Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Proceeding Biology Education Conference

POTENSI EKSTRAK LIMBAH KULIT BIJI METE (Anacardium occidentale Herbs) PADA BERBAGAI PELARUT TERHADAP DAYA TAHAN HAMA ULAT TANAH PENYERANG TANAMAN STROBERI DI TAWANGMANGU Muzayyinah, Muzayyinah
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (904.57 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari: (1) Efek dari ekstrak kulit biji mete (Anacardium occidentale. Linn) terhadap daya tahan hama ulat tanah yang menyerang tanaman stroberi, (2) Tingkat daya tahan  hama ulat tanah yang menyerang tanaman stroberi, dan (3) Kadar efektif ekstrak kulit biji mete (Anacardium occidentale. Linn) terhadap daya tahan  hama ulat tanah  yang menyerang tanaman stroberi.Penelitian dilakukan di lahan petani stroberi Kalisoro selama 3 bulan. Prosedur penelitian adalah: (1) koleksi lapangan ulat tanah, (2) identifikasi ulat tanah tingkat larva untuk mendapatkan larva instar II, (3) pembuatan ekstrak kulit biji mete dengan berbagai pelarut. Penelitian  pendahuluan dilaksanakan untuk mengetahui toksisitas dari ekstrak dan serbuk kulit biji jambu mete terhadap ulat tanah, yaitu dengan mencari konsentrasi LC50-h  jam.  Ekstrak kulit biji jambu mete dalam berbagai konsentrasi (0%, 10%, 40%, 60%) disemprotkan  pada media tanam stroberi.  Kemudian dilakukan pengamatan terhadap jumlah ulat tanah yang mati dan prosentase kematiannya setiap 24 jam. ulat tanah (Anthonomus rubi) selanjutnya  diinfeksikan dalam media tanaman sebanyak 5 ekor pada setiap sampel perlakuan. Permukaan media ditutup kembali dengan media setinggi 3 cm. Disemprotkan ekstrak kulit biji mete dari berbagai konsentrasi pada masing-masing sample polibag. Pengamatan dilakukan pada setiap 3 jam sampai 48 jam.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 10% dan 20% baik pada ekstrak kulit biji mete dengan pelarut alcohol 70% atau alcohol 90% memberikan pengaruh yang nyata. Ekstrak kulit biji mete dengan konsentrasi 10% berefek sama dengan ekstrak pada konsentrasi 20%, yakni memberikan daya tahan terhadap hama. Kedua konsentrasi tersebut berbanding nyata denga konsentrasi 30% dan lainnya. Hasil analisis ini  mempunyai arti bahwa pemberian konsentrasi 10% atau 20% akan sama pengaruhnya jika diberi konsentrasi 30%, 40%, 50%, 60% dan 70%. Kata kunci: ulat tanah (Anthonomus rubi)
Genetic Diversity of I. tinctoria L. as Natural Batik Dye Based on Morphological Characters Muzayyinah, Muzayyinah; Ramli, Murni; Nurmiyati, Nurmiyati
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 12, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indigofera tinctoria is one of the most important species frequently used to produce natural blue dye commercially. The leafy twigs are the main sourches of indigo dye use since very ancient time for dyeing textile blue. The source of blue colour is indigo, derived from indican. Some communities had been used as a dye since 352-395 AD in Indonesia. The aims of this research were: to analyzed morphological characters of Indigofera and studied the relationships among Indigofera species based on morphological data. Forty-nine samples of I. tinctoria L. were collected from 37 locations in Java and Madura islands. The results revealed that the characters  length of petiole, the color of dried foliage upper surface, the color of dried foliage lower surface, crown shape, vexilum shape, indumentum bract, anther trichome, elevation and soil pH can group four accession. The similarity value among accessions was 50% and divided I. Tinctoriaaccessions into four groups in accordance with the sampling sites.Keyword: blue dye, diversity, indigo, indicant, Indigofera, morphological characters