Claim Missing Document
Check
Articles

ANALYSIS OF TEACHING MATERIAL NEEDS FOR SEQUENCES AND SERIES TO IMPROVE SMA/MA STUDENTS' MATHEMATICAL PROBLEM SOLVING CAPABILITY Muliyana, Dewi; Murni, Atma; Saragih, Sehatta; Roza, Yenita
Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol 15, No 2 (2024): May 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpmipa.v15i2.78121

Abstract

Teaching materials are one of the supporting components for achieving mathematical problem solving abilities. This research aims to analyze the need for teaching materials regarding sequences and series to improve mathematical problem solving abilities for class at SMAN 15 Pekanbaru. Data collection through interviews and questionnaires uses instruments that contain indicators, namely learning resources, content of teaching materials, and needs for teaching materials. The data analysis used is Miles-Huberman Interactive Analysis, which consists of data condensation, data display and conclusion drawing. The results of this research indicate that the teaching materials used in learning have shortcomings, namely: the teaching materials do not use a certain approach so that the teaching materials cannot improve mathematical problem solving abilities; material is received by memorization; teaching materials are less attractive, not contextual, unclear and difficult to use if there is no teacher explanation; teaching materials cannot make students active; and teaching materials cannot yet be called teaching materials because the constituent components are still lacking. The teacher stated that learning using teaching materials was better than just using textbooks. Based on the results of the research, it is hoped that it can be followed up to overcome students' problems in using teaching materials designed by teachers and developing teaching materials on sequence and series material which can improve students' mathematical problem solving abilities
ANALYSIS OF STUDENTS' ABILITY TO SOLVE MATHEMATICAL PROBLEMS ON CONTEXTUAL PROBLEMS INVOLVING ALGEBRAIC FORMS Tafari, Nadya; Murni, Atma; Roza, Yenita
Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol 15, No 3 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpmipa.v15i3.80590

Abstract

This research is motivated by the fact that problem solving is a basic ability that every student must have. However, observations in the field show that students' mathematical problem-solving skills, especially in the material of algebraic form operations, are still relatively low. This study aims to describe students' mathematical problem-solving skills based on Polya's theory, which consists of four stages: (1) understanding the problem, (2) planning problem solving, (3) implementing the plan, and (4) re-examining the results. This study involved 26 ninth grade students as subjects. The method used was descriptive qualitative with data collection techniques including tests, interviews, and documentation, data analysis conducted based on four levels of problem-solving ability: excellent, good, sufficient, and deficient. The results showed that students' mathematical problem-solving ability on algebraic form operation material obtained as a whole was still relatively low with a scale of 42%. The implications of these findings indicate the need for the alication of more varied and contextualized teaching strategies to improve students' problem-solving skills. This research can be the basis for teachers in providing further assistance to students who are experiencing difficulties, focusing on improving skills in understanding and solving mathematical problems as a whole.
Penerapan Model Problem Based Learning pada Kurikulum Merdeka untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Materi Peluang Hermawindiana, Atikah; Murni, Atma; Roza, Yenita
Pi: Mathematics Education Journal Vol. 7 No. 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/pmej.v7i1.9598

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis (KPMM) peserta didik melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X.1 SMA Negeri 1 Pekanbaru semester genap tahun pelajaran 2022/2023, yang berjumlah 36 orang. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Instrumen penelitian terdiri dari modul ajar berbasis kurikulum merdeka dan instrumen pengumpul data. Modul ajar memuat informasi umum, komponen inti, dan komponen lampiran. Instrumen pengumpul data terdiri dari lembar pengamatan dan tes KPMM. Data penelitian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif naratif dan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan penerapan Problem Based Learning berhasil memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan KPMM peserta didik. Rata-rata nilai KPMM peserta didik pada siklus I sebesar 77,04 meningkat menjadi 91,48 pada siklus II. Penerapan model Problem Based Learning dalam penelitian ini dapat memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan KPMM peserta didik kelas X.1 SMA Negeri 1 Pekanbaru pada semester genap tahun pelajaran 2022/2023.
Penerapan Model Problem Based Learning pada Kurikulum Merdeka untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Materi Peluang Hermawindiana, Atikah; Murni, Atma; Roza, Yenita
Pi: Mathematics Education Journal Vol. 7 No. 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/pmej.v7i1.9598

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis (KPMM) peserta didik melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X.1 SMA Negeri 1 Pekanbaru semester genap tahun pelajaran 2022/2023, yang berjumlah 36 orang. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Instrumen penelitian terdiri dari modul ajar berbasis kurikulum merdeka dan instrumen pengumpul data. Modul ajar memuat informasi umum, komponen inti, dan komponen lampiran. Instrumen pengumpul data terdiri dari lembar pengamatan dan tes KPMM. Data penelitian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif naratif dan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan penerapan Problem Based Learning berhasil memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan KPMM peserta didik. Rata-rata nilai KPMM peserta didik pada siklus I sebesar 77,04 meningkat menjadi 91,48 pada siklus II. Penerapan model Problem Based Learning dalam penelitian ini dapat memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan KPMM peserta didik kelas X.1 SMA Negeri 1 Pekanbaru pada semester genap tahun pelajaran 2022/2023.
Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka bagi Kepala Sekolah SMP Kabupaten Indragiri Hulu Suanto, Elfis; Murni, Atma; Roza, Yenita; Maimunah, Maimunah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 1 Nomor 3 Januari-Mare
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v1i3.28

Abstract

Keunggulan Kurikulum Merdeka yaitu (1) lebih sederhana dan mendalam karena kurikulum ini akan fokus pada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya, (2) tenaga pendidik dan peserta didik akan lebih merdeka karena bagi peserta didik, tidak ada program peminatan di SMA, peserta didik memilih mata pelajaran sesuai minat, bakat, dan aspirasinya, (3) bagi guru, mereka akan mengajar sesuai tahapan capaian dan perkembangan peserta didik. Namun yang menjadi permasalahan sekolah-sekolah di INHU terutama SMP belum siap dan belum memahami dengan baik tentang implementasi kurikulum mardeka di sekolah. Untuk itu lah dipandang penting untuk dilaksanakan workshop implementasi kurikulum merdeka bagi kepala sekolah SMP se-Kabupatan INHU. Adapun metode pengabdian dibagi ke dalam tiga tahapan yaitu tahap persiapan, tahap implementasi, dan tahap pelaporan. Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka Bagi Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kabupaten Inderagiri Hulu dilakukan secara tatap muka selama dua hari. Hasil pengabdian menunjukkan mereka sangat senang, menerima dengan baik, dan worshop ini telah dapat memberikan gambaran yang jelas terkait implementasi kurikulum merdeka di satuan pendidikan SMP. Diharapkan sudah mempu mengiplementasikan di sekolah.
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Peserta Didik Kelas VIII2 SMP Negeri 17 Pekanbaru Subekti, Hafizah Syahrani; Murni, Atma; Siregar, Syarifah Nur
Jurnal Absis: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Absis
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/absis.v6i2.2252

Abstract

This classroom action research (PTK) aimed to enhance the learning process and improve the mathematical problem-solving abilities (KPMM) of students through the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model. The study involved 42 students from class VIII2 of SMP Negeri 17 Pekanbaru during the even semester of the academic year 2022/2023, who varied in their academic capabilities. The research was conducted over two cycles, each consisting of four stages: planning, implementing, observing, and reflecting. Research tools included learning devices such as syllabi, lesson plans, and student worksheets, along with data collection instruments like KPMM test instruments and observation sheets. Observation data were analyzed using qualitative descriptive methods, while KPMM tests were quantitatively assessed. Qualitative analysis revealed improvements from the first to the second cycle, evidenced by increased student activity during the learning process. Quantitative analysis indicated that average KPMM test scores rose from an initial 42.61 to 64.12 in the first test and 82.53 in the second test. Consequently, the PBL model was found to significantly influence both the teaching process and the enhancement of KPMM among students, specifically in the subject of Probability.
Pengembangan Modul Ajar Matematika Berbasis Problem Based Learning pada Materi Rasio untuk Memfasilitasi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Fase D Kelas VII SMP Mardiah, Ainul; Saragih, Sehatta; Murni, Atma
Jurnal Absis: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Absis
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/absis.v6i2.2332

Abstract

This study is essential, given the lack of adequate learning materials for students in developing Mathematical Problem Solving Skills (KPMM) and the skills needed for more optimal results. The research involved 39 students from class VIII.7 at SMP Negeri 8 Pekanbaru during the odd semester of the 2023/2024 academic year. The research methods included a one-to-one test subject consisting of three high-performing students, a small group test subject involving six students with heterogeneous abilities, and a large group test subject also based on heterogeneous abilities. A 4-D approach consisting of define, design, development, and disseminate was used in material development. Data was collected through observation, interviews, and questionnaires. Interviews were conducted to identify the main problems that form the basis for module development, observations to assess the learning process, and questionnaires to obtain feedback from validators and students about the developed product. The study results showed that the learning module designed according to the independent curriculum with ratio content for seventh-grade students in phase D and a problem-based learning model is proven to be valid and practical.
Development of problem-based learning mathematics tools for linear programming to facilitate students' mathematical communication skills Yeyen, Vioskha; Roza, Yenita; Murni, Atma
Jurnal Absis: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Absis
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/absis.v7i1.2495

Abstract

This research is driven by the challenges teachers face in designing learning tools aligned with the 2013 curriculum. The purpose of this study is to develop mathematics learning tools based on the Problem-Based Learning (PBL) model to enhance students' mathematical communication skills, ensuring these tools are both valid and practical. The developed learning tools include a syllabus, Lesson Plan, and Student Worksheets. The development process follows the 4-D model, which consists of the stages: Define, Design, Develop, and Disseminate. The subjects of this study were 35 students from class XI at SMAN 5 Tapung. Research instruments included validation sheets to assess the feasibility and validity of the learning tools and student response questionnaires to evaluate the practicality of the student worksheets. The analysis of validation data revealed that the mathematics learning tools are highly valid, with an average rating of 94% for the syllabus, 95% for the lesson plan, and 92% for the student worksheets. The practicality data analysis showed that the student response ratings categorized the tools as very practical, with an average rating of 88.37%.
Development of contextual approach-based student worksheets to facilitate mathematical problem-solving skills in systems of linear equations in two variables Wahyuni, Sri; Heleni, Susda; Murni, Atma
Jurnal Absis: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Absis
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/absis.v7i1.2625

Abstract

Dasar permasalahan dari penelitian ini yaitu kemampuan pemecahan masalah matematis yang siswa miliki tergolong rendah. Penelitian ini bermaksud untuk memproduksi LKPD berbasis pendekatan kontekstual untuk memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis pada materi SPLDV SMP/MTs kelas 8 yang memenuhi kriteria valid dan praktis. Penelitian pengembangan dilaksanakan dengan berpedoman pada model 4D yang terdiri atas empat tahapan yaitu tahap Define (pendefenisian), tahap Design (perancangan), tahap Development (pengembangan) dan tahap Disseminate (penyebaran). Subjek penelitian melibatkan peserta didik kelas 8 SMP Babussalam Pekanbaru dengan rincian 3 orang peserta didik pada tahap one to one, 6 orang peserta didik pada uji coba kelompok kecil dan 25 peserta didik pada uji coba kelompok besar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data validitas LKPD dan praktikalitas. Penelitian ini memanfaatkan instrumen data validitas berupa lembar validasi dan instrumen data praktikalitas berupa angket respon siswa. Hasil skor validitas LKPD yang didapatkan sebesar 3,6 dan dikategorikan sangat valid. Sementara itu, hasil skor angket respon peserta didik untuk uji coba kelompok kecil adalah dan untuk uji coba kelompok besar adalah , kedua ujicoba tersebut berkategori sangat praktis. Jadi, disimpulkan bahwa LKPD berbasis pendekatan kontekstual untuk memfasilitasi KPMM pada materi SPLDV SMP/MTs kelas 8 yang memenuhi kriteria valid dan praktis.
Pengembangan Modul Ajar dengan Menggunakan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Kecakapan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Gumanti, Gumanti; Roza, Yenita; Murni, Atma
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 8 Nomor 1
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v8i1.3001

Abstract

Kecakapan pemecahan masalah matematis adalah salah satu kecakapan yang penting dimiliki oleh peserta didik. Namun, berdasarkan studi pendahuluan terhadap 60 siswa, 60% siswa memiliki kecakapan pemecahan masalah matematis kategori kurang. Perlu adanya upaya untuk meningkatkan kecakapan tersebut, salah satunya adalah dengan modul ajar. Rendahnya kemampuan guru dalam menyusun modul ajar yang sesuai dengan kurikulum merdeka menyebabkan modul ajar yang disusun tidak memenuhi syarat kelengkapan komponen dan kesesuaian isi. Hasil wawancara terhadap 18 guru matematika menunjukkan bahwa hanya 5% guru yang pernah menggunakan model Project Based Learning. Berdasarkan kondisi tersebut, perlu dilakukan penelitian pengembangan modul ajar dengan menggunakan model Project Based Learning. Penelitian ini bertujuan menghasilkan modul ajar dengan menggunakan model Project Based Learning untuk meningkatkan kecakapan pemecahan masalah matematis siswa SMP. Model pengembangan yang dilakukan adalah model 4D yang terdiri dari empat tahapan yaitu, Define, Design, Develop, dan Disseminate. Hasil penelitian ini adalah modul ajar yang sudah melewati tahap validasi dan revisi. Berdasarkan hasil validasi, modul ajar dinyatakan sangat valid dengan nilai 3,8. Modul ajar yang dikembangkan dapat berkontribusi dalam pelaksanaan pembelajaran aktif dan berpusat pada siswa dan memberikan alternatif penerapan model pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum merdeka. Modul ajar yang dikembangkan memberikan inspirasi bagi guru yang akan merancang modul ajar dengan menggunakan model Project Based Learning, dan memberikan inspirasi modul ajar yang memiliki komponen yang lengkap.