Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Gambaran Uji Sensitivitas Antibiotik Kloramfenikol dan Anti Bakteri Ekstrak Etanol Mentimun (Cucumis Sativus L) pada Bakteri Salmonella Typhi Dengan Metode Difusi Nur Fadila
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 6 No 03 (2025): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 06 NOMOR 03
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam merupakan suatu kondisi yang menyebabkan peningkatan suhu tubuh diatas normal. Demam tyfoid (typhus abdominalis,typhoid fever,enteric fever) atau yang biasa dikenal dengan penyakit tipes, merupakan suatu penyakit akut bersifat sistemik dengan gejala demam lebih dari satu minggu dan terdapat gangguan kesadaran (penyebabnya karena panas yang terlalu tinggi), hal ini, menyebabkan termoregulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji sensitivitas bakteri Salmonella typhi dengan menggunakan antibiotik kloramfenikol sebagai kontrol dan antibakteri ekstrak etanol mentimun (Cucumis Sativus L) sebagai eksperimen dengan menggunakan metode difusi. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pengacakan dilakukan dengan cara pengundian. Jumlah unit percobaan pada penelitian sebanyak 30 dengan jumlah perlakuan sebanyak 10 dengan masing- masing 3x pengulangan. Tekhnik pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. hasil penelitian terkait dengan gambaran perbedaan antibiotik kloramfenikol dan anti bakteri ekstrak etanol mentimun (Cucumis Sativus L) pada bakteri Salmonela Typhi dengan menggunakan metode difusi, adapun hasil uji yang menggunakan konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% dengan hasil rata-rata zona hambat pada antibiotik kloramfenikol pada konsentrasi 20% (0 mm), pada konsentrasi 40%(12 mm), 60% (14,1 mm), 80%(14,1 mm), dan pada konsentrasi 100℅ (18,1 mm) yang berarti Salmonela typhi tidak resisten terhadap bakteri kloramfenikol.
The Effectiveness of Scenario-Based Learning Using Wireshark on Packet Analysis and Network Troubleshooting Skills Ahmad Firdaus; Nur Fadila; Nur Fitri; Nur Reski Amelia Sikki; Nurfaedah Masdan; Nurfaikah
Information Technology Education Journal Vol. 4, No. 2, May (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/intec.v4i2.2501

Abstract

This study investigated the effectiveness of Scenario-Based Learning (SBL) using Wireshark in improving students’ packet analysis and network disturbance diagnostic skills. The study addressed the gap between theoretical networking instruction and students’ limited ability to interpret real network traffic and troubleshoot practical cases. The key argument is that integrating authentic troubleshooting scenarios with professional packet analysis tools enhances higher-order analytical competence. A quantitative pre-experimental one-group pretest–posttest design was employed. Thirty-two second-year networking students participated in a four-week intervention consisting of structured scenario modules using Wireshark (version 4.x) in a controlled laboratory environment. Data were collected through a 20-item performance-based test measuring conceptual understanding, packet interpretation, and network diagnosis. Statistical analysis included descriptive statistics, Shapiro–Wilk normality testing, paired-sample t-test, and Cohen’s d effect size calculation. The mean score increased from 56.41 (SD = 8.72) in the pretest to 78.63 (SD = 7.95) in the posttest. The paired-sample t-test revealed a significant difference, t(31) = 15.87, p < 0.001. The calculated effect size (Cohen’s d = 2.80) indicated a very large effect. The highest gains were observed in packet interpretation and network diagnosis components. These results confirm that SBL using Wireshark significantly improves analytical and troubleshooting competence. The absence of a control group, limited sample size (N = 32), short intervention duration, and single-institution context may restrict generalizability. Future studies employing randomized or longitudinal designs are recommended. This study provides empirical evidence of integrating scenario-based pedagogy with industry-standard packet analysis tools in networking education. It offers a replicable instructional framework that bridges theory and authentic technical practice.