Aries Musnandar
Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Brawijaya Malang Telp. 0811362625, email: raries.m1@gmail.com

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Implementasi Nilai-Nilai Aswaja Melalui Pembelajaran Ma’arif di Sekolah Dasar Nahdlatul Ulama (SD NU) Hasanuddin Dilem 02 Kabupaten Malang: The Implementation of Aswaja Values Through Ma'arif Learning at Sekolah Dasar Nahdatul Ulama Hasanuddin Dilem 02 Kabupaten Malang Iswahyudi, Muhammad; Musnandar, Aries
RABBAYANI: Jurnal Pendidikan dan Peradaban Islami Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Currently, religion is one of the most frequently discussed issues. There are many divisions and animosities among Muslims because of different views, both from political views, religious views, and even culture. This condition is found in various cases of radical thought movements and ideas that have grown and developed in this country. Such as a series of cases of violence in the name of religion that often occur in various regions in Indonesia, the destruction of places of worship, the rejection of different groups, and several suicide bombings are cases that have captured the attention of the world public. This study aims to determine Aswaja values in Ma'arif learning, to know the implementation of Ma'arif learning in instilling Aswaja values. This descriptive qualitative article aims to identify the implementation of Ma’arif learning in instilling Aswaja values. The findings of this study include the Aswaja values applied to Ma’arif learning at SD NU Hasanuddin Dilem 02 Malang, including the value of tawassut, i’tidal, tawazun and tasamuh. The implementation of Ma’arif learning as a medium for instilling the value of Aswaja is in the subjects of Fiqh, Al-Quran Hadith, Islamic Civilization and Aqidah Akhlak. The supporting factors are the environment and daily Aswaja activities, while the inhibiting factors are the lack of time allocation and learning that is considered less interesting. From this study, schools can create programs that hone students' knowledge and social skills. Schools can also provide more learning allocations and learning is implemented in a more attractive way for students. Saat ini, agama adalah salah satu isu yang paling sering dibicarakan. Banyak perpecahan dan permusuhan di kalangan umat Islam karena perbedaan pandangan, baik dari pandangan politik, pandangan agama, bahkan budaya. Kondisi ini bisa dijumpai dari berbagai gerakan dan paham radikal yang tumbuh dan berkembang di tanah air ini. Seperti serangkaian kasus kekerasan mengatasnamakan agama sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia, perusakan rumah-rumah ibadah, penolakan terhadap kelompok yang berbeda, dan sejumlah tragedi bom bunuh diri merupakan kasus yang menyita perhatian publik dunia. Artikel ini bertujuan mengetahui nilai-nilai Aswaja dalam pembelajaran Ma’arif dan implementasi pembelajaran Ma’arif dalam penanaman nilai-nilai Aswaja. Artikel kualitatif deskriptif ini bertujuan menjelaskan implementasi pembelajaran Ma’arif dalam penanaman nilai-nilai Aswaja. Temuan artikel ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Aswaja yang diterapkan dalam pembelajaran Ma’arif di SD NU Hasanuddin Dilem 02 Malang meliputi nilai-nilai tawassut, i’tidal, tawazun dan tasamuh. Implementasi pembelajaran Ma’arif sebagai media untuk menanamkan nilai-nilai Aswaja melalui mata pelajaran Fikih, Al-Quran Hadis, Sejarah Kebudayaan Islam dan Akidah akhlak. Faktor-faktor pendukungnya adalah lingkungan sekitar dan kegiatan Aswaja harian, sedangkan faktor-faktor penghambatnya adalah kurangnya alokasi waktu dan pembelajaran yang dirasa kurang menarik. Implikasi artikel ini, sekolah dapat menyusun program-program yang dapat mengasah pengetahuan dan keterampilan sosial peserta didik. Serta menyediakan waktu pembelajaran yang memadai dan penerapan pembelajaran yang lebih menarik bagi para peserta didik. Kata Kunci: Aswaja, Implementasi Belajar, Pembelajaran Ma’arif, Nilai-Nilai Aswaja.
Religious-Sociocultural Networks and Social Capital Enhancement in Pesantren Sutomo, Sutomo; Musnandar, Aries; Alzitawi, Diaya Uddeen Deab Mahmoud; Sutrisno, Sutrisno
Jurnal Pendidikan Islam Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : The Faculty of Tarbiyah and Teacher Training associated with PSPII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpi.v10i1.19997

Abstract

Implementing society empowerment models is crucial for addressing micro-level problems where government services often fall short. Despite evidence that social capital significantly contributes to development and poverty reduction, there remains a gap in understanding specific strategies and outcomes of social capital-based empowerment initiatives. This study aims to fill this gap by investigating the unique learning concept of Pesantren Rakyat Sumberpucung (PRS), which emphasizes low- cost, independent, flexible, and mutual assistance principles. Utilizing framework which includes structural opportunity to meet, know-how of social interaction, sense of belonging, and ethos of mutuality, this study employed qualitative research design. Data were gathered through participant observation, semi-structured interviews with village-level stakeholders, in-depth interviews and focus group discussion. The results indicate that the integrative model known as "Pancarukun," which includes initiatives such as Jagong Mathon, Celengan, Ngaji Ngluruk, Lumbung Pesantren Rakyat, and Fatehahan, effectively strengthens socio-cultural-religious networks, fostering harmony and cooperation between PRS and the community. These strategies have successfully promoted a spirit of togetherness and consistent collaboration. In conclusion, PRS’s approach demonstrates the potential of integrative community-based strategies to address diverse problems across sectors such as economy, agriculture, education, and culture. By leveraging social capital, PRS has created a sustainable model of community empowerment that can serve as a blueprint for similar initiatives.
Role Play-Based Learning of Religious Education for Students'empathy on Peace & Harmony Musnandar, Aries; Aziz, Sumarno
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 6 No 1 (2022): AnCoMS, APRIL 2022
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/ancoms.v6i1.335

Abstract

Role Play-Based Learning of Religious Education for Students'empathy on Peace & Harmony
The Implementation of Triple T Values into the Organization of Nadhatul Ulama: Lessons from Mbah Hasyim’s Core Values for Developing World Peace Education Muhaimin, Ahmad; Musnandar, Aries
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 6 No 1 (2022): AnCoMS, APRIL 2022
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/ancoms.v6i1.462

Abstract

Artikel ini memaparkan implementasi Triple T Core Values ​​Mbah Hasyim ke dalam Organisasi Nadhatul Ulama (NU) dan Lembaga Pendidikannya, Penelitian ini membahas tentang pentingnya peran Core Values ​​Mbah Hasyim ke dalam Organisasi NU. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi positif dari Nilai-Nilai Inti Mbah Hasyim dalam pendidikan perdamaian dunia melalui lembaga-lembaganya. Nilai-nilai inti mbah Hasyim saat ini relevan untuk diangkat ketika UNESCO mencanangkan pendidikan perdamaian dunia. Nilai-nilai tersebut dilihat dalam konteks perspektif umat Islam Indonesia. Mbah Hasyim sebagai pendiri Nahdhatul Ulama (NU) memiliki jiwa damai karena ia menemukan nilai-nilai yang terkandung dan nilai-nilai yang diturunkan dari ajaran Islam dan dirumuskan menjadi nilai-nilai triple core. NU sebagai organisasi keagamaan yang berlandaskan konsep Ahlussunnah wal Jama'ah, memiliki prinsip 3 Ts: Tawassut (Moderat), Tawazun, Tasamuh, plus amar ma'ruf dan nahi munkar; yang selalu menjadi landasan politik kebangsaan NU dalam perpolitikan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi nilai-nilai inti mbah Hasyim serta melihat implementasi nilai-nilai tersebut ke dalam Organisasi NU. Tujuan peneliti adalah untuk mendapatkan konsep yang jelas dan tepat sebelum melanjutkan penelitian lapangan yang akan menjadi langkah penelitian selanjutnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang pertama-tama memanfaatkan studi kepustakaan dalam pengumpulan data. Hasil penelitian akan membuktikan nilai-nilai inti Mbah Hasyim berkontribusi banyak terhadap toleransi beragama, perdamaian dan hidup bersama dalam satu visi dan identitas sebagai kebangsaan Indonesia. Pancasila sebagai landasan filosofis merupakan jalan tengah untuk mencegah Indonesia dari benturan agama dan negara dan terbukti efektif dalam menjembatani perbedaan suku, agama, ras, budaya dan bahasa sehingga seluruh elemen bangsa Indonesia mampu hidup bersama (common platform) dalam kerangka Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan dan semboyan Negara Kesatuan Republik Indonesia.