Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal MIPA

Kesiapsiagaan Siswa dalam Menghadapi Bencana Gempa Bumi dan Letusan Gunung Api Soputan(Studi Kasus pada SMA Negeri 1 Tombatu dan SD GMIM 1 Silian) Mosey, Handy I.R.; Mongi, Charles E.; Sangian, Hanny F.; Woran, Henkie F.
Jurnal MIPA Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.8.1.2019.23113

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh penyuluhan dan sosialisasi pengetahuan tentang gempa bumi dan letusan gunung api terhadap kesiapsiagaan siswa menghadapi kedua bencana ini pada SMA Negeri 1 Tombatu dan SD GMIM 1 Silian. Penelitian ini menggunakan bersifat deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan untuk melihat gambaran sebab dan akibat antar variabel penelitian tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lain. Sedangkan metode yang digunakan adalah metode survei dengan menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan terstruktur untuk mendapatkan informasi yang spesifik. Data tingkat pengetahuan dan keterampilan menyelamatkan diri dari bencana gempa bumi dan letusan gunung api didapatkan dari hasil pengisiankuesioner pretest dan posttest.. Hasil pengolahan data menunjukan nilai-P sebesar 0,001 dan nilai-T sebesar 3,76 untuk siswa SMA Negeri 1 Tombatu dan nilai-P sebesar 0,000 dan nilai-T sebesar -21,42 untuk siswa SD GMIM 1 Silian. Dari hasil ini dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat peningkatan tingkat pengetahuan dan keterampilan para siswa setelah mendapat penyuluhan dan pelatihan tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana gempabumi dan letusan gunungapiResearch had been carried out to investigate the effect of disaster preparedness and mitigation counseling to students in Tombatu Public High School (SMA Negeri 1 Tombatu) and GMIM Elementary Private School in Silian (SD GMIM 1 Silian). Descriptive survey was used in this research by using questionnaire that contained structured question to get specific information needed for this research. The students knowledge and skill for surviving earthquake and volcanic eruption are measured with pretest and posttest questionnaire.  The result obtained from questionnaire shows that P-value is 0,001 and T-value is 3.76 for students in SMA Negeri 1 Tombatu and P-value is 0,000 and T-value is -21.42 for students in SD GMIM 1 Silian. From this result we conclude that disaster preparedness and mitigation counseling can give significance to students knowledge and skill for surviving earthquake and volcanic eruption.
Studi Perbandingan Struktur Selulosa Dengan Pretreatment Larutan Ion Pada Kayu Cempaka (Elmerillia Ovalis) Sehe, Muhamad RIfai; Sangian, Hanny F.; Tongkukut, Seni H.J
Jurnal MIPA Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.7.1.2018.18806

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan struktur selulosa dari serbuk kayu cempakasebelum dan sesudah pretreatment menggunakan SEM, XRD, dan FTIR. Serbuk kayu cempaka ditreatment menggunakan larutan ion dengan konsentrasi 10%, 20%, dan 27% garam. Hasilnya menunjukan bahwa secara X-ray Diffraction ukuran partikel terkecil terjadi pada treatment dengan konsentrasi 27% garam yaitu 2,8 nm. Secara spktrum inframerah terjadi perubahan yang signifikan  yang ditunjukan pada gugus fungsi O-H streaching dengan bilangan gelombang 3317,56 . Selanjutnya ukuran pori terkecil  terjadi pada konsentrasi yang sama dan tergolong sebagai membran konvonsional filtrasi.This study aims to determine the cellulosic structure of wood powder before and after pretreatment using SEM, XRD, and FTIR. Chestnut wood powder is treated using ion solution with concentration of 10%, 20%, and 27% salt. The results showed that X-ray Diffraction of the smallest particle size occurred in treatment with 27% salt concentration whose the size was  of 2.8 nm. In infrared spktrum there was a significant change shown in the O-H streaching function group with wave number 3317.56 . Furthermore, the smallest pore size occurred at the same concentration the highest precentegc of salt and is classified as conventional filtration membrane.
Penerapan Metode Transesterifikasi Subkritis Mendekati Isokorik dalam Pembuatan Biodiesel Lametige, Jil Astriko; Sangian, Hanny Frans; Tanauma, Adey; Rombang, Joshua
Jurnal MIPA Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.9.1.2020.27081

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat biodiesel dengan bahan baku minyak kelapa dan minyak sawit dengan mencampurkan metanol sebagai pelarut dan KOH (kalium hidroksida) sebagai katalis. Proses transesterifikasi berarti mengambil molekul trigliserida atau asam lemak kompleks, menetralkan asam lemak bebas dengan menambahkan metil alkohol menjadi metil ester. Tahapan pertama yaitu membuat biodiesel dengan volume keseluruhan campuran bahan baku, pelarut dan katalis yaitu 575 ml dan 550 ml dengan tekanan maksimum 15 bar dan suhu maksimum 150oC selama satu jam. Tahapan berikutnya menghitung yield yang diperoleh dari biodiesel yang dihasilkan kemudian dilakukan uji Gas Chromatography Mass Spectrometry dan selanjutnya dilakukan uji parameter bahan bakar. Hasil menunjukkan biodiesel dari minyak kelapa memperoleh yield 98,82% lebih besar daripada minyak sawit yang hanya memperoleh yield 92,38%, dan ditemukan komposisi C terbesar pada biodiesel dari minyak kelapa dengan volume keseluruhan campuran bahan 575 ml yaitu C15H30O2 dengan luas area 27.10% sedangkan komposisi terbesar untuk biodiesel dengan volume keseluruhan campuran bahan 550 ml adalah C15H30O2 dengan luas area 24.04%. Untuk biodiesel dari minyak sawit komposisi C terbesar yang terbentuk pada volume keseluruhan campuran bahan 575 ml yaitu C19H36O2 dengan luas area 40.95% dan untuk volume keseluruhan campuran bahan 550 ml komposisi terbesar C19H36O2 dengan luas area 40.88%.This study aims to make biodiesel with raw materials of coconut oil and palm oil by mixing methanol as a solvent and KOH (kalium hydroxide) as a catalyst. The process of transesterification means taking triglyceride molecules or complex fatty acids, neutralizing free fatty acids by adding methyl alcohol to methyl esters. The first stage is making biodiesel with an overall volume of a mixture of raw materials, solvents and catalysts of 575 ml and 550 ml with a maximum pressure of 15 bar and a maximum temperature of 150oC for one hour. The next stage is calculating the yield obtained from the biodiesel produced then the Gas Chromatography Mass Spectrometry test and then to test the fuel parameters. The results show biodiesel from coconut oil yields 98.82% greater than palm oil which only yields 92.38% yield, and found the largest composition of C in biodiesel from coconut oil with a total volume of 575 ml mixture material, namely C15H30O2 with an area of 27.10% while the largest composition for biodiesel with an overall volume of a mixture of 550 ml material is C15H30O2 with an area of 24.04%. For biodiesel from composition C largest palm oil that is formed in the overall volume of the mixture of 575 ml, namely C19H36O2 with an area of 40.95% and for the overall volume of the mixture of 550 ml the largest composition of C19H36O2 with an area of 40.88%.
Pembuatan dan Pemurnian Etanol Dari Nira Aren dengan Menggunakan Teknik Destilasi Refluks Manialup, Beni H.; Sangian, Hanny F.; Suoth, Verna A.
Jurnal MIPA Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.7.1.2018.18809

Abstract

Telah dilakukan pembuatan dan pemurnian etanol dari nira aren dengan menggunakan teknik destilasi refluks. Etanol didapatkan dari air nira pohon aren yang telah terfermentasi secara alamiah dan didestilasi menggunakan teknik refluks untuk memperoleh kemurnian 70-96% (v/v). Konsentrasi etanol dalam kaldu yang digunakan dalam pemanasan adalah 30% dengan volume total 7 L dalam ketel (boiler). Sebelum separasi dimulai dilakukan pengeringan (drying) pada kolom dan kondensor dengan tujuan untuk memisahkan sisa air yang terdapat didalamnya. Hasil menunjukan bahwa etanol kemurnian 70%, 85%, 90%, 95% dan 96% diperoleh pada proses pemanasan dengan suhu kolom atas 82, 81, 79.3, 78.3, dan 78.5 ºC.Ethanol was been prepared and purified by using a reflux distillation method. Ethanol was obtained from a sap water tapped of the palm tree (arenga pinnata) and then was distilled by a reflux separation technique. The ethanol concentration obtained a range of 70-90% (v/v), the concentration of yeasted liquor filled inside boiler was of 30% with a volume 7 L. Prior to a separation conducted the reflux colomn was dried by flowing a warm air aiming remove a remnant water from the packing materials. The result showed that the ethanol with the concentration of 70%, 85%, 90%, 95% and 96% were obtained by setting the column temperature at 82, 81, 79.3, 78.3, 78.5ºC.
Pembuatan dan Karakterisasi Bioplastik Berbahan Dasar Biomassa dengan Plasticizer Gliserol Maneking, Engellita; Sangian, Hanny Frans; Tongkukut, Seni Herlina Juita
Jurnal MIPA Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.9.1.2020.27420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan mengkarakterisasi bioplastik yang memanfaatkan biomassa singkong. Pembuatan bioplastik dilakukan dengan dua variasi campuran yaitu pati singkong sebagai bahan dasar, gliserol + air sebagai plasticizer, asam asetat (cuka) sebagai katalis dan variasi kedua dengan kombinasi yang sama dengan penambahan alkohol sebagai pembanding. Karakterisasi bioplastik meliputi pengamatan permukaan menggunakan SEM; kristalinitas menggunakan XRD; penentuan gugus fungsi menggunakan FTIR; serta menganalisis sifat termal menggunakan TGA dan DSC. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa bioplastik dengan kombinasi pati singkong+ gliserol + air + asam asetat (cuka) + alkohol mempunyai tingkat degradasi yang tinggi. Hal ini sesuai dengan analisis XRD dimana kombinasi ini memiliki nilai kristalinitas rendah. Hasil spektra IR menunjukkan adanya gugus C-H Alkana, C=O ester, dan C-H Alkena. Sementara hasil SEM memperlihatkan permukaan yang rata dan hasil analisis TGA/DSC yang memperlihatkan pengurangan massa sebesar 2,3234 mgThis study aims to create and characterize bioplastics that utilize cassava biomass. The making of bioplastics is carried out for two variations of mixture, namely cassava starch as the material-based, glycerol + water as plasticizer, acetic acid (vinegar) as a catalyst and the second variation with the same combination with the addition of alcohol as a comparison. Characterization of bioplastics includes surface observations using SEM; crystallinity using XRD; determination of functional groups using FTIR; and analyzing of thermal properties using TGA and DSC. The characterization results show that bioplastics with a combination of cassava starch + glycerol + water + acetic acid (vinegar) + alcohol have a high degree of degradation. This is in accordance with the XRD analysis where this combination has a low crystallinity value. IR spectra showed that the presence of C-H Alkana groups, C = O esters, and C-H alkenes. While the SEM results showed a flat surface and the results of the TGA / DSC analysis which showed a mass reduction of 2.3234 mg.This study aims to create and characterize bioplastics that utilize cassava biomass. The making of bioplastics is carried out for two variations of mixture, namely cassava starch as the material-based, glycerol + water as plasticizer, acetic acid (vinegar) as a catalyst and the second variation with the same combination with the addition of alcohol as a comparison. Characterization of bioplastics includes surface observations using SEM; crystallinity using XRD; determination of functional groups using FTIR; and analyzing of thermal properties using TGA and DSC. The characterization results show that bioplastics with a combination of cassava starch + glycerol + water + acetic acid (vinegar) + alcohol have a high degree of degradation. This is in accordance with the XRD analysis where this combination has a low crystallinity value. IR spectra showed that the presence of C-H Alkana groups, C = O esters, and C-H alkenes. While the SEM results showed a flat surface and the results of the TGA / DSC analysis which showed a mass reduction of 2.3234 mg.
Efek Perubahan Struktur Pati Singkong Yang Dilakukan Pretreatment Dengan Larutan Ion Dan Gelombang Mikro Terhadap Produksi Gula Aruan, Irfan; Sangian, Hanny F.; Tanauma, Adey
Jurnal MIPA Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.7.1.2018.19244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perubahan struktur pati singkong terhadap produksi gula sebelum dan sesudah pretreatment gelombang mikro dan larutan ion. Pretreatment gelombang mikro dilakukan dengan meradiasikan gelombang elektromagnetik daya tertentu dengan tiga durasi yang berbedat pada substrat. Pretreatment larutan ion dilakukan dengan merendam substrat dalam larutan ion dengan dua konsentrasi garam selama empat hari dan kemudian dibandingkan dengan non-pretreatment. Substrat dikarakterisasi dengan XRD, FTIR dan SEM untuk menganalisis perubahan strukturnya. Produksi. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa struktur kristal pati menjadi lebih amorf dan ikatan antar molekulnya semakin lemah setelah dilakukan pretreatment. Morfologi permukaan bahan menjadi lebih kasar setelah terpapar radiasi microwave. Disisi lain, jumlah fiber pada substrat semakin berkurang setetelah direndam dalam larutan ion. Ketika substrat dihidrolisis, kandungan gula yang didapatkan lebih tinggi daripada tanpa pretreatment.This research aims to analyze the correlation of the structural change on sugar production of cassava starch before and after microwave and ionic liquid pretreatments. A microwave pretreatment was carried out by radiating electromagnetic wave with fixed power with three different durations on the substrate. The ionic liquid pretreatment was conducted by soaking the substrate in to saline water with two salt concentrations for four days and the results were compared to non-pretreatment. Then, the substrates were measured by XRD, FTIR and SEM to analiyze the structural changes. The characterization result showed that the starch crystal structure became more amorphous and molecules bonds were weaker after pretreatment. The surface morphology was rougher after being radiated by microwave. On the other hand, the fiber contents of substrate decreased after soaked on ionic liquid. When substrate were hidrolized, the sugar obtained were higher than without pretreatment.
Analisis Pengaruh Radiasi Gelombang Mikro Pada Struktur Kristal Pati (Starch) Sasue, Rianita; Sangian, Hanny Frans; Mosey, Handy IR.
Jurnal MIPA Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.6.1.2017.16158

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perubahan struktur Kristal sampel setelah diberi perlakuan awal (pretreatment) dengan cara memanfaatkan radiasi gelombang Elektromagnetik. Alat yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah microwave sedangkan sampel atau substrat yang dipilih adalah pati singkong yang telah dihaluskan dan dikeringkan di bawah sinar matahari selama beberapa waktu. Bahan yang telah di pretreatment  dengan microwave selanjutnya dilakukan pengukuran dengan menggunakan SEM, XRD dan FTIR. Karakterisasi substrat yang telah mengalami proses pretreatment kemudian  dibandingkan dengan sampel alami.SEM menunjukan bahwa permukaan granula dari sampel yang dilakukan pretreatment mengalami perubahan. Dari pola XRD memperlihatkan perubahan Kristal menjadi lebih amorf pada sudut antara 15-24°, sedangkan pola FTIR terjadi pergeseran wilayah serapan gelombang inframerah pada sampel yang  dilakukan pretreatmentThis research is aimed to analyze the change of sample crystal structure after it  was given a pretreatment by utilizing the microwave radiation. The device that was used in this research was a microwave set, while the chosen sample or subtrate was starch which has been mashed and dried under the sunlight for days. Material that was conducted a pretreatment was then measured using SEM, XRD and FTIR. Characterization of the subtrate that has been undergone the pretreatment was then compared to the natural sample.The SEM showed that the granule surface of treated substrate changed while the XRD pattern displayed a transformation to be more amorphous at the angles of 15-24°. The FTIR pattern revealed the absorption of infrared wave shifted for the sample treated by microwave compared to that of original substrate.
Studi Bahan Bakar Campuran Biodiesel-Disel-Etanol: Biodiesel Dibuat Dengan Transeterifikasi Tekanan Tinggi Rombang, Joshua Renaldo; Sangian, Hanny Frans; Pasau, Guntur; Lametige, Jil Astriko
Jurnal MIPA Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.9.2.2020.28925

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan studi bahan bakar campuran, etanol, diesel, dan biodiesel yang terbuat dari minyak kelapa sawit dan kelapa. Penelitian ini dilakukan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan pencemeran yang dihasilkannya. Biodiesel dibuat dengan menggunakan metode konvensional dan transesterifikasi subkritis dekat isokorik. Setelah disiapkan, biodiesel, diesel, dan etanol 96% dicampur. Sampel dianalisis menggunakan metode ASTM.  Sampel 1b yang terdiri dari 69 % biodiesel memiliki  densitas 0.886 , viskositas 5,182 , titik api 66 , titik tuang 6 . Sampel 2b yang mengandung 60 % biodiesel memiliki densitas 0,865 , viskositas 4,271 , titik api 65 , titik tuang 3 . Sampel 3b yang mengandung 72 % biodiesel memiliki densitas 0,878 , viskositas 5,350 , titik api 70 , titik tuang 0 . Sampel 4b yang terdiri atas 54 % biodiesel memiliki densitas 0,859 , viskositas 4,289 , titik api 56 , titik tuang 3 . Berdasarkan peraturan Pemerintah Indonesia tentang spesifikasi bahan bakar diesel, sampel 2b adalah campuran terbaik, sedangkan sampel 3b yang tidak sesuai dengan spesifikasi.The purpose of this study is to conduct a study of blended fuels, ethanol, diesel, and biodiesel prepared from palm and coconut oils. This research was conducted to reduce the usage of fossil fuels and its resulting pollution. Biodiesel was prepared using conventional method and near isochoric subcritical transesterification. After prepared, biodiesel, diesel, and 96% ethanol were mixed. The sample was analyzed using the ASTM method. Sample 1b which contains 69 % biodiesel has density 0.886 , viscosity 5.182 , flash point 66 , pour point 6 . Sample 2b containing 60 % biodiesel has density 0.865 , viscosity 4.271 , flash point 65 , pour point 3 . Sample 3b consisting 72 % biodiesel has density 0.878 , viscosity 5.350 , flash point 70 , pour point 0 . Sample 4b that contains 54 % biodiesel has density 0.859 , viscosity 4.289 , flash point 56 , pour point 3 . Based on the regulation of the Indonesia Government about diesel fuel specification, sample 2b is the best blends, while sample 3b is the least one.Â