Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Model Pelatihan Peer-Counseling Pada Mahasiswa: Tinjauan Literatur Sistematis Moch. Syihabudin Nuha; Nur Hidayah; Fitri Wahyuni
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5695

Abstract

Pada mahasiswa tahun pertama, mereka banyak mengalami ketegangan dan kecemasan yang dialami dalam menghadapi lingkungan barunya. Mahasiswa tahun pertama identik dengan bagaimana mereka meningkatkan kemampuan beradaptasinya di lingkungan baru. Mahasiswa tahun pertama perlu diberikan pembekalan melalui pelatihan pelatihan yang efektif dan efisien. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis yang dilakukan dengan 5 tahap. Dari 170 artikel, kemudian dilakukan penyaringan kualitas dan kriteria, didapatkan hasil 19 artikel yang berhasil untuk diidentifikasi dan dianalisis serta dirumuskan jawaban dari research question yang telah ditetapkan sebagai bagian dari tahapan tinjauan literatur sistematis. Berdasarkan hasil kajian literatur sistematis didapatkan hasil bahwa pelatihan Peer-Counseling dapat diberikan pada mahasiswa tahun kedua atau diatasnya, hal ini dikarenakan mereka lebih suka bercerita dan berkonsultasi mengenai masalahnya kepada teman sebayanya daripada kepada orang tua. Peer counseling merupakan cara atau model yang dapat dilakukan oleh konselor ahli atau guru Bimbingan dan Konseling kepada mahasiswa untuk dapat diberi pembekalan dan pelatihan. Kata kunci: pelatihan, peer-counseling, adaptasi akademik, model peer to peer
Strategi Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling: Tinjauan Systematic Literature Review Usrotun Diniyah; Nur Hidayah; Fitri Wahyuni
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5696

Abstract

Berdasarkan Permendiknas Nomor 27 Tahun 2008 tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi konselor, konselor/guru BK adalah seseorang yang berkualifikasi akademik minimal lulus pendidikan jenjang sarjana (S1) dalam bidang bimbingan dan konseling dan berpendidikan profesi konselor serta memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi  kompetensi kepribadian, kompetensi soaial, dan kompetensi profesional. Sebagai tenaga profesional, guru BK memiliki kewajiban untuk terus mengembangkan kompetensi sepanjang kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi dan mengevaluasi strategi peningkatan kompetensi guru BK. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR.) Hasil peelitian ini menunjukkan bahwa beberapa strategi yang berhasil digunakan untuk meningkatkan keterampilan konselor antara tahun 2020-2023 adalah pelatihan dan supervisi. Pelatihan adalah strategi yang paling banyak digunakan dalam rentang tahun 2020-2023. Kekurangan dari strategi peningkatan yang paling banyak digunakan adalah kurangnya waktu pelatihan, tidak jelasnya indikator evaluasi kegiatan serta kegiatan monitoring yang tidak kontinyu bahkan tidak ada setelah kegiatan. Selain itu, kompetensi yang ditingkatkan masih berfokus pada kompetensi professional. Kata kunci: strategi peningkatan, kompetensi konselor, guru bimbingan dan konseling
Peran Bimbingan dan Konseling Pada Kurikulum Merdeka dalam Mewujudkan Multicultural Awareness sebagai Strategi Pencegahan Intoleransi Faza Kasyiva Az-Zahra; Nur Hidayah; Fitri Wahyuni
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5717

Abstract

Kesadaran multikultural atau multicultural awareness merupakan peristiwa alami yang muncul karena pertemuan berbagai jenis budaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran bimbingan dan konseling pada kurikulum merdeka dalam menumbuhkan sikap kesadaran berbudaya dapat mengatasi isu intoleransi serta bertujuan untuk membahas sejauh mana urgensi kesadaran berbudaya dalam mencegah intoleransi. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review yang dilakukan dengan menelaah dan mengidentifikasi jurnal secara otomatis dengan langkah-langkah dan prosedur yang telah ditetapkan yakni (1) Identifikasi (2) Screening (3) Kelayakan (4) Inklusi. Hasil penelitian menyatakan bahwa bimbingan dan konseling memiliki peran penting untuk menumbuhkan kesadaran multikultural yang penting dimiliki setiap individu untuk menciptakan kehidupan yang damai. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu bimbingan dan konseling pada kurikulum merdeka belajar memiliki peran penting dalam menumbuhkan kesadaran multikultural atau multicultural awareness dengan memberikan pemahaman mengenai multikultural kepada siswa baik dalam pemikiran ataupun tindakan yang akan menciptakan kehidupan yang damai dan terbebas dari masalah intoleransi.  Kata kunci: bimbingan dan konseling, kurikulum merdeka, multicultural awareness, intoleransi, pencegahan
Pendekatan Multikultural dalam Layanan Bimbingan Konseling Guna Penguatan Profil Pelajar Pancasila Dimensi Berkebhinekaan Global Dinda Putri Abadi; Nur Hidayah; Fitri Wahyuni
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5722

Abstract

Konselor professional dituntut memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang berbagai persoalan multikultural di lingkungan sekolah dan mengembangkan program layanan BK. Artikel ini bertujuan untuk (1) menguraikan bimbingan dan konseling nusantara; (2) menyajikan pendekatan multikultural dalam bimbingan dan konseling; dan (3) mendeskripsikan penguatan profil pelajar pancasila pada dimensi berkebhinekaan global melalui pendekatan multikultural dalam layanan bimbingan dan konseling. Metode penulisan dalam artikel ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan jenis literature review. Berdasarkan hasil kajian dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kolaborasi antara pendekatan multikultural dengan program penguatan profil pelajar Pancasila terutama pada dimendi berkebhinekaan global dapat dimuat dalam layanan bimbingan dan konseling sehingga peserta didik mampu memiliki rasa toleransi yang tinggi terhadap sesama serta mampu untuk memahami latar belakang sosial budaya antar sesama. Kesimpulan dalam artikel ini yaitu layanan bimbingan dan konseling diimplementasikan melalui program penguatan profil pelajar pancasila dengan muatan nilai-nilai budaya nusantara dalam penerapannya. Kata kunci: multikultural, bimbingan, konseling, penguatan profil pelajar pancasila, berkebhinekaan global
Nilai-Nilai Etno-Parenting Pada Serat Sasana Sunu: Analisis Hermeneutik Salsabila Yuli Adys Hermawan; Arilla Ainda Ubak; Aliza Nur Sabila; Iasha Brillianti Harits; Fathur Andyka Putra; Fitri Wahyuni
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v8i1.30173

Abstract

Terjadinya penyimpangan moral dan gaya hidup generasi muda sering kali menyebabkan bergesernya nilai-nilai moral dan budaya lokal yang ada sehingga diperlukan adanya revitalisasi nilai-nilai moral. Upaya tersebut dapat dilakukan dalam penerapan pola asuh dengan berlandaskan budaya lokal yang ada di lingkungan sekitar. Salah satu perantara yang dapat digunakan dalam mendidik karakter moral anak adalah Serat Sasana Sunu. Tujuan diadakannya riset ini adalah untuk; 1) mengkaji filosofi nilai-nilai yang terkandung pada Serat Sasana Sunu, serta 2) menginternalisasi dan mengintegrasikan Serat Sasana Sunu sebagai rekomendasi model parenting yang berlandaskan budaya lokal. Riset ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif hermeneutika milik Ricoeur. Data diperoleh menggunakan teknik studi literatur (literature riset). Hasil yang dicapai dalam riset di antaranya adalah ditemukannya 5 nilai dari Serat Sasana Sunu yang dapat digunakan sebagai model parenting, yaitu; ajaran beragama, ajaran menyikapi kegemaran hidup, ajaran berkawan, sikap sebagai generasi muda, dan ajaran bertutur kata. Integrasi nilai-nilai parenting yang telah ditemukan dalam Serat Sasana Sunu relevan dengan gabungan antara pendekatan pola asuh demokratis dan eklektik.   The occurrence of deviations in the morals and lifestyles of the younger generation often causes a shift in existing moral values ​​and local culture so that there is a need to revitalize moral values. These efforts can be made in implementing parenting patterns based on local culture in the surrounding environment. One of the intermediaries that can be used to educate children's moral character is Serat Sasana Sunu. The aim of conducting this research is to; 1) examine the philosophy of values ​​contained in Serat Sasana Sunu, and 2) internalize and integrate Serat Sasana Sunu as a recommended parenting model based on local culture. This research was carried out using Ricoeur's qualitative hermeneutical method. Data in this research was obtained using literature study techniques (literature research). The results achieved in the research include the discovery of 5 values ​​from Serat Sasana Sunu which can be used as a parenting model, namely; religious teachings, teachings about dealing with life's passions, teachings about making friends, attitudes as a young generation, and teachings about speaking. The integration of parenting values ​​that have been found in Serat Sasana Sunu is relevant to the combination of democratic and eclectic parenting approaches.
Internalizing Semar’s values in the development of counselor identity: A systematic literature review Putra Wibisono; M. Ramli; Fitri Wahyuni
Academic Journal of Psychology and Counseling Vol. 7 No. 1 (2026): November 2025 - April 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/ajpc.v7i1.13013

Abstract

Recent discussions on counselor development in Indonesia have highlighted the importance of cultural foundations in professional identity formation. However, systematic studies examining local wisdom, particularly the values embodied by Semar, remain limited. This study aimed to explore how Semar’s philosophical values can be internalized in counselors’ self-development and contribute to strengthening guidance and counseling (GC) services. Using a systematic literature review (SLR) with the PRISMA framework, this study analyzed articles obtained from Scopus, Publish or Perish, ResearchGate, and Google Scholar. Of the 84 identified articles, thirteen met the inclusion criteria based on relevance and quality. The findings indicate that Semar’s values—such as wisdom, empathy, sincerity, humility, emotion regulation, and dedication—provide a meaningful foundation for counselor character development. Integrating these values into counselor education and practice may enhance ethical awareness, cultural sensitivity, and humanistic counseling services, contributing to more holistic and culturally grounded counselor development models.
Analysis of Behaviorism Theory: Classical Conditioning and Operant Conditioning in Changing Students' Truancy Behavior Dinda Putri Abadi; M. Ramli; Dinda Putri Abadi; M. Ramli; Fitri Wahyuni
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v5.i2.2025.8

Abstract

This article examines the application of Classical Conditioning and Operant Conditioning theories in behaviorism to modify students' truancy behavior at school. In the era of industrial revolution 4.0, students' active participation is essential to achieve optimal educational goals. Consistent student attendance will help them receive knowledge and form a strong character, while truant behavior will hinder academic and personal development. This research is a literature review that analyzes and summarizes relevant research and theories to gain an in-depth understanding of the topic. Classical Conditioning creates a positive relationship between class attendance and a pleasant experience. Operant Conditioning uses both positive and negative reinforcement, such as providing rewards for consistent attendance and consequences for non-attendance. The implementation of these two approaches in schools shows positive results, increasing attendance and reducing truancy. Thus, this theory provides practical solutions for educators to create an environment that supports positive behavior. This article is expected to provide insight into effective strategies in modifying student behavior.
Kontribusi usia, jenis kelamin, dan tipe sekolah terhadap efikasi diri akademik siswa sekolah menengah pertama Easter Victoria Gunawan; Henny Indreswari; Fitri Wahyuni; Khairul Bariyyah; Amelia Bernike Gunasenjaya
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 7 No. 1 (2026): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/08jces682400

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil efikasi diri akademik siswa SMP serta menguji perbedaannya berdasarkan usia, jenis kelamin, dan tipe sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei potong lintang atau cross-sectional. Sampel terdiri atas 85 siswa SMP yang diperoleh melalui teknik convenience sampling. Data dikumpulkan secara daring menggunakan Google Form pada periode 8 Februari sampai 1 Maret 2026 dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji chi-square, independent samples t-test, dan one-way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa berada pada kategori efikasi diri akademik sedang, yaitu 65 siswa atau 76,47%. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan efikasi diri akademik yang signifikan berdasarkan jenis kelamin, tipe sekolah, maupun usia. Dengan demikian, karakteristik yang diuji belum menjadi pembeda yang kuat terhadap efikasi diri akademik siswa dalam sampel penelitian ini. Temuan ini perlu ditafsirkan secara hati-hati karena penelitian menggunakan convenience sampling, ukuran sampel terbatas, distribusi kelompok tidak seimbang, dan instrumen masih memerlukan penyempurnaan.