Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

REVIEW ARTIKEL: ANALISIS BEBAN KERJA DI INDUSTRI FARMASI INGKA TISYA GARNISA; Resmi Mustarichie
Farmaka Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i3.34923

Abstract

Industri farmasi merupakan perusahaan pembuatan obat atau bahan obat yang secara resmi memperoleh izin dari Menteri Kesehatan. Dalam pelaksaan kegiatannya, personel yang bekerja haruslah memadai, tidak dibebani tanggung jawab berlebih, terkualifikasi dan berpengalaman untuk menghindari risiko terhadap pembuatan mutu suatu obat. Diperlukan analisis beban kerja di dalam suatu perusahaan supaya kebutuhan personel yang terlibat terpenuhi baik dari segi kualitas dan kuantitas. Terdapat perhitungan jumlah operator yang diperlukan dan Full Time Equivalent (FTE) dalam menentukan beban kerja. Review ini diharapkan dapat memberikan informasi sebagai evaluasi bagaimana beban kerja di perusahaan khususnya di Industri Farmasi. Kata Kunci: Analisis beban kerja, FTE, personel  ABSTRACTPharmaceutical industry is a drug or drug manufacturing company that officially obtains permission from the Minister of Health. In the implementation of its activities, the personnel who work must be adequate, not over-burdened, qualified and experienced to avoid the risk of making the quality of a drug. Workload analysis is required within a company so that the needs of the personnel involved are met both in terms of quality and quantity. There calculations were the number of operators required and Full Time Equivalent (FTE) in determining workloads. This review is expected to provide information as an evaluation of how the workload in the company, especially in the Pharmaceutical Industry. Keyword: Workload analysis, FTE, personnel
REVIEW ARTIKEL : AKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIA BEBERAPA TANAMAN DI INDONESIA Zakiatun Azma Amani; Resmi Mustarichie
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.895 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17426

Abstract

ABSTRAKDiabetes melitus merupakan kumpulan berbagai macam sindrom yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia), perubahan metabolisme lemak, karbohidrat dan protein. Untuk mengobati diabetes mellitus, digunakan obat antihiperglikemia. Banyak tanaman herbal yang dilaporkan memiliki aktivitas antihiperglikemia karena memiliki senyawa aktif yang berperan sebagai antioksidan yaitu flavonoid. Dari 13 tanaman yang didapat dari sumber jurnal didapatkan bahwa Peperomia pellucida [L.] Kunth memiliki aktivitas antihiperglikemia terbesar dengan dosis 40 mg/Kg BB.Kata kunci     : Diabetes melitus, Antihiperglikemia, Tanaman herbal ABSTRACTDiabetes mellitus consists of a group of syndromes characterized by hyperglycemia, altered metabolism of lipids, carbohydrates, and proteins. Diabetes mellitus can be treated by antihyperglicemic agent. Many plants have been reported have activity as antihyperglicemic agent because they have  flavonoid as antioxidant. From 13 plants that have been reviewed from data source like journals, Peperomia pellucida [L.] Kunth (40 mg/Kg BB)  has the highest effect of antihyperglicemic effect.Keywords        : Diabetes mellitus, Antihyperglicemia agent, Medicinal plants 
Review: Peneran Data Integrity di Industri Farmasi IRBAH ARIFA; RESMI MUSTARICHIE
Farmaka Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i2.27247

Abstract

Data integrity adalah suatu tingkatan suatu data disajikan secara lengkap, akurat konsisten, terpercaya, dan dapat diandalkan.. Dalam beberapa waktu terakhir, pengamatan terkait data integrity ketika inspeksi Good Manufacturing Practice (GMP), Good Clinical Practice (GCP), dan Good Laboratory Practice (GLP) meningkat. Tujuan penulisan tinjauan artikel ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai data integrity, pelanggaran terhadap data integrity dan strategi solusi penerapan data integrity di industri farmasi.   Artikel review ini dibuat dengan melakukan penelusuran jurnal-jurnal yang terdapat dalam PubMed, ScienceDirect, dan situs jurnal lainnya. Inspeksi yang dilakukan oleh FDA, EU, dan  WHO menunjukkan bahwa adanya ketidakpatuhan berupa temuan kesalahan data ataupun data yang menyesatkan saat melakukan proses inspeksi. Ketidakpatuhan tersebut berasal dari ketidakmampuan sistem yang diterapkan. Sistem tersebut tidak cukup kokoh untuk menghambat kegagalan terhadap integritas dari data, gagal dalam mendeteksi kasus ketika integritas tersebut hilang, dan gagal menginvestigasi akar permasalahan dari suatu kegagalan. Beberapa strategi yang sudah diterapkan untuk menjaga data integrity adalah pembentukan Data and Safety Monitoring Board (DSMB) untuk melakukan proses monitoring, pengembangan metode audit yang dapat mengidentifikasi data kritis dan proses yang diperlukan untuk melindungi subjek dan integritas dari suatu investigasi, penerapan Structured Content Management (SCM), dan memastikan siklus hidup dari suatu proses analisis terstruktur dengan baik.
REVIEW: TANAMAN HERBAL BERKHASIAT SEBAGAI OBAT ANTIALOPECIA ALVIN AL BAIHAQI; Resmi Mustarichie
Farmaka Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.527 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i1.22242

Abstract

Alopecia atau kebotakan adalah penyakit dimana jumlah rambut yang rontok lebih banyak dari rambut yang tumbuh. Dibedakan menjadi tiga jenis yaitu alopecia areata, androgenetic alopecia dan traction alopecia. Obat anti alopecia yang disetujui oleh FDA baru berjumlah dua, sehingga obat herbal menjadi alternatif yang menarik bagi kelangsungan perkembangan pengobatannya. Dalam review ini disajikan 11 tanaman  berbeda dari berbagai daerah yang berpotensi menjadi obat alternatif anti alopecia.Kata kunci : Alopesia, antialopesia, tanaman herbal
ARTIKEL REVIEW: PERKEMBANGAN DAN POTENSI VAKSIN DBD DARI BERBAGAI NEGARA Monica Richelle Herdady; Resmi Mustarichie
Farmaka Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.899 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i3.17415

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan virus dengue melalui Aedes aegyptidan Aedes albopictus. Infeksi virus dengue dapat menyebabkan Sindrom Syok Dengue yang dapat berujung pada kematian. Hingga saat ini, pengobatan DBD yang tersedia saat ini hanya terapi suportif saja. Namun, kini terapi preventif berupa vaksin DBD sedang dikembangkan. Review ini bertujuan untuk mengumpulkan literatur mengenai perkembangan vaksin DBD dan meninjau potensi vaksin DBD berdasarkan studi di berbagai negara.Kata kunci:Demam Berdarah Dengue, vaksin, perkembangan, potensi
Uji Antihipertensi Kombinasi Beberapa Ekstrak Tanaman pada Tikus : Review Artikel Frita Karisma Alvianita; Resmi Mustarichie
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.243 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22065

Abstract

TATA CARA REGISTRASI UNTUK PANGAN OLAHAN INDUSTRI RUMAH TANGGA (PIRT) DAN MAKANAN DALAM NEGERI (MD) DALAM RANGKA PENINGKATAN PRODUK YANG AMAN DAN BERMUTU DI BANDUNG JAWA BARAT MAWAR DWI YULIANTI; Resmi Mustarichie
Farmaka Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.537 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i3.14749

Abstract

UU no 36 tahun 2009 tentang kesehatan menyatakan bahwa setiap makanan dan minuman hanya dapat diedarkan setelah mendapat izin edar. Selama periode Januari hingga Juni tahun 2017 diperoleh data sebanyak 1.471 (33,95%) sarana distribusi tidak memenuhi ketentuan (TMK), salah satunya dikarenakan menjual pangan tanpa izin edar yaitu sebanyak 3.760.060 pcs. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat yang selaku produsen untuk mendaftarkan produk olahan mereka, oleh sebab itu artikel ini dibuat untuk menjelaskan tentang tatacara registrasi pangan olahan dalam negeri (MD) dan pangan industri rumah tangga (PIRT) dalam upaya peningkatan produk pangan yang aman dan bermutu. Penyusunan artikel mengacu pada studi pustaka regulasi BPOM khususnya tentang Pangan olahan dalam negeri. Nomor izin edar untuk pangan olahan dalam negeri (MD) dikeluarkan oleh Badan POM dan pendaftaran dilakukan melalui e-Registration, sedangkan Industri Rumah Tangga Pangan wajib mengikuti penyuluhan keamanan pangan untuk mendapatkan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) yang dikeluarkan oleh Dinas kesehatan kab/kota.Kata kunci: Izin edar, pangan olahan, MD, PIRT
Virtual Screening Kandungan Senyawa Kipas Laut (Gorgonia mariae) sebagai Antiasma Faruk Jayanto Kelutur; Resmi Mustarichie; Abdul Kakhar Umar
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 16, No 2 (2020): September
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.16.2.39965.199-210

Abstract

Kipas laut (Gorgonia mariae) telah digunakan masyarakat Maluku secara turun temurun sebagai obat asma. Kandungan metabolit sekunder yang paling dominan dalam kipas laut adalah sterol, dimana memiliki aktivitas terapi melalui efek sinergisme antara senyawa metabolit dengan polivalent activity. Pengujian kipas laut sebagai anti-asma belum pernah dilaporkan sebelumnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan virtual screening menggunakan metode in silico pada komponen sterol kipas laut sebagai tahap awal dalam menentukan efektivitas terapi anti-asma dengan memprediksi nilai ikatan energi bebas (ΔG), konstanta inhibisi (Ki), dan interaksi residu asam amino menggunakan Autodock Tools 4.2 dan Discovery Studio 2016 Client®. Keamanan dan efektivitas kandidat obat dievaluasi menggunakan parameter dari Lipinski Rule of Five dan pre-ADMET. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstanta inhibisi dan ikatan energi bebas (Ki; ΔG) dari komponen senyawa kipas laut dapat diurutkan secara potensial yaitu 4,24-dimetil kolestanol  (0,809; -12,40) > 24-metil-22-dehidrokolesterol (0,864; -12,36) > 23-demetil gorgosterol (1,74; -11,95) > 4,24-dimetil-22-dehidrokolestanol (1,89; -11,90). Residu asam amino yang berperan penting dalam aktivitas inhibisi hCHIT1 adalah 213-ASP. Semua komponen senyawa uji memiliki nilai log P lebih dari 5 yang menunjukkan bahwa kelarutan dan toksisitas perlu diperhatikan. Evaluasi distribusi pre-ADMET berdasarkan nilai dari pengikatan protein plasma menunjukan bahwa senyawa uji dapat berdifusi menembus membran plasma dan berinteraksi sesuai target farmakologi. Selain itu, hasil parameter uji toksisitas menunjukkan bahwa senyawa 23-demetil gorgosterol dan 4,24-dimetil-22-dehidrokolestanol memiliki potensi sebagai anti-asma.Virtual Screening of the Compounds in Gorgonians (Gorgonia mariae) as anti-asthma. The people of Maluku have used Kipas laut (G. mariae) for generations as an asthma medicine. The secondary metabolite that is most dominant in kipas laut is sterols, which have therapeutic activity through the synergistic effect between metabolite compounds and polyvalent activity. Anti-asthma activity of kipas laut has never been reported. Therefore, it is necessary to do virtual screening using the in silico method on the sterol component of kipas laut as a first step in determining the effectiveness of anti-asthma therapy by predicting the value of free energy bonds (ΔG), constant inhibition (Ki), and interactions of amino acid residues using Autodock Tools 4.2 and Discovery Studio 2016 Client®. The effectiveness and safety of prospective drugs are evaluated using the Lipinski Rule of Five and pre-ADMET. The results showed that the value of inhibition constants and free energy bonds (Ki; ΔG) on the compound of kipas laut that was potentially sorted was 4.24-dimethyl cholestanol (0.809; -12.40) > 24-methyl-22-dehydrocholesterol (0.864; -12.36) > 23-demethyl gorgosterol (1.74; -11.95) > 4.24-dimethyl-22-dehidrokolestanol (1.89; -11.90). The crucial residues of amino acids is 213-ASP, which play a significant role in hCHIT1 inhibitory activity. All components of the test compound have a log P value of more than five, which indicates that solubility and toxicity need to be considered. Evaluation of the pre-ADMET based on the value of plasma protein binding shows that the test compound can diffuse through the plasma membrane and interact according to pharmacological targets. In addition, the results of the toxicity test showed that 23-demethyl gorgosterol and 4.24-dimethyl-22-dehidrokolestanol compounds have potential as anti-asthma.
Determination of Potential Compounds of Stevia Leaves (Stevia rebaudiana Bertoni) Against DPP4 as Candidates for Antidiabetic Drugs Resmi Mustarichie
Journal of Global Pharma Technology Volume 12 Issue 06 (2020) June 2020
Publisher : Journal of Global Pharma Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.606 KB)

Abstract

Diabetes mellitus is a metabolic disorder due to abnormalities in insulin secretion, insulin action, or both. Around 200 million people worldwide suffer from diabetes, most of which is type 2 diabetes. One of the targets of diabetes treatment is the DPP-4 enzyme which works to degrade incretin from the body. Sitagliptin, a DPP-4 inhibitor that has been approved for the treatment of type 2 diabetes. Besides using synthetic drugs, a biochemical compound can also be used for diabetes therapy, one of which is stevia leaf. This research was conducted to select compounds contained in stevia leaves based on their interaction with DPP4 in silico. The purpose of this study was to determine potential compounds from stevia leaves to be a candidate for antidiabetic drugs. Tests were carried out on DPP4 inhibitors, namely sitagliptin, and 10 compounds contained in stevia leaves. The results showed that there were three potential compounds namely isosteviol, steviol, and steviolmonoside. Testing the Lipinski's rule of five and pre-ADMET parameters implied that the three compounds had the potential to be used as candidates for antidiabetic drugs. Keywords: Stevia leaf, Stevia rebaudiana, Diabetes mellitus, DPP4, Molecular modeling.
Molecular Modeling of Anti-Alopecia Compounds Found in Sauropus Androgynus Resmi Mustarichie
Journal of Global Pharma Technology Volume 12 Issue 02 (2020) Feb. 2020
Publisher : Journal of Global Pharma Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.424 KB)

Abstract

People in the village of Mak Kemas, Malaysia use the katuk leaves (Sauropus androgynus) to prevent anti-alopecia. It was thought that katuk leaves have secondary metabolites which could accelerate the growth of new hair. The objective of this study was to determine the molecular modeling of compounds contained in katuk leaves (Sauropus androgynous) providing docking and ADMET information in silico as anti-alopecia drugs. In this study, receptors were used (PDB code: 4K7A) derived from protein data banks (http://www.rscb.org/pdb) and visualized with Discovery Studio and tested 10 compounds that had the potential as ligands to prevent baldness. Molecular modeling of bioactive compounds was carried out by molecular docking computation using AutodockTools 1.5.6 and Pre-Admet to determine absorption, distribution, and toxicity. The results were an amino acid residue that showed the place-bound to the receptor, inhibitory constant (Ki), and free energy bonds (∆ G). Of the 11 compounds studied, 3 were 5-Alpha-Dihydrotestosterone; Finasteride; and Pyrene interacts well so that it could prevent baldness. From the results of docking and pre-admet that had been done, it concluded that the compounds contained in katuk leaves could be used as candidates for anti-alopecia drugs.Keywords: Anti-alopecia, ADMET, In-silico, Katuk Leaf, Sauropus androgynus.