Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Studi Karakteristik Luar Dan Efisiensi Generator Dc Penguat Terpisah Terhadap Perubahan Beban Dengan Menggunakan Metode Fuzzy Logic Muddin Martua; David Setiawan; Hazra Yuvendius
Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (JURKIM) Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (Jurkim)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1502.988 KB) | DOI: 10.31849/jurkim.v1i1.7888

Abstract

A DC generator is a dynamic electrical system that converts mechanical energy into electrical energy. A free and separate excitation type DC generator is a generator whose field winding can be connected to a DC source. The power source is independent of the engine. The DC voltage field coils mounted on the form of resistance Rf will generate currents If and cause flux on both poles. The induced voltage will be generated in the generator. The load characteristics of a DC generator show the relationship between the terminal voltage Vt and the field current If when the generator is loaded. When the generator is loaded, a load current will flow IL. In this study, the calculation method used is fuzzy logic, Mamdani. The results obtained when loaded with a field current of 1.2 Amp measured a clamping voltage of 123.5 Volt with a load of 100 watts. When 1.1 Amp lowered the current, the clamping voltage decreased to 120.6 Volt with a load of 100 watts. In comparison, the results of fuzzy logic in 1.2 Amp field current-induced voltage is 128 Volts with a load of 100 watts, so the average percentage difference is 6.74%. To calculate efficiency at a field current of 1.2 Amp load of 100 watts, the resulting efficiency is 44.22%, the greater the load, the smaller the efficiency value. While the efficiency results generated using fuzzy logic are 43.9% with a field current of 1.2 Amp and a load of 100 watts, the average value of the difference is 1.17%.
Penggunaan Energi Listrik Motor Induksi Satu Fasa Akibat Perubahan Besaran Kapasitor Zondra, Elvira; Atmam, Atmam; Yuvendius, Hazra
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 4 No. 2 (2020): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v4i2.6190

Abstract

Konsumsi energi listrik didominasi oleh penggunaan motor listrik pada industri, transportasi, fasilitas publik dan juga pada rumah tangga. Motor listrik seperti motor induksi satu fasa dengan jenis motor kapasitor permanen atau disebut juga dengan motor kapasitor running banyak digunakan untuk keperluan rumah tangga sebagai penggerak pada pompa air, kipas angin dan sebagainya. Motor induksi kapasitor permanen mempunyai kumparan bantu yang dihubungkan secara seri dengan sebuah kapasitor. Kapasitor ini selalu berada dalam rangkaian motor, baik pada waktu start maupun jalan. Apabila kapasitor yang digunakan, besaran kapasitornya tidak sesuai maka akan mengakibatkan arus tinggi sehingga akan berpengaruh terhadap penggunaan energi listrik. Dari hasil penelitian ini diperoleh saat motor induksi satu phasa jenis kapasitor permanen dengan tegangan input 220 Volt, menggunakan kapasitor sebesar 8 µF atau kondisi eksisting diperoleh arus 1,60 Amper, daya aktif 0,22 kW dan bila menggunakan kapasitor 60 µF diperoleh arus 4,17 Amper, daya aktif 0,90 kW, selanjutnya penggunaan energi listrik dari motor induksi satu phasa jenis kapasitor permanen selama satu jam, kondisi eksisting 0,22 kWh dengan biaya Rp. 297,44 dan saat menggunakan kapasitor 60 µF diperoleh energi listrik 0,90 kWh dengan biaya Rp. 1.216,8.
Analisis Efisiensi Motor Induksi Tiga Phasa Akibat Perubahan Tegangan Ahmad, Ahmad; Zondra, Elvira; Yuvendius, Hazra
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 5 No. 1 (2020): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v5i1.6280

Abstract

Motor induksi tiga phasa adalah motor yang paling banyak digunakan dalam dunia industri, karena memiliki banyak kelebihan. Untuk mendapatkan performa terbaiknya, kualitas daya untuk suplai motor induksi perlu dijaga kualitasnya. Salah satu permasalahan yang muncul pada kualitas daya adalah perubahan tegangan sumber yang disuplai terhadap motor. Pada penelitian ini dilakukan analisis dan perhitungan efisiensi motor induksi tiga phasa dengan kondisi tengangan sumber yang berubah-ubah dari tegangan rating, yaitu 380 Volt. Motor yang digunakan adalah motor induksi tiga phasa yang ada pada Laboratorium Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning. Dalam penyelesaian penelitian ini menggunakan software M-file Matlab sebagai validasi dan pembanding. Variabel yang diambil adalah kecepatan, arus, tegangan antar fasa, faktor daya dan daya masukan. Dari hasil penelitian ini diperoleh nilai efisiensi pada motor induksi tiga phasa, yaitu adalah pada tegangan tertinggi 395 Volt, Nilai efisiensi yang diperoleh adalah 74,45831 %, Pada tegangan rating nya 380 Volt, Nilai efisiensi yang diperoleh 66,82559 %, dan pada tengangan yang paling rendah 365 Volt, Nilai Efisiensi yang diperoleh adalah 53,33917 %.
Studi Evaluasi Eksitasi Generator Unit 23 Di PT. Indah Kiat Pulp And Paper Perawang -Riau Sinaga, Suripto; Zondra, Elvira; Yuvendius, Hazra
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 7 No. 1 (2022): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v7i1.9620

Abstract

Indah kiat pulp and Paper Perawang-Riau memiliki 25 unit turbin generator. Unit 23 memiliki kapasitas 150 MW tegangan yg dikeluarkan sang generator akan senantiasa berubah lantaran terdapat beban yg terus berfluksintasi, Pada tanggal 15 juli 2020, terjadinya short circuit dalam exciter sebagai akibatnya mengakibatkan generator unit 23 shut down & merugikan pihak perusahaan, buat itu penulisi ingin menganalisa penyebab terjadinya short circuit dalam exciter generator unit 23, Pada simulasi pemodelan penilaian eksitasi pengujian beban pada syarat beban sebanyak P = 75,2 MW, Q = 27 MVAr menggunakan sudut penyalaan 145,968º memperoleh arus eksitasi 822,2 Ampere & tegangan keluaran generator 15,46 kV dan dalam ketika pengujian beban P = 10,3 MW, Q = 0,9 MVAr menggunakan sudut penyalaan 158,015º memperoleh arus eksitasi sebanyak 497,7 Ampere & tegangan keluaran generator 13,81 kV tidak jauh menurut nilai nominal nya sebanyak 15,65 kV, ini mengambarkan bahwa sistem eksitasi bekerja menggunakan baik terlihat bahwa setiap naik beban maka arus eksitasi serta naik. Kenaikan beban daya reaktif,bisa mengakibatkan tegangan keluaran generator mengalami penurunan sebagai akibatnya arus eksitasi wajib diperbesar. Sedangkan kenaikan beban daya reaktif nya bisa mengakibatkan tegangan keluaran generator semakin tinggi sebagai akibatnya arus eksitasi perlu dikurangi, menurut output pengujian dalam Simulink matlab bahwa bisa ditinjau besar eksitasinya
Analisis Faktor Daya Motor Induksi Tiga Phasa Dengan Metoda Regresi Polinomial Andre Syaputra; Zondra, Elvira; Yuvendius, Hazra; Darmansyah, Darmansyah
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 7 No. 2 (2023): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v7i2.9727

Abstract

Motor induksi tiga phasa merupakan jenis motor yang paling banyak digunakan pada dunia industri, karena memiliki banyak kelebihan. Salah satu parameter proteksi, yaitu faktor daya, juga digunakan sebagai indikator proteksi motor induksi tiga phasa. Faktor daya digunakan sebagai indikator untuk beban kurang atau underload dan juga sebagai pengoreksian faktor daya untuk meningkatkan kualitas daya atau power quality. Pada penelitian ini dilakukan Analisis Faktor Daya Motor Induksi Tiga Phasa Dengan Metoda Regresi Polinomial dengan referensi dari nameplate atau datasheet motor induksi tiga phasa. Motor yang digunakan adalah motor induksi tiga phasa 1HP 4 kutub dengan torsi rating 5 newton meter dengan kecepatan rating 1425 rpm yang ada pada Laboratorium Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning. Dalam penyelesaian penelitian ini dengan membantingankan metoda regresi polinomial dan metoda measured current only dengan software m.file sebagai validasi. Dari hasil penelitian ini diperoleh nilai faktor daya dengan torsi puncak 5,64075 dengan faktor daya 0,76715 dan torsi terendah 1,4715 dengan faktor daya 0,40756 serta error pada faktor daya lebih kecil dari 0,6% sampai 1,3%. Faktor daya metode regresi setiap pengujian berbeban lebih mendekati atau hasil yang lebih baik dengan faktor daya yang didapat dari hasil pengkuran pada power analyzer dibandingkan dengan metode measured current only. Dengan rata-rata error dari metode regresi polinomial memiliki nilai 0,48674% dan rata-rata error metode measured current only 5,35560%.
Analisis Generator Sinkron Unit 2 Akibat Overheating Di Pembangkit Listrik Tenaga Gas MPP Balai Pungut Abrar Tanjung; Zafid Maulana; Hazra Yuvendius
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 7 No. 2 (2023): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v7i2.10840

Abstract

Generator sinkron adalahh mesin sinkron pengubah energi mekanik menjadi energi listrik yang memiliki frekuensi putar rotor sama dengan frekuensi tegangan yang dibangkitkan. Generator sinkron yang ditinjau adalah generator sinkron pada PLTG MPP Balai Pungut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kenaikan temperatur akibat perubahan generator sinkron serta menganalisis efisiensi generator sinkron terhadap rugi-rugi daya akibat overheating. Kenaikan temperatur disebabkan oleh pengaruh beban, arus jangkar, rugi-rugi total yang bervariasi. Dari hasil analisa dan perhitungan yang dirata-ratakan pada bulan April, Mei, Juni 2021 dapat dilihat bahwa, kenaikan temperatur disebabkan oleh pengaruh beban yang bervariasi. Temperatur tertinggi terjadi pada bulan April dengan temperatur 85,43°C pada beban 23,05 MW dan arus jangkar 1160,146 A, serta temperatur terendah terjadi pada bulan Mei dengan temperatur 52,47°C pada beban 12,60 MW dan arus jangkar 641,915 A. Efisiensi generator sinkron unit 2 PLTG MPP Balai Pungut dipengaruhi oleh rugi-rugi total generator yang menyebabkan terjadinya overheating. Semakin meningkat efisiensi nya maka rugi-rugi total nya juga meningkat, efisiensi terendah yang terjadi pada bulan April, Mei, Juni 2021 terdapat pada bulan Mei dengan efisiensi 93,03% dan rugi-rugi total nya 0,930 kW, serta efisiensi tertinggi terdapat pada bulan April dengan efisiensi 95,05% dan rugi-rugi total nya 1,190 kW.
Studi Permodelan Transport PHREEQC Pada Proses Leaching Besi (Fe), Timbal (Pb) dan Tembaga(Cu) Terhadap Lindi TPA Muara Fajar Pekanbaru Yelmiza; Ikhsan, Fikratul; Diova Ritonga, Anggrena; De Nanda Herru, Yoan; Yuvendius, Hazra
Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (JURKIM) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (Jurkim)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jurkim.v4i2.20116

Abstract

Proses perpindahan secara kimia kontaminan Fe, Pb, dan Cu pada tanah dapat dievaluasi dengan eksperimen dan permodelan geokimia. Adanya permodelan menggunakan program PHREEQC bertujuan untuk mengetahui mekanisme perpindahan logam-logam berat. Di TPA Muara Fajar Pekanbaru terjadi penumpukan volume sampah dari tahun ke tahun. Sehingga mengakibatkan air lindi yang akan mencemari lingkungan. Pada studi ini sejumlah konsentrasi kontaminan Fe, Pb dan Cu dilalukan proses leaching menggunakan permodelan geokimia PHREEQC. Permodelan ini meggambarkan terjadi perubahan konsentrasi logam Fe, Pb dan Cu dengan pengendapan logam murni dalam pembentukan mineral kalsit (CaCO3). Pada spesi Fe persentase tertinggi adalah spesi Fe2+ yaitu sebesar 67 %, sedangan FeCO3 adalah sebesar 2 %. Hasil ini menunjukkan endapan karbonat sedikit. Pada spesi Pb ini persentase yang tertinggi adalah spesi Pb2+ yaitu sebesar 3 %, sedangkan PbCO3 adalah sebesar 85 %. Hasil ini menunjukkan endapan karbonatnya lebih banyak. Pada spesi Cu ini persentase yang tertinggi adalah spesi Cu2+ yaitu sebesar 8 %, sedangan CuCO3 adalah sebesar 61 %. Hasil ini menunjukkan endapan karbonatnya lebih banyak. Leaching logam Fe, Pb dan Cu menggunakan model fase mineralogi, dari grafik digambarkan terjadinya penurunan konsentrasi Fe dan Cu menjadi mendekati 0 mmol/L, sedangkan konsentrasi Fe meningkat menjadi 1,2 x 10-2 mmol/L hingga stabil. Kata Kunci: PHREEQC, leaching, lindi
Ibm Pelatihan Pengaturan Pembebanan Menggunakan PLC dan Variable Speed Drive Bagi Siswa SMKN 5 Pekanbaru Yuvendius, Hazra; Zondra, Elvira; Situmeang, Usaha
FLEKSIBEL: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Edisi April 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/fleksibel.v5i1.19821

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 Kota Pekanbaru adalah saat ini merupakan binaan langsung melalui program SMK – Pusat Keunggulan oleh Direktorat Vokasi yang memiliki target adalah berprestasi dibidang akademik, berarti siswa harus memiliki pengetahuan dan keterampilan. Persoalan pengetahuan dan keterampilan yang berhubungan langsung dengan kebutuhan Dunia Usaha Dunia Industri. Kegiatan pengabdian dalam bidang penguatan keterampilan PLC dan VSD. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah tingkat pengetahuan dan keterampilan terhadap PLC dan VDD hanya terbatas pada pengetahuan control konvensioal saja dengan menggunakan instrument terbatas, Metode yang dilakukan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan kepada peserta dengan memberikan materi dan dilanjutkan dengan tanya jawab. Pada kegiatan ini juga dilakukan praktek secara langsung tentang penggunaan instrument PLC an VSD berupa modul untuk aplikasi praktis.
IbM Pemanfaatan Kulit Nenas Pada Proses Perendaman Kedelai Terhadap Lama Proses Pengasaman Dalam Pembuatan Tempe Di UMKM Bamboe Daun Pekanbaru Yelmiza, Yelmiza; Anggraini, Anna; Ihsan, Fikratul; Yuvendius, Hazra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 11 (2024): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i11.631

Abstract

Proses pembuatan tempe membutuhkan waktu yang lama sekitar 72 jam. Proses awal dimulai dari perendaman  biji  kedelai  dan  sampai  akhir  melalui  proses  fermentasi.  Dimana  pada  proses  perendaman biasanya membutuhkan waktu sekitar 24 jam. Lamanya proses perendaman ini menjadi kendala dalam proses pembuatan  tempe.  Adapun  tujuan  dari  perendaman  adalah  untuk  membuat  biji  kedelai  memiliki  kondisi asam. Pada biji kedelai dengan kondisi asam inilah fermentasi kedelai bisa terjadi sehingga protein kedelai akan meningkat pada tempe. Tempe memiliki kadar protein yang tinggi sehingga tempe menjadi makanan yang bergizi dan sehat. Dengan adanya  pemanfaatan kulit nenas pada perendaman biji kedelai mampu mempercepat proses pembentukan kondisi asam pada biji kedelai dengan lama waktu perendaman 6 jam diperoleh pH = 5.   Dengan menambahkan air rendaman ini mampu memberikan peningkatan daya simpan tempe, sehingga nantinya akan mempengaruhi omset dari penjualan mitra. Permasalahan yang ada sebelumnya karena lamanya proses perendaman kedelai, dapat diatasi dengan menambahkan air perasan kulit nenas, sehingga lama proses perendaman menjadi 6 jam.
IbM Pelatihan Pembuatan Sabun Padat Berbasis Minyak Atsiri Pada Siswa SMKS Islam Inayah Ujung Batu Yelmiza, Yelmiza; Widya, Widya; Yuvendius, Hazra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 8 (2024): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i8.1127

Abstract

Pemanfaatan sabun dalam kehidupan sehari-hari digunakan sebagai zat pembersih kotoran, baik lemak maupun zat pengotor lainnya. Sabun menjadi kelengkapan bahan pembersih dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga memegang peran terpenting dalam memenuhi pelengkap dalam kebutuhan sekunder. Karena sabun menjadi kebutuhan rutin bagi Masyarakat, sehingga untuk menghemat pengeluaran maka diperlukan suatu keahlian dalam proses pembuatan sabun padat sehingga menjadikan kebutuhan sabun menjadi ekonomis. Serta menjadi peluang bagi siswa untuk menjadi wirausaha sabun. Dengan menambahkan minyak atsiri menjadi sifat sabun lebih efektif dari fungsi antiseptiknya. Setelah dilaksanakan kegiatan pengabdian ini, maka mitra telah memperoleh pengetahuan, keterampilan dalam pembuatan sabun berbahan dasar dari minyak sereh dan akan dilanjutkan untuk proses pembelajaran dalam praktek sekolah bagi siswa Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian, sehingga nantinya akan menjadi produk unggulan sekolah.