Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Multidisiplin

The Influence of Celibacy on Enhancing the Spiritual Life of Pastors: A Case Study in Paroki Santo Mateus, Pare Setiawan, Muhammad Nurrosyid Huda; Awaludin, Asep; Muttaqin, Muttaqin; Cholifah, Nur
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Januari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i1.1402

Abstract

Selibat adalah komitmen utama para imam Katolik untuk mengabdikan diri sepenuhnya kepada Tuhan dan umat. Meskipun memiliki nilai spiritual yang tinggi, selibat menghadapi tantangan psikologis, sosial, dan emosional yang dapat mempengaruhi kehidupan spiritual para imam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh selibat terhadap spiritualitas para imam di Gereja Katolik Paroki Santo Mateus, Pare, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi yang digunakan dalam menjalankan komitmen tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan bentuk penelitian lapangan (field research) untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang pengalaman para imam dalam menjalani hidup selibat dan dengan pendekatan deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi tentang praktik hidup selibat. Analisis dilakukan untuk memahami bagaimana selibat mempengaruhi kehidupan spiritual para imam dari sudut pandang teologi dan psikologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selibat meningkatkan kedekatan dengan Tuhan, disiplin rohani, dan dedikasi terhadap pelayanan. Namun, para imam juga menghadapi tantangan seperti kesepian, kebosanan, dan stigma sosial. Untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, mereka menggunakan strategi seperti refleksi spiritual, keterlibatan dalam komunitas, dan kegiatan-kegiatan produktif seperti membaca, menulis, dan berolahraga. Studi ini menegaskan bahwa selibat bukan hanya kewajiban gerejawi, tetapi juga merupakan sarana untuk meningkatkan spiritualitas dan pelayanan. Keberhasilan dalam mempraktikkannya bergantung pada dukungan gereja, keseimbangan psikologis, dan pembinaan rohani yang berkelanjutan agar imam tetap teguh dalam panggilannya.
Integrasi Kepribadian Muhammadiyah Dalam Model Pembelajaran Tajdid Leadership di SDKUB Muhammadiyah Purworejo Setiawan, Muhammad Nurrosyid Huda; Katni, Katni
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Januari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i1.1403

Abstract

Muhammadiyah memiliki inti gerakan tajdid, namun masih sedikit bentuk tajdid yang berfokus kepada pembentukan karakter pemimpin dalam institusi sebuah Pendidikan sejak dini. Menariknya, Sekolah Dasar Kepemimpinan Ummat dan Bangsa (SDKUB) Muhammadiyah Purworejo telah berhasil melakukannya. Penelitian ini bertujuan mengkaji integrasi Kepribadian Muhammadiyah dalam model pembelajaran Tajdid Leadership di SDKUB Muhammadiyah Purworejo. Penelitian dilakukan untuk menganalisis bagaimana nilai-nilai Kepribadian Muhammadiyah diinternalisasikan ke dalam proses pembelajaran kepemimpinan, strategi pedagogis yang digunakan, serta dampaknya terhadap pembentukan karakter siswa sebagai calon pemimpin masa depan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10 Kepribadian Muhammadiyah terintegrasi dalam tiga program unggulan leadership, yaitu: Leadership Class, Leadership Event, Leadership Laboratory. Program Petuah juga menjadi sarana membangun karakter khusus bagi kelas atas. Integrasi nilai dilakukan melalui pembelajaran berbasis proyek, experiential learning, mentoring kepemimpinan, dan budaya sekolah. Dampak implementasi menunjukkan peningkatan kemampuan komunikasi, keberanian mengambil peran, kemampuan memecahkan masalah, serta sensitivitas moral pada siswa. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem evaluasi nilai, peningkatan kapasitas guru, dan pengembangan model Tajdid Leadership yang lebih terstruktur sebagai model kurikulum khas sekolah Muhammadiyah.