Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Cakrawala Pendidikan

EXPERIENCE-BASED CAREER EDUCATION: MODEL ALTERNATIF PEMBELAJARAN KETERAMPILAN DI SLTP Endang Mulyatiningsih
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 2 (2004): CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI JUNI 2004, TH. XXIII, NO. 2
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.067 KB) | DOI: 10.21831/cp.v2i2.4855

Abstract

The Experience-Based Career Education (EBCE) learning model aimsto relate learning activity to real experience inthe field. This learning model is appropriately applicable on skill subject matter classes with limited facilities, time, students' motivation, andteachers' ability. Classes with such characteristics are commonly found at junior high schools teaching such subject matter as a local content school subject. The EBCE learning model makes use ofthe learning resources available in society. The selected learning resources can be those belonging to anindividual, anorganization, and society. Inthe teach­ ing activity teachers act as learning coordinators. Thematerials stu­ dents can learn are those about career-related knowledge and skills in accordance with their interests. The students planthe learning ac­ tivity in the form ofa project ofwhich the result can be demonstrated in front ofthe class. The EBCElearning model is recommended only as a supple­ mentary learning model to the existing ones. This model can be applied on other subject matter with similar characteristics. Ifthis model is appropriately implemented, it will enhance students' career understanding, which has become everyone's primary need. Key words: skill, career education, learning model
PERANAN TEMPE SEBAGAI PENCEGAH PENYAKIT JANTUNG KORONER DAN SUMBER GIZI Endang Mulyatiningsih
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1995,TH.XIX
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.467 KB) | DOI: 10.21831/cp.v3i3.9192

Abstract

Perubahan pola makan masyarakat menyebabkan perubahan polapenyakit yang !cbih mengarah ke penyakit degenaratif seperti penyakitjantung koroner. Penyakit ini lebih eenderung mengenai masyarakatyang memiliki gaya hidup modern dcngan konsumsi makanan yang kayalemak jenuh. protein dan garam akan tetapi rendah serat dan asam lemaktak jenuh. Penyakit jantung dan pcmbuluh darah termasuk penyakitberbahaya karena dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian mendadakpada saat usia produktif. Scdapat mungkin penyakit ini dicegah,salah satu caranya adalah dengan konsumsi makanan yang tepat misalnyadengan mengkonsumsi tempe menjadi makanan sehari-hari.Tempe mcrupakan makanan tradisional yang sering disepelekanterutama pada masyarakat kota bukan dari suku jawa golongan ekonomimenengah ke atas. Tempe menllrut beberapa hasil penelitian dapatmencegah penyakil aterosklerosis dan jantllng koroner, karena tempemengandung asam !cmak lak jenuh dan seral yang tinggi. Tempe dalamsusuna menu termasuk kclompok lauk pauk yang dapal menggantikandaging atau makanan hewani lainnya karena ternyata selain sifatnya yanghipokofesleremik juga dapat dijadikan sumber zat gizi yang baik. Tempemengandung protein hidrolisa yang tinggi, vitamin B, kalsium. phospor,dan lain-lain. Karena sifalnya yang mudah dicerna tempe bahkan dapatdijadikan formula makanan bayi dan formula makanan yang diberikanunluk penderila diare akul (Mien K, Mahmud, 1992)