Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Penerapan Relaksasi Autogenik Terhadap Penurunan Kecemasan Pada Ibu Pre Kuretase Dengan Abortus Inkomplit Pasambo, Yourisna; Ali, Dwi Rabiatul Adwiyah; Tamunu, Esther; Sarimin, Dorce Sisfiani; Pesak, Ellen; Tuegeh, Johana
JIDAN Jurnal Ilmiah Bidan Vol 10 No 2 (2023): Vol 10 No 2 ( Edisi Januari - Juni 2023 )
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jib.v10i2.1923

Abstract

Background: Incomplete abortion is the partial loss of conception and the remaining tissue in the uterus. In this condition the mother is recommended to do curettage to remove and clean the existing tissue, prevent infection to overcome heavy bleeding. This can have a psychological impact on mothers who will undergo several series of actions, one of which is anxiety. Nurses play a role in reducing maternal anxiety so that mothers can go through each process well. The application of autogenic relaxation techniques can be a solution in increasing the relaxation response, providing a sensation of calmness towards a situation faced, to reduce maternal anxiety. The purpose of this study was to determine the application of autogenic relaxation in reducing the anxiety of mothers who will undergo curettage due to incomplete abortion. The research method is descriptive-qualitative with a case-study approach. For sample determination, we used a targeted sampling technique to determine the number of samples from up to four pregnant women who had undergone an incomplete abortion. Results: anxiety levels decreased after a 3-day self-relaxation intervention in four pregnant women with incomplete abortion before curettage . Conclusion: autogenic relaxation is effective in reducing anxiety levels in pre curettage pregnant women due to incomplete abortion.
GROUP ACTIVITY THERAPY REDUCES SYMPTOMS OF PSYCHOSOCIAL DISORDERS OF THE ELDERLY (ELDERLY) Pasambo, Yourisna; Karundeng, Yanni; Imbar, Henry Sonny; Tumurang, Marjes; Desyani, Ni Luh Jayanthi
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KOMUNITAS KESEHATAN Vol 1 No 1 (2023): DESEMBER
Publisher : Poltekkes Kemenkes Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jb.v1i1.852

Abstract

Pada umumnya setelah orang memasuki lansia akan mengalami penurunan fungsi kognitif dan psikomotor. Keadaan itu berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum maupun kesehatan jiwa secara khusus pada lansia. Di antaranya adalah secara psikososial yaitu ketergantungan pada orang lain, mengisolasi diri atau menarik diri dari kegiatan kemasyarakatan, bingung, panik, depresif, apatis, dan sebagainya. Penurunan fungsi kognitif dan psikomotor juga lansia yang berada di Desa Silian Satu Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara. Berdasarkan hasil wawancara kepada beberapa orang lansia ditemukan bahwa lansia tersebut tidak lepas dari masalah psikososial. Kondisi psikososial seperti ini tentunya menyebabkan lansia mengalami penurunan kualitas kesehatan, kurang berdaya guna dalam masa tua serta kurang menikmati masa tua mereka. Salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kesehatan lansia adalah dengan menerapkan terapi aktivitas kelompok (TAK). TAK merupakan salah satu cara agar lansia berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang dapat mempengaruhi psikososialnya. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Yanni dkk (2018) terhadap lansia di Panti Agape Tondano dan Panti Debora Tondano Propinsi Sulawesi Utara menunjukkan bahwa terapi aktifitas kelompok stimulasi sensori memberi hasil yang bermakna dimana terdapat pengaruh terapi aktivitas kelompok stimulasi sensoris terhadap gangguan psikososial lanjut usia. Terapi aktifitas kelompok stimulasi sensoris dilakukan dengan metode diskusi dan sharing persepsi dengan panduan modul yang disusun oleh tim peneliti. Hasil penelitian tersebut dapat menjawab masalah kesehatan psikososial yang dialami oleh lansia di Desa Silian Satu. Pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui terapi aktifitas kelompok persepsi sensori dengan menggunakan Modul Terapi Aktifitas Kelompok hasil penelitian dari Yanni Karundeng dkk. Terapi aktifitas kelompok dilaksanakan selama empat hari. Kegiatan ini difokuskan pada lansia yang mengalami penurunan / gangguan fungsi psikososial dengan target sasaran 50 -70 lansia. Hasil analisa data menunjukkan bahwa terjadi penurunan gejala gangguan psikososial yang dialami oleh lansia setelah menjalani Terapi Aktivitas Kelompok (TAK). Kesimpulan yang diperoleh dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah terjadi penurunan gejala gangguan psikososial yang dialami oleh lansia di Desa Silian Satu Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara setelah diberikan TAK. Pada umumnya setelah orang memasuki lansia akan mengalami penurunan fungsi kognitif dan psikomotor. Keadaan itu berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum maupun kesehatan jiwa secara khusus pada lansia. Di antaranya adalah secara psikososial yaitu ketergantungan pada orang lain, mengisolasi diri atau menarik diri dari kegiatan kemasyarakatan, bingung, panik, depresif, apatis, dan sebagainya. Penurunan fungsi kognitif dan psikomotor juga lansia yang berada di Desa Silian Satu Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara. Berdasarkan hasil wawancara kepada beberapa orang lansia ditemukan bahwa lansia tersebut tidak lepas dari masalah psikososial. Kondisi psikososial seperti ini tentunya menyebabkan lansia mengalami penurunan kualitas kesehatan, kurang berdaya guna dalam masa tua serta kurang menikmati masa tua mereka. Salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kesehatan lansia adalah dengan menerapkan terapi aktivitas kelompok (TAK). TAK merupakan salah satu cara agar lansia berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang dapat mempengaruhi psikososialnya. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Yanni dkk (2018) terhadap lansia di Panti Agape Tondano dan Panti Debora Tondano Propinsi Sulawesi Utara menunjukkan bahwa terapi aktifitas kelompok stimulasi sensori memberi hasil yang bermakna dimana terdapat pengaruh terapi aktivitas kelompok stimulasi sensoris terhadap gangguan psikososial lanjut usia. Terapi aktifitas kelompok stimulasi sensoris dilakukan dengan metode diskusi dan sharing persepsi dengan panduan modul yang disusun oleh tim peneliti. Hasil penelitian tersebut dapat menjawab masalah kesehatan psikososial yang dialami oleh lansia di Desa Silian Satu. Pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui terapi aktifitas kelompok persepsi sensori dengan menggunakan Modul Terapi Aktifitas Kelompok hasil penelitian dari Yanni Karundeng dkk. Terapi aktifitas kelompok dilaksanakan selama empat hari. Kegiatan ini difokuskan pada lansia yang mengalami penurunan / gangguan fungsi psikososial dengan target sasaran 50 -70 lansia. Hasil analisa data menunjukkan bahwa terjadi penurunan gejala gangguan psikososial yang dialami oleh lansia setelah menjalani Terapi Aktivitas Kelompok (TAK). Kesimpulan yang diperoleh dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah terjadi penurunan gejala gangguan psikososial yang dialami oleh lansia di Desa Silian Satu Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara setelah diberikan TAK.
DUKUNGAN KELUARGA DAN KEPATUHAN DIET LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUMPAAN Alfany Natalia Torar; Semuel Tambuwun; Herlina P Memah; Yourisna Pasambo
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 01 (2020): JULI
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v8i01.903

Abstract

Introduction Data obtained from the working area of Puskesmas Tumpaan found that hypertension in the elderly was the first prominent disease in the range of January-December 2017, as many as 465 patients and in 2018 the number of patients was 510. Based on preliminary studies of elderly people with high blood pressure, said their blood pressure often increases because they do not adhere to a diet. Lack of support from family members can influence the compliance behavior of implementing a hypertension diet. The purpose of this study is to find out the relationship between family support and adherence to the diet of elderly people with hypertension in the work area of the Puskesmas Tumpaan in the coastal areas and and mountain areas. This type of research is Correlation Analytic with cross sectional design. The population in this study is the elderly with hypertension. The sampling technique uses proportional random sampling with a total of 84 people divided into 42 people in coastal areas and 42 people in mountain areas and data analysis techniques using the Chi Square test. The results showed that in the coastal areas 31% of respondents with good family support, 40% of respondents had adequate family support and 29% of respondents had less family support while 52% showed adherent diet adherence and 48% adherence to non-adherent diet. The results of the chi-square statistical test (Pearson chi-square) obtained a P-value of 0.008, meaning that the P-value <0.05. The results of the study in the mountain areas of 40% of respondents with good family support, 31% of respondents with adequate family support and 29% of respondents with less family support, 57% showed adherent diet adherence and 43% of adherent diet adherence. The results of the chi-square statistical test (Pearson chi-square) obtained a P-value of 0.021, meaning that the P-value <0.05. The conclusion of this study is that there is a relationship of family support with adherence to the diet of elderly patients with hypertension in both coastal and mountain areas.
Fiksasi Nesting untuk Menjaga Stabilitas Tanda Vital Bayi dengan Sepsis (Pendekatan Teori Keperawatan Kolcaba) Dorce Sisfiani Sarimin; Tati S Ponidjan; Ivana Liunsanda; Rolly HS Rondonuwu; Yourisna Pasambo; Robin Dompas
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk115

Abstract

Septicemia neonatorum is a condition in which there is a bacterial infection in the blood throughout the body. Based on data collected from the Manado District/City Health Office, it is known that throughout 2016 there were 250 cases of infant death. Causes of death in the perinatal group were Intra Uterine Fetal Death (IUFD) = 29.5% and Low Birth Weight (LBW) = 11.2%. This study aims to apply Nesting Fixation to maintain the stability of vital signs in infants with neonatal sepsis. This research was a qualitative study with a case study approach, which involved 4 infants with neonatal sepsis which were determined based on the researchers' criteria using a purposive sampling technique. The fixation nesting intervention performed on the four babies resulted in changes in respiratory frequency that decreased significantly, the oxygen saturation value increased significantly, and the babies' body temperature was maintained within normal limits. It was concluded that giving nesting fixation can reduce respiratory frequency, increase oxygen saturation and maintain normal body temperature in infants with neonatal sepsis who experience oxygenation problems and are at risk of hypothermia.Keywords: neonate; sepsis; nesting fixation; inhalation; oxygen saturation; body temperature ABSTRAK Septicemia neonatorum adalah suatu kondisi di mana terdapat infeksi bakteri dalam darah di seluruh tubuh. Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Manado, diketahui bahwa sepanjang tahun 2016 terdapat 250 kasus kematian bayi. Penyebab kematian pada kelompok perinatal adalah Intra Uterine Fetal Death (IUFD) = 29,5% dan Low Birth Weight (BBLR) = 11,2%. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Nesting Fixation untuk menjaga stabilitas tanda vital bayi dengan sepsis neonatal. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang melibatkan 4 bayi dengan sepsis neonatorum yang ditentukan berdasarkan kriteria peneliti dengan menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi fiksasi nesting yang dilakukan pada keempat bayi menghasilkan perubahan frekuensi pernapasan yang menurun secara signifikan, nilai saturasi oksigen meningkat secara signifikan, dan suhu tubuh bayi terjaga dalam batas normal. Disimpulkan bahwa pemberian fiksasi nesting dapat menurunkan frekuensi pernafasan, meningkatkan saturasi oksigen serta menjaga kenormalan suhu tubuh bayi dengan sepsis neonatorum yang mengalami masalah oksigenasi dan risiko hipotermia.Kata kunci: neonatus; sepsis; fiksasi nesting; pernafasan; saturasi oksigen; suhu tubuh
Pelatihan Mekanisme Konseling Menyusui Ekslusif Pada Kader Kesehatan Dan Tokoh Agama Imbar, Henry; Montol, Ana; N. Losu, Fredrika; Pasambo, Yourisna; R. Momongan, Nita
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan masalah gizi di Indonesia semakin kompleks saat ini, salah satunya adalah kekurangan zat gizi. Di seluruh dunia, Indonesia adalah negara dengan prevalensi stunting kelima terbesar. Untuk mencapai tumbuh kembang optimal, di dalam Global Strategy for Infant and Young Child Feeding, WHO/UNICEF merekomendasikan empat hal penting yang harus dilakukan, salah satunya pemberian ASI ekslusif. Pemberdayaan masyarakat melalui tokoh agama merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap serta membantu keberhasilan ibu menyusui. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kapasitas kader kesehatan dan tokoh agama dalam memberikan konseling menyusui ekslusif. Metode pelaksanaan yaitu melalui pemberian pelatihan mekanisme konseling gizi pada kader kesehatan dan tokoh masyarakat desa mitra. Pelatihan dilakukan dalam bentuk ceramah dan diskusi serta praktik melakukan konseling dengan menggunakan modul pelatihan yang sudah disusun. Peserta pelatihan akan diberikan modul cetak dan e-modul tentang menyusui eksklusif. Sasaran kelompok pelatihan adalah kader berjumlah 20 orang, tokoh agama 15 orang dan tokoh masyarakat/ perangkat desa 10 orang sehingga jumlah seluruhya 45 orang. Hasil posttest menunjukkan peningkatan pengetahuan kader dan tokoh masyarakat setelah diberikan pelatihan, sehingga disimpulkan bahwa pelatihan yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan kader dan tokoh masyarakat mengenai mekanisme konseling menyusui ASI ekslusif. Pemberdayaan kader dan tokoh masyarakat sebagai konselor sangat penting dalam menggerakkan ibu menyusui untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayinya.
Peningkatan Kapasitas Masyarakat Dalam Deteksi Dini Stroke Menggunakan “Metode Fast” Pada Masyarakat Dengan Risiko Tinggi Stroke Pasambo, Yourisna; Karundeng, Yanni; Bobaya, Janbonsel; Jayanthi Desyani, Ni Luh; Sarimin, Dorce Sisfiani; Alam, Syamsu
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serangan stroke (Brain Attack) merupakan suatu kondisi kedaruratan medis karena berkaitan dengan waktu, sehingga membutuhkan penanganan yang cepat, tepat dan cermat. Hal ini   sangat   dipengaruhi oleh deteksi awal yang tepat di fase pra hospital. Stroke memiliki gejala yang bertindak sebagai peringatan awal serangan, namun kebanyakan orang dengan risiko tinggi stroke yaitu penderita hipertensi dan diabetes mellitus tidak mengenali tanda – tanda peringatan ini. Kewaspadaan masyarakat terhadap stroke dengan pengenalan cepat terhadap  tanda dan gejala stroke sangat  diperlukan,  karena  sebagian  besar  (95%) keluhan   pertama   serangan   stroke   terjadi   di rumah  atau  luar  rumah  sakit. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kapasitas masyarakat yang memiliki risiko tinggi stroke dalam mengenali gejala awal serangan stroke dengan metode FAST. Metode pelaksanaan yaitu melalui penyuluhan dengan menggunakan video animasi dan pemberian pelatihan  deteksi dini serangan stroke dengan metode FAST pada masyarakat desa mitra. Pelatihan diawali dengan ceramah dan pemutaran video animasi deteksi dini stroke dengan metode FAST, dilanjutkan dengan diskusi dan praktik melakukan deteksi dini serangan stroke akut dengan metode FAST. Sasaran kelompok pelatihan adalah masyarakat risiko tinggi stroke berjumlah 50 orang. Hasil post test menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dan sikap masyarakat yang memiliki risiko tinggi stroke setelah diberikan pelatihan, sehingga disimpulkan bahwa pelatihan yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat mengenai deteksi dini stroke akut melalui metode FAST. Peningkatan pengetahuan dan sikap masyarakat yang memiliki risiko tinggi dalam deteksi dini gejala stroke sangat penting dalam upaya meminimalkan dampak stroke.
Peningkatan Kemampuan Kader Dalam Meningkatkan Cakupan Imunisasi Dasar di Puskesmas Kakaskasen Kota Tomohon Pasambo, Yourisna; Alam, Syamsu; Pratiwi, Dian
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Tomohon merupakan salah satu kota dengan capaian imunisasi lengkap dasar yang tidak mencapai target. Beberapa hal yang menjadi faktor penyebab adalah kurangnya pengetahuan ibu tentang imunisasi dan kesadaran ibu untuk membawa bayi ke posyandu, meskipun sudah diberikan informasi oleh kader terkait pelaksanaan posyandu. Dalam mengoptimalkan perannya untuk meningkatkan capaian imunisasi dasar lengkap, tentunya kader posyandu memerlukan strategi baru dan pengembangan diri. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan kemampuan kader posyandu dalam memobilisasi orang tua membawa bayi diimunisasi sehingga dapat mengurangi drop out imunisasi dasar lengkap serta meningkatkan capaiannya. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui pelatihan kepada kader posyandu yang membantu pelaksanaan imunisasi dasar. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari dengan menggunakan Modul Pelatihan Kader Imunisasi yang diterbitkan oleh Unicef dan Kementerian Kesehatan RI. Didapatkan jumlah peserta sebanyak 43 orang kader posyandu wilayah kerja Puskesmas Kakaskasen Kota Tomohon. Metode pelaksanaan pelatihan adalah melalui ceramah dengan media video animasi dan modul serta metode role play. Pengetahuan responden diukur sebelum dan sesudah diberikan pelatihan. Didapatkan hasil peningkatan pengetahuan responden setelah diberikan pelatihan. Diharapkan dengan meningkatnya pengetahuan, akan diikuti dengan meningkatnya kemampuan kader posyandu dalam memobilisasi orang tua membawa bayi diimunisasi sehingga dapat mengurangi drop out imunisasi dasar lengkap serta meningkatkan capaian imunisasi.
GROUP ACTIVITY THERAPY REDUCES SYMPTOMS OF PSYCHOSOCIAL DISORDERS OF THE ELDERLY (ELDERLY) Pasambo, Yourisna; Karundeng, Yanni; Imbar, Henry Sonny; Tumurang, Marjes; Desyani, Ni Luh Jayanthi
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KOMUNITAS KESEHATAN Vol 1 No 1 (2023): DESEMBER
Publisher : Poltekkes Kemenkes Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jb.v1i1.852

Abstract

Pada umumnya setelah orang memasuki lansia akan mengalami penurunan fungsi kognitif dan psikomotor. Keadaan itu berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum maupun kesehatan jiwa secara khusus pada lansia. Di antaranya adalah secara psikososial yaitu ketergantungan pada orang lain, mengisolasi diri atau menarik diri dari kegiatan kemasyarakatan, bingung, panik, depresif, apatis, dan sebagainya. Penurunan fungsi kognitif dan psikomotor juga lansia yang berada di Desa Silian Satu Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara. Berdasarkan hasil wawancara kepada beberapa orang lansia ditemukan bahwa lansia tersebut tidak lepas dari masalah psikososial. Kondisi psikososial seperti ini tentunya menyebabkan lansia mengalami penurunan kualitas kesehatan, kurang berdaya guna dalam masa tua serta kurang menikmati masa tua mereka. Salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kesehatan lansia adalah dengan menerapkan terapi aktivitas kelompok (TAK). TAK merupakan salah satu cara agar lansia berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang dapat mempengaruhi psikososialnya. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Yanni dkk (2018) terhadap lansia di Panti Agape Tondano dan Panti Debora Tondano Propinsi Sulawesi Utara menunjukkan bahwa terapi aktifitas kelompok stimulasi sensori memberi hasil yang bermakna dimana terdapat pengaruh terapi aktivitas kelompok stimulasi sensoris terhadap gangguan psikososial lanjut usia. Terapi aktifitas kelompok stimulasi sensoris dilakukan dengan metode diskusi dan sharing persepsi dengan panduan modul yang disusun oleh tim peneliti. Hasil penelitian tersebut dapat menjawab masalah kesehatan psikososial yang dialami oleh lansia di Desa Silian Satu. Pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui terapi aktifitas kelompok persepsi sensori dengan menggunakan Modul Terapi Aktifitas Kelompok hasil penelitian dari Yanni Karundeng dkk. Terapi aktifitas kelompok dilaksanakan selama empat hari. Kegiatan ini difokuskan pada lansia yang mengalami penurunan / gangguan fungsi psikososial dengan target sasaran 50 -70 lansia. Hasil analisa data menunjukkan bahwa terjadi penurunan gejala gangguan psikososial yang dialami oleh lansia setelah menjalani Terapi Aktivitas Kelompok (TAK). Kesimpulan yang diperoleh dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah terjadi penurunan gejala gangguan psikososial yang dialami oleh lansia di Desa Silian Satu Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara setelah diberikan TAK. Pada umumnya setelah orang memasuki lansia akan mengalami penurunan fungsi kognitif dan psikomotor. Keadaan itu berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum maupun kesehatan jiwa secara khusus pada lansia. Di antaranya adalah secara psikososial yaitu ketergantungan pada orang lain, mengisolasi diri atau menarik diri dari kegiatan kemasyarakatan, bingung, panik, depresif, apatis, dan sebagainya. Penurunan fungsi kognitif dan psikomotor juga lansia yang berada di Desa Silian Satu Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara. Berdasarkan hasil wawancara kepada beberapa orang lansia ditemukan bahwa lansia tersebut tidak lepas dari masalah psikososial. Kondisi psikososial seperti ini tentunya menyebabkan lansia mengalami penurunan kualitas kesehatan, kurang berdaya guna dalam masa tua serta kurang menikmati masa tua mereka. Salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kesehatan lansia adalah dengan menerapkan terapi aktivitas kelompok (TAK). TAK merupakan salah satu cara agar lansia berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang dapat mempengaruhi psikososialnya. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Yanni dkk (2018) terhadap lansia di Panti Agape Tondano dan Panti Debora Tondano Propinsi Sulawesi Utara menunjukkan bahwa terapi aktifitas kelompok stimulasi sensori memberi hasil yang bermakna dimana terdapat pengaruh terapi aktivitas kelompok stimulasi sensoris terhadap gangguan psikososial lanjut usia. Terapi aktifitas kelompok stimulasi sensoris dilakukan dengan metode diskusi dan sharing persepsi dengan panduan modul yang disusun oleh tim peneliti. Hasil penelitian tersebut dapat menjawab masalah kesehatan psikososial yang dialami oleh lansia di Desa Silian Satu. Pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui terapi aktifitas kelompok persepsi sensori dengan menggunakan Modul Terapi Aktifitas Kelompok hasil penelitian dari Yanni Karundeng dkk. Terapi aktifitas kelompok dilaksanakan selama empat hari. Kegiatan ini difokuskan pada lansia yang mengalami penurunan / gangguan fungsi psikososial dengan target sasaran 50 -70 lansia. Hasil analisa data menunjukkan bahwa terjadi penurunan gejala gangguan psikososial yang dialami oleh lansia setelah menjalani Terapi Aktivitas Kelompok (TAK). Kesimpulan yang diperoleh dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah terjadi penurunan gejala gangguan psikososial yang dialami oleh lansia di Desa Silian Satu Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara setelah diberikan TAK.
Mentoring for Breastfeeding Mothers in Stunting Prevention Efforts in Kalasey Dua Village Pasambo, Yourisna; Karundeng, Yanni; Desyani, Ni Luh Jayanthi; Tuegeh, Johana; Kusmiyati, Kusmiyati
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KOMUNITAS KESEHATAN Vol 2 No 01 (2024): JUNI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jb.v2i01.2317

Abstract

Introduction Stunting occurs in children with chronic malnutrition due to the provision of food that does not meet nutritional needs. Stunting prevention is carried out through specific and sensitive interventions on the target of the first 1,000 days of life, one of which is by providing optimal Exclusive Breastfeeding. The cause of the low coverage of breastfeeding is the lack of understanding and awareness of a mother about the importance of breast milk for child growth. Several previous studies have found that mentoring mothers can increase knowledge and understanding of mothers about the nutrition of pregnant and breastfeeding mothers and the importance of effective Exclusive Breastfeeding. The purpose of the activity is to increase the knowledge and abilities of mothers in providing Exclusive Breastfeeding in Kalasey Dua Village. The community service method is implemented through education on providing Exclusive Breastfeeding using videos and E-Modules as well as face-to-face mentoring and counseling and through WhatsApp groups. The results of the activity showed an increase in the knowledge of pregnant and breastfeeding mothers about providing Exclusive Breastfeeding after being given education and mentoring by implementing videos and e-modules. Conclusion, providing education and mentoring effectively increases the knowledge of pregnant and breastfeeding mothers about the importance of providing Exclusive Breastfeeding.
Kombinasi Teknik Contrast Bath Dan Foot Massage Dalam Menurunkan Edema Kaki Pada Ibu Hamil Dengan Preeklamsia Berat Pasambo, Yourisna; Radjak, Desy Fransiska; Tamunu, Esther; Tuegeh, Johana; Karundeng, Yanni
JIDAN Jurnal Ilmiah Bidan Vol 11 No 2 (2024): Vol 11 No 2 ( Edisi Januari - Juni 2024 )
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jib.v11i2.2115

Abstract

Background: Preeclampsia is a set of symptoms experienced by pregnant women, laboring women and women in the postpartum period that usually appear at 20 weeks of gestation until the end of the first week of labor. Leg edema is a common problem in pregnant women with preeclampsia. Leg edema makes pregnant women feel cramps at night, feel uncomfortable and heavy in the swelling area. The management of foot massage and warm water soak is effective in reducing leg edema in third trimester pregnant women. Contrast bath is one of the foot soaking techniques that works to reduce edema by lowering intra-venous hydrostatic pressure which has an impact on the seeping of plasma fluid in the interstitium back into the veins. Objective : of this case study is to apply evidenced based nursing action contrast bath with foot massage to reduce leg edema in pregnant women with severe preeclampsia. The writing. Methods : is descriptive qualitative using a case study approach. Samples were selected using purposive sampling technique and obtained a sample of four pregnant women with severe preeclampsia. Results: the four pregnant women experienced a decrease in edema degree of 1 degree each after being given contrast bath and foot massage interventions for three days. Conclusion: the combination of contrast bath and foot massage techniques is effective in reducing leg edema