Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal technoscientia

PEMANFAATAN SISA HASIL POTONGAN KAYU MAHONI SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BRIKET BIOARANG DENGAN PEREKAT TEPUNG TAPIOKA Suseno, Hadi Prasetyo; Sukmawati, Paramita Dwi
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 13 No 2 Februari 2021
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran serbuk arang dan jumlah perekat yang optimal berdasarkan pengamatan kadar air, kadar abu, dan nilai kalor pada briket bioarang. Hasilnya kemudian dibandingkan dengan baku mutu briket sesuai SNI 01-6235-2000 tentang briket kayu, kadar air maksimal 8% b/b, kadar abu 8% b/b, dan nilai kalor minimal 5000 Kal/g. Sampling kayu diambil di Kecamatan Pecangan Kulon RT 04 RW 03 Kabupaten Jepara, diambil dari kumpulan sisa proses penggergajian kayu mahoni. Sampling dilakukan pada bulan Agustus 2018. Proses pengovenan dilakukan untuk menurunkan kadar air pada sisa hasil potongan kayu mahoni dengan suhu 600 selama 15-20 menit dan dilanjutkan dengan proses pirolisis agar sisa hasil potongan kayu mahoni menjadi serbuk arang dengan suhu ± 300 °C. Serbuk arang divariasikan dengan ukuran 10, 20, 30, 40, dan 50 mesh dan dicampur perekat masing-masing 6%. Setelah hasil optimal didapatkan, divariasikan kembali dengan jumlah perekat 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10%. Pengamatan vairiasi ukuran serbuk arang menunjukan hasil yang optimal pada ukuran 20 mesh, dengan kadar air 5,96%, kadar abu 3,27%, dan nilai kalor 6196,38 Kal/g. Variabel variasi perekat menunjukan hasil yang optimal pada jumlah perekat 2% dengan hasil kadar air 5,78%, kadar abu 2,66%, dan nilai kalor 6.282,24 Kal/g. Secara keseluruhan kualitas briket bioarang sisa hasil potongan kayu mahoni memiliki kadar air, kadar abu, dan nilai kalor cukup baik, sehingga briket bioarang sisa hasil potongan kayu mahoni dapat dijadikan sebagai bahan bakar alternatif.
AUDIT ENERGI DAN ANALISIS PELUANG PENGHEMATAN ENERGI PADA RUANG KULIAH KAMPUS I IST AKPRIND YOGYAKARTA DALAM UPAYA MENUJU KAMPUS BERWAWASAN LINGKUNGAN Sukmawati, Paramita Dwi; -, Purnawan
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 13 No 2 Februari 2021
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Electrical energy is one of the most important human needs and cannot be released from daily needs. Almost all human work requires electrical energy, the use of electrical energy is usually more widely used in large buildings such as office buildings, factories, hotels, and also includes universities that use large-capacity electrical energy. However, the source of energy for electricity generation is conventional energy sources derived from petroleum and coal which if used in excess will be able to endanger and damage the surrounding environment. Steam Power Plant (PLTU), as the largest electricity supplier that has produced electricity through coal burning, contributes to the phenomenon of global warming. In addition, it can also cause depletion of oil and coal reserves due to the non-renewable nature of oil and coal. So, indirectly our consumptive nature of electricity increases the supply of electricity and in the process of producing electricity can damage the environment. Because it has to do with saving electrical energy from households to industries. One method that is often used to make efficient use of electrical energy is the Energy Conservation method. Energy Conservation is an increase in energy efficiency that is used or commonly called the energy saving process, in this method there is an Energy Audit. The energy audit in this study was conducted in the Lecture Room of Campus I IST AKPRIND Yogyakarta in an effort to go to an environmentally friendly campus. The Value of Energy Consumption Intensity (IKE) in the lecture room at Campus I of IST AKPRIND Yogyakarta is very efficient. But for the value of intensity of the lighting in all of the classes do not meet the value of the average lighting levels based on SNI 03-6197-2000, so the lecture room comfort level has not been reached. For this reason, it is necessary to add lighting in the lecture room at Campus I of IST AKPRIND Yogyakarta.
PENGGUNAAN SIG UNTUK OPTIMASI POLA PENGUMPULAN DAN PENGANGKUTAN SAMPAH DARI TEMPAT PEMBUANGAN SEMENTARA (TPS) KE TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) Pratiwi, Yuli; Dwi Sukmawati, Paramita; Ramdhan Andriana, Dede
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 14 No 1 Agustus 2021
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/technoscientia.v14i1.3617

Abstract

Transportasi sampah bertujuan membawa sampah dari lokasi pemindahan atau dari sumber sampah secara langsung menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Penelitian ini bertujuan untuk 1)mengetahui sebaran Tempat Pembuangan Sementara (TPS) pada 5Kecamatan yang terdapat di Kabupaten Karawang, 2)mengetahui jalur eksisting pengangkutan sampah di Kabupaten Karawang dengan bantuan Sistem Informasi Geografis (SIG), 3)menganalisis dan mengevaluasi efektivitas dan efisiensi rute pengangkutan sampah yang ada saat ini di Kabupaten Karawang dan 4)menghitung tingkat kebutuhan kendaraan pengangkutan sampah yang dibutuhkan di Kabupaten Karawang. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Karawang Barat, Karawang Timur, Telukjambe Barat, Telukjambe Timur dan Klari di Kabupaten Karawang pada bulan Januari – Februari 2020. Untuk melakukan optimasi pola pengumpulan dan pengangkutan sampah menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan metode Network Analyst. Metode ini menentukan rute yang optimal sehingga dapat efektif dan efisien dalam sistem pengangkutan sampah. Data yang digunakan adalah lokasi poll, TPS dan TPA, jumlah TPS, waktu dan jarak perjalanan yang ditempuh, rute angkutan eksisting, jarak antara pool dengan TPS-TPS dan jarak antara TPS-TPA, jumlah kendaraan. Garbage transportation vehicles needed as many as 128 units which means that additional vehicles need as many as 90 units. Hasil penelitian pada 5 Kecamatan di Kabupaten Karawang kendaraan pengangkutansampah yang beroperasi sebanyak 38 unit dan 111 TPS. Jalur eksisting pengangkutan sampah, rata-rata jaraknya 91,08 km dan waktu tempuh 3,63 jam sedangkan jalur pengangkutan sampah yang sudah dianalisis didapatkan jarak rata-rata 43,94 km dan waktu tempuh 2,32 jam. Jadi mempunyai selisih jarak 53,94 km dan waktu tempuh 1,31 jam pada 38 pengangkutan sampah. Estimasi timbulan sampah yang dihasilkan 1.532,234 m3/hari. Pada saat ini jumlah kendaraan yang terdapat di pool sebanyak 38 unit. Kendaraan pengangkutan sampah yang dibutuhkan sebanyak 128 unit yang artinya perlu tambahan kendaraan sebanyak 90 unit. Biayakonsumsi bahan bakar kendaraan pada rute eksisting sebesar Rp. 4.133.735 per hari sedangkan sesudah dilakukan analisis menjadi Rp. 2.633.879 per hari, jadi penurunan sebanyak Rp. 1.479.856 per hari berarti bisa menghemat biaya operasional pengangkutansampah.