Claim Missing Document
Check
Articles

Bioremediasi Logam Pb pada Limbah Tekstil dengan Staphylococcus aureus dan Bacillus subtilis Maulana, Alfian; Supartono, Supartono; Mursiti, Sri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i3.16639

Abstract

Limbah cair industri tekstil mengandung logam berat yang bersifat toksik sehingga perlu dilakukan proses pengolahan limbah. Bioremediasi merupakan salah satu metode alternatif untuk menurunkan kadar logam berat dalam limbah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan mikroba eksogen Staphylococcus aureus dan Bacillus subtilis terhadap jumlah total sel bakteri pada proses bioremediasi logam Pb sedimen sungai setu dengan metode TPC (total plate count) dan destruksi basah. Mikroba eksogen yang digunakan pada penelitian ini adalah S.aureus dan B. subtilis dengan konsentrasi masing-masing 10 dan 20%. Pengujian sampel dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan SSA (Spektrofotometer Serapan Atom) kemudian dihitung penurunan kadarnya. Hasil penelitian menunjukkan jumlah total sel tertinggi dengan perlakuan kontrol negatif sebanyak 4,3x108 CFU/mL. Persen penurunan kadar logam Pb tertinggi dengan perlakuan S. aureus 20% sebesar 95,85%, dan waktu inkubasi optimum pada 30 hari.
Isolasi Flavonoid Kulit Buah Durian dan Uji Aktivitasnya sebagai Antirayap Coptotermes sp. Tunnisa, Tasqia; Mursiti, Sri; Jumaeri, Jumaeri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i1.17413

Abstract

Kulit buah durian diketahui mengandung flavonoid yang memiliki manfaat dalam bidang pengobatan maupun sebagai pestisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa flavonoid dan uji aktivitas antirayap terhadap Coptotermes sp. Penelitian ini dibagi atas tiga tahapan, yaitu isolasi flavonoid, identifikasi isolat, uji antirayap. Hasil skrining menunjukkan isolat mengandung flavonoid. Identifikasi menggunakan FT-IR menunjukkan adanya gugus O-H, C-H alifatik, C=O, C=C, dan CO. Analisis spektra UV-Vis menunjukkan serapan maksimum pada pita II dan pita I pada panjang gelombang 290 dan 305 nm. Penambahan pereaksi geser NaOH 2N, AlCl3, dan AlCl3 + HCl menyebabkan adanya pergeseran pada pita II dan pita I. Hasil analisis menunjukkan bahwa senyawa flavonoid dalam kulit buah durian diduga golongan flavanon. Uji aktivitas antirayap menggunakan metode umpan paksa dengan variasi konsentrasi 0; 1; 2,5; 5, 7,5; dan 10%. Larutan uji 10% menyebabkan kematian rayap paling tinggi dengan mortalitas 89,67% dan pengurangan berat kertas umpan paling kecil sebesar 0,35%.
Pembuatan dan Karakterisasi Bioplastik dari Pati Biji Alpukat-Kitosan dengan Plasticizer Sorbitol Afif, Muhammad; Wijayati, Nanik; Mursiti, Sri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i2.20810

Abstract

Salah satu upaya untuk mengatasi masalah sampah plastik sintetik adalah pembuatan bioplastik. Biji alpukat dapat digunakan sebagai bahan dasar bioplastik karena kandungan patinya cukup tinggi. Bioplastik berbahan dasar pati biji alpukat memberikan karakteristik sifat mekanik yang rendah sehingga perlu ditambahkan kitosan dan sorbitol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rasio massa optimal dari pati biji alpukat-kitosan dan penambahan sorbitol optimal yang menghasilkan bioplastik dengan karakteristik sifat mekanik terbaik. Penelitian ini terdiri dari ekstraksi pati dari biji alpukat beserta karakterisasinya, pembuatan bioplastik, uji mekanik, uji daya serap air, dan uji biodegradasi. Hasil penelitian menunjukkan rasio massa pati biji alpukat : kitosan (3:2) menghasilkan bioplastik dengan karakteristik sifat mekanik terbaik dengan nilai kuat tarik 6,40 MPa, elongasi 6,87%, elastisitas 0,93 MPa, daya serap air 120,86% pada suhu 26°C dan 127,32% pada suhu 50°C. Pada variasi penambahan sorbitol didapatkan bioplastik dengan karakteristik sifat mekanik terbaik pada penambahan sorbitol 3 mL dengan nilai kuat tarik 2,28 MPa, elongasi 17,58%, elastisitas 0,13 MPa, daya serap air 88,23% pada suhu 26°C dan 87,39% pada suhu 50°C, serta persen degradasi 41,35%.
Uji Aktivitas Antibakteri Senyawa Flavonoid dari Rimpang Temu Kunci (Kaempferia pandurata Roxb.) terhadap Streptococcus mutans Handayani, Siti; Mursiti, Sri; Wijayati, Nanik
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i2.20914

Abstract

Fingerroot (Kaempferia pandurata Roxb.) is one other from varient traditional medicine plant was many grow in Indonesia. This plant had many compounds of secondary metabolite that used for antibacterial. The other one bacterial causing tooth plaque was tooth and mouth diseases which many alert by Indonesians. The most roling bacterial in causing it is Streptococcus mutans. The study aims to determine isolation flavonoid compound and the activity to inhibit bacterial growth. The compound obtained with isolates the fingerroot using coloumn chromatography was extracted with maseration method. Coloumn chromatography result analized with UV-Vis and FTIR spectrofotometre. Antibacterial activity method is agar difusion using paper disk. The results showed that isolation compound is flavanone, that is 6.7.3’.4’-tetrahidroxy flavanone. Activity showed that flavanone is resistent against Streptococcus mutans and have lower activity than ethanol extract samples amount 1.85 mm.
Isolasi dan Elusidasi Senyawa Flavonoid dari Biji Alpukat (Persea americana Mill.) Feliana, Kiki; Mursiti, Sri; Harjono, Harjono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i2.20997

Abstract

Avocado (Persea americana Mill.) is a plant that can flourish in tropical regions like Indonesia. Avocado seeds have the hypoglycemic effect and can be used for traditional medicine. The ethanol extract of avocado seeds contains several secondary metabolite compounds such as alkaloids, triterpenoids, tannins, flavonoids, and saponins. Aims of this study are to identify groups and structures of flavonoid compounds in avocado seeds. 4,000 g of avocado seed powder produces ethanol 170 gcondensed extract with maseration process. 100 g of viscous ethanol extract using ethyl acetate and water yielded 25.6 g of ethyl acetate extract with partition process. The separation of ethyl acetate extract by Thin Layer Chromatography (TLC) with G-F254 stationary phase and n-butanol mobile phase : acetic acid: water (BAA) phase (4:1:5) produces positive fractions containing flavonoids.Results of avocado seeds isolate analysis with FT-IR showed that isolate has OH functional group, CH aliphatic, C=O, C=C aromatics, and CH aromatic, while analysis with UV-Vis spectrophotometer showed the absorption peak at 285 nm and 320 nm wavelength, so the hypothesis of isolate is flavonoid compound flavanon group with hydroxy group at C-7 atom.
Isolasi dan Identifikasi Senyawa Flavonoid dari Daun Murbei (Morus alba Linn) Mabruroh, Eva Qomariyah; Mursiti, Sri; Kusumo, Ersanghono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v8i1.23035

Abstract

Mulberry leaves are used as traditional medicine because they contain secondary metabolites. Mulberry leaves are used as traditional medicine because they contain secondary metabolites. The purpose of this research is to know determine isolation method, identification, and class of flavonoid compounds from mulberry leaves. Sample were isolated using maceration method, liquid partition, gravitation column chromatography (GCC) technical, compound identification using FTIR and UV-Vis. Extraction of 3000 g dry powder of mulberry leaves using maceration method with n-hexane and ethanol solvent during 3x24 hours yielded 82.3538 g dark green ethanol extract, the phytochemical test showed that contained flavonoid compound. The ethanol extract was extracted with liquid partition using ethyl acetate: aquades (1 : 1) yielded 38.4253 g ethyl acetate extract, that was TLC test eluted with n-hexane : ethyl acetate was obtained by the best eluent of 8:2. Isolation using column chromatography with silica gel and n-hexane: ethyl acetate eluent (9:1), (8:2), (7:3), and (6:4) gave 7 fractions, the phytochemical test showed that contained strong intensity flavonoid compound. Analysis of fraction 7 isolate using FTIR and UV-Vis. Infrared analysis showed that the isolate had bound -OH, CH aliphatic, C=O carbonil, C=C aromatic, CO alcohol, and CH aromatic groups. Analysis of fraction 7 isolate using UV-Visible gained 2 peaks at λ 324 nm (band I) and λ 291 nm (band II) which indicated the flavonoide groups of flavanone or dihydroflavonol. By using shifting reagent the fraction 7 isolate was suggested to contain dihydroflavonol group with substituent of ortho-dihydroxyl group on C-6 and C-7, ortho-dihydroxyl group on C-4 'and C-5', and hydroxyl group on C-3.
Optimasi Penentuan Kadar Metanol dalam Darah Menggunakan Gas Chromatography Rizalina, Hartias; Cahyono, Edy; Mursiti, Sri; Nurcahyo, Bowo; Supartono, Supartono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i3.26299

Abstract

Pemeriksaan keracunan metanol di dalam tubuh dalam dunia forensik perlu dilakukan dengan preparasi yang cepat, tepat dan akurat melihat sampel yang didapatkan jumlahnya sangat terbatas. Penentuan metanol di dalam tubuh seperti darah dapat dianalisis menggunakan Gas Chromatography-Flame Ionization Detector (GC-FID), sebelum dianalisis sampel darah perlu dipreparasi untuk menghilangkan pengotor oleh karena itu pemilihan metode preparasi yang cepat dan tepat perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preparasi yang paling tepat, cepat, dan akurat, dalam mencapai tujuan tersebut dikaji berbagai jenis metode preparasi sampel yaitu metode distilasi, ekstraksi cair-cair, dan ekstraksi fase padat. Uji validitas dilakukan untuk membuktikan keandalan suatu prosedur yang digunakan dengan beberapa parameter yaitu akurasi, presisi, dan linearitas. Berdasarkan nilai linearitas, LoD dan LoQ, uji akurasi dilakukan dengan menghitung %recovery dan uji presisi dengan metode repeatability didapatkan hasil yang paling tepat dan akurat yaitu pada metode distilasi. Demikian menunjukkan bahwa akurasi dan presisi dari metode distilasi lebih baik dibandingkan metode ekstraksi cair-cair dan ekstraksi fase padat. Oleh karena itu metode distilasi lebih tepat digunakan untuk menentukan kadar metanol dalam darah menggunakan GC-FID.
Optimalisasi Metode Penentuan Kadar Etanol dan Metanol pada Minuman Keras Oplosan Menggunakan Kromatografi Gas (KG) Yanti, Arisma; Mursiti, Sri; Widiarti, Nuni; Nurcahyo, Bowo; Alauhdin, M.
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v8i1.26719

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang optimalisasi metode terhadap tiga metode preparasi yaitu distilasi, ekstraksi cair-cair dan ekstraksi fase padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode preparasi yang paling tepat dan keakuratan kromatografi gas terhadap penentuan kadar etanol dan metanol dalam minuman keras oplosan. Uji validitas yang dilakukan meliputi uji linearitas, penentuan LoD dan LoQ, serta akurasi, dan presisi. Linearitas kurva standar metanol dan etanol menggunakan kromatografi gas diperoleh koefisen relasi masing-masing sebesar 0,999 dan 0,999. Batas deteksi dan batas kuantitasi metanol lebih rendah dibandingkan dengan etanol. Uji akurasi dilakukan dengan menghitung %recovery dan diperoleh hasil yaitu metode distilasi metanol dan etanol masing-masing sebesar 102,79% dan 100,26%. Uji akurasi metode ekstraksi cair-cair metanol dan etanol diperoleh hasil masing-masing sebesar 61,78% dan 91,91%, sedangkan metode ekstraksi fase padat metanol dan etanol diperoleh hasil masing-masing sebesar 82,74% dan 90,22%. Uji presisi dengan menghitung %RSD dan diperoleh hasil yaitu metode distilasi metanol dan etanol masing-masing sebesar 1,097% dan 0,726%, metode ekstraksi cair-cair metanol dan etanol masing-masing sebesar 1,964% dan 3,264%, sedangkan metode ekstraksi fase padat metanol dan etanol masing-masing sebesar 3,258% dan 1,497%. Berdasarkan hasil analisis uji validitas disimpulkan bahwa metode distilasi lebih baik daripada metode ekstraksi cair-cair dan ekstraksi fase padat.
Uji Aktivitas Antibakteri dari Ekstrak Biji Mengkudu (Morinda citrifolia L.) dan Sediaan Gel Hand Sanitizer Oktaviana, Sella; Mursiti, Sri; Wijayati, Nanik
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v8i2.27781

Abstract

ABSTRAK Oktaviana, Sella. 2018. Uji Aktivitas Antibakteri dari Ekstrak Biji Mengkudu (Morinda citrifolia L.) dan Sediaan Gel Hand Sanitizer. Skripsi. Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang. Pembimbing Dr. Sri Mursiti, M.Si; Dr. Nanik Wijayati, M.Si Kata kunci: Biji Mengkudu, Antibakteri, Gel hand sanitizer, Alkaloid Kesehatan merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Berbagai jenis virus, bakteri, dan jamur menempel ke tangan setiap hari melalui kontak fisik. Penggunaan antiseptik gel tangan yang mudah dan praktis ini semakin diminati oleh masyarakat, penggunaan bahan kimia dalam sediaan pembersih tangan gel memiliki efek samping yang berbahaya dan dapat mengiritasi kulit. Biji mengkudu mengandung senyawa aktif yaitu senyawa alkaloid, tanin, saponin dan glikosida jantung, sehingga mereka memiliki aktivitas antibakteri. Isolasi alkaloid telah dilakukan pada ekstrak etanol biji mengkudu dengan metode ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut etil asetat. Pengujian aktivitas antibakteri pada ekstrak etanol biji mengkudu sebelum diformulasi terhadap bakteri E. coli dengan konsentrasi 0,5%; 1,0%; 1,5%; 100% sebesar 0,42 mm, 1,27 mm, 2,15 mm, 5,98 mm dan pada bakteri S. aureus sebesar 0 mm, 0,8 mm, 1,03 mm, 5,97 mm. Sedangkan pengujian aktivitas antibakteri sesudah diformulasi pada ekstrak etanol biji mengkudu terhadap bakteri E. coli dengan konsentrasi 0,5%; 1,0% dan 1,5% memiliki area penghambatan sebesar 1,02 mm, 2,65 mm, 4,68 mm dan pada bakteri S. aureus sebesar 0,03 mm, 1,37 mm, 2,82 mm. Pengujian aktivitas antibakteri pada ekstrak etanol biji mengkudu sesudah diformulasi dengan konsentrasi 0,5%; 1,0% dan 1,5% menunjukkan area penghambatan terbesar terjadi pada konsentrasi 1,5% untuk bakteri E. coli sebesar 4,68 mm dan terhadap bakteri S.aureus sebesar 2,82 mm. Analisis senyawa dalam ekstrak etanol dan ekstrak etil asetat biji mengkudu menggunakan FT-IR, ekstrak etil asetat dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Senyawa yang diduga memiliki aktivitas antibakteri dalam ekstrak etanol biji mengkudu adalah senyawa senyawa alkaloid indol.
Sintesis Nanopartikel Emas dengan Bioreduktor Minyak Atsiri Kayu Manis (Cinnamomum Burmannii) Marfina, Apriza; Cahyono, Edy; Mursiti, Sri; Harjono, Harjono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v8i2.28658

Abstract

Absrak Nanoteknologi diaplikasikan secara luas di bidang sains dan teknologi dengan tingkat molekul dalam skala normalnya 1-100 nm. Pegunaan tumbuhan sebagai bioreduktor dalam green synthesis nanopartikel berhubungan dengan kandungan senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antioksidan. Minyak atsiri merupakan salah satu senyawa metabolit sekunder yang mudah menguap (volatil).Komponen utama minyak atsiri kayu manis adalah sinamaldehida merupakan senyawa yang memiliki gugus fungsi aldehida dan alkena terkonjugasi cincin benzena. Penelitian ini bertujuan untuk kemampuan bioreduktor dalam mensintesis nanopartikel emas dan karakteristik nanopartikel emas. Minyak kayu manis diperoleh melalui proses destilasi uap air. Nanopartikel emas disintesis dengan pendekatan green synthesis, dengan cara mereduksi HAuCl4 berbagai konsentrasi dengan bioreduktor. Hasil analisis GC-MS minyak kayu manis diperoleh kadar sinamaldehid sebanyak 49,61%. Hasil analisis FTIR pada minyak atsiri kayu manis menunjukkan adanya gugus CHO aldehida pada pita serapan 2820,1 cm-1, 2743,54 cm-1, gugus C=C alkena pada pita serapan 1676,91cm-1, 1577,12 cm-1, hal ini menunjukkan adanya senyawa sinamaldehida. Nanopartikel emas yang dikarakterisasi menggunakan PSA memiliki ukuran partikel sebesar 140 nm dan ukuran nilai PI sebesar 0,315. Abstract Nanotechnology is widely applied in the fields of science and technology with molecular levels in the normal scale of 1-100 nm. The use of plants as bioreductors in green synthesis nanoparticles is related to the content of secondary metabolites which have antioxidant activity. Essential oil is one of the volatile secondary metabolites (volatiles). The main component of cinnamon essential oil is cinnamaldehyde, a compound that has a functional group of aldehydes and a benzene ring conjugated alkene. This study aims at the ability of bioreductors to synthesize gold nanoparticles and the characteristics of gold nanoparticles. Cinnamon oil is obtained through a steam distillation process. Gold nanoparticles are synthesized with the green synthesis approach, by reducing HAuCl4 various concentrations with the bioructor. The results of GC-MS cinnamon oil obtained 49,61% cinnamaldehyde. The results of FTIR analysis on cinnamon essential oil showed CHO aldehyde group on absorption band 2820,1 cm-1, 2743,54 cm-1, group C = C alkene on absorption band 1676,91cm-1, 1577,12 cm-1 , this indicates the presence of cinnamaldehyde compounds. Gold nanoparticles characterized using PSA have a particle size of 140 nm and a PI value of 0.315.
Co-Authors - Jumaeri A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Binadja Aditya Marianti Agung Tri Prasetya Amalina, Nur Dina Antonius Tri Widodo Arini Ainul Hanifah Aryono Adhi, Aryono Asih, Amanah Galih Asih, Amanah Galih Asokawati, Bunga Mahardhika Astari, Putri Dyah Cahyaningrum, Intan Dian Sri Asmorowati Dianto - E Kusumo, E Edy Cahyono Endang Susilaningsih Ersanghono Kusumo, Ersanghono Fadloli, Muhammad Farikhah, Aflin Nur Feliana, Kiki Feliana, Kiki Futri, Shafira Septiana Harjono Harjono Ida Nur Laelly Imam Supardi, Kasmadi Jati, Ninda Kirana Jatmiko, Miracela Putri Jumina Jumina Kusoro Siadi M H Setiawan, M H M. Alauhdin, M. Mabruroh, Eva Qomariyah Mabruroh, Eva Qomariyah Marfina, Apriza Maulana, Alfian Maulana, Alfian Muhammad Afif Mustofa . Mustofa Mustofa Nada, Ella Izzatin Nanik Wijayati Negara, Legendra Gantar Ningtyas, Yanuar Ayu Novia Tina Anjani, Novia Tina Nufus, Khayatun Nufus, Khayatun Nugraha, Aditya Cahya Nugraha, Aditya Cahya Nuni Widiarti Nur Hidayah Nurcahyo, Bowo Nurcahyo, Bowo Nurul Inayah Oktaviana, Sella Parmin Patricia, Novita Prayitno, Mohammad Agus Putri, R Ratna Dewi Kusumaningtyas Rizalina, Hartias Rizalina, Hartias Rizkita, Aden Dhana S Matsjeh Sabirin Matsjeh Saptorini - Sari, Ria Ajeng Putri Nur Indah Sari, Ria Ajeng Putri Nur Indah Sholehah, Intan Kharyna Siti Handayani siti novita sari, siti novita Sitompul, Faya Nuralda Sri Haryani Sri Mantini Rahayu S Sri Susilogati Sumarti Sudarmin - Sudarmin, . Sudarmin, . Sumarni, W Supartono - Supartono, Supartono Syifa Fauziyah, Syifa Talitha Widiatningrum Titi Wahyukaeni Triastuti Sulistyaningsih Tunnisa, Tasqia Tunnisa, Tasqia Veronita, Fanna Veronita, Fanna Woro Sumarni Yanti, Arisma Yanti, Arisma Yuka Ediristianto