Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Dakwah Map of Surau Baitul Quddus Pueh, Sematan, Malaysia Asrul Asrul; Sapriadi Sapriadi; Sodikin Sodikin; Tasya Tasya; Paisal Paisal; Nurul Hidayat; Ahmad Zabidi; Manja Manja; Deni Irawan; Sabari Sabari; Beti Yanuri Posha; Rifqi Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera Vol. 2 No. 4 (2023): Desember : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/jpmis.v2i4.521

Abstract

This is a report of service to the community. The purpose of this writing is to briefly describe the preaching map of Surau Baitul Quddus Pueh, Sematan Malaysia. The reporting procedure uses a qualitative-descriptive approach. Data collection techniques are done by using interviews, observations, and documentation. The location of this research was carried out at Surau Baitul Quddus Pueh, Sematan Malaysia, in 2023. This research uses The results of this research show that Kampung Pueh has a surau named Surau Baitul Quddus, which was established on August 26, 2018, and the existing facilities and infrastructure in Surau Baitul Quddus Pueh are more or less the same as the surau in general.
Eksistensi dan Penerapan Hukum Adat di Kota Jambi dan Sekitarnya Yustika Adelia; Saktiavia Reza Pahlavi; Sapriadi Sapriadi; Syamsiah Syamsiah
Journal of Research and Development on Public Policy Vol. 1 No. 4 (2022): Desember : Journal of Research and Development on Public Policy
Publisher : Lembaga Pengkajian Dan Pengembangan Sumberdaya Pembangunan (lppsp)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.751 KB) | DOI: 10.58684/jarvic.v1i4.30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan data kualitatif melalui pendekatan ekstrinsik, yaitu pandangan dan penilaian peneliti dari kacamata netral guna mengetahui dan memahami eksistensi dan penerapan hukum adat di Kota Jambi, selain itu juga bertujuan untuk memahami sejarah hukum adat Jambi. Fokus penelitian ini adalah eksistensi dan penerapan hukum adat di kota Jambi. Dengan menggunakan metode deskriptif dalam ranah kebudayaan. Latar belakang dari penelitian ini adalah dimulai dari melihat proses lahirnya sejarah hukum adat Jambi dan apa mendasari hukum adat bagi masyarakat Jambi hingga eksistensi dan penerapannya. Jika hukum negara penerapannya hanya bisa menagati masalah. Maka hukum adat mampu menyelesaikan masalah. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa sejak masuknya di Jambi hukum adat Jambi belandaskan pada ajaran Islam. Pucuk induk undang nan lima menjadi dasar hukum adat Jambi. Selain itu dikenal empat ragam adat Jambi. Semua ketentuan adat bersumber pada Al-qur’an dan hadist. Hal ini tercermin pada pepatah adat “adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah.” Dan seloko adat “syarak mengato, adat memakai.” Simpulannya, Hukum adat memiliki peranan yang sangat penting bagi mayarakat Jambi sebagai pedoman dan kontrol sosial masyarakat di kota Jambi disamping hukum negara. Dengan demikian, dengan adanya kesadaran hukum adat sehingga terciptanya keselarasan dan ketertiban yang terdapat dalam masyarakat.
Proses Awal dalam Penghasilan Komposisi “Kelampan Bajang” dengan Mengadaptasi Struktur Musik Pop Suku Sasak Lombok Sapriadi Sapriadi; Chamil Arkhasa Nikko Mazlan; Affendi Ramli
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v3i2.68

Abstract

The musical composition, entitled Kelampan Bajang, is the main narrative of the composition theme about the story of the journey of the young Sasak tribe which is semiotically depicted in three different times, namely morning, afternoon, and night. This composition emerged due to several phenomena found, including 1) there are no complete Sasak songs in transcripts and arrangements, 2) many musicians arrange songs in Sasak but often cause controversy in lyrics and music, 3) many talented young musicians cover repeating noname songs on several songs performed by many pop singers in Lombok, 4) many sasak pop songs but most of them do not represent local culture in terms of lyrics and music. This paper aims to explain the initial process of musical composition with the theme Kelampan Bajang including 1) Bekuliq, 2) Bekayaq, 3) Matur Tampiasih, 4) Sepi Alam Dese, 5) Lalo Midang, and 6) Merariq. All song lyrics are written in the Sasak language. The research uses the autoethnographic method to discuss the problem, how the idea of ​​creating musical compositions can be aligned with the diversity of musical culture in Lombok. After conducting an in-depth study, the author concluded that in order to create a compositional work that could represent regional culture and not cause controversy among the public, namely 1) the author inserted an exploration of the pelog and slendro melodic motifs in the vocal melody section as regional identity, 2) the author inserted the motif the melodies of pelog and slendro in the musical arrangement section, and 3) the author uses good and correct local language lyrics that are in accordance with the regional culture in Lombok.
Sistem Informasi Pelaporan Kendaraan Dan Alat Berat Menggunakan Metode Rapid Application Development: (Studi Kasus: PT. Andalas Karya Mulia) Kurnia Eka Oktavian; Sapriadi Sapriadi; Khairul Umam Syaliman
Jurnal Testing dan Implementasi Sistem Informasi Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Testing dan Implementasi Sistem Informasi
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jtisi.v2i1.776

Abstract

Andalas karya mulia (AKM) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi dan penyewaan alat berat. PT. AKM Saat ini perusahaan melakukan pelaporan kendaraan berat dan alat berat masih dilakukan secara manual melalui via whatsapp. sehingga pihak kantor kesulitan dalam mendapatkan data-data yang terbaru dari setiap proyek yang dimiliki perusahaan. Berdasarkan dari permasalahan tersebut diperlukan sebuah sistem yang dapat memudahkan karyawan yang berada di lokasi proyek dalam melakukan pelaporan kendaraan berat dan alat berat, Agar memudahkan karyawan kantor mendapatkan laporan kendaraan yang terbaru. Dari penjelasan diatas dapat dibuat sebuah sistem yaitu sistem pelaporan kendaraan berat dan alat berat. Sistem ini dirancang menggunakan Framework Laravel, Flutter dengan Bahasa pemogramman PHP dan MySQL sebagai DBMS nya. Pembangunan sistem ini dilakukan menggunakan metode Rapid Aplication Development (RAD) agar pembangunan sistem ini dapat terselesaikan dalam waktu 60-90 hari sehingga dapat segera di praktekkan dilapangan. Diharapkan dengan adanya sistem ini diharapkan dapat membantu karyawan dalam melakukan pelaporan kendaraan berat dan alat berat. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode pengujian blackbox testing, dengan hasil seluruh test case berhasil berfungsi sesuai yang diharapkan dari penggunanya. dilakukan pengujian menggunakan usability testing dari 6 orang responden dengan hasil rata-rata rekapitulasi pengujian dari 5 aspek usability testing sebesar 68.24% responden setuju bahwa sistem pelaporan alat berat dan kendaraan berat telah memenuhi kriteria secara fungsional.
Peningkatan Hasil Belajar IPS melalui Penerapan Model Pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) pada Siswa Kelas IX di SMP Negeri 2 Keruak Masa Covid 19 Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2021/2022 Sapriadi Sapriadi; Suryahayati Suryahayati; Patimatuzzaharo Patimatuzzaharo; Sopiatun Sopiatun
TSAQOFAH Vol 1 No 3 (2021): TSAQOFAH: Jurnal Penelitian Guru Indonesia
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.345 KB) | DOI: 10.58578/tsaqofah.v1i3.287

Abstract

Classroom Action Research aims to determine the improvement of social studies learning outcomes through the application of the Student Teams Achievement Divisions (STAD) Learning Model for Class IX students at SMP Negeri 2 Keruak during the Covid 19 Odd Semester for the 2021/2022 Academic Year. The procedure applied in each cycle includes the stages, namely (a) Action Planning, (b) Action Implementation (c) Observation and Evaluation (d) Reflection. In this study, there were 16 students who were divided into 4 groups. The research method used is a descriptive method in the form of direct observation research. Data collection techniques used are observations and documents with data collection tools, observation sheets and student test answers. In this classroom action research, it was carried out in 2 cycles, from the results of the actions taken it was proven to be able to improve student learning outcomes by achieving the specified classical completeness of 85%. Classical completeness 69% obtained in the first cycle, can be increased in the second cycle to 88%. In terms of student activity, there was also an increase, namely in the first cycle, the moderately active category increased to an active category. The results of this action research indicate that the application of the "Student Teams Achievement and Divisions" Learning Model can improve student learning outcomes in social studies lessons with completeness reaching 88%.
EFEKTIFITAS PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 41 TAHUN 2004 TENTANG WAKAF DI KABUPATEN SINJAI. Hamzah Arhan; Andi Alauddin; Sapriadi Sapriadi
Jurnal Al-Ahkam: Jurnal Hukum Pidana Islam Vol 3 No 2 (2021): Al-Ahkam Volume 3 Nomor 2 September Tahun 2021
Publisher : Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-ahkam.v3i2.561

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas serta faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan Undang-undang Nomor 41 tahun 2004 tentang wakaf di Kabupaten Sinjai. Metode yang digunakan peneliti disini adalah pendekatan empiris dimana menggunakan data primer yang diperoleh secara langsung dari responden, kemudian data sekunder yang diperoleh dari literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Semangat ummat islam di Kabupaten Sinjai untuk mewakafkan sebagian tanah yang dimiliki sudah cukup menggembirakan. Hal ini disebabkan kondisi masyarakat yang mayoritas memeluk agama Islam. Adapun Faktor-Faktor yang mempengaruhi efektivitas Undang-undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang wakaf dipeganruhi oleh 4 faktor, Yang Pertama : faktor substansi hukum yaitu masih adanya perbedaan pendapat di kalangan umat Islam tentang pengelolaan wakaf. Kedua : Faktor aparat pemerintah (struktur hukum) kurang memberikan pengawasan secara formal dan informal terhadap pelaksanaan wakaf. Ketiga : kurangnya sosialisasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat yang tidak mengetahui keberadaan undang-undang tentang wakaf. Keempat : Budaya Hukum dimana masyarakat yang masih menganggap bahwa masalah perwakafan belum penting. Sebagai rekomendasi penelitian, perlu adanya pengawasan terhadap pelaksanaan wakaf dan bagi wakif di dalam memilih Nazhir agar supaya dilakukan secara selektif, dengan mengutamakan pada pengangkatan seorang Nazhir yang memiliki kemampuan pengetahuan keterampilan profesionalitas yang memadai guna menunjang tugas untuk mengelola harta tanah wakaf.
SISTEMATIKA HUKUM ISLAM DI INDONESIA Sapriadi Sapriadi; Hamzah Arhan; Andi Alauddin; Siti Nur Zihrana
Jurnal Al-Ahkam: Jurnal Hukum Pidana Islam Vol 4 No 2 (2022): Al-Ahkam Volume 4 Nomor 2 September Tahun 2022
Publisher : Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-ahkam.v4i2.1216

Abstract

Karakteristik hukum Islam Indonesia dominan diwarnai oleh kepribadian Arab (arab oriented) dan lebih lekat kepada tradisi mazhab Syafi’i. Menata sistem hukum nasional yang menyeluruh dan terpadu dengan mengakui dan menghormati hukum agama dan hukum Adat serta memperbaharui perundang-undangan warisan kolonial dan nasional yang diskriminatif, termasuk ketidak adilan pemenuhan hak dan ketidak sesuaiannya dengan tuntutan reformasi melalui legislasi. Hukum Islam dapat di jadikan sumber utama dalam pembentukan hukum nasional di Indonesia. Pemberlakuan hukum Islam secara formal yurdis sebenarnya telah berlangsung di Indonesia hanya saja hukum Islam yang berlaku masih bersifat parsial yaitu hukum keperdataan Islam “hukum keluarga (ahwal al-syakhsiyyah)” khususnya seperti perkawinan, kewarisan, perwakafan, dan perbankan syariah. Dalam penerapan hukum Islam di Indonesia bukan hanya di dalam hukum keperdataan namun segala linik aspek hukum nasional. Adapun metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah penelitian pustaka (library research) dimana penelitian yang menekanka pada penelusuran dan penelaahan sumber-sumber tertulis dan bahan bacaan lain yang ada kaitannya dengan tema pembahasan.
PERKEMBANGAN IJTIHAD PADA MASA MODERN DI INDONESIA (Tantangan Para Mujtahid Dalam Melakukan Istimbat Hukum) Sapriadi Sapriadi; Darliana Darliana; Jusri Mudjrimin; Andi Alauddin; Eril Eril
Jurnal Al-Ahkam: Jurnal Hukum Pidana Islam Vol 7 No 1 (2025): Al-Ahkam Volume 7 Nomor 1 Maret Tahun 2025
Publisher : Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-ahkam.v7i1.3644

Abstract

Jurnal ini mengkaji perkembangan ijtihad di Indonesia pada era modern, dengan fokus pada tantangan yang dihadapi para mujtahid dalam proses istambat hukum pengambilan hukum di tengah dinamika sosial, budaya, dan teknologi yang kompleks. Ijtihad, sebagai metode penggalian hukum Islam dari sumber-sumber utamanya (Al-Qur’an dan Sunnah), menuntut pemahaman mendalam terhadap nash dan konteksnya, serta kemampuan analisis yang tajam untuk menghubungkannya dengan realitas kontemporer. Namun, era modern menghadirkan tantangan baru yang signifikan. Globalisasi, misalnya, membawa pengaruh nilai-nilai dan budaya asing yang berpotensi berbenturan dengan nilai-nilai Islam. Perkembangan teknologi informasi, di satu sisi, mempermudah akses informasi dan komunikasi, namun di sisi lain, juga menyebarkan informasi yang tidak terverifikasi dan bahkan menyesatkan, sehingga memerlukan kehati-hatian dalam melakukan ijtihad. Pluralisme agama dan budaya di Indonesia juga menjadi tantangan tersendiri, menuntut para mujtahid untuk merumuskan hukum Islam yang inklusif dan menghargai perbedaan. Jurnal ini akan menganalisis secara mendalam tantangan-tantangan tersebut, serta menelaah berbagai upaya yang dilakukan para mujtahid kontemporer Indonesia dalam menjawabnya. Analisis ini akan mencakup bagaimana mereka menyeimbangkan prinsip-prinsip fundamental Islam dengan tuntutan zaman, serta bagaimana mereka membangun metode ijtihad yang relevan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat Indonesia yang majemuk. Harapannya, jurnal ini dapat memberikan kontribusi bagi pemahaman yang lebih komprehensif tentang perkembangan ijtihad di Indonesia dan tantangan-tantangan yang menyertainya.
THE URGENCY OF REFORMING ISLAMIC CRIMINAL LAW THROUGH IJTIHAD IN RESPONSE TO CONTEMPORARY SOCIAL CHALLENGES IN INDONESIA St. Hadijah Wahid; Sapriadi Sapriadi; Akmal; Hamzah Arhan; Suci Ramadani
Jurnal Al-Ahkam: Jurnal Hukum Pidana Islam Vol 8 No 1 (2026): Al-Ahkam : Jurnal Hukum Pidana Islam
Publisher : Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-ahkam.v8i1.4419

Abstract

Pembaruan hukum pidana Islam merupakan kebutuhan mendesak dalam merespons dinamika sosial modern, khususnya dalam konteks Indonesia yang memiliki sistem hukum pluralistik. Rekonstruksi hukum pidana Islam melalui pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah membuka ruang reinterpretasi terhadap ketentuan ḥudūd, qiṣāṣ, dan ta‘zīr agar lebih selaras dengan prinsip keadilan substantif. Para pemikir kontemporer, seperti Fazlur Rahman, Hallaq, dan al-Jabiri, menekankan pentingnya pembacaan historis-sosiologis yang rasional untuk memastikan relevansi syariat dalam menghadapi perubahan sosial. Pendekatan ta‘zīr yang fleksibel, prinsip pemaafan dalam qiṣāṣ, serta integrasi nilai-nilai restoratif dan rehabilitatif menunjukkan bahwa hukum pidana Islam memiliki kapasitas adaptif terhadap tantangan modern seperti kejahatan siber, bioetika medis, dan disrupsi teknologi. Dalam konteks Indonesia, pembaruan hukum Islam diperkaya oleh tradisi pemikiran modernis, terutama melalui peran Muhammadiyah dan gerakan pembaruan lainnya. Ijtihad memainkan fungsi sentral sebagai instrumen metodologis dalam menetapkan hukum terhadap masalah-masalah baru melalui qiyās, istihsān, mashlahah mursalah, dan pendekatan maqāṣid. Efektivitas ijtihad bergantung pada kompetensi keilmuan mujtahid, integritas moral, serta pemahaman mendalam terhadap realitas sosial. Dengan demikian, pembaruan hukum pidana Islam berbasis maqāṣid dan rasionalitas bukan hanya mendukung relevansi hukum Islam dalam konteks kontemporer, tetapi juga berperan strategis dalam menghadirkan sistem hukum yang adil, humanis, dan kontekstual sesuai kebutuhan masyarakat modern.