Claim Missing Document
Check
Articles

IbM (Ipteks berbasis masyarakat) keterampilan teknologi las (kriya logam) pada pemuda/karang taruna desa Wahid Munawar; Mumu Komaro; Sriyono Sriyono; Ridwan Adam M. Noor
Jurnal Abmas Vol. 14 No. 1 (2014): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v14i1.157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pendidikan alternatif untuk pemuda/karang taruna desa. Penelitian menggunakan metode kualitatif, mengambil dua kelompok pemuda/karang taruna yang telah mengikuti pelatihan keterampilan teknologi (kriya logam). Informan terdiri dari tokoh pemuda dan ketua RW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pembelajaran alternatif adalah metode pendidikan orang dewasa atau andragogy. Proses pembelajaran dimulai dengan sharing pembelajaran, refleksi pengalaman hidup dan metode role play. Hasilnya 64% peserta pelatihan mengalami peningkatan keterampilan teknologi (kriya logam).
PERILAKU MEROKOK SAAT BERKENDARA DALAM PERSPEKTIF SAFETY RIDING Muhamad Syahrul; Muhammad Setya Rifki Raharja; Tatang Permana; Wahid Munawar
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Inpress Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.58483

Abstract

Perilaku merokok saat berkendara masih sering ditemukan di lingkungan masyarakat dan berpotensi mengganggu keselamatan berkendara. Aktivitas ini dapat mengurangi konsentrasi pengendara serta mengganggu pengguna jalan lain akibat asap dan abu rokok yang terbawa angin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perilaku merokok saat berkendara terhadap Pemahaman safety riding pada pengendara sepeda motor. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa penyebaran kuesioner melalui Google Form kepada masyarakat umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memahami pentingnya keselamatan berkendara, namun perilaku merokok saat berkendara masih cukup sering ditemukan di jalan raya. Mayoritas responden juga mengetahui bahwa perilaku tersebut dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan yang lain. Selain itu, masih terdapat sebagian kecil masyarakat yang menganggap perilaku merokok saat berkendara sebagai hal yang wajar. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perilaku merokok saat berkendara berpotensi mengganggu konsentrasi pengendara dan bertentangan dengan prinsip-prinsip safety riding. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berkendara melalui edukasi dan sosialisasi keselamatan lalu lintas.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha Mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif UPI di Bidang Otomotif Herry Kuswanto; Javier Kenji Owen; Wahid Munawar
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEWIRAUSAHAAN Vol 14 No 1 (2026): in Press
Publisher : STKIP PGRI SITUBONDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/pkwu.v14i1.2250

Abstract

This study aims to analyze the factors that influence the entrepreneurial interest of UPI Automotive Engineering Education students in the automotive sector. The study used a quantitative method with a descriptive approach to 30 respondents through the distribution of Likert scale questionnaires. The results showed that students' entrepreneurial interest was in the high category with an average value of 3.72. The results of the validity test showed that all statement items were valid because they had a calculated r value > r table (0.361), while the results of the reliability test showed a Cronbach's Alpha value > 0.90 so that the instrument was declared very reliable. Factors such as entrepreneurship education, motivation, industrial practice experience, and social environment influenced students' entrepreneurial interest in the automotive sector.
Studi Komparatif Prestasi Belajar dan Manajemen Waktu Mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif Antara Aktivis Himpunan Jurusan dan Non-Aktivis Muhammad Rizki; Farraz Bahana Rahman; Wahid Munawar
Jurnal Pendidikan Vokasi Raflesia Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Vokasi Raflesia
Publisher : LPPM Politeknik Raflesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jpvr.v6i1.1345

Abstract

Studi ini dimaksudkan untuk mengomparasikan capaian akademik (IPK) serta efektivitas pengelolaan waktu antara mahasiswa yang terlibat aktif dalam organisasi himpunan dengan mahasiswa non-aktivis di Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Pendidikan Indonesia. Menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif, penelitian ini melibatkan 60 Responden yang dibagi secara proporsional . Instrumen penelitian berupa dokumen hasil belajar dan angket manajemen waktu. Uji prasyarat menunjukkan data hasil belajar (IPK) terdistribusi normal dan homogen, sementara data manajemen waktu tidak normal sehingga dianalisis menggunakan uji non-parametrik Mann-Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan; (1) Tidak terdapat perbedaan signifikan pada prestasi hasil belajar (IPK) antara mahasiswa aktivis dan non-aktivis; (2) Terdapat perbedaan yang sangat signifikan pada kemampuan manajemen waktu (p < 0,001), dimana mahasiswa aktivis memiliki skor manajemen waktu yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa keterlibatan organisasi tidak menghambat pencapaian akademik dan justru menjadi ruang efektif dalam melatih keterampilan manajerial diri bagi calon tenaga pendidik dan professional di bidang Teknik Otomotif.
Analisis Kesiapan Kompetensi Siswa Smk Teknik Otomotif di Jawa Barat dalam Menghadapi Transisi Industri Kendaraan Listrik: Studi Literatur Andika Prasetya; Daniel Nadiansyah; Wahid Munawar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transisi global dan nasional menuju industri kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) menuntut transformasi kompetensi tenaga kerja secara masif. Di sisi lain, tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Barat mengindikasikan adanya ketidaksesuaian (mismatch) antara keterampilan yang diajarkan di sekolah dengan kebutuhan industri modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan kompetensi siswa SMK program keahlian otomotif di Jawa Barat dalam menghadapi transisi industri kendaraan listrik, mengidentifikasi kesenjangan keterampilan, dan merumuskan solusi strategis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berbasis studi literatur, yang menghimpun artikel jurnal nasional, internasional, dan data pemerintah dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2021-2026). Hasil analisis menunjukkan bahwa kesiapan kompetensi siswa masih berada pada tahap awal, di mana kurikulum, infrastruktur laboratorium, dan kompetensi guru masih didominasi oleh teknologi Internal Combustion Engine (ICE). Sementara itu, industri EV membutuhkan teknisi hybrid yang menguasai mekatronika, manajemen baterai, dan protokol keselamatan tegangan tinggi. Kesimpulannya, terdapat kesenjangan kompetensi yang signifikan yang berisiko memperparah pengangguran struktural. Solusi yang direkomendasikan meliputi adaptasi kurikulum operasional sekolah, implementasi Teaching Factory berbasis EV, dan akselerasi program upskilling bagi guru kejuruan.
Hubungan Modifikasi Kendaraan dengan Perilaku Berisiko Berlalu Lintas pada Mahasiswa Rizqy Dwi Saputra; Samada Alvin Nayotama; Wahid Munawar
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 8, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v8i3.9045

Abstract

Fenomena modifikasi kendaraan di kalangan mahasiswa semakin marak sebagai bentuk ekspresi diri dan gaya hidup berkendara. Namun, modifikasi yang sering dilakukan tanpa mempertimbangkan aspek keselamatan dan regulasi berpotensi meningkatkan perilaku berisiko di lalu lintas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara modifikasi kendaraan dengan perilaku risiko lalu lintas pada mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 38 mahasiswa pengguna sepeda motor. Instrumen mengukur tingkat modifikasi kendaraan dan perilaku risiko lalu lintas menggunakan skala Likert. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik deskriptif dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor modifikasi kendaraan adalah 2,74 dan rata-rata skor perilaku risiko lalu lintas adalah 2,64 (skala 1–4). Terdapat hubungan positif yang signifikan antara modifikasi kendaraan dengan perilaku risiko lalu lintas (r = 0,627; p = 0,01). Mahasiswa dengan tingkat modifikasi tinggi cenderung menunjukkan perilaku berisiko yang lebih tinggi di jalan raya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa modifikasi kendaraan merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap perilaku pelanggaran lalu lintas di kalangan mahasiswa. Diperlukan upaya edukasi keselamatan berkendara dan pengawasan yang lebih ketat terhadap praktik modifikasi kendaraan di lingkungan kampus untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.
Pengaruh Penggunaan ChatGPT Berbasis TAM Terhadap Motivasi Mahasiswa Otomotif pada Materi Kendaraan Listrik Rifqi Wirawan; M Sabdha Faishal; Wahid Munawar
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i2.360

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan mendorong lahirnya berbagai inovasi pembelajaran, salah satunya melalui penggunaan ChatGPT sebagai media pendukung belajar mahasiswa. Pendidikan teknik otomotif, khususnya pada materi kendaraan listrik yang bersifat teknis dan kompleks, membutuhkan media pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi belajar mahasiswa secara efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan ChatGPT berbasis Technology Acceptance Model (TAM) terhadap motivasi belajar mahasiswa otomotif pada materi kendaraan listrik. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berskala Likert lima tingkat kepada 70 mahasiswa pendidikan teknik otomotif yang telah mempelajari materi kendaraan listrik, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data mencakup uji validitas, reliabilitas, normalitas, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi menggunakan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kebermanfaatan (X1) dan kemudahan penggunaan (X2) ChatGPT masing-masing berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap motivasi mahasiswa, dengan nilai signifikansi di bawah 0,05. Secara simultan, nilai F hitung sebesar 38,762 membuktikan pengaruh signifikan kedua variabel bebas terhadap motivasi belajar. Koefisien determinasi sebesar 0,536 menunjukkan bahwa 53,6% variasi motivasi mahasiswa dapat dijelaskan oleh kedua variabel TAM tersebut. Disimpulkan bahwa integrasi ChatGPT dalam pembelajaran otomotif terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar mahasiswa, sehingga perlu dikembangkan lebih lanjut oleh pendidik sebagai strategi pembelajaran berbasis teknologi AI.
PENGARUH LINGKUNGAN KAMPUS DAN LITERASI DIGITAL TERHADAP KESIAPAN KERJA MAHASISWA OTOMOTIF Yazid Zabian; Wahid Munawar
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i3.11076

Abstract

ABSTRACT The transformation of the automotive industry toward digitally based working systems in the era of Industry 4.0 and Society 5.0 requires vocational education graduates to possess work readiness that is more adaptive to technological developments. However, the persistent gap between graduate competencies and industrial demands indicates that students’ work readiness is influenced not only by technical abilities but also by the quality of the learning environment and digital literacy skills. This study aims to analyze the influence of the campus environment and digital literacy on the work readiness of students in the Automotive Engineering Education Program at Universitas Pendidikan Indonesia, both partially and simultaneously. The study employed a quantitative approach using an explanatory survey design with an ex-post facto approach. The respondents consisted of 35 fourth- and sixth-semester students selected through a saturated sampling technique. Data were collected using a Likert-scale questionnaire distributed via Google Forms and analyzed through multiple linear regression using IBM SPSS 25. The findings revealed that both the campus environment and digital literacy had a positive and significant effect on students’ work readiness. Digital literacy emerged as the most dominant variable, particularly in supporting technological adaptation, digital information management, and readiness to face technology-based modern working systems. In addition, both variables simultaneously contributed strongly to the development of students’ work readiness in the automotive field. These findings emphasize that the development of vocational automotive education should be directed toward strengthening industry-oriented learning environments and integrating digital literacy into the learning process to produce graduates who are more competitive, adaptive, and relevant to the needs of the modern automotive industry. ABSTRAK Perubahan industri otomotif menuju sistem kerja berbasis digital pada era industri 4.0 dan Society 5.0 menuntut lulusan pendidikan vokasi memiliki kesiapan kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Namun, masih adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri menunjukkan bahwa kesiapan kerja mahasiswa tidak hanya dipengaruhi kemampuan teknis, tetapi juga faktor lingkungan belajar dan penguasaan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh lingkungan kampus dan literasi digital terhadap kesiapan kerja mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Pendidikan Indonesia, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori dan pendekatan ex-post facto. Responden penelitian berjumlah 35 mahasiswa semester 4 dan 6 yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert berbasis Google Form dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kampus dan literasi digital sama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja mahasiswa. Literasi digital menjadi variabel yang memiliki pengaruh paling dominan, terutama dalam mendukung kemampuan adaptasi teknologi, pengelolaan informasi digital, dan kesiapan menghadapi sistem kerja modern berbasis teknologi. Selain itu, kedua variabel secara simultan memberikan kontribusi kuat terhadap pembentukan kesiapan kerja mahasiswa otomotif. Temuan penelitian menegaskan bahwa pengembangan pendidikan vokasi otomotif perlu diarahkan pada penguatan lingkungan belajar berbasis industri dan integrasi literasi digital agar lulusan lebih kompetitif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan industri modern.
Pengaruh Model pembelajaran Flipped Classroom terhadap Kemandirian Belajar dan Self-Assessed Computational Thinking Mahasiswa pada Materi Powertrain Sytem Hybrid Afrizal Nurul Ikhsan; Ahmad Riza Kamil; Wahid Munawar
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwiajaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jptm.v13i1.409

Abstract

Eksplorasi ini hadir guna mengukur seberapa berpengaruh model pada pembelajaran flipped classroom akan kemandirian belajar dan self-assessed computational thinking mahasiswa pada materi powertrain system hybrid. Dorongan utama penelitian ini lahir dari kebutuhan nyata akan strategi  pembelajaran nan lebih aktif dan kontekstual dalam pendidikan teknik otomotif yang materinya kompleks.Pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif digunakan dalam penelitian ini. Data diaudit melalui kuesioner skala Likert yang diedarkan kepada mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Pendidikan Indonesia, kemudian diolah menggunakan Microsoft Excel dan SPSS. Hasil penelitian membuktikan bahwa flipped classroom memberikan pengaruh kuat dan signifikan terhadap kemandirian belajar maupun self-assessed computational thinking mahasiswa. Mahasiswa yang terbiasa belajar mandiri sebelum kelas terbukti lebih aktif, lebih bertanggung jawab, dan mampu berpikir lebih sistematis dalam menganalisis powertrain system hybrid. Flipped classroom dengan demikian layak menjadi alternatif pembelajaran yang efektif, khususnya pada materi teknik yang menuntut pemahaman konseptual dan analisis sistem secara mendalam.