Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Job loss, informality, and the scarring effect in central java’s labor market Prajanti, Sucihatiningsih Dian Wisika; Soliha, Euis; Purwani, Tri; Amelia, Dhea Rizky; Wicaksana, Tania; Wijaya, Agni Alam; Aninditya, Febyolla Putri; Wening, Kinanthi Sukma
Jurnal Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Vol 15 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Jurnal Ekonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52813/jei.v15i1.793

Abstract

This study examines labor market vulnerability in Central Java with a focus on job loss risk, post-layoff transitions, and job quality after recovery from shocks in labor-intensive industries. Using data from the August 2024 Sakernas survey and applying probit and Heckman selection models, the analysis reveals that shocks have multidimensional impacts. Workers in manufacturing are more exposed to job loss compared to those in agriculture, while service sector workers are relatively more protected. Spatial patterns indicate that neighboring regencies of the shock epicenter (shock_sritex) face lower risks of layoffs, yet sectoral linkages heighten the vulnerability of workers in supporting industries such as trade and transportation. Post-layoff transitions show that most workers return through informal employment, reflecting the limited absorptive capacity of the formal sector. In terms of job quality, informal workers are more likely to earn below the minimum wage and to experience excessive working hours, indicating a scarring effect. Conversely, higher education and union membership are protective, increasing the chances of obtaining decent wages. These findings highlight the importance of integrated labor market policies that strengthen industry-based training, ensure wage protection, enforce working time regulations, and enhance cross-regional coordination to sustain employment in the aftermath of industrial shocks.
Nilai Tukar Memediasi Pengaruh Harga Komoditas Pertambangan terhadap Return Indeks Energi Abdul Basid; Tri Purwani
Journal of Economics and Business Vol 7, No 1 (2025): May
Publisher : Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47729/indicators.v7i1.173

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh harga komoditas pertambangan yaitu batu bara, minyak bumi, dan gas alam terhadap return indeks energi, dengan nilai tukar sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari investing.com periode 31 Januari 2021 hingga 2 Juni 2024 dengan harga penutupan mingguan. Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan di sektor energi di BEI. Dengan menggunakan teknik pengambilan samping jenuh diperoleh 66 perusahaan sebagai sampel. Data yang ada dianalisis dengan menggunakan Path Analysis dengan bantuan perangkat lunak EVIEWS 12 SV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga batu bara, minyak bumi, dan gas alam secara langsung berpengaruh positif terhadap return indeks energi, sementara nilai tukar tidak mempengaruhi return indeks energi dan tidak memediasi pengaruh harga komoditas terhadap return tersebut. Dibuktikan dengan Uji Sobel yang mengonfirmasi bahwa nilai tukar tidak mampu memediasi pengaruh harga komoditas energi, dengan nilai t-hitung untuk harga batu bara (0,171), minyak bumi (-0,839), dan gas alam (-0,822) yang lebih kecil dari nilai kritis 1,65. Implikasi penelitian ini adalah investor dan pelaku pasar energi sebaiknya lebih fokus pada fluktuasi harga komoditas daripada perubahan nilai tukar karena harga komoditas ini memiliki pengaruh langsung dan signifikan terhadap return indeks energi.
Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Struktur Modal Perusahaan Manufaktur Lodiyana Yunika; Tri Purwani
Journal of Economics and Business Vol 7, No 2 (2025): November
Publisher : Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47729/indicators.v7i2.175

Abstract

Penelitian ini untuk menguji secara empiris dan menganalisis pengaruh profitabilitas, risiko bisnis, struktur aset, dan likuiditas terhadap struktur modal perusahaan. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diproleh dari situs www.idx.co.id dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh perusahaan manufaktur dalam sektor kimia, industri, dan sektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020-2023. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling sehingga diperoleh 185 perusahaan sampel. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas dan risiko bisnis tidak berpengaruh terhadap struktur modal perusahaan. Sementara struktur aset dan likuidiitas memiliki pengaruh negatif terhadap struktur modal perusahaan. Implikasi dari penelitian ini bagi perusahaan adalah perusahaan perlu memperhatikan komposisi aset dan tingkat likuiditas dalam perencanaan struktur modal untuk memastikan keberlanjutan dan efisiensi keuangan. Bagi investor, hasil penelitian ini menekankan pentingnya mempertimbangkan struktur aset dan likuiditas perusahaan sebagai faktor kunci dalam pengambilan keputusan investasi.
Pengaruh Good Corporate Governance terhadap Penghindaran Pajak Milkha Syallom Natalia; Tri Purwani
Journal of Economics and Business Vol 7, No 1 (2025): May
Publisher : Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47729/indicators.v7i1.172

Abstract

Penghindaran pajak merupakan upaya menghindari kewajiban pembayaran pajak, dimana hal tersebut bertentangan dengan prinsip tata kelola yang baik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji dan menganalisis secara empiris pengaruh tata kelola yang baik dilihat dari proporsi dewan komisaris mandiri, kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial dan jumlah komite audit pada perusahaan perbankan terhadap penghindaran pajak pada periode tahun 2020 hingga 2023. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, diperoleh 22 perusahaan sampel. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dewan komisaris mandiri dan kepemilikan institusional memiliki pengaruh positif terhadap penghindaran pajak. Kepemilikan manajerial memiliki pengaruh negatif terhadap penghindaran pajak, sedangkan Komite Audit tidak memiliki pengaruh terhadap penghindaran pajak. Hal ini berarti adanya dewan komisaris mandiri, kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap praktik penghindaran pajak pada perusahaan perbankan Indonesia.
Pengaruh Fraud Triangle dalam Mendeteksi Kecurangan Laporan Keuangan Dana Desa Peggy Fortuna; Tri Purwani
Journal of Economics and Business Vol 7, No 1 (2025): May
Publisher : Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47729/indicators.v7i1.174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tekanan, peluang, dan rasionalisasi terhadap pendeteksian fraud dalam laporan keuangan dana Desa di Kecamatan Semarang Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh aparatur desa di Kecamatan Semarang Selatan. Teknik sampel yang digunakan adalah sampel jenuh, di mana seluruh aparatur desa berpartisipasi dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, dan analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan, peluang, dan rasionalisasi memiliki pengaruh positif terhadap pendeteksian fraud dalam laporan keuangan dana Desa Kecamatan Semarang Selatan. Selain itu, variabel-variabel independen tersebut dapat menjelaskan sebagian besar variasi dalam pendeteksian fraud, Hal ini berarti bahwa tekanan, peluang, dan rasionalisasi memainkan peran penting dalam pendeteksi fraud. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah desa untuk fokus pada pembinaan dalam manajemen keuangan, penguatan sistem pengendalian internal, dan peningkatan pendapatan serta kesejahteraan aparatur desa. Upaya-upaya ini tidak hanya akan meningkatkan kemampuan deteksi fraud, tetapi juga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa, yang pada akhirnya akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.