Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pengembangan Bahan Ajar Bentuk Ensiklopedia Sejarah dan Budaya Lokal Dieng pada Materi Pokok Perkembangan Kehidupan Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia di SMA Negeri 1 Karangkobar Kabupaten Banjarnegara Bhuwana, Girindra Yudha; Jayusman, Jayusman; Muntholib, Abdul
Indonesian Journal of History Education Vol 5 No 2 (2017): Indonesian Journal of History Education
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dilakukan penelitian ini adalah; (1) Mendeskripsikan kebutuhan dan kondisi bahan ajar pada materi pokok perkembangan kehidupan kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia pada pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Karangkobar, (2) Menghasilkan bahan ajar ensiklopedia sejarah dan budaya lokal Dieng pada pembelajaran sejarah  pada materi pokok perkembangan kehidupan kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia di SMA Negeri 1 Karangkobar, (3) Mengetahui penilaian bahan ajar ensiklopedia sejarah dan budaya lokal Dieng pada materi pokok perkembangan kehidupan kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia di SMAN 1 Karangkobar. Hasil penelitian ini menunjukan analisis kebutuhan bahan ajar di SMA Negeri 1 Karangkobar memerlukan bahan ajar penunjang yang menarik untuk mengatasi permasalahan, yaitu untuk menarik minat dan mempermudah pemahaman materi. Urgensi Situs Candi Dieng penting bagi peserta didik untuk mengetahui sejarah yang ada dilingkungannya, menarik minat, dan  mempermudah pemahaman materi perkembangan sejarah kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia.  Hasil dari pengembangan bahan ajar adalah berupa ensiklopedia sejarah dan budaya lokal Dieng yang telah di validasi oleh ahli materi, media, dan praktisi yang rata-rata menunjukan hasil sangat baik digunakan tanpa revisi. Penilaian kelayakan dari respon guru dan peserta didik menunjukan rata-rata bahan ajar ensiklopedia sejarah dan budaya lokal Dieng sangar baik. Kesimpulannya bahan ajar bentuk ensiklopedia sejarah dan budaya lokal Dieng sangat layak digunakan. Karena menunjang proses pembelajaran sejarah materi perkembangan kehidupan kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia di SMA Negeri 1 Karangkobar. Disarankan ensiklopedia menjadi bahan ajar penunjang proses pembelajaran sejarah.
Implementasi Pendidikan Karakter dalam Membentuk Sikap dan Perilaku Sosial Peserta Didik Melalui Pembelajaran Sejarah di SMA PGRI 1 Pati Tahun Pelajaran 2017/2018 Utomo, Cahyo Budi; Muntholib, Abdul; Siswati, Siswati
Indonesian Journal of History Education Vol 6 No 1 (2018): Indonesian Journal of History Education
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui proses implementasi pendidikan karakter dalam membentuk sikap dan perilaku sosial peserta didik melalui pembelajaran sejarah di SMA PGRI 1 Pati, mengetahui sikap dan perilaku sosial peserta didik saat pembelajaran sejarah di SMA PGRI 1 Pati, dan mengetahui kendala apa saja yang di alami guru sejarah dalam implementasi pendidikan karakter dalam membentuk sikap dan perilaku sosial peserta didik di SMA PGRI 1 Pati. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif fenomenologis. Sasaran penelitian ini adalah guru sejarah SMA PGRI 1 Pati dan siswa kelas X IPS dan XI IPS SMA PGRI 1 Pati. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik Observasi, dokumentasi dan wawancara. Uji validitas data dengan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini adalah proses implementasi pendidikan karakter dalam membentuk sikap dan perilaku sosial siswa di lakukan di luar kelas berkaitan dengan peraturan sekolah yang menjadi kebiasaan dan di dalam kelas di sesuaikan dengan materi yang berhubungan dengan nilai-nilai karakter yang nantinya dapat membentuk sikap dan perilaku sosial siswa. Sikap dan perilaku sosial siswa SMA PGRI 1 Pati dapat dikatakan sudah baik. Kendala yang di alami guru sejarah adalah peraturan pemerintah yang berubah-ubah serta karakteristik siswa yang berbeda-beda. Kata kunci: pendidikan karakter; sikap sosial; perilaku sosial; pembelajaran sejarah
Rambut Gondrong di Semarang Pada Tahun 1967-1973 Wijanarko, Taufik Silvan; Wijayanti, Putri Agus; Muntholib, Abdul
Journal of Indonesian History Vol 8 No 1 (2019): Journal of Indonesian History (JIH)
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v8i1.32209

Abstract

Kebijakan pelarangan rambut gondrong pada masa Orde Baru terjadi pada tahun 1970-an. Saat itu, Pangkopkamtib Jenderal Soemitro di layar TVRI mengatakan bahwa rambut gondrong yang sedang populer membuat anak muda bersikap ‘acuh tak acuh’. Pernyataan tersebut menjadi penanda bahwa permasalahan rambut gondrong sedemikian gawatnya. Selain itu, operasi penertiban rambut gondrong mulai gencar dilakukan oleh aparat negara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada masa pemerintah Orde Baru, anak muda diidealkan menjadi anak yang penurut dan patuh terhadap orang tua seperti dalam konsep keluarga Jawa. Salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah adalah membatasi anak muda ikut dalam kegiatan politik. Di samping itu, Orde Baru menerapkan politik pintu terbuka yang membuka akses seluas-luasnya pada Barat. Tidak heran jika musik rock yang pada masa Soekarno dianggap sebagai musik ngak-ngik-ngok menjadi populer pada masa Orde Baru. Salah satu band yang cukup populer di kalangan anak muda pada waktu itu adalah The Beatles. Band asal Inggris tersebut identik dengan rambutnya yang gondrong. Wajar jika anak muda mulai meniru cara berpakaian dan gaya rambut The Beatles. Melihat realitas tersebut, pemerintah merasa khawatir dengan tren rambut gondrong yang melanda anak muda. Pemerintah menganggap bahwa baik-tidaknya tingkah laku anak muda dapat dilihat dari cara berpakaian dan gaya rambut. Bagi Orde Baru, rambut cepak ala ABRI dianggap menjadi potongan rambut yang ideal.
Eksistensi Kaset di Surakarta Tahun 1972-1990 Ningrum, Nur Widya; Wijayanti, Putri Agus; Muntholib, Abdul
Journal of Indonesian History Vol 8 No 1 (2019): Journal of Indonesian History (JIH)
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v8i1.32219

Abstract

Eksistensi penggunaan kaset sebagai media penyimpaan rekaman suara di Surakarta dimulai sejak tahun 1972. Dimana pada waktu itu, Surakarta merupakan kota besar dan kota dengan perkembangan budaya yang cukup pesat. Perkembangan itu tidak lepas dari gaya hidup dan selera masyarakat. Tidak seperti piringan hitam yang digunakan oleh kalangan tertentu, kaset dapat digunakan oleh masyarakat umum. Namun, dalam perjalanannya eksistensi kaset asli bersaing dengan eksistensi kaset bajakan. Permasalahan pokok yang dikaji adalah mengapa kaset era 1972-1990 di Surakarta menunjukkan eksistensinya. Selain itu, bagaimana gaya hidup masyarakat berpengaruh pada penggunaan kaset dan bagaimana pengaruh dari pembajakan kaset? Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa eksistensi penggunaan kaset sebagai media penyimpanan rekaman suara di Surakarta pada tahun 1972 mengalami perkembangan. Masyarakat sebagai penikmat hiburan memiliki peran dalam eksistensi kaset, dikarenakan kaset memiliki harga yang lebih murah dibandingkan dengan piringan hitam. Selain itu, kaset mampu merekam berbagai jenis musik dan rekaman lainnya seperti pertujukan ketoprak dan wayang dalam bentuk suara, broadcasting untuk siaran radio, iklan layanan masyarakat dari pemerintah dan merekam hasil wawancara wartawan dengan narasumbernya. Hal tersebut menjadi salah satu keunggulan dan menjadi daya tarik terhadap kaset.
MODEL PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) PADA MATERI KONTROVERSI (CONTROVERSY ISSUES) DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) KOTA SEMARANG Purnomo, Arif; Muntholib, Abdul; Amin, Syaiful
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 33, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v33i1.7661

Abstract

Social science subjects need to be constructed to shape the life of a democratic citizen. Organizing the material needed to form a controversy very intelligent character and critical learners. Organizing materials studied so interesting controversy will be able to develop a model that is capable of learning controversy develops the creativity of learners. The problems of this study are: (1) Which materials in IPS is controversial in the Junior High School?, (2) how teachers prepare and implement instructional materials IPS on the controversy?, and (3) how the teacher needs to be learning model on the IPS material controversy?.This study uses a design research and development (R & D), proceeded by a qualitative approach to determine the need for learning model IPS on the matter of controversy. Data collected through observation and interviews, and data analysis techniques used qualitative analysis.Based on the results of the study concluded that the learning material in the field of IPS controversy has not constructed well by the teacher. Teachers have not done the analysis of the material by separating the material which can be developed to foster critical thinking of students because it contains materials that controversy. Thus, the learning was done using a learning model that is not based matteri, because equating the controversy materials with other materials. This happens because the educational background of teachers who monodisiplin and analysis of materials that do not involve groups of teachers in the MGMP forum as well as a lack of understanding of the controversy in the learning material IPS. Based on the conclusions suggested: (1) teachers need to do the analysis of learning materials in MGMP so that the development of learning materials are made into more depth, and (2) there needs to be an understanding of the learning model that can be used by teachers to develop the material controversy in social studies.
MENINGKATKAN PEMAHAMAN TENTANG KONSEP BUDAYA ISLAM PADA MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN SEJARAH PADA MATA KULIAH SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM MELALUI PEMBELAJARAN THINK PAIRE SHARE Muntholib, Abdul; Siregar, Insan Fahmi; Purnomo, Arif
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 27, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v27i2.180

Abstract

Abstract. This research was aimed to increase of students understanding about Islamic culture concept. Problem of research can formulated: (1) how think pairshare models of learning can improve students understanding about Islamic culture concept?, and (2) how‟s the models got positive respon from the students?. This research was classroom action research. Subject of research are the students of program of study history education. The research have two cycles. Every cycle have four phase, i.e: planning, actuating, observation, and reflection. The data collected through interview, observation, and documentation. Data analyses used Milles and Huberman interactive models. From the research, it can be concluded that there are understanding increase of Islamic culture concept. In first cycle, three group of students has opinion of Islamic culture as a culture was characterized by religion (Islam) archeological remains. Meanwhile two groups still seen the concept as a culture who has made by moslem society. In second cycle, five group of students have opinion of Islamic culture as a culture was characterized by Islam archeologicalremains. Secondly, there is more activity of students in teaching learning process which used the models of learning. The students enthusiastic to accompanied every stage of teaching learning process. Based from the findings of research, it can be suggested that: (1) variation of models of learning need to be used in teaching learning process, (2) this research only used in one topic and subject matter, so that it necessary be used in different topic and subject matter for content the similar problem. Key word: Islamic culture, think pair share models of learning
PERKEMBANGAN ARSITEKTUR PADA MASA KOLONIAL DI SURAKARTA TAHUN 1900-1942: TINJAUAN POLITIK, SOSIAL DAN PENDIDIKAN Dewi, Friska Candra; Saraswati, Ufi; Muntholib, Abdul
Journal of Indonesian History Vol 8 No 2 (2019): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v8i2.36969

Abstract

In the colonial period, Surakarta City became one of the centers of government in busy Java. The political influence of the government has an impact on social change and education. The community began to follow an increasingly modern lifestyle, new culture emerged as a form of social and educational change. Meetings of various nationalities and territories divided into two have their own cultural characteristics. It is culture that continues to grow and has an influence on the architectural forms that exist in Surakarta City. The purpose and benefits of this study were to determine the development and influence of colonial culture on architectural art in Surakarta 1900-1942, so that it could become one of the research literature on the history and development of architecture in Surakarta City. The method used in this study is the historical method, namely heuristics, source critical, and interpretation. The development of architecture in Surakarta originated from a traditional city with the influence of the kingdom and thick Javanese culture to become a modern city which began to gain cultural influence in the colonial period. Keywords: Development, Architecture, Surakarta City.
DINAMIKA INTEGRASI DAN PEMISAH POLRI DARI ABRI TAHUN 1961-2002 Aini, Aulia Nur Wihdlatil; Muntholib, Abdul; Suryadi, Andy
Journal of Indonesian History Vol 8 No 2 (2019): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v8i2.36973

Abstract

The purpose of this research are: (1) to reveal how the process of Indonesian National Police integration into ABRI in 1961-1998, (2) to reveal how the separated process of Indonesian National Police from ABRI in 1998-2002. This research uses historical research methods that contain four steps, those are: heuristics, source criticism, interpretation and historiography. The results of this research show that the Indonesian National Police have an important role in the revolutionary period along with other armed forces, so that become a main reason Indonesian National Police join into ABRI . The integration of Indonesian National Police into ABRI has caused many pros and cons. The impact of the integration made the performance of the Indonesian National Police very deteriorating in the operational and guidance section. With the existence of various obstacles after the integration of Indonesian National Police into the Armed Forces finally in 1999 the National Police separated from ABRI. Keywords: Integration, Separation, Polri, ABRI
PELATIHAN PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPS BERORIENTASI PADA PERPRES NOMOR 87 TAHUN 2017 BAGI GURU MGMP IPS SMP PEKALONGAN SEBAGAI WUJUD KONSERVASI SOSIAL Purnomo, Arif; Muntholib, Abdul; Mulianingsih, Ferani; Aristiadi, Jefri; Hidayat, Fansuri Nur
HARMONY Vol 4 No 1 (2019): Volume 4 Nomor 1 Mei 2019
Publisher : Program Studi IPS Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.285 KB)

Abstract

The objectives of community service are as follows: (1) analyzing knowledge about providing training in the development of social studies learning tools oriented to Perpres Number 87 of 2017 for MGMP IPS teachers in Pekalongan Middle School as a Form of Social Conservation; (2) train IPS-oriented learning tools in Perpres Number 87 of 2017 for MGMP IPS teachers in Pekalongan Middle School. The methods for carrying out this service include outlining priority issues; detailing the justification of problems and solutions; approaching service through lectures, group discussions, questions and answers, brainstorming, and demonstrations; detail work procedures. The results of community service activities, namely community service participants, were very enthusiastic about the Presidential Regulation no. 87 of 2017 concerning Strengthening Character Education. In the second stage of service, namely implementing the Presidential Regulation No. 87 of 2017 concerning Strengthening Character Education in learning tools. The conclusion in this community service is the Development of Social Studies Learning Tools Oriented to Perpres Number 87 of 2017 For Teachers' Teachers Social Sciences MGMP Pekalongan Middle School as a Form of Social Conservation.     Tujuan dalam pengabdian masyarakat sebagai berikut: (1) menganalisis pengetahuan tentang pemberian pelatihan pengembangan perangkat pembelajaran IPS berorientasi pada Perpres Nomor 87 Tahun 2017 bagi guru MGMP IPS SMP Pekalongan Sebagai Wujud Konservasi Sosial; (2) melatihkan perangkat pembelajaran IPS berorientasi pada Perpres Nomor 87 Tahun 2017 bagi guru MGMP IPS SMP Pekalongan. Metode pelaksanaan pengabdian ini antara lain memaparkan persoalan prioritas; merinci justifikasi permasalahan dan solusi; melakukan pendekatan pengabdian melalui ceramah, diskusi kelompok, tanya jawab, curah pendapat, dan demonstrasi; merinci prosedur kerja. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat yaitu peserta pengabdian sangat antusias pada materi Perpres No. 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Pada tahap kedua pengabdian yaitu melaksanakan implementasi Perpres No. 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter dalam perangkat pembelajaran. Simpulan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu terdapat Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPS Berorientasi Pada Perpres Nomor 87 Tahun 2017 Bagi Guru MGMP IPS SMP Pekalongan Sebagai Wujud Konservasi Sosial.
PENANAMAN NILAI-NILAI NASIONALISME DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL PERJUANGAN RAKYAT SUKOREJO KELAS XI DI SMA NEGERI 1 SUKOREJO Lestari, Sri Uji; Saraswati, Ufi; Muntholib, Abdul
Indonesian Journal of History Education Vol 6 No 2 (2018): Indonesian Journal of History Education
Publisher : Jurusan Sejarah Universitas Negeri Semarang, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui penanaman nilai-nilai nasionalisme dalam pembelajaran sejarah lokal perjuangan rakyat Sukorejo, (2) implementasi nilai-nilai nasionalisme dalam pembelajaran sejarah lokal perjuangan rakyat Sukorejo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus pada SMA N 1 Sukorejo. Informan dalam penelitian ini adalah guru dan siswa dari sekolah tersebut. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan teknik. Analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penanaman nilai-nilai nasionalisme dilakukan secara praktis dalam pembelajaran sejarah lokal di dalam kelas dengan materi sejarah lokal perjuangan rakyat Sukorejo. (2) Penanaman nilai-nilai nasionalisme tidak terdapat di RPP dan silabus, namun evaluasi beberapa nilai nasionalisme secara tersirat terdapat di RPP. Dalam penerapannya siswa memahami adanya pengajaran nilai cinta tanah air dalam materi sejarah lokal perjuangan rakyat Sukorejo dan mengimplementasikan nilai-nilai nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: nilai; nasionalisme; pembelajaran sejarah