Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Teknik

Studi Pengaruh Pemasangan Soft Stater Motor Induksi Tiga Fasa Pada Tisu Machine di PT. Pindo Deli Perawang Hendri Naldi; Elvira Zondra; Hazra Yuvendius
JURNAL TEKNIK Vol. 15 No. 2 (2021): Edisi Oktober 2021
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v15i2.6169

Abstract

Motor induksi yang langsung dihidupkan tanpa menggunakan metode-metode pengasutan akan menarik arus 5 sampai 7 kali dari arus beban penuh dan akan menghasilkan torsi 1,5 sampai 2,5 kali torsi beban penuh. Arus yang besar akan mengakibatkan drop tegangan pada saluran sehingga dapat mengganggu peralatan lain yang dihubungkan pada saluran tersebut. Untuk motor yang berdaya besar khususnya motor induksi tiga phasa akan membutuhkan arus starting yang besar seiring dengan motor yang berdaya besar, sehingga dengan daya motor dengan kapasitas besar dari 22kW tidak dianjurkan untuk menghidupkan motor secara langsung tanpa menggunakan metode-metode pengasutan. Pengaruh pemasangan Soft Starter dapat dilihat dari karakteristik arus dan torsi starting yang dihasilkan motor induksi sebelum dan sesudah pemasangan, dari hasil perhitungan menggunakan metode Dirrect Online (DOL) diketahui nilai starting arus line (inrush) motor adalah sebesar 4,266 kA atau sebesar 7,4 kali arus nominal motor, sedangkan pada saat menggunakan Soft Starter, nilai starting arus line (inrush) motor adalah sebesar 2238,23 Amp atau sebesar 3,9 kali arus nominal motor. Pada saat menggunakan metode Dirrect Online (DOL) nilai arus starting motor adalah sebesar 4507,06 Amp, sedangkan pada saat mengunakan Soft Starter nilai arus starting motor adalah sebesar 2253,49 Amp. Nilai Torsi starting elektromagnetik motor dengan menggunakan metode Dirrect Online (DOL) adalah sebesar 8095,85 Nm, sedangkan pada saat mengunakan Soft Starter Nilai Torsi starting elektromagnetik motor adalah sebesar 2023,89 Nm. Nilai Torsi starting mekanik motor dengan menggunakan metode Dirrect Online (DOL) adalah sebesar 4851,2 Nm, sedangkan pada saat mengunakan Soft Starter Nilai Torsi starting mekanik motor adalah sebesar 887,76 Nm
Analisis Arus Start Dan Torka Motor DC Shunt Saat Berbeban Saprianto Saprianto; Atmam Atmam; Hazra Yuvendius
JURNAL TEKNIK Vol. 16 No. 1 (2022): Edisi April 2022
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v16i1.6229

Abstract

Motor DC shunt merupakan salah satu mesin listrik yang berfungsi mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Pada motor DC shunt terdapat kumparan medan pada stator dan kumparan jangkar pada rotor. Kedua kumparan tersebut dihubung paralel dengan sumber tegangan. Pada kedua kumparan tersebut mengalir masing-masing arus medan dan arus jangkar. Pada tugas akhir ini penelitian dilakukan pada motor DC dengan penguatan terpisah diubah menjadi motor DC penguatan sendiri hubungan shunt dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik motor saat starting dan saat diberikan pembebanan. Metode pengaturan kecepatan yang digunakan adalah metoda pengaturan fluks (flux control method) yaitu dengan mengatur arus medan menggunakan r rheostat tahanan medan. Pada percobaan tanpa beban dilakukan variasi tegangan 40 Volt – 100 Volt dengan tahanan medan maksimum 80,10 Ohm. Pada percobaan berbeban dilakukan pada tegangan nominal 100 Volt dengan mengkopel motor dengan generator yang diberi beban resistif. Setelah dilakukan penelitian didapatkan hasil efisiensi motor saat generator berbeban 500 Watt adalah sebesar 72,49 % dengan daya input 528 Watt dan torka jangkar 2,35 N.m pada putaran motor 1604 RPM .
Analisis Pembangkit Listrik Tenaga Surya On Grid Dengan Pemasangan Panel Ats Pada Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning Situmeang, Usaha; Zondra, Elvira; Yuvendius, Hazra
JURNAL TEKNIK Vol. 18 No. 2 (2024): Edisi Oktober 2024
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v18i2.22468

Abstract

Pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yaitu pembangkit listrik yang mengubah energi surya menjadi energi listrik. Pembangkitan listrik dengan energi surya dapat dilakukan secara langsung menggunakan fotovoltaik atau secara tidak langsung dengan pemusatan energi surya menjadi energi listrik menggunakan efek fotolistrik. Komponen utama di dalam pembangkit listrik tenaga surya yang digunakan pada PLTS Fakultas Teknik meliputi modul surya, dan inverter. Sistem pembangkit listrik tenaga surya salah satunya sistem On Grid dengan Pemasangan Panel Automatic Transfer Switch (ATS) dan sakelar yang bekerja secara otomatis jika sumber listrik dari PLN mengalami pemadaman (terputus) maka sakelar akan berpindah ke sumber listrik Genset. Ketika listrik kembali menyala panel secara otomatis berpindah ke sumber listrik PLN. Oleh sebab itu ATS sangat cocok dipasang untuk menjaga kontinuitas penyaluran energi listrik saat pemadaman listrik dari PLN untuk kebutuhan energi yang semakin meningkat seiring pertambahan ruang laboratorium dan aktifitas mahasiswa yang semakin meningkat pada Fakultas Teknik Universitas Lancang kuning
Kegagalan Poros Input Gearbox Screw Decanter pada Unit Pengolah Limbah Kelapa Sawit adi, Adi Febrianton; Sepfitrah; Romiyadi; Yuvendius, Hazra; Irwan, Purnama
JURNAL TEKNIK Vol. 17 No. 1 (2023): Edisi April 2023
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v16i2.11049

Abstract

The use of Centrifuge Decanter as a waste treatment in industry has been widely used. Centrifuge Decanter separates waste in the form of a mixture of solids and liquids (slury) by utilizing the centrifugal force generated by the difference in the rotation of the tube (bowl) and screw conveyor. The rotation of the screw conveyor is reduced through a cycloidal gearbox. The shaft in the cycloid breaks during operation, for that it is necessary to conduct research to determine the cause of this shaft fracture. This research starts from a literature study that discusses the working mechanism of the decanter and the causes of the failure of the cycloidal gearbox shaft. For completeness of the analysis, data collection includes data on engine operation, physical and mechanical properties of the shaft material, fractography of the shaft and the stresses acting on the shaft. From the results of data analysis, it is known that the shaft has ductile fracture due to overload. The load that causes the shaft to break is the torsional load that comes from the rotation of the decanter tube at the initial start of the engine. Torque due to the rotation of the tube produces a shear stress that exceeds the yield stress of the shaft material plus a stress concentration factor in the fractured shaft fillet area.