Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN KESIAPAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS XI-IIS SMA NEGERI 1 PRAJEKAN SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Hartono, Wiji; Puspitaningrum, Dyah Ayu
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEWIRAUSAHAAN Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : STKIP PGRI SITUBONDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/pkwu.v6i2.4

Abstract

Abstrak: Dalam proses pendidikan titik beratnya terletak pada pihak anakdidik yaitu akan terjadi proses belajar yang merupakan interaksi dengan pengalaman-pengalamannya. Belajar mengakibatkan terjadinya perubahanpada diri orang yang belajar. Perubahan tersebut bersifat integral, artinya perubahan dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Menurut teori, aspekkognitif dapat dipengaruhi oleh kesiapan belajar siswa. Kondisi siswa yangsiap menerima pelajaran dari guru, akan berusaha merespon atas pertanyaanpertanyaan yang telah diberikan oleh guru. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui apakah ada pengaruh motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik dankesiapan belajar siswa terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakanpenelitian kuantitatif. Metode pengumpulan data adalah kuisioner, tes, dandokumentasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IIS dengan jumlahpopulasi 65 siswa. Analisis data meliputi korelasi dan analisis varian untuksemua variabel. Uji hipotesis untuk mengetahui pengaruh motivasi intrinsik,motivasi ekstrinsik dan kesiapan belajar siswa terhadap hasil belajar siswadengan hasil F hitung = 14,241, F tabel = 3,94 pada α = 0,05. Ternyata F hitung = 14,241 > F tabel = 3,94. Untuk R square didapatkan 41,189% makadisimpulkan bahwa ada pengaruh motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik dankesiapan belajar siswa terhadap hasil belajar siswa dengan sumbangan efektifsebesar 41,189%. Sumbangan Efektif (SE) prediktor (X1) motivasi intrinsikterhadap kriterium (Y) hasil belajar siswa 9,381%, Sumbangan Efektif (SE)prediktor (X2) motivasi ekstrinsik terhadap kriterium (Y) hasil belajar siswa0,830%, Sumbangan Efektif prediktor (X3) kesiapan belajar siswa terhadapkriterium (Y) hasil belajar siswa 30,978% ini menunjukan bahwa kesiapanbelajar siswa lebih berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dibandingmotivasi belajar. Dengan melihat hasil data yang telah dipaparkansebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa “Ada pengaruh positif antaramotivasi belajar dan kesiapan belajar terhadap hasil belajar siswa padapelajaran sejarah kelas XI IIS di SMA Negeri 1 Prajekan semester ganjil tahunpelajaran 2015/2016.
Integrating Gresik’s local cultural wisdom into character education for shaping the Pancasila student profile Anis, Fahimatul; Nugroho, Prasetyo Adi; Hutami, Trapsila siwi; Puspitaningrum, Dyah Ayu; Nasution; Katsuhisa , Shirai
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol. 22 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v22i2.86062

Abstract

This study investigates the possibility of incorporating Gresik local cultural wisdom into character education lessons to achieve the Pancasila student profile. This research technique uses a qualitative research approach. Data collection includes limiting study scope, acquiring information by observation and formal and informal interviews, and documenting findings. The aggregation of open-ended data, derived from common questions, and information processing from many participants are essential elements of data analysis. The cultural knowledge of the Gresik people will be the primary subject of this investigation. More particularly, the discussion topics will be pasar bandeng, rebo wekasan, festival damar kurung, sanggring, and macanan. According to the research findings and the language that describes it, character education in Gresik's local cultural wisdom contains the values of teamwork, patriotism, diligence, creativity, and religious character. This research highlights the innovative aspects of the diverse local wisdom values found in Gresik. Educational institutions can use these values as educational tools to cultivate the character traits outlined in the Pancasila student profile
Pengembangan Media Pembelajaran Monopoli Sosial Budaya (MOSIDA) Berbasis Kearifan Lokal Jember Nur Janah, Siti Naik Tantri; Finali, Zetti; Puspitaningrum, Dyah Ayu
ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol. 13 No. 4 (2023): ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : FIP Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/esjpgsd.v13i4.48496

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pengembangan, validitas, keefektifan, dan kepraktisan media pembelajaran Monopoli Sosial Budaya (Mosida). Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan dengan menggunakan tahapan Borg dan Gall. Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SDN Tegal Besar 02 Kabupaten Jember pada semester genap Tahun Ajaran 2022/ 2023. Uji validitas produk oleh validator memperoleh skor 89,8% (sangat layak), hasil uji keefektifan bahwa nilai t-hitung lebih besar dari pada nilai t-tabel (7,416 >1,675), selanjutnya dilakukan uji keefektifan relatif (ER) dan menunjukan skor 62,8% (efektivitas tinggi). Uji kepraktisan menggunakan observasi keterlaksanaan pembelajaran mendapatkan skor 96,25% (sangat praktis). Uji kepraktisan menggunakan angket minat belajar mendapatkan skor 84,2% (sangat praktis). Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa Pengembangan Media Monopoli Sosial Budaya (Mosida) berbasis kearifan lokal Jember pada kelas V SD materi keragaman sosial budaya masyarakat menunjukkan hasil yang valid, efektif, dan praktis.Keywords: Media monopoli, kearifan lokal, validitas, kepraktisan, efektifitas
PERAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM EKONOMI KREATIF DALAM MENINGKATAKAN EKONOMI MASYARAKAT DESA “STUDI KASUS DI DUSUN KESAMBITAN DESA PAOWAN KECAMATAN PANARUKAN KABUPATEN SITUBONDO” Ahmad Hafas Rasyidi; Sri Ayudha Mujiyanti; Dassucik Khotibul; Umam, Umam; Dyah Ayu Puspitaningrum
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 5: Desember 2024
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

xxxx
Eksistensi Budaya Ter-Ater : Implementasi Sumber Belajar Siswa Kelas IV di SDN Pakisan 01 Bondowoso Dyah Ayu Puspitaningrum; Chumi Zahroul Fitriyah; Zetti Finali; Trapsila Siwi Hutami; Nora Sara Damayanti
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi dan Pengabdian
Publisher : Athallah Publishing Globalndo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/bhaktika.v2i1.184

Abstract

Tradisi "ter-ater" ini dapat digunakan sebagai sumber belajar melalui pembelajaran tematik, khususnya tema "Keindahan Kebersamaan" di kelas empat SD Pakisan 01. SD ini terletak di lingkungan budaya yang mempraktikkan "ter-ater," sehingga memungkinkan sumber belajar diambil dari budaya lokal masyarakat itu sendiri. Implementasi ini sangat penting karena mengatasi masalah sumber belajar di SD Pakisan 01, yaitu terbatasnya sumber belajar yang tersedia bagi siswa, yang masih terbatas pada buku teks tematik. Desain penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian naratif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan. Informan adalah masyarakat adat Desa Pakisan. Teknik analisis data dibagi menjadi empat tahap: analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponen, dan analisis tema budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa munculnya budaya "ter-ater" disebabkan oleh migrasi masyarakat Madura ke wilayah Pakistan. Budaya "ter-ater" dilakukan setelah perayaan, pesta,  dan hari raya keagamaan (Ashura dan Safaran) berakhir. Hadiah budaya "ter-ater" terdiri dari kombinasi makanan dan kue, yang dibedakan berdasarkan makanan wajib yang ada pada perayaan tersebut. Wadah hadiah budaya "ter-ater" adalah "tenong" (wadah makanan) yang biasanya digunakan untuk "ter-ater" pada Idul Adha dan Idul Fitri. Selain itu, "talam" atau "lengser" juga digunakan untuk "ter-ater" pada perayaan Idul Adha dan Idul Fitri. "Ter-ater" dilakukan oleh individu atau keluarga yang mampu, tetapi bahkan mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi pun tetap berusaha melakukannya karena merasa tidak lengkap tanpa tradisi ini.  Setelah acara tersebut, "ter-ater" diterima oleh kerabat, tetangga dekat, orang-orang yang dihormati (guru, pemimpin agama, tetua), dan anak-anak. Nilai-nilai budaya tradisi Terater meliputi harmoni, kebersamaan, berbagi, rasa syukur, dan sedekah.
INNOVATIVE STRATEGIES IN SOCIAL STUDIES LEARNING TO INCREASE ELEMENTARY STUDENTS INTEREST IN LEARNING Nora Sara Damayanti; Dyah Ayu Puspitaningrum
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2025): Volume 12 No. 01 Maret 2026
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.10820

Abstract

Social Studies learning in elementary schools plays an important role in shaping students’ knowledge, social skills, and character from an early age. However, in practice, various challenges are still encountered that contribute to low student interest and learning outcomes, such as the dominance of lecture-based teaching methods, the lack of engaging learning media, and limited innovation in instructional strategies. This study aims to examine innovative learning strategies that can be applied in Social Studies instruction to enhance elementary students’ interest in learning. The method employed is a qualitative approach using a literature review, conducted through an analysis of various relevant journals and scientific articles. The findings indicate that the implementation of innovative strategies such as the Joyful Learning model, Team Quiz, the use of visual media, digital interactive media, learning applications such as Canva, and outdoor study methods can create a more engaging, participatory, and meaningful learning environment. These strategies have been shown to be effective in increasing students’ learning interest, active participation, as well as their critical and social thinking skills. The challenges faced by teachers in implementing these strategies include limited understanding of innovative models, limited availability of learning media, and time management constraints. Therefore, continuous teacher training and support from schools are necessary to ensure that innovative learning strategies can be optimally implemented in Social Studies learning at the elementary school level.