Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : SainETIn

Analisis Putaran Motor Induksi 3 Phasa Pada Electrical Submersible Pump dengan Menggunakan Metode Fuzzy Tsukamoto Marjulis, Nofriandi; Zondra, Elvira; Yuvendius, Hazra
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 8 No. 1 (2023): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v8i1.10794

Abstract

The method for lifting on an artificial system is by using an Electrical Submersible Pump (ESP), where a three-phase induction motor has two poles as the driving force. The motor is connected to the shaft so that the motor will rotate, and the impeller part of the pump will rotate to lift the fluid to the holding tank. In determining the pump rotation so that the motor works in normal conditions where the frequency value is taken in the calculation of the ratio of the motor changes to the frequency with a value of 53 Hz, the rotor rotation value (Ns) is 3,180 rpm and the rotor speed (Nr) is 3,100.5 rpm, at a frequency of 3,100 rpm. 56 Hz the rotor rotation value (Ns) is 3,600 rpm and the rotor speed (Nr) is 3,270 rpm. Determine the amount of fluid flow by calculating the actual flow rate with the calculated flow rate at a frequency of 53 Hz. The results of this study obtained an error value of 1.81%, at a frequency of 55 Hz an error value of 7.5% was obtained and at a frequency of 58 Hz was 8.7%. Then the results of the comparison of calculations with the Tsukamoto method simulation with a working fluid level of 1,254 feet and a fluid flow rate of 1,072 PFPD, so that the frequency value at VSD is 55.5 Hz.
Analisis Starting Motor Tiga Phasa 3,3 kV 750 kW Menggunakan Reactor Di PT. Indah Kiat Pulp And Paper Perawang Frido, Heldi; Arlenny, Arlenny; Yuvendius, Hazra
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 7 No. 1 (2022): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v7i1.10907

Abstract

Dari hasil perbandingan starting motor tanpa pengasutan dan dengan pengasutan menggunakan reactor terlihat adanya pengasutan arus pada saat starting motor. Starting motor tanpa pengasutan pada detik pertama lonjakan arus sebesar 937,2 Amp kemudian setelah detik kelima arus kembali susut sebesar 152,5 Amp. Sedangakan pengasutan mengunakan reactor terjadi tiga tahapan pengasutan arus, yaitu pada detik pertama arus sebesar 620,6 Amp lalu pada detik empat koma delapan detik terjadi lonjakan sebesar 938,5 Amp setelah itu susut pada detik kelima yaitu 152,4 Amp. Persentase pengasutan starting motor tanpa pengasutan dan dengan pengasutan reactor yaitu 33,87%.
Studi Estimasi Parameter Rangkaian Ekivalen Motor Induksi Tiga Phasa Di PT.Pindo Deli Perawang Elvira Zondra; Arohhman; Yuvendius, Hazra
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 9 No. 1 (2024): SainETin
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v9i1.10928

Abstract

Motor induksi tiga phasa merupakan jenis motor yang paling banyak digunakan pada dunia industri motor induksi tiga phasa, yang ada di PT.Pindo deli perawang memiliki konstruksi yang sederhana, pengoperasian dan pemeliharaan yang mudah, biaya yang murah, serta ketahanan yang tinggi. Peforma motor induksi tersebut adalah arus, efisiensi, faktor daya, torsi, slip, dsbUntuk mendapatkan rangkaian ekivalen motor induksi dibutuhkan data dari 3 tes motor induksi, yaitu tes tahanan stator, tes rotor tahan, dan tes tanpa beban.. Metode dari M.H. Haque ini memiliki kelebihan yaitu hanya menggunakan data yang terdapat dari katalog atau datasheet yang diberikan oleh pabrik motor, dengan akurasi hasil estimasi peforma motor yang akurat. Dengan metode M.H.Haque Menganalisis menggunakan Matlab di dapatkan lah rangkaian ekivalen. Rangkaian ekivalen yang didapat dari penelitian ini adalah sebagai berikut: R1 = 0,006 Ohm; X1 = 0,012Ohm; R2 = 0,003 Ohm; X2 = 0,012 Ohm; Xm = 0,750 Ohm dan Rc = 60,317 Ohm. Nilai-nilai tersebut didapat pada iterasi ke-7 coding m.file. Dari rangkaian ekivalen diatas, didapat rata-rata persen error arus stator memiliki nilai 10,922%, rata-rata persen error faktor daya memiliki nilai 15.053%, dan rata-rata persen error efisiensi memiliki nilai 5,287%. Dari hasil ketiga persen error, estimasi rangkaian ekivalen hanya layak digunakan pada beban 75% sampai 100%.
Analisis Encoder Pada Motor Hoist Crane Di PT. RAPP Pangkalan Kerinci Zondra, Elvira; Yuvendius, Hazra; Wibowo, Ari
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 9 No. 2 (2025): SainETin
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/y7kkm060

Abstract

Overhead crane yang efisien adalah peralatan yang dapat dioperasikan atau digunakan sesuai dengan kebutuhan yang ada dilapangan, dengan yang sebelumnya ada masalah yang timbul akibat dari kegagalan overhead crane itu sendiri terutama dari motor hoist, menjadi tidak ada kegagalan pengereman pada overhead crane yang berada di PT. RAPP Pangkalan Kerinci. Overhead crane menjadi salah satu alat angkut yang sangat kritikal keberadaannya maupun performa overhead crane itu sendiri, tidak boleh ada downtime atau yang artinya overhead crane berhenti operasional dikarenakan kerusakan yang tidak terduga, karena akan mengakibatkan kerugian dari sisi produksi, maka dari itu skripsi ini membahas perubahan cara kerja overhead crane pada bagian sitem kontrol motor hoist dengan menggunakan sistem closeloop dengan menambah feedback device yaitu encoder, dimana dari analisa perbandingan penggunaan sistem closeloop dan openloop didapatkan hasil data torsi motor pada sistem closeloop yaitu sebesar 25 Nm dengan arus 32.9 Ampere dan kecepatan rotor 121 rpm pada saat motor hoist beroperasi turun, jauh berbeda dengan sistem openloop yang hanya mampu mengeluarkan torsi motor sebesar 9.5 Nm dengan arus 18.8 Ampere dan kecepatan rotor 182 rpm pada saat motor beroperasi turun juga, sistem openloop sangat tidak dianjurkan di pergunakan pada sistem control motor hoist karena tidak mempunyai torsi yang cukup untuk menahan beban yang diturunkan ditambah dengan gaya gravitasi yang ada pada beban itu sendiri, jika motor hoist menggunakan sistem openloop maka beban yang diangkat akan terjun bebas atau terjatuh tanpa adanya torsi motor yang menahannya.