Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pelatihan Peningkatan Kualitas Pembelajaran bagi SMP Muhammadiyah Kabupaten Sleman Herawati, Endang Sri Budi; Surya, Priadi; Mustofa, Zaenal
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v4i3.924

Abstract

Peningkatan kualitas pembelajaran sangat penting untuk mengoptimalkan kompetensi guru dalam menerapkan metode pengajaran yang inovatif dan efektif, sehingga hasil belajar siswa meningkat. Selain itu penguasaan metode pengajaran interaktif   juga penting bagi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di era modern. Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang efektif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Peserta kegiatan adalah guru SMP Muhammadiyah 1 Seyegan dan SMP Muhammadiyah 1 Tempel sebanyak 30 orang. Pelatihan mencakup berbagai aspek seperti pengelolaan kelas, penerapan model pembelajaran berdiferensiasi, serta penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi kelompok, dan simulasi, yang bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada peserta. Hasil pelatihan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap strategi pembelajaran yang lebih interaktif dan berpusat pada siswa. Guru mampu mengelola kelas dengan baik, menerapkan diferensiasi dalam pembelajaran sesuai profil belajar siswa, serta memanfaatkan teknologi baik sebagai media dalam pembelajaran maupun evaluasi belajar siswa (menggunakan Google Forms, Kahoot, quizizz, wordwall). Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan guru-guru mampu menerapkan praktik pembelajaran yang lebih berkualitas dan meningkatkan hasil belajar siswa secara keseluruhan.
Pendampingan Guru dalam Pemanfaatan Big Data untuk Optimalisasi Asesmen Pembelajaran di SMP Muhammadiyah Sleman Herawati, Endang Sri Budi; Surya, Priadi; Mustofa, Zaenal
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v6i1.3493

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi pengelolaan data asesmen yang masih bersifat manual, belum terintegrasinya sistem asesmen pembelajaran, serta keterbatasan pemahaman guru dalam memanfaatkan data asesmen sebagai dasar pengambilan keputusan pembelajaran. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam mengelola asesmen pembelajaran berbasis data melalui pendampingan pemanfaatan big data sebagai bagian dari penguatan manajemen pendidikan modern. Kegiatan dilaksanakan di SMP Muhammadiyah Sleman dengan melibatkan guru, tenaga kependidikan, dan kepala sekolah sebagai mitra sasaran.  Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan In–On–In, yang meliputi pelatihan awal, pendampingan praktik, serta penguatan dan refleksi. Intervensi dilakukan melalui pelatihan konsep asesmen berbasis data dan pembelajaran mendalam, pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran, serta pengembangan dan uji coba Sistem Informasi Manajemen Data Asesmen (SIMDA Sekolah) dan Learning Management System (LMS) berbasis asesmen. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru dalam memahami dan menerapkan asesmen berbasis data, yang ditunjukkan melalui peningkatan hasil pre–post test serta kemampuan guru dalam menyusun dan mengimplementasikan perangkat pembelajaran berbasis data. Seluruh peserta berhasil menyusun RPP berbasis pembelajaran mendalam dan melakukan simulasi pemanfaatan sistem asesmen digital. Selain itu, pengembangan awal SIMDA Sekolah dan LMS berbasis asesmen memberikan dasar bagi sekolah dalam mengelola data pembelajaran secara lebih terstruktur dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan PkM ini memberikan kontribusi nyata dalam penguatan kompetensi guru dan kesiapan sekolah dalam mengadopsi manajemen pembelajaran berbasis data. Pendampingan pemanfaatan big data terbukti relevan dan aplikatif untuk mendukung optimalisasi asesmen pembelajaran serta peningkatan mutu pendidikan di sekolah mitra.
Peran Kepala Sekolah dalam Komunitas Belajar di Daerah Terpencil Nur Aisyah Wani Aisyah; Priadi Surya
Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.jk.2026.v13.i1.p124-137

Abstract

This study aims to describe the roles of the principal as a leader, supervisor, and motivator in developing a learning community at SMA Negeri 1 Belantikan Raya. The research is based on the observation that learning community activities in the school are still incidental and have not yet become part of a sustainable reflective culture among teachers. A qualitative phenomenological approach was employed, using in-depth interviews, participatory observations, and document analysis. Data analysis followed the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The findings reveal that the principal’s role as a leader is reflected in building a collaborative vision, strengthening instructional direction, and fostering a culture of teacher cooperation. As a supervisor, the principal provides academic guidance, facilitates reflective practices, and ensures systematic follow-ups to learning community outcomes. Meanwhile, the role as a motivator is demonstrated through emotional support, recognition, and encouragement that strengthens teachers’ commitment to continuous learning. The study also identifies several challenges, including limited facilities, variations in teacher competence, low consistency in reflective practices, and limited professional networks. These challenges were addressed through visionary leadership strategies, strengthened school policies, and expanded collaboration across learning communities. In conclusion, the principal plays a significant role in establishing a sustainable learning community. The integration of leadership, supervision, and motivation functions becomes a key determinant in fostering a collaborative culture that contributes to teacher professionalism and improved instructional quality.
KONTRIBUSI PENGEMBANGAN KARIER DAN KOMITMEN ORGANISASIONAL TERHADAP KINERJA PEMBANTU KEPALA SMP Priadi Surya
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2012): July–December
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (940.529 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v5i2.4760

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengukur besaran kontribusi pengembangan karier dan komitmen organisasional secara bersama-sama terhadap kinerja pembantu kepala SMP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan kuantitatif. Subjek Penelitian adalah guru dengan tugas tambahan sebagai pembantu kepala sekolah di sepuluh SMP Negeri di Kota Cimahi. Pengolahan data menggunakan statistik parametrik untuk analisis korelasi ganda, dan analisis regresi ganda. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, kontribusi pengembangan karier dan komitmen organisasional secara bersama-sama terhadap kinerja pembantu kepala sekolah SMP Negeri di Kota Cimahi tergolong sedang. Kedua, pengembangan karier dan komitmen organisasional secara bersama-sama yang berada dalam pencapaian yang tinggi dapat mendorong optimalisasi pelaksanaan pekerjaan pembantu kepala sekolah dalam mem-berikan layanan pendidikan. Ketiga, pengembangan karier guru dengan tugas tambahan sebagai pembantu kepala sekolah harus memperhatikan kecakapan guru dan ketentuan kepegawaian.   Kata kunci: pengembangan karier, komitmen organisasional, dan kecakapan guru
The Influence of Principal’s Managerial Competence, Teachers’ Pedagogical Competence, and The Utilization of Educational Facilities on The Effectiveness of Learning Management in Primary Schools across South Amfoang District, Kupang Regency: Pengaruh Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah, Kompetensi Pedagogik Guru, dan Pemanfaatan Fasilitas Pendidikan terhadap Manajemen Pembelajaran Efektif di Sekolah Dasar se Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang Septiani Yeni Mere; Priadi Surya
Borneo Educational Journal (Borju) Vol. 8 No. 1 (2026): February
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/bej.v8i1.2294

Abstract

Abstract This study aims to analyze the association between the principal's managerial competence, teachers' pedagogical competence, and the utilization of educational facilities with the effectiveness of learning management in primary schools across South Amfoang District, Kupang Regency. Adopting a quantitative correlational design, the study involved 96 teachers as respondents selected through a census technique. Data were collected via questionnaires and analyzed using multiple linear regression. The findings reveal a statistically significant positive relationship, with teachers' pedagogical competence emerging as the most prominent predictor. Although the Adjusted R² value reached 0.936, these findings should be interpreted with caution due to potential multicollinearity and response bias inherent in perception-based survey data within a homogeneous sample. The results suggest that in peripheral areas, the integration of human capacity and physical resources tends to operate simultaneously in supporting learning effectiveness. This study recommends the necessity of strengthening pedagogical competencies that are contextualized to the infrastructure constraints in underdeveloped regions.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asosiasi antara kompetensi manajerial kepala sekolah, kompetensi pedagogik guru, dan pemanfaatan fasilitas pendidikan dengan efektivitas manajemen pembelajaran di sekolah dasar se-Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang. Menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional, penelitian ini melibatkan 96 guru sebagai responden melalui teknik sensus. Data dikumpulkan dengan instrumen kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan secara statistik di mana kompetensi pedagogik guru muncul sebagai prediktor yang paling menonjol. Meskipun nilai Adjusted R² menunjukkan angka 0,936, temuan ini harus diinterpretasikan secara hati-hati mengingat adanya potensi multikolinearitas dan bias persepsi dalam data survei di wilayah dengan karakteristik sampel yang homogen. Hasil ini mengindikasikan bahwa di wilayah pinggiran, integrasi kapasitas manusia dan sumber daya fisik cenderung bergerak simultan dalam mendukung efektivitas pembelajaran. Peneliti merekomendasikan perlunya penguatan kompetensi pedagogik yang kontekstual dengan keterbatasan sarana di daerah tertinggal.
Pendampingan Guru dalam Pemanfaatan Big Data untuk Optimalisasi Asesmen Pembelajaran di SMP Muhammadiyah Sleman Endang Sri Budi Herawati; Priadi Surya; Zaenal Mustofa
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v6i1.3493

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi pengelolaan data asesmen yang masih bersifat manual, belum terintegrasinya sistem asesmen pembelajaran, serta keterbatasan pemahaman guru dalam memanfaatkan data asesmen sebagai dasar pengambilan keputusan pembelajaran. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam mengelola asesmen pembelajaran berbasis data melalui pendampingan pemanfaatan big data sebagai bagian dari penguatan manajemen pendidikan modern. Kegiatan dilaksanakan di SMP Muhammadiyah Sleman dengan melibatkan guru, tenaga kependidikan, dan kepala sekolah sebagai mitra sasaran.  Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan In–On–In, yang meliputi pelatihan awal, pendampingan praktik, serta penguatan dan refleksi. Intervensi dilakukan melalui pelatihan konsep asesmen berbasis data dan pembelajaran mendalam, pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran, serta pengembangan dan uji coba Sistem Informasi Manajemen Data Asesmen (SIMDA Sekolah) dan Learning Management System (LMS) berbasis asesmen. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru dalam memahami dan menerapkan asesmen berbasis data, yang ditunjukkan melalui peningkatan hasil pre–post test serta kemampuan guru dalam menyusun dan mengimplementasikan perangkat pembelajaran berbasis data. Seluruh peserta berhasil menyusun RPP berbasis pembelajaran mendalam dan melakukan simulasi pemanfaatan sistem asesmen digital. Selain itu, pengembangan awal SIMDA Sekolah dan LMS berbasis asesmen memberikan dasar bagi sekolah dalam mengelola data pembelajaran secara lebih terstruktur dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan PkM ini memberikan kontribusi nyata dalam penguatan kompetensi guru dan kesiapan sekolah dalam mengadopsi manajemen pembelajaran berbasis data. Pendampingan pemanfaatan big data terbukti relevan dan aplikatif untuk mendukung optimalisasi asesmen pembelajaran serta peningkatan mutu pendidikan di sekolah mitra.
Tren penelitian kepemimpinan adaptif dalam pendidikan Muhamad Mujari; Yuni Astuti; Priadi Surya
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 5 No. 1 (2026): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v5i1.93452

Abstract

Adaptive leadership has attracted scholarly attention for several decades; however, comprehensive studies that systematically map its development remain limited. This study aims to examine the evolution, research trends, and theoretical and practical contributions of adaptive leadership, with particular focus on educational management. This study employs a Systematic Literature Review approach combined with bibliometric analysis. A total of 463 publications from 1989 to 2025 were retrieved from the Scopus database using the keyword "adaptive leadership". Data were collected on 21 May 2025 and analyzed using VOSviewer to map collaboration networks, thematic concentrations, and the evolution of scholarly discourse. The findings reveal a significant increase in research interest in adaptive leadership, particularly in response to rapid change, uncertainty, complex decision-making, and innovation within the context of digital transformation in education. This review identifies key attributes of effective adaptive leadership, including emotional intelligence, communication, empowerment, sense-making, resilience, navigational skills, collaboration, and proactive support for staff and student well-being. These findings contribute to the literature on educational leadership and offer practical implications for school governance in increasingly dynamic and complex educational environments.
Principal supervision in enhancing middle school teachers' professionalism Tarso Tarso; Priadi Surya; Rif’an Efendi; Rohmanur Mala
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.81869

Abstract

Supervision has a strategic role in improving the quality of teaching and teacher professionalism in the school environment. This study describes the principal's supervision strategy in improving teacher professionalism at SMP Muhammadiyah 2 Samigaluh. The study used a qualitative method with data collection techniques in the form of interviews, observations, and documentation. The study results indicate that academic supervision is designed through annual and semester programs, including learning administration, teaching and learning activities, and evaluation. The implementation of supervision is carried out individually and in groups with a collaborative approach involving the principal and the supervision team. Evaluation supervision is carried out every semester to identify strengths and weaknesses and design teacher competency improvement programs. Supervision also encourages professional development through training, workshops, and mentoring. Supporting factors for supervision include positive teacher attitudes, harmonious relationships, and periodic training. Obstacles include limited time, teacher mental readiness, and limited facilities and budget. Planned, evaluative, and adaptive supervision has created an effective and professional learning environment.   Abstrak Supervisi mempunyai peran yang strategis dalam meningkatkan mutu pengajaran dan profesionalisme guru dalam lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi supervisi kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru di SMP Muhammadiyah 2 Samigaluh. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik dirancang melalui program tahunan dan semesteran yang mencakup administrasi pembelajaran, kegiatan belajar mengajar, dan evaluasi. Pelaksanaan supervisi dilakukan secara individual dan kelompok dengan pendekatan kolaboratif yang melibatkan kepala sekolah dan tim supervisi. Evaluasi supervisi dilakukan setiap semester untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan serta merancang program peningkatan kompetensi guru. Supervisi juga mendorong pengembangan profesional melalui pelatihan, lokakarya, dan pendampingan. Faktor pendukung supervisi meliputi sikap positif guru, hubungan harmonis, dan pelatihan berkala. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu, kesiapan mental guru, serta fasilitas dan anggaran yang terbatas. Supervisi yang terencana, evaluatif, dan adaptif terbukti berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan profesional. Kata Kunci: kepala sekolah; profesionalisme guru; sekolah menengah pertama; supervisi akademik
Applying Merdeka Belajar in non-formal curriculum at PKBM Rumbai Koteka Rif’an Efendi; Priadi Surya; Tarso Tarso; Rohmanur Mala
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.83921

Abstract

Non-formal education plays a crucial role in providing access to learning for communities that are not served by the formal education system. This study aims to analyze the implementation of the Merdeka Belajar policy within the non-formal education curriculum at PKBM Rumbai Koteka. The research employs a qualitative descriptive approach, involving subjects such as administrators, tutors, learners, and alumni of the equivalency program. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted through data reduction, presentation, verification, and conclusion drawing. The findings indicate that the curriculum at PKBM Rumbai Koteka reflects the principles of the Kurikulum Merdeka, which emphasizes flexibility, adaptability, and a learner-centered approach. Curriculum development follows the five-asset approach: human, natural, social, financial, and physical assets. Teaching modules are designed to replace traditional lesson plans and support independent learning. Implementation is carried out through intra curricular learning and project-based activities aligned with the Pancasila Student Profile and practical skills. Evaluation is conducted periodically using formative and summative assessments to ensure curriculum relevance. Overall, the Merdeka Belajar policy promotes contextual learning and cultivates independence, creativity, and student readiness to address global challenges.    Abstrak Pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam menyediakan akses pembelajaran bagi masyarakat yang tidak terjangkau oleh sistem pendidikan formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Merdeka Belajar dalam kurikulum pendidikan nonformal di PKBM Rumbai Koteka. Penelitian ini berpendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian meliputi pengelola, tutor, peserta didik, dan alumni program kesetaraan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum di PKBM Rumbai Koteka mencerminkan prinsip Kurikulum Merdeka, yaitu fleksibel, adaptif, dan berpusat pada siswa. Pengembangan kurikulum menggunakan pendekatan lima asset seperti manusia, alam, sosial, finansial, dan fisik. Modul ajar disusun sebagai pengganti RPP untuk mendukung pembelajaran mandiri. Implementasi dilakukan melalui pembelajaran intrakurikuler dan proyek berbasis karakter Profil Pelajar Pancasila serta keterampilan praktis. Evaluasi dilaksanakan secara berkala dengan asesmen formatif dan sumatif untuk menjamin relevansi kurikulum. Secara keseluruhan, kebijakan Merdeka Belajar mendukung pembelajaran yang kontekstual, mendorong kemandirian, kreativitas, dan kesiapan peserta didik menghadapi tantangan global. Kata Kunci: kurikulum; Merdeka Belajar; PKBM; pendidikan nonformal
Principal leadership in fostering an effective school culture in primary education Ervin Alberthina Dimara; Priadi Surya; Tarso Tarso
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.84113

Abstract

Principal leadership has a strategic role in creating a conducive, character-based, and competitive learning environment. This study was conducted because some elementary schools still lack optimal conditions for building an effective school culture. The purpose of this study is to describe the leadership style of the principal and his role in developing an effective school culture at SD Inpres 7 Sorong Regency. The approach used is qualitative with a case study type. Data collection techniques include observation, in-depth interviews, and documentation. Data were analyzed using Miles and Huberman's model, which involves three stages: data reduction, data presentation, and conclusion. The results of the study showed that the principal applied a situational leadership style, predominantly using a dominant participatory approach, and occasionally employed a delegative and authoritarian style. The principal fulfills the role of EMASLIM (Educator, Manager, Administrator, Supervisor, Leader, Innovator, Motivator) through strategies such as strengthening the 5S culture, implementing school regulations, utilizing fingerprints, and offering moral mentoring programs. Adaptive and collaborative leadership has proven to be the key to forming an effective school culture and supporting the achievement of the school's vision and mission.   Abstrak Kepemimpinan kepala sekolah mempunyai peran yang strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, berkarakter, dan kompetitif. Penelitian ini dilakukan karena masih terdapat sekolah dasar yang belum optimal dalam membangun budaya sekolah yang efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gaya kepemimpinan kepala sekolah dan perannya dalam mengembangkan budaya sekolah yang efektif di SD Inpres 7 Kabupaten Sorong. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan model Miles dan Huberman, melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan gaya kepemimpinan situasional dengan gaya dominan partisipatif, dan kadang-kadang menggunakan gaya delegatif dan otoriter. Kepala sekolah menjalankan peran EMASLIM (Educator, Manager, Administrator, Supervisor, Leader, Innovator, Motivator) melalui strategi seperti penguatan budaya 5S, peraturan sekolah, sidik jari, dan program pendampingan moral. Kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif telah terbukti menjadi kunci untuk membentuk budaya sekolah yang efektif dan mendukung pencapaian visi dan misi sekolah. Kata Kunci: budaya sekolah efektif; kepemimpinan kepala sekolah; sekolah dasar