Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Evaluating and Analyzing the Solar Public Street Lighting Utilization: A Case Study in Manokwari Padang, Bernat Ruba Sampe; Mulyadi, Rosady; Yusran, Yusran
Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Vol. 2 No. 8 (2023): Indonesian Journal of Multidisciplinary Science
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/ijoms.v2i8.512

Abstract

Public Street Lighting (PSL) is one of the complementary road buildings used to illuminate the road. Solar Public Street Lighting (SPSL) is used in several places in Indonesia. Based on the background above, the objectives of this study are (1) to obtain the results of technical analysis of SPSL, (2) to obtain the results of economic analysis of SPSL development using investment schemes. The research was conducted in Manokwari Regency, West Papua. The research data were obtained from the results of measurements on solar panels to solar charge controllers and measurements from solar charge controllers to batteries in sunny, cloudy or rainy weather conditions from 08:00 WIT to 17:00 WIT. Economic analysis is carried out to obtain the parameters of Net Present Value (NPV), and Benefit Cost Ratio  (B/C Ratio) with discount rates of  10% and 0%. The results showed that (1) based on technical analysis SPSL in Manokwari Regency has met public street lighting standards, in accordance with  the Minister of Transportation Regulation No. 27 of 2018 concerning street lighting equipment. (2) An economic analysis shows that the development of SPSL with investment schemes is not feasible because the NPV value  < 0 with an IRR of 10%, and a B/C Ratio of < 1. The construction of SPSL is economically feasible if the calculation of 0% IRR with the price of electricity per kWh reaches a value of IDR 14,411.32 or approximately ten times the price of Non-Subsidized PLN kWh electricity which is worth IDR 1,444.70.
Kondisi Lingkungan Termal Ruang Kelas Sekolah Menengah di Area Suburban pada Masa Pandemi COVID-19 Mulyadi, Rosady; Hamzah, Baharuddin; Bangsawan, Nurul Jamala; Asniawaty; Ishak, MUhammad Taufik; Taufik, Yusaumi Ramadhanti Fitri; Syukri , Muhammad Rijal; Bachtiar, Andi Ahmad Fauzan; Nurhasanah; Duminggu, Priscilla Agatha
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i1.69

Abstract

Saat pemerintah mulai membolehkan kembali tatap muka di kelas, sebagaimana protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, perangkat pendingin udara di dalam ruangan (air conditioner/AC) tidak lagi digunakan dan beralih menggunakan penghawaan alami. Kondisi tersebut dapat menyebabkan masalah terhadap kondisi lingkungan termal di ruang kelas yang berpotensi memengaruhi kenyamanan termal siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi lingkungan termal di ruang kelas di area suburban pada masa pandemi COVID-19. Survei dilakukan untuk mendapatkan data kondisi lingkungan termal mulai pukul 08:00 - 13:00 WITA. Hasil survei memperlihatkan kondisi temperatur udara (Ta)  rata-rata 29.80°C, kelembaban relatif (RH) rata-rata 67.71%, kecepatan aliran udara (V) rata-rata 0.05m/s, Mean Radian Temperature (MRT) rata-rata 29.67°C dan temperatur operatif (Top) rata-rata 29.72°C. Hasil analisis menggunakan CBE Thermal Comfort Tool dengan metode PMV (Predicted Mean Vote) memperlihatkan bahwa saat pagi hari, sensasi termal yang dirasakan “sedikit hangat” (slightly warm), seiring peningkatan temperatur, penurunan kelembaban, dan kecepatan aliran udara di siang hari maka temperatur operatif (Top) pun meningkat yang menyebabkan sensasi termal berubah menjadi “panas” (warm) dengan nilai PMV, PPD, dan SET yang meningkat pula. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kondisi lingkungan termal di ruang kelas tidak memenuhi standar ASHRAE-55.
Efektifitas Fasad Selubung Ganda dalam Mengurangi Beban Panas pada Dinding Luar Bangunan Mulyadi, Rosady
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2017): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.6.1.70

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian eksperimental melalui simulasi numerik berbantuan komputer untuk mengetahui efektifitas fasad selubung ganda dalam mengurangi beban panas pada dinding luar. Model fasad selubung ganda yang digunakan terdiri atas selubung luar, selubung dalam, elemen peneduh, bukaan bawah dan bukaan atas sebagai gerbang masuk dan keluarnya udara melalui rongga udara yang tercipta antara selubung luar dan selubung dalam. Simulasi dilakukan untuk mendapatkan data temperatur pada rongga selubung, temperatur kaca, temperatur elemen peneduh, transfer panas radiasi, transmittansi termal, dan jumlah exhaust-heat. Data tersebut digunakan untuk menghitung besaran u-value dan SC dari fasad selubung ganda. Hasil perhitungan besaran beban panas dengan MicroHASP/TES menunjukkan bahwa lebih dari 57.7% dari beban panas pada zona perimeter di waktu puncak dapat direduksi pada selubung barat dan timur. Sebanyak 11% dari total load dapat direduksi jika dibandingkan dengan fasad kaca tunggal 8mm dan 10% dari total load dapat dikurangi jika dibandingkan dengan fasad kaca ganda 6mm.
Kinerja Fasad Selubung Ganda dalam Menurunkan Konsumsi Energi untuk Pendingin pada Bangunan Gedung Mulyadi, Rosady
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2017): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.6.1.45

Abstract

Artikel ini membahas tentang kinerja fasad selubung ganda dalam menurunkan tingkat konsumsi energi pada bangunan gedung. Model bangunan berlantai banyak disimulasi menggunakan MicroHASP untuk mendapatkan beban pendinginan pada bangunan. Selanjutnya, sistem pengkondisian udara didisain dan disimulasi menggunakan LCEM (LifeCycle Energy Management) Tool. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penggunaan fasad selubung ganda mampu menurunkan tingkat konsumsi energi pada bangunan gedung. Hasil simulasi tersebut juga menunjukkan bahwa penggunaan fasad selubung ganda pada bangunan gedung juga mampu meningkatkan COP (Coefficient of Performance) dari sistem pengkondisian udara yang digunakan.