Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Contribution of the Aceh High Prosecutor's Office Library in Handling Legal Cases (Analysis of Legal Collection Utilization) Rizqiya Safira; Abdul Manan; Khatib A. Latief; Mukhtaruddin Mukhtaruddin; T Mulkan Safri
AL Maktabah Vol 10, No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v10i2.8243

Abstract

Abstract:The library serves as an information center that supports the effectiveness of institutional performance, including law enforcement agencies such as the Prosecutor's Office. The handling of legal cases requires accurate and relevant information to support decision-making, expedite case resolution, and ensure justice. This study aims to examine the contribution of the Aceh High Prosecutor’s Office Library in handling legal cases by analyzing the utilization of its legal collections. The research employs a qualitative approach, with data collected through interviews, observation, and document analysis. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the library makes a tangible contribution by providing legal collections that are used to support the drafting of indictments, case analysis, and court proceedings. However, the utilization of these collections is not yet optimal due to several obstacles, such as delayed book returns and low awareness among some staff members regarding the strategic role of the library. Therefore, strategies are needed to enhance the use of the collections through regular updates and improved information literacy among employees, so the library can be fully utilized to support professional performance.
Program MIBARA Taman Baca Masyarakat Ruman Aceh Sebagai Sarana Peningkatan Budaya Baca Masyarakat Kota Banda Aceh Raihan Alfarisi; Abdul Manan; T. Mulkan Safri; Ruslan; Mukhtaruddin
Tik Ilmeu : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 10 No. 1 (2026): Tik Ilmeu: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi (Juni)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/tik.v10i1.15708

Abstract

In Aceh, Sunday Program reading together by the RUMAN ACEH community reading park is a continuous effort to increase reading culture in Banda Aceh City. This study aims to determine the implementation of the MIBARA program at RUMAN ACEH as a means of increasing the reading culture of the Banda Aceh community, supporting and inhibiting factors, why the MIBARA program is maintained until now. The research approach used is qualitative descriptive with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. Data analysis is carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that MIBARA makes a real contribution to increasing the literacy of the reading culture of the community in age groups through free reading materials and reading in public spaces. supporting factors such as increasing book collections, community support, volunteer systems, and consistency of program implementation. Inhibiting factors include weather conditions, sudden activities at the location and limited human resources. Therefore, the sustainability of MIBARA is influenced by community trust, volunteer commitment, and the relevance of the program to the community's literacy needs. Future innovations such as the provision of mobile library cars to expand the reach of the MIBARA program.
Evaluasi Program Kelas Menulis Komunitas Kanot BU di Banda Aceh Terhadap Literasi Informasi Peserta Natassya Chania Putri; Abdul Manan; Nurhayati Ali Hasan; Ruslan Ruslan; T Mulkan Safri
Baitul 'Ulum: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 9 No. 1 (2025): Baitul Ulum: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/baitululum.v9i1.279

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program kelas menulis komunitas Kanot Bu terhadap literasi informasi. Aspek evaluasi dan literasi informasi mencakupi bentuk kegiatan program, dampak terhadap literasi informasi, perubahan cara mengakses informasi, umpan balik peserta dan anggota komunitas, penghargaan dan pengakuan serta kendala yang dihadapi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini 5 orang peserta dan 3 orang anggota komunitas yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan data yang ditemukan di lapangan, komunitas Kanot Bu telah berupaya dalam memperkuat budaya literasi informasi melalui tulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini menghasilkan pandangan yang positif dari peserta terhadap kegiatan menulis serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis mereka dalam mencari dan mengakses informasi menggunakannya dalam tulisan mereka. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala yang dihadapi peserta yaitu keterbatasan waktu, akses yang sulit menuju lokasi serta rendahnya tingkat kepercayaan diri terhadap kemampuan menulis peserta. Oleh karena itu, program ini disarankan untuk dipertahankan dan dikembangkan agar dapat menjangkau lebih banyak peserta dalam memperkuat literasi informasi.
Program Diorama Kearsipan Sebagai Sarana Literasi Budaya Pemustaka Di Aceh Niswana Almadania; Nurhayati Ali Hasan; T. Mulkan Safri; Abdul Manan; Mukhtaruddin Mukhtaruddin
Tik Ilmeu : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 9 No. 1 (2025): Tik Ilmeu: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi (Juni)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/tik.v9i1.12736

Abstract

Indonesia has a rich cultural diversity, including Aceh, which is known for its history and traditions. However, globalization and modernization have led to cultural shifts, especially among the younger generation, who are increasingly exposed to new values. Libraries play a crucial role in cultural preservation, one of which is through the archival diorama at the Aceh Library and Archives Office, which integrates archives, art, and technology to enhance cultural literacy. This study employs a qualitative research method using interviews, observations, and documentation techniques. The findings indicate that the archival diorama is effective in improving cultural and historical literacy in Aceh. However, challenges such as the lack of descriptions in archival visualizations and limited individual access remain. Therefore, it is recommended to enhance information presentation, incorporate interactive technology, and expand promotional efforts to increase public engagement with the diorama. ABSTRAK Indonesia memiliki keberagaman budaya yang kaya, termasuk Aceh, yang dikenal dengan sejarah dan adat istiadatnya. Namun, globalisasi dan modernisasi menyebabkan pergeseran budaya, terutama di kalangan generasi muda yang semakin terpapar nilai-nilai baru. Perpustakaan memiliki peran penting dalam melestarikan budaya, salah satunya dengan diorama kearsipan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh yang memadukan arsip, seni, dan teknologi untuk memperkuat literasi budaya. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan mengadopsi berbagai teknik pengumpulan data, termasuk wawancara mendalam, observasi langsung, serta analisis dokumentas. Hasilnya memperlihatkan bahwa diorama kearsipan berhasil dalam meningkatkan pengetahuan tentang budaya dan sejarah Aceh. Namun, terdapat kendala seperti minimnya deskripsi pada visualisasi arsip dan keterbatasan akses individu. Oleh karena itu, disarankan untuk meningkatkan inovasi penyajian informasi, menambahkan teknologi interaktif, serta memperluas promosi agar lebih banyak masyarakat dapat memanfaatkan diorama.