Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

RANCANG BANGUN APPLIKASI TELENURSING ME-CO CARE BERBASIS MOBILE DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN JIWA KOMUNITAS Slametiningsih Slametiningsih; Ninik Yunitri; Hendra Hendra; Nuraenah Nuraenah
JUST IT : Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi dan Komputer Volume 11 Nomer 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/justit.11.2.63-70

Abstract

Di Indonesia, hampir 80% pasien skizofrenia mengalami relaps berulangkali. Dari hasil penelitian di tiga Rumah Sakit menunjukkan sekitar 70% pasien dengan skizoprenia yang dirawat inap merupakan pasien yang pernah dirawat sebelumnya atau merupakan pasien rawat ulang. Dari perspektif ekonomi, kekambuhan meningkatkan beban bagi pengeluaran negara. Disability Adjusted Life Years (DALYs), gangguan neuropsikiatri adalah penyebab utama ketiga dari tahun-tahun kehidupan cacat di Eropa  mencapai 15,2%. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan melakukan uji aplikasi telenursing Me-Co Care. Penelitian dilakukan pada 23 respondent mewakili setiap domain aplikasi, diwilayah Kelurahan Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat selama tiga minggu penggunaan. Evaluasi efektifitas Aplikasi Me-Co Care dilakukan menggunakan kuesioner penggunaan aplikasi yang dikembangkan oleh tim peneliti. Terdapat tiga aplikasi yaitu aplikasi keluarga, pasien, kader dan perawat,. Setiap aplikasi terdiri atas menu-menu yang dapat di jalankan melalui handphone. Hasil penggunaan aplikasi selama tiga minggu menunjukkan 89%  Setuju dan 11% Tidak Setuju dalam impelmentasi dan penerapan aplicasi Me-Co Care. Tiga aplikasi yang telah dikembangkan mampu mengakomodir kebutuhan dimasyarakat dan sebagian besar pasien, keluarga, kader dan perawat mampu mengoperasikan aplikasi Me-Co Care dengan baik.
IMPROVING HEALTCARE SERVICES USING MOBILE TECHNOLOGY: NEEDS AND EXPECTATION ASSESSMENT FOR THE DEVELOPMENT OF MOBILE HEALTH APPS FOR MENTAL HEALTH SERVICES IN TECHNOLOGY Slametiningsih Slametiningsih; Ninik Yunitri; Hendra Hendra; Nuraenah Nuraenah; Abdu Rahim Kamil
INTERNATIONAL JOURNAL OF NURSING AND MIDWIFERY SCIENCE (IJNMS) Vol 4 No 3 (2020): VOLUME 4 ISSUE 3 DECEMBER 2020
Publisher : Bina Sehat Press. Departement Research and Community Engagement Bina Sehat PPNI Institute of Health Science, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29082/IJNMS/2020/Vol4/Iss3/323

Abstract

The number of electronic health applications is increasing, including those that can be used for mental health. Previous studies showed that, use of several applications provides great benefits for mental health and greatly increases accessibility to mental health services. The objectives of this study were to assess needs and expectations of patients with mental disorder and a broad group of stakeholders with the expected end product being a well-functioning user-centered technology-based tool for mental disorders. The research was carried out by involving 80 patients with schizophrenia and 74 family’s caregivers in health services and local offices of health services in five cities of Indonesian capital city, Jakarta. This study was conducted through self-administered questionnaires and interviews where possible from December 2017 to July 2018. A descriptive statistic using proportion was used to present the data. The results indicated that patients needed information relevant to disease, patient care, check-up schedules and consultation with health workers. In addition, patients also wanted to get information on job vacancies due to many of them were unemployed and rehabilitation programs carried out by local health services. This study highlighted the needs to develop a mobile-based application for continuity of mental health services in the community.
Prevention Of Depress In Adolescents At Sma Negeri 104 Jakarta Timur: Pencegahan Depresi Pada Remaja Di Sma Negeri 104 Jakarta Timur Slametiningsih; Medya Aprilia Astuti; Nuraenah; Leola Dewiyani; Fonda Bertha Maulitha; Ninda Rahma Wijaya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2022): JPM | Edisi Khusus 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i4.1316

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju dewasa.  Tugas perkembangan remaja menyelesaikan krisis identitas yang merupakan tantangan psikososial. Perubahan identitas diri yang tidak sesuai dengan masa perkembangannya mengakibatkan meningkatnya emosi dan berujung pada kondisi depresi. Berdasarkan hasil kuesioner  depresi yang disebarkan kepada siswa SMAN 104 Jakarta Timur dengan jumlah 50 siswa, hasilnya mengalami depresi sebanyak 30 siswa: depresi ringan 36,7%, sedang 43,3 % dan berat 20%, sehingga dilakukan tindakan  untuk mengatasi depresi dengan Tehnik Relaksasi Guided Imagery. Tujuan dari pengabdian masyarakat adalah menurunkan tingkat depresi dengan tehnik Relaksasi Guided Imagery. Metode Teknik Relaksasi Guided Imagery dilakukan tiga tahapan: pertama demostrasi kepada 30 siswa yang mengalami depresi, kedua siswa melakukan Tehnik Relaksasi Guided Imagery setiap satu hari, selama satu minggu, ketiga  disebarkan kembali kuesioner. Hasil tingkat depresi menjadi menurun yaitu depresi ringan 56,7%, sedang 26,7% dan berat 16,7%. Hasil analisis didapatkan p Value 0,000 yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan setelah tindakan Guide Imagery pada siswa yang mengalami depresi di SMAN 104 Jakarta Timur. Dapat disimpulkan bahwa tehnik relaksasi Guided Imagery bisa diterapkan untuk mengatasi masalah deperesi pada remaja. Diharapkan tehnik tersebut bisa diterapkan untuk mengatasi masalah depresi pada remaja dilingkungan sekolah dengan pendampingan dari guru bimbingan Konseling atau guru-guru sekolah lainnya sehingga diperlukan adanya pelatihan lanjut tentang tehnik relaksasi Guided Imagery
Peningkatan Pengetahuan dan Kemampuan Kemampuan Tenaga Kesehatan yang Mendukung Fungsi Preventif dan Promotif bagi Pasien Pasca Stroke Naryati Naryati; Giri Widakdo; Nuraenah Nuraenah; Sugiatmi Sugiatmi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8881

Abstract

ABSTRAK Stroke merupakan masalah kesehatan utama di dunia karena menjadi penyebab kematian ketiga di dunia juga termasuk di Amerika setelah penyakit jantung dan kanker, bahkan stroke juga  menjadi penyebab pertama kecacatan. Tujuan pelaksanaan kegiatan peningkatan untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan kkemandirian pasien pasca stroke di Rumah Sakit  Islam Jakarta Cempaka Putih, meliputi : 1) Peningkatan pengetahuan dan kemampuan fungsi kognitif dan  kemandirian bagi Perawat, Nakes lainnya dan pasien,   2) Skrinning tentang Fungsi kognitif dan kemandirian pasien pasca stroke, 3) Bina suasana dengan cara optimalisasi club  stroke RSIJCP, pendampingan , 4) monitoring dan evaluasi kemajuan pasien pasca stroke. Strategi yang dilakukan pada kegiatan Pengabdian Masyarakat melalui pelatihan MMSE dan BADL adalah fase persiapan, fase pelaksanaan dan fase evaluasi serta tindak lanjut. Pelatihan di tujukan untuk Tenaga perawat di Lingkungan Rumah Sakit Islam Jakarta. RSIJ  Cempaka Putih, RSIJ  Pondok Kopi, RSIJ  Sukapura, dan RS Islam Jiwa Klender, kegiatan pelatihan berjalan dengan baik, ada pre test dan post test dan ada kenaikan sebesar 43%. Dari kegiatan pelatihan didapatkan nilai pre tes dan post tes mengalami kenaikan yang bermakna. Materi pelatihan di buat Modul pelatihan. Kata Kunci: Stroke, Preventif, Promotif  ABSTRACT Stroke is a major health problem in the world because it is the third cause of death in the world, including in America after heart disease and cancer, even stroke is also the first cause of disability. The objectives of implementing improvement activities to improve the cognitive abilities and independence of post-stroke patients at the Jakarta Islamic Hospital Cempaka Putih, include: 1) Increasing the knowledge and ability of cognitive function and independence for Nurses, other health workers, and patients, 2) Screening of cognitive function and patient independence post-stroke, 3) Fostering the atmosphere by optimizing the RSIJCP stroke club, mentoring, 4) monitoring and evaluating the progress of post-stroke patients. The strategies carried out in Community Service activities through MMSE and BADL training are the preparation, implementation, evaluation, and follow-up phases. The training is aimed at nurses in the Jakarta Islamic Hospital Environment. RSIJ Cempaka Putih, RSIJ Pondok Kopi, RSIJ Sukapura, and Klender Mental Islamic Hospital, the training activities went well, there were pre-tests and post-tests and there was an increase of 43%. From the training activities, the pre-test and post-test scores experienced a significant increase. The training material is made into a training module. Keywords: Stroke, Preventive, Promotive
Edukasi “Sejawat Hebat” Meningkatkan Kemampuan Kesehatan Jiwa Perawat Giri Widakdo; Naryati Naryati; Aisyah Aisyah; Nuraenah Nuraenah; Sugiatmi Sugiatmi; Elli Hidayat; Ineke Kusumo Waluyo; Erlin Rahmawati; Dwi Wendriani; Fatha Anisya Ayuningtyas
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8678

Abstract

ABSTRAK Kejadian pandemi covid 19 yang merupakan kejadian luar biasa pada seluruh  aspek kehidupan termasuk aspek/bidang kesehatan, bagi tenaga kesehatan  terutama perawat, yang menjadi salah satu subyek penting pada garda terdepan dalam memberikan pelayanan khususnya pemberian asuhan keperawatan secara paripurna, walau dengan kondisi pasien yang infeksius. Situasi kesehatan  pasien yang turun naik tanpa bisa di prediksi , makin banyaknya pasien baru bermunculan dan ketidak tersediaan ruang rawat di berbagai rumah sakit, akan meningkatkan resiko gangguan kesehatan mental emosional pada perawat itu sendiri, akhirnya   kondisi tersebut bagi tenaga kesehatan khususnya perawat dapat memperburuk daya tahan tubuh dan membuat rentan untuk juga terinfeksi covid 19. Tujuan program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah umtuk meningkatkan  pengetahuan dan kemampuan perawat dalam mengenal kesehatan mental emosionalnya serta mampu beradaptasi dalam berbagai kondisi sehinga terbentuknya pribadi sehat fisik dan mental yang profesional. Adapun metode pelaksanaan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan pendekatan advokasi,   bina suasana dan pemberdayaan perawat. Hasil pengabdian masyarakat yang dilakukan . Pemberdayaan melalui Pembentukan Kelompok Kerja Kesehatan Jiwa (Pokja Keswa) “Edukasi Sejawat Hebat”. dan Pelatihan Pokja Keswa terhadap kesehatan jiwa, tehnik relaksasi serta  deteksi dini. Kata Kunci: Sejawat Hebat, Meningkatkan, Kesehatan Jiwa  ABSTRACT The Covid 19 pandemic is an extraordinary event in all aspects of life including aspects/fields of health, for health workers, especially nurses, who are one of the important subjects at the forefront in providing services, especially providing complete nursing care, even with the patient's infectious condition. . The patient's health condition fluctuates without being predictable, causing many new sufferers to emerge and the unavailability of inpatient rooms in various hospitals, will increase the risk of emotional mental health disorders for the nurses themselves, ultimately these conditions for health workers, especially nurses, can improve endurance. and makes you more vulnerable to contracting COVID-19. The purpose of this community partnership program (PKM) is to increase the knowledge and ability of nurses to recognize their emotional mental health and to be able to adapt to various conditions so that a healthy, physically and mentally professional person is formed. The implementation method in community service is by advocacy, atmosphere building and nurse empowerment approaches. The results of the community service carried out: Empowerment through the Formation of a Mental Health Working Group (Pokja Keswa) "Great Peer Education"and Keswa Working Group training on mental health, relaxation techniques and early touch. Keywords: Great Colleague, Improving, Mental Health
Psychotherapies for posttraumatic stress disorder applied for people in indonesia: A scoping review Ninik Yunitri; Christina Yeni Kustanti; Fauzi Ashra; Slametiningsih Slametiningsih; Nuraenah Nuraenah; Rani Septiawantari; Nurlia Ikaningtyas
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkp.v11i1.2226

Abstract

Background: Posttraumatic stress disorder (PTSD) occurs as triggered or exposure to traumatic events. Psychotherapies have been proven to be effective and superior for people with PTSD. Several psychotherapies have been developed with different approaches. Yet the application of psychotherapy is rarely found and provided by professionals to those who need it in Indonesia. Purpose: This study aimed to figure out the application of PTSD psychotherapies for people with PTSD based on studies conducted in Indonesia. Methods: The review was reported following the PRISMA statement for scoping reviews. A systematic screening was performed in CINAHL, Cochrane library, Embase, Portal Garuda, PubMed, Scopus, as well as manual searches without language and date restrictions. The quality of the study was determined based on the risk of bias. Cochrane risk of bias 2.0 (RoB 2.0) and MINORS were used to evaluate the risk of bias of RCT and quasi-experimental studies, respectively. Results: Five RCTs and four quasi-experimental studies published from 2008 to 2022 (n=465) were employed in this review. Three types of therapies were conducted for people with PTSD; five CBT studies, two EMDR studies, and two SHAT studies, performed in one day up to six weeks, one to 15 sessions, and 30 to 60 minutes for each session. All studies evaluated PTSD as the primary outcome, while the most measured secondary outcomes were depression and anxiety symptoms. Conclusions: CBT was the most frequent therapy for Indonesian people with PTSD, followed by EMDR and SHAT. The application of therapies varied in frequency, duration, length of therapy, and component. Further research on the implementation of various types of psychotherapy for people with PTSD will be required.
Edukasi Kesehatan Mental (Masalah Psikososial) pada Remaja Nuraenah Nuraenah; Giri Widakdo; Naryati Naryati; Aisyah Aisyah; Harif Fadhillah; Annisya Adelia; Meisya Adelia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.12155

Abstract

ABSTRAK Menurut data di Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, menunjukan bahwa lebih dari 19 juta penduduk yang berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional. Serta lebih dari 12 juta penduduk yang berusia lebih dari 15 tahun mengalami kecemasan. Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (2022) menjelaskan, 15,5 juta (34,9%) remaja mengalami masalah mental dan 2,45 juta (5,5%), dimana baru 2,6% yang mengakses layanan konseling, baik emosi maupun perilaku. Cemas dan Depresi merupakan gangguan mental atau alam perasaan yang umumnya ditandai dengan perasaan sedih/murung, kehilangan minat atau kesenangan, penurunan energi, perasaan bersalah atau rendah diri, sulit tidur atau nafsu makan berkurang, perasaan kelelahan dan kurang konsentrasi.  Kondisi tersebut dapat menjadi kronis dan berulang, serta akhirnya secara substansial dapat mengganggu kemampuan individu dalam menjalankan tanggung jawab sehari-hari. Di tingkat yang paling parah, depresi dapat menyebabkan bunuh diri. Meningkatkan kemampuan kognitif dan psikomotor remaja di SMK 39 Jakarta tentang Kesehatan Mental (terkait masalah psikososial pada Remaja). Pada 100 remaja Di SMA Negeri X-X-X Jakarta terdapat 70 responden mengalami depresi dan 10 responden yang tidak mengalami depresi atau resiko mengakhiri hidup serta 20 responden mengalami risiko kedua gejala tersebut. Dengan adanya permasalahan diatas maka  upaya yang akan dilakukan adalah Penguatan  Kesehatan Mental pada Siswa dan Siswi SMK 39 Cempaka Putih Tengah VI Jakarta Pusat, meliputi : 1) Peningkatan kemampuan kognitif dan psikomotor siswa  dan siswi SMKN 39 Cempaka Putih Tengah VI Jakarta Pusat 2) Identifikasi Kecemasan Siswa  dan siswi SMKN 39 Cempaka Putih Tengah VI Jakarta Pusat, 3) Identifikasi  Depresi Siswa  dan siswi SMKN 39 Cempaka Putih Tengah VI Jakarta Pusat, 4) Role Play TANADASHIP pada Siswa  dan siswi SMKN 39 Cempaka Putih Tengah VI Jakarta Pusat. Kata Kunci: Kesehatan Mental (Kecemasan dan Depresi), Remaja.  ABSTRACT According to data from Basic Health Research (Riskesdas) in 2018, it shows that more than 19 million people aged over 15 years experience mental emotional disorders. And more than 12 million people aged over 15 years experience anxiety. The Indonesian National Adolescent Mental Health Survey (2022) explains that 15.5 million (34.9%) adolescents experience mental problems and 2.45 million (5.5%), of which only 2.6% access counseling services, both emotional and emotional. as well as behavior. Anxiety and depression are mental or emotional disorders which are generally characterized by feelings of sadness/gloomy, loss of interest or pleasure, decreased energy, feelings of guilt or low self-esteem, difficulty sleeping or reduced appetite, feelings of tiredness and lack of concentration. The condition can become chronic and recurrent, and can ultimately substantially interfere with an individual's ability to carry out daily responsibilities. At its most severe level, depression can lead to suicide. Improving the cognitive and psychomotor abilities of teenagers at SMK 39 Jakarta on Mental Health (related to psychosocial problems in teenagers). Of the 100 teenagers at SMA Negeri X-X-X Jakarta, 70 respondents experienced depression and 10 respondents did not experience depression or the risk of ending their lives and 20 respondents experienced the risk of both symptoms. Given the above problems, efforts will be made to strengthen the mental health of students at SMK 39 Cempaka Putih Tengah VI, Central Jakarta, including: 1) Increasing the cognitive and psychomotor abilities of students at SMKN 39 Cempaka Putih Tengah VI, Central Jakarta 2) Identifying anxiety. Students of SMKN 39 Cempaka Putih Tengah VI Central Jakarta, 3) identification of depression of students of SMKN 39 Cempaka Putih Tengah VI Central Jakarta, 4) Role Play TANADASHIP among students of SMKN 39 Cempaka Putih Tengah VI Central Jakarta. Keywords: Mental Health (anxiety and Depression), Teenager.
Upaya Peningkatan Kemampuan Adekuasi Perawat Ruang Hemodialisa di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Aisyah Aisyah; Naryati Naryati; Giri Widakdo; Nuraenah Nuraenah; Harif Fadhillah; Ineke Kusuma Waluyo; Agniatul Mahmudah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.12151

Abstract

ABSTRAK Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan gangguan fungsi ginjal yang progresif dan tidak dapat pulih kembali, dimana tubuh tidak mampu memelihara metabolisme dan gagal menjaga keseimbangan cairan dan elektolit yang mengakibatkan terjadinya peningkatan ureum (Desfrimadona, 2016). Berdasarkan data trimester awal 2023, angka rata-rata kejadian anemia pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RS. Islam Jakarta Cempaka Putih, 163  pasien aktif dengan hemodialisis reguler,  atau sebanyak 6-8  % mengalami anemia, dengan rata-rata nilai Hb<10 gram/dl, kelebihan cairan sebanyak  4-6 %, kurang dukungan keluarga 5-7% , dan karena biaya sebesar  5-10 %. Gambaran diatas menjelaskan bahwa pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisis  di RSIJ Cempaka Putih , mengalami anemia renal dan kelebihan cairan masih cukup tinggi dan pencapaian adekuasi hemodialisis belum maksimal. Tujuan program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah umtuk meningkatkan kemampuan adekuasi perawat hemodialisa , sehingga dapat memberikan hasil yang maksimal pada tindakan  hemodialisa yang dilakukan  oleh pasien di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih. Metode yang akan diterapkan untuk mencapai tujuan/target program abdimas ini melalui pemberdayaan melalui pelatiahan adukasi perawat hemodialisis dengan narasumber yang kompeten  dengan bidang tersebut. Adanya peningkatkan kemampuan adekuasi perawat hemodialisa. Terbentuknya tim adekuasi hemodialisa dan discharge planning. Kata Kunci: Hemodialisa, Manajemen Adekuasi  ABSTRACT Chronic renal failure (CKD) is a progressive and irreversible disorder of kidney function, where the body is unable to maintain metabolism and fails to maintain fluid and electrolyte balance, resulting in an increase in urea (Desfrimadona, 2016). Based on data from the first trimester in 2023, the average incidence of anemia in chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis in hospitals. Islam Jakarta Cempaka Putih, 163 active patients on regular hemodialysis, or as many as 6-8% have anemia, with an average Hb value <10 grams/dl, excess fluid of 4-6%, lack of family support 5-7%, and because the costs are 5-10%. The description above explains that patients with chronic renal failure on hemodialysis at RSIJ Cempaka Putih, experience renal anemia and fluid overload is still quite high and the achievement of hemodialysis adequacy is not yet optimal. The aim of this community partnership program (PKM) is to improve the adequacy capabilities of hemodialysis nurses, so that they can provide maximum results in hemodialysis procedures carried out by patients at the Jakarta Cempaka Putih Islamic Hospital. The method that will be applied to achieve the goals/targets of this community service program is through empowerment through hemodialysis nurse education training with resource persons who are competent in this field. Keywords: Hemodialysis, Adequacy Management
Pengaruh Edukasi Terintegrasi Terhadap Manajemen Adekuasi Asuhan Pasien Hemodialisis di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Naryati Naryati; Giri Widakdo; Aisyah Aisyah; Nuraenah Nuraenah; Harif Fadhillah; Uus Husni Mahmud; Ineke Kusuma Waluyo; Rony Heryadi
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i10.12153

Abstract

ABSTRACT Patients with chronic kidney failure can improve the quality and quantity of life by undergoing kidney replacement therapy. In clients with kidney failure, to eliminate residual toxins, excess fluid and to improve electrolyte adequacy using the principles of external and internal dialysis osmosis systems, hemodialysis is required. Based on data taken in the first trimester of 2023, the average rate of anemia in chronic kidney disease patients undergoing regular hemodialysis in hospitals. Islam Jakarta Cempaka Putih is known to have 163 active patients on regular hemodialysis or as many as 6-8% have anemia with an average HB value 10 grams/dl, an average of 4-6% excess fluid, 5-7% less family support, Because the fees are 5-10%. The description above explains that in patients on hemodialysis for chronic kidney disease at RSIJ Cempaka Putih, the rate of renal anemia and fluid overload is still quite high and the achievement of hemodialysis adequacy has not yet been achieved to the maximum. Integrated educational implementation is to maintain Kt/V, Kt/V is the ratio of urea clearance or clearance (K) and hemodialysis time (t) to the distribution volume of urea in human body fluids (V) thus making hemodialysis effective for cleaning toxins waste from body metabolism. The aim of this study was to analyze the effect of integrated education on adequacy in patients undergoing hemodialysis at the Jakarta Cempaka Putih Islamic Hospital. The research method that the researcher will carry out is quantitative analysis with a cohort approach, using the Dependent T Test. Furthermore, the targeted outputs are teaching materials for adequacy management in hemodialysis patients, final research reports, publication of scientific journals of at least Sinta 4, Integrated Education Benner on Adequacy Management. The statistical test results obtained a value of 0.0001, so there was an average difference between the first and second knowledge adequacy measurements for respondents (hemodialysis nurses) after the intervention. The influence of integrated education on the adequate management of care for hemodialysis patients at the Jakarta Cempaka Putih Islamic Hospital. Keywords: Integrated Education, Adequacy Management, Hemodialysis    ABSTRAK Penderita penyakit gagal ginjal kronik untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hidupnya dengan melakukan terapi pengganti ginjal. Pada klien gagal ginjal untuk menghilangkan sisa toxik, kelebihan cairan dan untuk memperbaiki ketidakseimbangan elektrolit dengan prinsip osmosis system dialisa eksternal dan internal diperlukan tindakan yaitu hemodialisa. Berdasarkan data yang diambil pada tri-semester awal 2023, angka rata-rata anemia pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis secara reguler di RS. Islam Jakarta Cempaka Putih diketahui sejumlah 163  pasien aktif dengan hemodialisis reguler atau sebanyak 6-8  % mengalami anemia dengan rata-rata nilai HB10 gram/dl, Kelebihan cairan rata-rata 4-6 %, Dukungan keluarga 5-7% kurang, Karena biaya 5-10 %. Gambaran diatas menjelaskan bahwa pada pasien dengan hemodialisis  pada penyakit ginjal kronik di RSIJ Cempaka Putih, angka anemia renal dan kelebihan cairan masih cukup tinggi dan pencapaian adekuasi hemodialisis belum pada pencapian yang maksimal. Implementasi edukasi  Terintregasi adalah untuk mempertahankan Kt/V, Kt/V adalah rasio dari bersihan urea atau klirens (K) dan waktu hemodialisis (t) dengan volume distribusi urea dalam cairan tubuh manusia (V) sehingga membuat hemodialisis menjadi efektif untuk membersihkan toksin-toksin sisa metabolisme tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh edukasi terintegrasi terhadap adekuasi pada pasien yang  menjalani hemodialisis di rumah sakit islam jakarta cempaka putih. Metode penelitian yang akan peneliti lakukan adalah analisis kuantitatif dengan pendekatan Kohort, dengan menggunakan Uji T Dependent. Selanjutnya luaran yang ditargetkan adalah bahan ajar manajemen adekuasi pada pasien hemodialisis, Laporan akhir penelitian, Publikasi jurnal ilmiah minimal Sinta 4, Benner Edukasi Terintegrasi terhadap Manajemen Adekuasi. Hasil uji statistic didapatkan nilai 0,0001, sehingga terdapat perbedaan rata-rata antara pengukuran pengetahuan adekuasi pertama dan kedua bagi responden (perawat hemodialisa) setelah dilakukan intervensi. Adanya pengaruh edukasi terintegrasi terhadap manajemen adekuasi asuhan pasien hemodialisis di rumah sakit islam jakarta cempaka putih. Kata Kunci: Edukasi Terintegrasi, Manajemen Adekuasi, Hemodialisis
Edukasi Kesehatan Mental Pada Keluarga dalam Merawat Anggota Keluarga dengan Risiko Perilaku Kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Islam Klender Nuraenah Nuraenah; Slametiningsih Slametiningsih; Ninik Yunitri; Rani Septiawantary; Mohammad Rizqi Fatahillah; Evita Nurmayla; Mohammad Fathi Robbani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i6.25543

Abstract

ABSTRAK Manusia dalam hidupnya tidak lepas menghadapi masalah psikososial  seperti cemas dan depresi.  Cemas adalah perasaan khawatir, was-was, takut yang akan mengancam dirinnya( Keliat 2020),  sedangkan Depresi merupakan gangguan  alam perasaan  sedih  dan murung  yang berkepanjangan dan diakhiri dengan putus asa dan beresiko menceledrai diri sendiri ( Dadang Hawari 2020). Cemas dan depresi merupakan bagian dari gangguan jiwa,   sehingga akan mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain sehingga respon akan menarik diri. Salah satu gangguan jiwa berat yang  ditemukan di masyarakat adalah skizofrenia. Skizofrenia merupakan kumpulan gejala klinis yang ditandai oleh perubahan dalam aspek kognitif, emosi, persepsi, dan perilaku. Berdasarkan analisa situasi permasalahan sebelumnya, solusi yang ditawarkan yaitu melakukan kegiatan Edukasi  Kesehatan Jiwa pada  Keluarga dalam merawat  anggota  Resiko Prilaku Kekerasan di RS. Islam Jiwa Klender  Jakarta Timur. Dengan adanya  Pengmas dari FIK.  Keluarga mampu merawat anggota keluarga dengan Resiko Prilaku Kekerasan  setelah mendapatkan Edukasi tentang  cara merawat pasien gangguan jiwa yang beresiko  Prilaku Kekerasan. Kata Kunci:  Edukasi,  Kesehatan Jiwa, Merawat  Anggota Keluarga.  ABSTRACT Humans in their lives cannot escape facing psychosocial problems  such as anxiety and depression. Anxiety is a feeling of worry, apprehension, fear that will threaten oneself (Keliat 2020),  while depression is a disorder  of  feelings of sadness  and gloom  that is prolonged and ends in hopelessness and the risk of self-harm (Dadang Hawari 2020). Anxiety and depression are part of mental disorders,  so that they will experience difficulties in interacting with others, resulting in a response of withdrawal. One of the severe mental disorders found in society is schizophrenia. Schizophrenia is a collection of clinical symptoms characterized by changes in cognitive, emotional, perceptual, and behavioral aspects. Based on the analysis of the previous situation, the solution offered is to conduct Mental Health Education activities for  families in caring for  members  at risk of violent behavior at the Klender Islamic Mental Hospital Klender Hospital in East Jakarta. With the support of the Community Service Program from the Faculty of Nursing, families are able to care for family members at risk of violent behavior after receiving education on how to care for patients with mental disorders who are at risk of violent behavior.  Keywords: Education, Mental Health, Caring For Family Members.