Demam merupakan suatu kondisi yang menyebabkan peningkatan suhu tubuh diatas normal. Demam tyfoid (typhus abdominalis,typhoid fever,enteric fever) atau yang biasa dikenal dengan penyakit tipes, merupakan suatu penyakit akut bersifat sistemik dengan gejala demam lebih dari satu minggu dan terdapat gangguan kesadaran (penyebabnya karena panas yang terlalu tinggi), hal ini, menyebabkan termoregulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji sensitivitas bakteri Salmonella typhi dengan menggunakan antibiotik kloramfenikol sebagai kontrol dan antibakteri ekstrak etanol mentimun (Cucumis Sativus L) sebagai eksperimen dengan menggunakan metode difusi. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pengacakan dilakukan dengan cara pengundian. Jumlah unit percobaan pada penelitian sebanyak 30 dengan jumlah perlakuan sebanyak 10 dengan masing- masing 3x pengulangan. Tekhnik pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. hasil penelitian terkait dengan gambaran perbedaan antibiotik kloramfenikol dan anti bakteri ekstrak etanol mentimun (Cucumis Sativus L) pada bakteri Salmonela Typhi dengan menggunakan metode difusi, adapun hasil uji yang menggunakan konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% dengan hasil rata-rata zona hambat pada antibiotik kloramfenikol pada konsentrasi 20% (0 mm), pada konsentrasi 40%(12 mm), 60% (14,1 mm), 80%(14,1 mm), dan pada konsentrasi 100℅ (18,1 mm) yang berarti Salmonela typhi tidak resisten terhadap bakteri kloramfenikol.