Claim Missing Document
Check
Articles

PROFIL KEPRIBADIAN MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI YANG BELUM MENYELESAIKAN STUDI TAHAP AKADEMIK SELAMA LEBIH DARI ENAM TAHUN BERDASARKAN MMPI-2 Sinamo, Santu Joseph; Suak, Dicky; Munayang, Herdy
Jurnal Biomedik : JBM Vol 1, No 2 (2009): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.1.2.2009.816

Abstract

Abstract: Theoretically each profesion has a certain preferential personality. Albeit, it does not mean that to become a medical doctor (MD) needs a special certain personality.  However, it is suggested that some personalities be identified which are non supportive (high risk for dificulties) of the learning process to become a medical doctor. The aim of this study is to find out the personality profiles of students of the Medical Faculty of the  University of Sam Ratulangi (UNSRAT) that have not for some reason, finished the academic stages for more than six years by using Minnesota Multiphasic Personality Inventory-2 (MMPI-2). Methods: This was a cross-sectional study. Data were collected by using questionnaires and evaluation forms of the MMPI-2. We selected 34 students that had not passed the academic stages, but had been students of the Medical Faculty UNSRAT for more than six years. The result showed that based on sociodemographic, academic, and MMPI-2 profile characteristics, 47.06% of the students had specific non-supportive personalities. Keywords: medical doctor, MMPI-2, academic stages, personality     Abstrak: Secara teoritis setiap bidang profesi memiliki kesesuaian dengan beberapa ciri kepribadian tertentu. Hal tersebut tidak berarti bahwa untuk calon dokter diperlukan kualifi-kasi kepribadian tertentu yang khas secara kaku. Meskipun demikian, perlu kiranya untuk dapat di identifikasi berbagai aspek kepribadian yang kurang mendukung (berisiko tinggi untuk terjadinya kesulitan) dalam menjalani pendidikan dokter. Tujuan. mengetahui profil kepribadian mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi yang belum menye-lesaikan studi tahap akademik lebih dari enam tahun berdasarkan Minnesota Multiphasic Personality Inventory-2 (MMPI-2). Metode. Penelitian menggunakan rancangan cross-sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar penilaian MMPI-2 terhadap 34 orang mahasiswa yang belum menyelesaikan studi akademik selama lebih dari enam tahun. Hasil. Dari penelitian berdasarkan karakteristik sosiodemografi, karakteristik akademik dan karakteristik profil MMPI-2 didapatkan bahwa 47,06% mahasiswa memiliki beberapa ciri kepribadian spesifik yang kurang suportif. Kata kunci: dokter, MMPI-2, tahap akademik, kepribadian
PENGARUH SINDROMA DEPRESI TERHADAP DISFUNGSI EREKSI Hutagalung, Andre; Elim, Christoffel; Munayang, Herdy
JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 1, No 2 (2009): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.1.2.2009.818

Abstract

Abstract: Normal sexual function is a bio-psycho-social process which is significantly related to the quality of life (QOL). Any disturbance in one of the components can be a disaster in sexual life.  Erectile dysfunction is a disability to get an erection or to maintain the erection well enough for a sexual intercourse, which persists or recurs at least three months conse-cutively due to either psychogenic or organic disturbances, or both. Some psychogenic dis-turbances especially depression, anxiety, and relational distress, play some important roles in ED. Besides that, aging, low testoteron level, physical diseases, and some certain medicines have to be included. Key words: erection, erectile dysfunction, sexual stimulus, depression.     Abstract: Fungsi seksual yang normal merupakan suatu proses biopsikososial yang berkaitan langsung dengan kualitas hidup. Adanya gangguan pada salah satu komponen dapat menjadi malapetaka bagi kehidupan seksual. Disfungsi ereksi dapat dedefinisikan sebagai suatu keti-dakmampuan untuk ereksi atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk melakukan hu-bungan seksual yang memuaskan, yang menetap atau berulang paling tidak selama tiga bulan berturut-turut. Gangguan psikogenik khususnya sindroma depresi, ankietas, dan distres relasional berperan penting dalam hal terjadinya disfungsi ereksi. Disamping itu usia lanjut, rendahnya kadar testoteron, penyakit fisik, dan beberapa jenis obat perlu diperhitungkan. Kata kunci: fisiologi ereksi, disfungsi ereksi, stimulus seksual, depresi.
DEPRESI PADA IBU-IBU YANG MEMPUNYAI ANAK CACAT YANG BERSEKOLAH DI YAYASAN PEMBINAAN ANAK CACAT (YPAC) MANADO Munayang, Herdy; Kandou, L. F.J.; Rampengan, Novie; Sumarauw, Melisa E.
Jurnal Biomedik : JBM Vol 4, No 3 (2012): JURNAL BIOMEDIK : JBM Suplemen
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.4.3.2012.1203

Abstract

Abstract: According to data from the WHO, depression is still a serious public health problem. Depression is a disorder of human function related to feelings of sadness and its accompanying symptoms including alterations of sleep, appetite, psychomotor, concentration, anhedonia, and fatigue patterns. This study aimed to obtain degrees of depression by using the Hamilton Depression Rating Scale (HDRS) among mothers of disabled children who were studying at the Center for Disabled Children (YPAC) Manado. This was a descriptive study with a cross sectional design. There were 35 samples meeting the inclusion criteria. The results showed that by using the HDRS there were seven respondents (20%) showing normal personality and 28 respondents (80%) suffering from depression, mostly between the ages of 29-45 years (62.85%). From samples suffering from depression, there were 20 respondents (71.4%) with mild depression, seven (25%) with moderate depression, and one with severe depression (3.6%). Conclusion: A high number of  mothers, especially at the ages of 29-45 years, of disabled children who were studying at YPAC Manado showed several degrees of depression. Among the depressed mothers, most suffered from mild depression. Keywords: mother, depression, disabled children, Hamilton Depression Rating Scale (HDRS).     Abstrak: Menurut data WHO, depresi masih merupakan masalah kesehatan dunia yang serius. Depresi adalah terganggunya fungsi manusia yang berkaitan dengan alam perasaan sedih dan gejala penyertanya, termasuk perubahan pola tidur, nafsu makan, psikomotor, konsentrasi, anhedonia, dan kelelahan. Penelitian ini bertujuan  untuk mendapatkan angka kejadian dan tingkat depresi dengan menggunakan Hamilton Depression Rating Scale (HDRS) pada para ibu yang memiliki anak cacat yang bersekolah di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Manado. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode potong lintang. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi berjumlah 35 orang. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dengan menggunakan Hamilton Depression Rating Scale (HDRS) terdapat tujuh responden berkepribadian normal dan 28 responden dengan depresi berbagai tingkat, terutama pada usia 29-45 tahun. Depresi ringan ditemukan sebesar 71,4%, depresi sedang 25%, dan depresi berat 3,6%. Simpulan: Sebagian besar ibu yang memiliki anak cacat yang bersekolah di YPAC Manado mengalami depresi, terutama depresi ringan. Kata kunci: ibu, depresi, anak cacat, Hamilton Depression Rating Scale (HDRS).
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KESEHATAN REPRODUKSI PELAJAR PUTRI DI SMP NEGERI 4 KOTA MANADO Pandey, Lestari Angraina; Engkeng, Sulaemana; Munayang, Herdy
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perlunya remaja memahami kesehatan reproduksinya adalah agar remaja mengenal tubuhnya dan organ-organ reproduksinya, memahami fungsi dan perkembangan organ reproduksinya secara benar, memahami perubahan fisik dan psikisnya, melindungi diri dari berbagai risiko yang mengancam kesehatan dan keselamatannya, mempersiapkan masa depan yang sehat dan cerah, serta mengembangkan sikap dan perilaku bertanggung jawab mengenai proses reproduksi.Kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat jasmani, rohani, dan bukan hanya terlepas dari ketidakhadiran penyakit atau kecacatan semata, yang berhungan dengan system, fungsi, dan proses reproduksi. Kesehatan reproduksi memberi kontribusi penting bagi kesehatan wanita secara umum karena sebagian besar kehidupan seorang wanita dilalui dengan berbagai proses alami pada organ reproduksinya. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan kesehatan reproduksi pelajar putri di SMP Negeri 4 Kota Manado. Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan menggunakan desain cross sectional, sampel menggunakan Total Sampling dengan jumlah 139 pelajar putri, dengan pengambilan data menggunakan kuesioner. Sedangkan teknik uji statistik menggunakan uji chi square. Hasil menunjukan bahwa ada hubungan antara Pengetahuan dengan Kesehatan Reproduksi pelajar putri (p = 0,000). Ada hubungan antara Sikap dengan Kesehatan Reproduksi pelajar putri (p = 0,000) di SMP Negeri 4 Kota Manado. Terdapat hubungan antara Pengetahuan dan Sikap dengan Kesehatan Reproduksi pelajar putri di SMP Negeri 4 Kota Manado. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Kesehatan Reproduksi, Pelajar Putri  ABSTRACTThere is a need for teenagers to understand their reproductive health in order to recognize their own body and reproduction organs, to understand the functions and developments of their reproductive organs correctly, to understand their physical and psychological changes, to protect themselves from the risks of their health and safety, to prepare for a healthy and bright future, as well as to develop attitudes and responsibilities for the reproductive process. Reproductive health are the physical, spiritual health status, and not merely apart from the absence of disease or disability, which is connected to systems, functions, and processes. Reproductive health makes animportant contribution to women's health in general because mostly women goes through the natural processes of her reproductive organs. To determine the relationship of knowledge and attitude towards reproductive health of female students in state junior high school 4, Manado. This research used an analytical survey approach using cross-sectional design, the sample was obtained by Total Sampling method with 139 female students, data collection was conducted by using questionnaire. Whereas statistical test was conducted by chi square test. The results indicated a relationship between Knowledge with Reproductive Health of female students (p = 0,000). There was a relationship between Attitudes with Reproductive Health of female students (p = 0,000) in state junior high school 4, Manado. There was a relationship between Knowledge and Attitudes towards Reproductive Health of female students in state junior high school 4, Manado. Keywords: Knowledge, Attitudes, Reproductive Health, Female students
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PERILAKU PELAJAR DALAM PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI SMK KRISTEN EL’FATAH MANADO Palar, Trianda A. L.; Engkeng, Sulaemana; Munayang, Herdy
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia termasuk Indonesia, sering muncul sebagai kejadian luar biasa dan menimbulkan keresahan di masyarakat kerena menyebar dengan cepat dan tidak jarang dapat menyebabkan kematian. Demam berdarah adalah penyakit akut yang disebabkan oleh virus dengue yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Pengetahuan, sikap dan tindakan merupakan faktor yang banyak mempengaruhi Demam Berdarah dengue karena pengetahuan, sikap dan tindakan adalah hal yang dimiliki oleh masyarakat, sehingga pada dasarnya masyarakatlah yang memiliki peranan yang paling besar untuk mengurangi kasus Demam Berdarah Dengue.Tujuan: Untuk menganalisis apakah ada perubahan perilaku terhadap pelajar dalam pencegahan demam berdarah dengue di SMK Kristen El’Fatah Manado. Metode: Penelitian kuantitatif dengan menggunakan true eksperiment design pretest-posttest. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pelajar kelas XI, XII di SMK Kristen El’ Fatah Manado yang berjumlah 73 orang. Hasil: Untuk pelajar yang tidak dilakukan penyuluhan (kontrol)  tidak terdapat pengaruh pada variabel pengetahuan, sikap dan tindakan dapat dilihat bahwa nilai p.value sebesar 1,000 dan untuk pelajar yang dilakukan penyuluhan (eksperimen) terdapat pengaruh pada variabel pengetahuan, sikap dan tindakan dengan nilai p.value 0,000. Kesimpulan: Ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap perilaku pelajar dalam pencegahan demam berdarah dengue (DBD) di SMK Kristen El’Fatah Manado Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Tindakan dan Pencegahan DBD ABSTRACTBackground: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a contagious disease that is still a public health problem in the world including Indonesia, often appears as an extraordinary event and cause unrest in the community because it spreads quickly and not infrequently can cause death. Dengue fever is an acute disease caused by dengue virus that enters human blood circulation through the bite of Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes. Knowledge, attitudes and actions are many factors that influence dengue hemorrhagic fever because knowledge, attitudes and actions are things that are owned by the community, so that basically the community has the biggest role in reducing the case of dengue hemorrhagic fever. The purpose of this study: To analyze whether there is a change in behavior towards students in the prevention of dengue hemorrhagic fever at the El'Fatah Christian Vocational School in Manado. Research methods: Quantitative research using true experimental design pretest-posttest. The population in this study were all students of class XI, XII at El ’Fatah Christian Vocational School in Manado, amounting to 73 people. Results of the study: For students who are not treatment (control) there is no influence on the variables of knowledge, attitudes and actions can be seen that the p.value is 1,000 and for students who do treatment (experiment) there is an influence on the variables of knowledge, attitudes and actions with p values. value of 0,00. Conclusion: There is an influence of health education on student behavior in the prevention of dengue hemorrhagic fever (DHF) in the El'Fatah Christian Vocational School in Manado Keywords: Knowledge, Attitude, Action and Prevention of DHF
Gambaran Mental Emosional pada Orang Tua yang Anaknya dirawat di Instalasi Gawat Darurat RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Suputra, I Dewa G. Adi; Kaunang, Theresia ` M. D.; Munayang, Herdy
e-CliniC Vol 6, No 1 (2018): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.6.1.2018.18635

Abstract

Abstract: Emotional mental disorder is a condition that indicates psychological changes in an individual. This disorder can manifest as symptoms of depression, psychosomatic disorders, and anxiety. Having a child hospitalized for a life-threatening illness or injury can cause deep psychological reactions to the parents. This study was aimed to determine the mental emotional profile among the parents whose children were treated at the Emergency Installation of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital from October to November 2017. This was a quantitative descriptive study with a cross sectional design. This study involved all parents whose children were treated in the emergency installation who met the inclusion criteria as many as 72 respondents. The instruments of the study were Self Reporting Questionnaire (SRQ) and Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Univariate and bivariate analyzes were performed using SPSS. Based on SRQ and DASS questionnaire data filled by 72 respondents, 54 parents (75%) had emotional mental disorders, consisting of 49 parents (68.1%) suffering from anxiety from mild to very severe and 18 parents (25 %) suffering from mild to very severe depression. The most dominant diseases of the children that caused anxiety to the parents were diarrhea, bronchopneumonia, and febrile seizures. Conclusion: The conditions of children treated in the Emergency Installation of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital could cause psychological stress in the form of anxiety and depression for the parents.Keywords: emotional mental disorders, anxiety, depression, parentsAbstrak: Gangguan mental emosional adalah kondisi yang mengindikasikan perubahan psikologik pada seseorang. Gangguan mental emosional dapat berupa gejala depresi, gangguan psikosomatik, dan kecemasan. Pengalaman memiliki anak yang dirawat di rumah sakit karena penyakit atau cedera yang mengancam jiwa dapat menyebabkan reaksi psikologik yang mendalam pada orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mental emosional pada orang tua yang anaknya dirawat di IGD RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou periode Oktober-November 2017. Jenis penelitian ialah deskriptif kuantitatif dengan studi potong lintang. Penelitian ini melibatkan semua orang tua yang anaknya dirawat di IGD dan memenuhi kriteria inklusi yaitu 72 responden orang tua. Instrumen yang digunakan ialah kuesioner Self Reporting Qustionnaire (SRQ) dan Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Analisis univariat dan bivariat dilakukan dengan menggunakan SPSS. Berdasarkan perolehan data kuesioner SRQ dan DASS dari 72 responden, 54 orang tua (75%) mengalami gangguan mental emosional, yang terdiri dari 49 orang tua (68,1%) dengan kecemasan dari ringan hingga sangat berat dan 18 orang tua (25%) dengan depresi ringan hingga sangat berat. Dari penelitian ini didapatkan diagnosis penyakit anak yang paling dominan menye-babkan kecemasan dan depresi pada orang tua, yaitu diare, bronkopneumonia, dan kejang demam. Simpulan: Kondisi anak yang dirawat di Instalasi Gawat Darurat RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou dapat menimbulkan stres psikologik berupa kecemasan dan depresi pada orang tua.Kata kunci: gangguan mental emosional, kecemasan, depresi, orang tua
PROFIL SKALA KLINIS DAN SUBKLINIS MMPI-2 ADAPTASI INDONESIA PADA MAHASISWA SEMESTER 5 TAHUN AKADEMIK 2012/2013 FAKULTAS KEDOTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO Ibrahim, Reni Ch.; Munayang, Herdy; Kairupan, Barnabas H. R.
Jurnal Biomedik : JBM Vol 5, No 1 (2013): JURNAL BIOMEDIK : JBM Suplemen
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.5.1.2013.2629

Abstract

Abstract: Students often deal with many internal or external demands. These conditions can lead to some academic and non-academic problems which influence their mental health. Depression and anxiety are the most common disorders experienced by students. This was a descriptive study with a cross sectional survey design. This study aimed to obtain the mental status of students of the academic year 2012/2013 Faculty of Medicine University of Sam Ratulangi Manado based on clinical and subclinical scales MMPI-2 Indonesian adapatation. Data were analyzed by using a univariate analysis of the SPPS 20 version. The results showed that of a hundred respondents the majority of them, in terms of socio-demographic data, were females (53%), age ≤20 (90%), origins of ethnicity and residences outside North Sulawesi (56% and 66%), two siblings and the second born (38%), while the parents occupations as civil servants (46%  fathers and 49% mothers). The distribution of MMPI-2 clinical scales showed high profiles with the percentages as follow: Si (28%), D (27%), Pt (18%), Hs and Sc (12%), Hy (10%), Pd (7%), and Mf and Ma (2%). The greatest proportions of each subclinical scale based on the highest clinical scale scores were: D1 (88.9%), Si1 (82.1%), D4 (81.5%), and D5 (63%). Conclusion: Depression and social introversion scales were found as the highest and most predominant scales. Each student who showed a high scale profile should be paid more attention to from the Faculty council in order to prevent them from developing mental disorders. Keywords: profile, clinical scales, subclinical scales, MMPI-2, students. Abstrak: Mahasiswa hampir selalu diperhadapkan dengan banyak tuntutan internal dan atau eksternal yang dapat menimbulkan masalah-masalah akademis maupun non-akademis. Setiap masalah tersebut dapat memengaruhi kesehatan mentalnya. Depresi dan kecemasan merupakan gangguan mental yang paling umum dialami oleh mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan status mental mahasiswa semester 5 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado TA 2012/2013 berdasarkan skala klinis dan sub-klinis MMPI-2 adaptasi Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan survei dan cross sectional design. Analisis data berupa analisis univariat dengan menggunakan SPSS 20. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dari 100 responden distribusi mahasiswa berdasarkan sosio-demografik terbanyak pada perempuan (53%), usia ≤20 (90%), yang berasal dari daerah dan suku di luar Sulawesi Utara (56% dan 66%), 2 bersaudara dan anak ke-2 dalam keluarga (38%), serta pekerjaan ayah dan ibu sebagai PNS (46% dan 49%). Distribusi skala klinis MMPI-2 pada mahasiswa dari semua skala menunjukkan profil yang tinggi dengan persentase berturut-turut dari tinggi ke rendah yaitu: Si (28%), D (27%), Pt (18%), Hs dan Sc (12%), Hy (10%), Pd (7%),  serta Mf dan Ma (2%). Hasil yang menonjol pada skala subklinis berdasarkan skor tinggi skala klinis berturut-turut D1 (88,9%), Si1 (82,1%), D4(81,5%), dan D5 (63%). Simpulan: Berdasarkan skala klinis dan sub-klinis MMPI-2 adaptasi Indonesia, pada mahasiswa semester 5 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado TA 2012/2013 skala yang tinggi dan skala yang menonjol ialah depression dan social introversion. Setiap mahasiswa dengan profil skala yang tinggi seharusnya mendapat perhatian dari pimpinan fakultas untuk mencegah timbulnya gangguan mental. Kata kunci: profil, skala klinis, subklinis, MMPI-2, mahasiswa.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN AKTIVITAS MEROKOK PELAJAR SMA NEGERI 1 AIRMADIDI KABUPATEN MINAHASA UTARA Sonjaya, Kurnia Herdalita; Engkeng, Sulaemana; Munayang, Herdy
KESMAS Vol 8, No 4 (2019): Volume 8, Nomor 4, Mei 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data survei dari Global Youth Tobacco Survey (GYTS) 2014 dari total remaja yang disurvei ditemukan 19,4% remaja pengisap tembakau selama 30 hari terakhir. Pada remaja yang disurvei tersebut didapatkan 35,3% remaja laki-laki dan 3,4% remaja perempuan. Sementara itu dari total remaja yang disurvei didapatkan 18,3% remaja pengisap rokok selama 30 hari terakhir, sebanyak 33,9% pada remaja laki-laki dan 2,5% pada remaja perempuan. Total remaja yang disurvei sebanyak 32,1% pernah merokok walaupun hanya 1-2 isapan, dan pada remaja tersebut ditemukan 54,1% remaja laki-laki dan 9,1% remaja perempuan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap pelajar dengan aktivitas merokok pelajar SMA Negeri 1 Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Maret 2019 di SMA Negeri I Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara. Kuesioner yang berisi pertanyaan mengenai karakteristik responden, pengetahuan, sikap dan aktivitas merokok mrupakan instrument yang dilakukan dalam penelitian ini. Uji chi-square digunakan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan aktivitas merokok.. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan aktivitas merokok pelajar SMA Negeri Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Aktivitas Merokok.  ABSTRACTBased on survey data from the 2014 Global Youth Tobacco Survey (GYTS) of the total teens surveyed it was found that 19.4% of teenagers smoked tobacco for the past 30 days. The teens surveyed found 35.3% of adolescent boys and 3.4% of adolescent girls. Meanwhile, of the total teens surveyed, 18.3% of teenagers smoked cigarettes for the past 30 days, 33.9% in adolescent boys and 2.5% in adolescent girls. A total of 32.1% of teens surveyed had ever smoked even though they were only 1-2 sucking, and in these adolescents found 54.1% of adolescents and 9.1% of adolescents. This study was conducted to determine the relationship between students' knowledge and attitudes to smoking activities of students of Airmadidi 1 Public High School in North Minahasa Regency. This research is a quantitative study with a cross sectional approach. The research was conducted in March 2019 at the Airmadidi State High School in North Minahasa Regency. The questionnaire containing questions about respondents' characteristics, knowledge, attitudes and smoking activities was the instrument carried out in this study. The chi-square test was used to determine the relationship between knowledge and attitudes with smoking activity. The results of this study indicate there is a relationship between knowledge and attitudes with smoking activities of students of the Airmadidi High School in North Minahasa Regency Keywords: Knowledge, Attitude, Smoking Activity.
Prestasi akademik pada anak dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas di sembilan sekolah dasar swasta di Kota Manado Rumambi, Putri Ch.; Munayang, Herdy; Kaunang, Theresia M. D.
JURNAL KEDOKTERAN KOMUNITAS DAN TROPIK JKKT Volume 7 Nomor 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objective: The aim of this study is to find out the academic achievement in children with ADHD in nine private primary schools in Manado.Method: This research is an analytic study using cross sectional design  to collecting data and using questionnaires from teachers and parents.Result: Total respondents who allowed their children sampled were 185 people in 9 different private schools in Manado, and total children with ADHD is 37 people. In this research there was 1 child with Inattension type, 25 with Hyperactivity type and 11 children with Combination type. Sex ratio of  ADHD is 26 boys and 11 girls. Academic achievement of children with ADHD compared to non ADHD was found in mathematics subjects 14 children with ADHD and 8 non ADHD  had grades below the standart, and in Indonesian subjects there were 24 children with ADHD and 9 children non ADHD had grades below the standart. Conclusion: In this study the academic achievement of children with ADHD is lower than children non ADHD.Keywords: Academic achievement, ADHD, report grades
Pengaruh Expressive Writing Therapy terhadap Tingkat Kecemasan pada Mahasiswa Tahun Pertama Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Sallo, Asdi; Opod, Hendri; Pali, Cicilia; Munayang, Herdy
JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 12, No 1 (2020): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.12.1.2020.27004

Abstract

Abstract: Novice students can experience anxiety due to their difficulty in adjusting the new environment. There are several ways to overcome the anxiety, one of them by writing (expressive writing therapy). Expressive writing therapy is a way to write traumatic experiences about hidden emotions. This study was aimed to determine the effect of expressive writing therapy on anxiety levels of first-year students of the Medical Education Study Program at the Faculty of Medicine, Sam Ratulangi University. This was a quantitative study using the true experimental method and randomized pretest-posttest control group design. There were 40 students as respondents, divided into two groups (control and experimental groups). The results showed that in the control group there was no difference in knowledge between pretest and posttest (p=0.878) (α>0.05), meanwhile in the experimental group, there were significant differences between the pretest and posttest p=0.000 (α<0.05). In conclusion, expressive writing therapy could reduce the anxiety level of first year students of the Medical Education Study Program, Faculty of Medicine, Sam Ratulangi University.Keywords: expressive writing therapy, anxiety level, first year students Abstrak: Mahasiswa baru dapat mengalami derajat kecemasan karena sulit untuk menye-suaikan diri dengan lingkungan baru. Terdapat beberapa cara untuk mengatasi kecemasan, salah satunya dengan menulis (expressive writing therapy). Expressive writing therapy meru-pakan cara untuk menuliskan pengalaman traumatik mengenai emosi yang tersembunyi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh expressive writing therapy terhadap tingkat kecemasan mahasiswa tahun pertama Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Jenis penelitian ialah kuantitatif dengan metode true experimental, dan randomized pretest-posttest control group design. Responden penelitian ialah 40 mahasiswa tahun pertama, dibagi atas 2 kelompok (kontrol dan eksperimen). Hasil penelitian memperlihatkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan pengetahuan pretest dan posttest (p=0,878; α>0,05). Hasil pretest dan posttest kelompok eksperimen memperlihatkan perbedaan (p=0,000; α<0,05). Simpulan penelitian ini ialah expressive writing therapy berpengaruh terhadap penurunan tingkat kecemasan mahasiswa tahun pertama Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi.Kata kunci: expressive writing therapy, tingkat kecemasan, mahasiswa tahun pertama