Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Desain & Implementasi Remote Outlet Switch Menggunakan Modulasi Radio Frequency Shift Keying (fsk) Berbasis Arduino Trisatya Krisnawan; Nyoman Bogi Aditya Karna; Ahmad Tri Hanuranto
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan yang sangat penting bagi manusia saat ini adalah listrik. Permasalahan yang sering terjadi bila berhubungan dengan listrik adalah biaya tagihan listrik. Para produsen di bidang teknologi dituntut agar membuat suatu produk yang dapat memberikan fasilitas untuk membantu permasalahan para konsumen diantaranya adalah biaya listrik. Saat ini sudah ada produsen yang memproduksi Remote Outlet Switch, namun dengan harga yang mahal dan selain itu produk yang digunakan menggunakan koneksi wi-fi. Namun tidak semua orang memiliki koneksi wifi di rumahnya, karena jauh dari perkotaan atau biaya tagihan wifi yang cukup mahal tiap bulannya. Tugas Akhir ini menyajikan solusi biaya rendah dan fleksibel untuk mengontrol peralatan rumah menggunakan perangkat Remote Outlet Switch. Remote Outlet Switch adalah Steker daya yang dapat diakses melalui frekuensi radio. Pengguna dapat menyambungkan perangkat ke Remote Outlet Switch untuk mengaktifkan / menonaktifkan daya, tanpa menggunakan koneksi wi-fi. Ada satu cara untuk mengakses Remote Outlet Switch ini, yaitu menghubungkannya pada frekuensi radio yang sama. Pengguna dapat menggunakan sebagai mengaktifkan atau mematikan beberapa switch dari jarak jauh. Remote Outlet Switch ini menumpangkan data kepada Radio Frequency Shift Keying (FSK). Pada perancangan alat ini di dapatkan hasil yaitu Remote Outlet Switch yang berfungsi sebagai pengontrol steker dan diperoleh dengan harga yang terjangkau dari segi biaya modal awal maupun operasional. Dengan hasil pengujian yang didapatkan, jangkauan perangkat ini mencapai 440 meter dengan keadaan LOS (Line of Sight) dan hingga 61 meter dengan keadaan non-LOS. Kata Kunci : Remote Outlet Switch, FSK, Radio Frekuensi, LOS Abstract A very important need for humans today is electricity. The problem that often occurs when it comes to electricity is the cost of electricity bills. Manufacturers in the field of technology are required to make a product that can provide facilities to help customers about electricity costs. At present there are manufacturers who produce Remote Outlet Switches, but at an expensive price and besides that the products used use a wi-fi connection. But not everyone has a WiFi connection at home, because far from home or the wi-fi rental costs are quite expensive every month. This Final Project provides a low cost and flexible solution for controlling home appliances using the Remote Outlet Switch device. Remote Outlet Switch is a radio that can be accessed via radio frequency. Users can connect the device to the Remote Outlet Switch to enable / enable power, without using a Wi-Fi connection. There is one way to access the Remote Outlet Switch, which is connecting it to the same radio frequency. Users can use it as a switch on or off some distance. Remote Outlet This switch places data on Radio Frequency Shift Keying (FSK). Remote Control Switch that functions as a controller and is obtained at an affordable price in terms of initial capital and operations. With the results of the tests obtained, this device ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 3644 update reaches 440 meters with LOS (Line of Sight) and up to 61 meters with non-LOS conditions. Keywords: Remote Outlet Switch, FSK, Radio Frequency, LOS
Perancangan Mobile Aplikasi Berbasis Android Untuk Pengukuran Kuat Sinyal (drive Test) Menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Pada Jaringan 4G LTE Muhammad Fikri Fernanda Yusuf; Uke Kurniawan Usman; Ahmad Tri Hanuranto
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drive test merupakan metode untuk melakukan pengukuran kuat sinyal pada suatu daerah yang mencangkup luas coverage dan kuat sinyal pada daerah tertentu. Untuk melakukan drive test dibutuhkan sebuah mobile aplikasi yang dapat mengukur data dari wilayah yang diingkan. Saat ini belum ada aplikasi mobile yang dapat menampilkan hasil dari drive test menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau drone. Tugas akhir ini melakukan perancangan mobile aplikasi android yang dapat menampilkan hasil dari drive test menggunakan drone dari data yang ada pada database. Aplikasi ini dirancang agar dapat menampilkan hasil dari drive test menggunakan drone. Hasil tersebut berupa parameter RSRP, RSRQ, dan SNR serta rute mapping saat melakukan drive test. Hasil pengujian mobile aplikasi, didapatkan delay rata-rata sebesar 0,326 detik yang menunjukkan bahwa delay pada mobile aplikasi cukup bagus. Pada pengujian Mean Opinion Score (MOS) didapatkan nilai rata-rata sebesar 4,32 sehingga dapat disimpulkan bahwa aplikai user friendly. Untuk pengujian dari semua fitur-fitur yang terdapat pada mobile aplikasi dapat berjalan dengan baik. Dan untuk nilai RSRP dari drive test menggunakan drone lebih besar 0,5 dBm dari drive test normal. Untuk nilai RSRQ drive test menggunakan drone lebih kecil 0,26 dB dari drive test normal. Sedangkan nilai SNR yang didapat lebih besar 0,78 dB dari drive test normal.Kata Kunci: Drive Test, Android, Unmanned Aerial Vehicle, G-Net Track, Smartphone, Database.
Alat Monitoring Sepeda Statis Untuk Kesehatan Masyarakat Berbasis Website Dan Internet Of Things Deva Melita Arviana; Ahmad Tri Hanuranto; Retno Hendryanti
eProceedings of Engineering Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Masyarakat meyakini bahwa olahraga banyak manfaatnya bagi kesehatan dan imunitas. WHO (World Health Organization) merekomendasikan orang dewasa berusia 18-64 tahun untuk berolahraga. Sepeda statis banyak digunakan dalam kegiatan ergometer dengan memperhatikan frekuensi, durasi, dan intensitas untuk mengacu pada tolak ukur kebugaran. Penelitian ini dibangun sistem monitoring berbasis Website dan Internet of Things (IoT) menggunakan sepeda statis bernama Healthy Bike untuk memantau aktifitas olahraga seperti kecepatan, jarak tempuh, RPM, cadence, kalori terbakar dan sarana praduga untuk memonitoring kesehatan pengguna berdasarkan Indeks Massa Tubuh suatu kelompok masyarakat dengan media website yang dilengkapi teknik gamifikasi menggunakan elemen berupa point, level, leaderboard, badges. Hasil pengujian fungsionalitas, seluruh fitur yang terdapat berfungsi 100%. Hasil pengujian gamification untuk website dilakukan secara subjektif menggunakan QoE dengan indeks sangat Baik. Hasil pengujian QoS pada pengujian latency sebesar 0,17707 s beban 100 user, sebesar 0,19187 s beban 200 user, sebesar 0,22386 s beban 300 user, sebesar 0,27434 s beban 400 user, sebesar 0,36882 s beban 500 user. Sedangkan pada pengujian troughput didapatkan sebesar 9,8 kbps beban pada 100 user, sebesar 8,0 kbps beban 200 user, sebesar 7,3 kbps beban 300 user, sebesar 6,7 kbps beban 400 user, dan 5,2 kbps beban 500 user. Kata kunci— Sepeda Statis, Gamification, Internet of Things, Kesehatan Masyarakat.
Feasibility Study On Igg Network Development In The Sangatta & Mangkajang Branching Unit Using Mp?s Bima Kurnia Marahsakti A. Karel; Erna Sri Sugesti; Ahmad Tri Hanuranto
eProceedings of Engineering Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. The province of East Kalimantan has good market potential, due to the relocation of Indonesia’s capital city to East Kalimantan. Based on the results of population projections, it is estimated that in 2040 the population in East Kalimantan will reach 189.917.791 inhabitants. Unfortunately, there is only one landing station that connects East Kalimantan with the internet network, the Balikpapan landing station. This study conducted an analysis of the placement of landing station based on potential internet users, geographical conditions, network feasibility based on the value of Bit Error Rate (BER), Quality Factor (Q-Factor), Power Received, and business feasibility by the Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), and Payback Period (PBP). The technical simulation result showed BER value 3,94E-32, Q-Factor 11,7147, and power received -18,8614 dBm. Besides, for Capital Budgeting simulation results show that it takes 4 years 3 months for the PBP, NPV > 0 and, IRR of 31 %. Keywords: Submarine Cable Network, Net Present Value, Internal Rate of Return, Payback Period, Indonesia Global Gateway (IGG).
Perhitungan Jarak Paparan Radiasi Base Transceiver Station pada Frekuensi 900 MHz, 1800 MHz, dan 2100 MHz Berdasarkan Standar World Health Organization Desi Nurqamarina Ramadhani; Ahmad Tri Hanuranto; Agus Dwi Prasetyo; Nachwan Mufti Adriansyah
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol. 17 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Centre for Research and Development on Resources, Equipment, and Operations of Posts and I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17933/bpostel.2019.170203

Abstract

Abstrak Teknologi telekomunikasi yang banyak dimanfaatkan untuk berkomunikasi di era internet saat ini adalah teknologi Long Term Evolution (LTE). Dalam menyelenggarakan layanan LTE, diperlukan suatu penghubung antara jaringan akses dengan core yang biasa dikenal dengan istilah backhaul. Salah satu backhaul yang biasa digunakan untuk menyambungkan suatu link komunikasi ini adalah backhaul microwave. Penerapan dari link microwave ini biasa digunakan untuk komunikasi line of sight (LOS). Oleh karena itu, perencanaan link microwave ini tidak mudah karena akan ada banyak faktor yang mempengaruhi link komunikasi ini, diantaranya: penghalang, fading, atenuasi, noise maupun jarak. Pada penelitian ini akan dilakukan perencanaan link microwave antara Kota Semarang dengan Kota Magelang dengan 3 skenario. Skenario pertama dilakukan dengan komunikasi langsung singlehop, skenario kedua dengan memanfaatkan repeater aktif, dan skenario ketiga dilakukan dengan repeater pasif. Hasil akhir menunjukan bahwa skenario yang paling sesuai untuk diimplementasi pada link microwave Semarang-Magelang ini adalah skenario kedua. Penggunaan repeater aktif yang memantulkan dan menguatkan sinyal site Tx menuju site Rx ini mampu menjadi solusi untuk lintasan link yang terdapat obstacle dan berjarak sangat jauh. Penggunaan skenario 2 dalam penelitian ini menunjukan kekuatan signal di site Semarang dan Magelang adalah masing-masing -54,67 dBm dan -48,66 dBm. Kekuatan sinyal ini berada di atas Rx threshold pada kedua site, yaitu -67,50 dBm.  Abstract Exposure to electromagnetic wave radiation from Base Transceiver Station can cause a negative impact on human health, can cause headache, brain tumors, cancer, and fetal disorders in pregnant women. In addition, to minimize the adverse effects of electromagnetic radiation exposure on the human body, the construction of Base Transceiver Station must comply with regulations regarding the safe distance of Base Transceiver Station from residential areas, such as electromagnetic field regulations that have been implemented in South Korea. From the results of mathematical calculations in accordance with World Heatlh Organization standards and electromagnetic field regulations in South Korea, it can be seen that the minimum safe distance of Base Transceiver Station to residential areas is influenced by the frequency, gain, and power of the Base Transceiver Station. This can be seen in the results od the classification of the radiation zone base on electric fields, with the use of 30 dBm power and 20 dBi gain with a frequency of 900 MHz for the Class 2 zone distance, which is 14.317 m from BTS, for 1800 MHz frequency is 7.668 m from BTS, and for 2100 MHz frequency is 2.702 m from BTS. As for the use of 43 dBm power and 20 dBi gain with a frequency of 900 MHz for the Class 2 zone distance, which is 39.86 m from BTS, for the 1800 MHz frequency is 19.939 m from BTS, and for 2100 MHz frequency is 13.638 m from the BTS.
A Feasibility Analysis of the Use of IEEE 802.11ah to extend 4G Network Coverage Rini Cahyani; Doan Perdana; Ahmad Tri Hanuranto
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol. 18 No. 2 (2020): December 2020
Publisher : Centre for Research and Development on Resources, Equipment, and Operations of Posts and I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17933/bpostel.2020.180203

Abstract

The 4G LTE network has been launched in many countries including Indonesia, and all telecommunications operators are competing to expand their service coverage. Due to various reasons, there are a lot of areas that remains uncovered by the 4G LTE network. With the increase in cellular traffic, operators must continue to improve their service coverage. One of the scenarios to expand the service coverage is by offloading the traffic to a more cost-effective 802.11ah network in which one 802.11ah access point can serve thousands of mobile devices and support the Machine-to-Machine (M2M)/Internet of Things (IoT) communication. This study simulates the effect of the number of nodes on MCS performance evaluation of the 802.11ah protocol. The simulation is conducted by utilizing NS3 software to evaluate the throughput, delay, packet delivery ratio and energy consumption. This study also simulates 802.11ah coverage prediction to expand the LTE networks by utilizing Atoll Radio Planning Software. The results show that the performance obtained by varying the number of nodes/users from 100 to 1000 nodes is technically acceptable. In addition, the service coverage of 802.11ah network can solve the problem of blank spot area.
PERANCANGAN SISTEM PENYIRAMAN VERTICAL GARDEN BERBASIS INTERNET OF THINGS DAN SOSIALISASI INTERNET OF THINGS BAGI SISWA SMAN 1 DAYEUHKOLOT Santoso, Iman Hedi; Wibowo, Tody Ariefianto; Hanuranto, Ahmad Tri; Widyadhana, Muhammad Azaria; Rahmawan, Mahendra Adi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2067

Abstract

Pada era perkembangan teknologi yang semakin maju ini, teknologi IoT juga semakin berkembang. IoT ini merupakan teknologi yang sangat membantu pekerjaan manusia dalam berbagai aktifitasnya, salah satunya adalah dibidang perkebunan. Dengan adanya IoT, pekerjaan-pekerjaan seperti memantau kelembaban tanah dan melakukan penyiraman tanaman, yang merupakan faktor penting untuk pertumbuhan tanaman, dapat dikontrol dari jarak jauh. Oleh karena itu, SMAN 1 Dayeuhkolot, sebagai institusi pendidikan yang peduli terhadap kesehatan dan kenyamanan siswanya, ingin memanfaatkan teknologi IoT sebagai sistem otomatisasi pada Vertical Garden yang sedang dikembangkan di institusi tersebut. Pengabdian masyarakat yang telah diselenggarakan di SMAN 1 Dayeuhkolot, bertujuan untuk membantu sistem penghijauan di sekolah dalam bentuk implementasi Vertical Garden. Dalam realisasinya, Vertical Garden diletakkan pada salah satu lahan di sekolah yang akan digunakan sebagai ruang baca siswa. Pengabdian masyarakat diselenggarakan dengan cara menyerahkan produk Vertical Garden yang dilanjutkan dengan sesi presentasi yang menjelaskan tutorial penggunaan alat dan sosialisasi IoT sebagai basic technology. Pada sesi demo alat dalam pengabdian masyarakat, Vertical Garden tersebut dapat bekerja dengan baik, sensor YL-100 yang digunakan dapat memantau kondisi air pada tanah, mengotomatisasi sistem penyiraman air, dan men-trigger pengiriman data menuju platform Blynk. Melalui aplikasi Blynk ini, pihak sekolah dapat memantau sistem Vertical Garden secara remote.
Microwave Link License Fee for 5G Backhaul Connectivity (Study Case: Indonesia) Yusri, Alvin; Adriansyah, Nachwan Mufti; Hanuranto, Ahmad Tri
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol. 21 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : Centre for Research and Development on Resources, Equipment, and Operations of Posts and I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17933/bpostel.v21i2.375

Abstract

Frequency is a limited resource that cannot be made by humans. Therefore, its usage needs to be regulated so new technology like 5G still get frequency allocation. The 28 GHz frequency is an option that can be used in Indonesia for 5G technology, because it gets a large bandwidth allocation, namely 112 MHz. For the frequency to be used efficiently, one of the efforts is using the frequency license fee. In Indonesia, the frequency license fee is regulated in the regulation regarding BHP ISR for microwave link services. However, prices applied in Indonesia for 5G backhaul frequencies are too low compared to other countries such as India and Australia. With the same conditions, India applies Rp. 771,207,014, Australia Rp. 142,318,583, while Indonesia applies Rp. 32,949,287 for the frequency license fee. Based on the results of calculations, simulations, and changes to the components of the BHP ISR formula, it increases the frequency license fee to Rp. 81,320,400 which experienced an increase of 146%. The new price obtained is still below the price of other countries, because other countries have a larger GDP than Indonesia. This new price expected to make frequency usage more efficient and provide an increase in state income.
Aplikasi Mobile Tracker Outdoor Untuk Penyandang Down Syndrome Adhirajasa, Radhiyya Putra; Hanuranto, Ahmad Tri; Dewanta, Favian
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi mobile tracker berbasis teknologi LoRadikembangkan untuk membantu melacak dan menjagakeselamatan penyandang Down Syndrome, khususnya dalamkondisi darurat seperti bencana alam atau evakuasi. Teknologiini memberikan solusi terhadap tantangan lokasi dengan sinyalkonvensional yang sulit dijangkau, serta menyediakan datalokasi akurat secara real-time kepada pengasuh atau keluarga.Aplikasi ini dirancang untuk efisiensi tinggi dengan rata-ratapenggunaan memori 114,5 MB dan waktu eksekusi fitur GPS3,178 ms. Hasil pengujian menunjukkan aplikasi dapatberoperasi optimal pada perangkat dengan spesifikasi RAMlebih dari 4 GB dan koneksi internet stabil. Ke depan, aplikasiini direncanakan untuk mendukung sistem operasi iOS agardapat diakses lebih luas. Kata Kunci: pelacak GPS, Down Syndrome, LoRa, aplikasimobile, efisiensi memori.
Tracker Outdoor Untuk Penyandang Down Syndrome Nasution, Muhammad Surya Alghifary; Hanuranto, Ahmad Tri; Dewanta, Favian
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Individu dengan Down Syndrome seringmenghadapi keterbatasan dalam aspek kognitif dan mobilitas,yang dapat meningkatkan risiko tersesat atau mengalamikesulitan saat berada di luar rumah. Oleh karena itu,diperlukan sistem pemantauan berbasis teknologi untukmembantu keluarga atau pengasuh dalam mengawasipergerakan mereka secara langsung. Penelitian inimengembangkan aplikasi Mobile Tracker Outdoor yangmemanfaatkan teknologi GPS (Global Positioning System) danIoT (Internet of Things) guna menyediakan pemantauan lokasiyang akurat dan efisien. Aplikasi ini dirancang untukmenggabungkan fitur pelacakan lokasi secara real-time,geofencing, serta notifikasi darurat ketika pengguna keluar dariarea aman yang telah ditetapkan. Sistem ini terdiri dariperangkat wearable atau smartphone yang digunakan olehpenyandang Down Syndrome serta aplikasi mobile yangdioperasikan oleh pengasuh atau anggota keluarga. Pengujiandilakukan dengan mengevaluasi akurasi GPS, responsivitasnotifikasi, dan kemudahan penggunaan aplikasi. Hasil uji cobamenunjukkan bahwa sistem ini mampu memberikan informasilokasi dengan tingkat akurasi tinggi serta mengirimkannotifikasi dengan cepat. Dengan adanya aplikasi ini,diharapkan penyandang Down Syndrome dapat lebih aman danmandiri saat berada di luar ruangan, sementara keluarga ataupengasuh dapat lebih mudah mengawasi mereka dengan rasatenang. Kata kunci: Down Syndrome, Pelacak GPS, Aplikasi Mobile,IoT, Geofencing, Keamanan.