns within 2 years. Keywords: green area, investmen analysis, housing
EVALUASI PERANCANGAN ANGGARAN BIAYA DAN WAKTU MENGGUNAKAN METODE BIM Zahro, Puteri Khodijatuz; Ratnaningsih, Anik; Hasanuddin, Akhmad
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i2.529

Abstract

Abstrak Universitas Jember yang sedang dalam masa pembangunan yang menyebabkan dibutuhkannya teknologi pendukung untuk proses yang dilakukan agar didapatkan hasil yang efisien sehingga dibutuhkan kinerja manajemen proyek yang memfasilitasi proses desain dan konstruksi yang lebih terintegrasi yaitu Building Information Modeling (BIM). Sebelumnya dikenal beberapa program bantu seperti AutoCAD, SAP, SketchUp 3D, Ms. Project dan program bantu lainnya yang penggunaannya hanya sebatas dalam satu jangkauan. Penggunaan BIM yang mengintegrasi gambar proyek, volume pekerjaan dan estimasi harga dapat mempermudah proses pengerjaan menjadi lebih singkat dan cepat. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan evaluasi antara penggunaan metode BIM dan metode konvensional pada Proyek Pembangunan Gedung Kuliah Fakultas Keperawatan Universitas Jember. Program bantu BIM yang dipakai adalah Autodesk Revit yang merupakan salah satu perangkat lunak yang membawa semua arsitektur, teknik, dan disiplin konstruksi ke dalam lingkungan pemodelan terpadu. Hasil dari Penelitian ini yaitu menghasilkan selisih biaya total untuk struktur dan arsitektur yaitu Rp242.638.340,10. Biaya yang berasal dari pemodelan Autodesk Revit lebih besar 5,33 % daripada metode konvensional proyek. Dan selisih pada penjadwalan dalam pelaksanaan pada pemodelan Autodesk Revit yaitu 15 hari lebih lama daripada metode konvensional. Kata Kunci: BIM, Autodesk Revit, Rencana Anggaran Biaya, Penjadwalan Proyek Abstract Universitas Jember, during this construction period, requires supporting technology for the process to obtain efficient results so it takes a project management performance that facilitates a more integrated design and construction process, namely Building Information Modeling (BIM). Previously known several auxiliary programs such as AutoCAD, SAP, SketchUp 3D, Ms. Projects and other assistance programs restricted to a single scope. The use of BIM that integrates project designs, workload and price estimates can make the process shorter and faster. Therefore, in this study a comparison was made between the use of the BIM method and the conventional method in the Lecture Building Project for the Faculty of Nursing, Universitas Jember. The BIM assistant program used is Autodesk Revit which is a software that brings all architecture, engineering, and construction disciplines into a unified modeling environment. The results of this study showed a total cost difference in structure and architecture of IDR 242,638,340.10. On the other hand, the Autodesk Revit modeling cost was greater than the conventional method with a percentage of 5.33%. Furthermore, the difference in the Autodesk Revit modeling implementation schedule is 15 days longer than the conventional method. Keywords: BIM, Autodesk Revit, Budget-Estimate Plan, Project Scheduling
Analisis Operasional Dan Pemeliharaan Gedung Berdasarkan Tingkat Kerusakan Dan Anggaran Biaya Dengan Metode Activity Based Costing Analysis (ABC) ratnaningsih, anik; firnanda, Kiky wahyu; trisiana, anita
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v13i2.886

Abstract

Abstrak Bangunan yang digunakan untuk kepentingan umum, perawatan dan pemeliharaan merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi. Pemeliharaan gedung dilakukan guna mempertahankan fungsi dan kegunaan bangunan secara utuh, memperpanjang usia gedung, dan menekan laju kerusakan pada gedung sehingga menjadikan bangunan tersebut sebagai tempat yang baik, nyaman, dan aman bagi pengguna bangunan dalam beraktivitas setiap harinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerusakan, penyebab kerusakan serta estimasi biaya operasional dan pemeliharaan pada bangunan Gedung Laboratorium Terpadu Fakultas Kedokteran Universitas Jember. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi penyebab kerusakan menggunakan Fishbone Diagram dan metode Activity Based Costing untuk menghitung biaya perbaikan dan pemeliharaan. Metode Fishbone Diagram digunakan untuk mengetahui penyebab kerusakan pada bangunan sedangkan untuk mengetahui tingkat kerusakan dan jenis kerusakan pada bangunan dilakukan dengan observasi secara langsung di lapangan serta bantuan dari beberapa responden melalui kuisioner.  Kata kunci: Bangunan, kerusakan,  perasional, pemeliharaan  Abstract Buildings used for public purposes. Building maintenance is carried out in order to maintain the function and usability of the building as a whole, extend the life of the building, and reduce the rate of damage to the building so as to make the building a good, comfortable and safe place for building users in their daily activities. The purpose of this study was to determine the level of damage, causes of damage and estimated operational and maintenance costs in the Integrated Laboratory Building, Faculty of Medicine, University of Jember. The method used to identify the cause of the damage uses the Fishbone Diagram and the Activity Based Costing method to calculate repair and maintenance costs. The Fishbone Diagram method is used to determine the causes of damage to buildings while to determine the level of damage and type of damage to buildings is done by direct observation in the field and assistance from several respondents through questionnaires. Keywords: Building, damage, operational, maintenance