Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Penggunaan Serat Sabut Kelapa (Cocos nucifera L.) Terhadap Karakteristik Papan Gipsum Syafira, Salsabila Putri; Neswati, Neswati; Kasim, Anwar
GreenTech Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i1.32

Abstract

Papan gipsum merupakan bahan bangunan yang umum digunakan pada desain langit-langit interior untuk menciptakan tampilan yang variatif dan modern. Papan ini tergolong sebagai papan tiruan yang umumnya terbuat dari campuran gipsum dan serat sintetis, seperti serat kaca. Namun, penggunaan serat sintetis memiliki beberapa keterbatasan, antara lain tidak dapat didaur ulang, harga yang relatif mahal, dan ketersediaan yang terbatas. Sebagai alternatif yang lebih berkelanjutan, serat alami seperti sabut kelapa memiliki potensi yang besar karena ketersediaannya yang melimpah, biaya yang lebih rendah, dan sifatnya yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh dan menentukan perlakuan terbaik dari penambahan serat sabut kelapa terhadap karakteristik fisik dan mekanik papan gipsum. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu A (3% serat sabut kelapa), B (6%), C (9%), D (12%), dan E (15%). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik ANOVA (Analysis of Variance), dan apabila terdapat perbedaan nyata pada taraf signifikansi α = 5% (Fhitung > Ftabel 0,05), maka dilanjutkan dengan uji lanjutan DNMRT (Duncan’s New Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serat sabut kelapa memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kadar air, kerapatan, daya serap air, pengembangan tebal, modulus of rupture (MoR), dan modulus of elasticity (MoE). Perlakuan optimal diperoleh pada perlakuan D (12% serat sabut kelapa), dengan kadar air sebesar 11,5%, kerapatan 0,85 g/cm³, penyerapan air 45,19%, pengembangan tebal 1,32%, nilai MoR sebesar 52,99 kgf/cm², dan nilai MoE sebesar 5667,18 kgf/cm².
Peningkatan Nilai Tambah Pada Agroindustri Manggis Melalui Pengembangan Produk Teh dan Sirup Berbasis Kulit Manggis Santosa, Santosa; Derosya, Vioni; Asben, Alfi; Azrifirwan, Azrifirwan; Permata, Deivy Andhika; Fiana, Risa Meutia; Kasim, Fitriani; Neswati, Neswati; Ismanto, Sahadi Didi; Dewi, Kurnia Harlina; Rahmi, Ira Desri; Yulianto, Kiki; Putri, Annisa; Rahayu, Lisa; Saputra, Hendra; Rozalia, Rozalia; Sari, Dini Novita
PATRIOTIKA: Jurnal Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1 No 1 (2025): May 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limau Manis Village as Kampung Manggis is supported by the production of mangosteen in Padang City which is number 2 (two) in West Sumatra and 80% of mangosteen in Padang City comes from Pauh Subdistrict, with the center being in Limau Manis Village and the existence of Kampung Manggis brings hope for the community to improve their economy and will have an impact on the economy of the Padang City community. The skin of mangosteen fruit can be processed into value-added products. However, farmers and local businesses still face several challenges, such as the lack of knowledge and technology to process mangosteen peels into economically valuable products. Abundant mangosteen peels during the harvest season are often discarded or burned, causing environmental impacts such as soil and air pollution. However, due to the lack of public knowledge on mangosteen peel processing as waste, an innovative solution is needed to turn mangosteen peel waste into a new source of income through the development of competitive derivative products. This community service activity is designed as a strategic step to empower the community, optimize local potential, and build an innovative, sustainable mangosteen agroindustry, creating value-added products and improving the economic welfare of the community. In addition, this activity is also expected to be a model of agroindustry development based on local potential that can be developed. The purpose of this community service activity is to provide training in improving the knowledge, skills of the community in processing mangosteen skin, increasing the added value of mangosteen skin into mangosteen skin tea and mangosteen skin syrup products that have a broad impact on economic, social and environmental improvement.
EVALUASI BUSA POLIURETAN FLEKSIBEL BIODEGRADABLE BERBASIS POLIOL MINYAK KELAPA SAWIT: KEMAMPUAN BIODEGRADASI DALAM AIR LAUT Neswati, Neswati; Dewi, Kurnia Harlina; Selvia, Anggun Ayu; Larasati, Tri
Jurnal Agroindustri Vol. 15 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.15.1.53-67

Abstract

Bahan baku utama busa poliuretan fleksibel (PUF) adalah poliol yang berasal dari turunan minyak bumi. Poliol tersebut membutuhkan waktu lama untuk terurai. Sintesis PUF dari poliol minyak kelapa sawit dapat meningkatkan kemampuan biodegradasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan biodegradasi PUF berbasis poliol minyak kelapa sawit dalam air laut. Minyak kelapa sawit diubah menjadi poliol melalui reaksi epoksidasi dan hidroksilasi. Poliol minyak kelapa sawit disubstitusi dengan PEG-400 dan poliol komersial untuk meningkatkan karakteristik PUF. Sistem poliol (poliol minyak kelapa sawit 60%:PEG-400 40%; poliol minyak kelapa sawit 50%:PEG-400 50%;  poliol minyak kelapa sawit 60%:poliol komersial 40%;  poliol minyak kelapa sawit 50%:poliol komersial 50%) direaksikan dengan toluen diisosianat (TDI) untuk membentuk PUF.  Perlakuan pada penelitian ini adalah PUF dengan komposisi poliol yang berbeda (PUF1, PUF2, PUF3, PUF4, dan Kontrol). PUF dilakukan biodegradasi di dalam air laut selama 30 hari. Penurunan berat sampel busa diukur setiap lima hari. Pengamatan FTIR, XRD, TGA, dan SEM dilakukan setelah sampel terurai selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PUF1 memiliki kemampuan biodegradasi tertinggi dalam air laut, dengan susut berat sebesar 44%. FTIR menunjukkan bahwa ikatan ester pada PUF1 telah terurai dan menghilangnya puncak serapan gugus isosianat (-NCO) akibat proses biodegradasi. XRD mengidentifikasi adanya kristal PEG-400 yang membutuhkan waktu untuk terurai. Namun PEG-400 lebih mudah terurai dibandingkan poliol komersial. SEM menunjukkan bahwa permukaan PUF1 menjadi kasar dan kerangka sel busa menjadi rusak.
Antioxidant Activity of “Kolang Kaling” Jam which is added with “Pucuk Merah” (Syzygium oleana) Fruit Juice Sayuti, Kesuma; Neswati, Neswati; Hijra, Reza; Effendi, Effendi
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v4i1.36

Abstract

“Kolang kaling” is the endosperm of Arenga pinnata seed that contains galactomannan so it can be made into jam. This research was aimed to study the effect of “Pucuk merah” fruit juice as a natural colorant and antioxidant sources on antioxidant activity of the jam. This research used an experimental design with different levels of the juice of “Pucuk merah” fruit (6%, 8%, 10%, and 12%). Observations were anthocyanin level (pH differential method), total phenol (by Follin-Ciocalteu method) and antioxidant activity (by DPPH method) of the jam. It was found that the addition of the concentration level of “Pucuk merah” fruit juice had a statistically significant effect on the anthocyanin and total phenol level of the jam. The more the juice was added, the higher the anthocyanin level (2.82 ± 0.13 ppm; 3.76 ± 0.29 ppm; 3.88 ± 0.11 ppm; and 4.20 ± 0.52 ppm, respectively) and the higher the total phenol level (382 ± 1.53 mg GAE/100g; 431 ± 3.06 mg GAE/100g; 540 ± 1.53 mg GAE/100g and 547 ± 6.43 mg GAE/100g, respectively). By using sensory evaluation, the best product was the addition of 12% of the juice; the antioxidant activity was 628 ppm.
Addition Of Chain Extender To Improve Flexible Polyurethane Foam Characteristics Of Palm Oil Polyol Neswati, Neswati; Nazir, Novizar; Arief, Syukri; Yurniwati
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v7i1.206

Abstract

The use of 100% palm oil polyol without the addition of a chain extender produced foam which initially expands and then collapses so that the resulting foam has tight pores, dense texture, and brittle (brittle). It was necessary to use a chain extender to improve the flexible properties of the foam. This study aimed to examine the ratio of palm oil polyols with a chain extender to produce flexible polyurethane foam with good characteristics. The treatment of this study was a combination of types and comparisons of palm oil polyols with chain extenders which were carried out 3 times, consisting of factor A = type of chain extender (diethylene glycol (DEG), diethanolamine (DEA), and polyethylene glycol (PEG)-400) and factor B = ratio of palm oil polyols. with a chain extender (80%:20%; 70%:30%; 60%:40%; 50%:50%). The obtained foam was observed visually, foam development, and foam density. The best sample for each type of extender was analyzed by FTIR. The results showed that 40% PEG-400 has succeeded in producing flexible polyurethane foam with higher expansion (291.22%), lower density (29 kg/m3), and visually has the best flexible properties. Based on FTIR analysis, the use of PEG-400 in the polyol system can increase the reactivity of palm oil polyols to isocyanates.
SMART PACKAGING DARI LIMBAH CAIR TAHU (WHEY) DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) SEBAGAI INDIKATOR Putri, Desi Rahmadani; Permata, Deivy Andhika; Neswati, Neswati
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 29 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.29.1.1-10.2025

Abstract

Kemasan pangan berfungsi untuk menjaga kualitas makanan dan memperpanjang umur simpan dari produk yang ada didalamnya. Fitur Kemasan pangan yang ada saat ini pada umumnya tidak dapat memberikan informasi yang akurat kepada konsumen mengenai kerusakan pangan. Kekurangan ini dapat diatasi dengan mengembangkan teknologi kemasan pintar (smart packaging). Smart packaging dapat dibuat dari polimer alami yang terbuat dari limbah cair tahu dengan penambahan antosianin alami yaitu ekstrak bunga telang sebagai indikator. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan ekstrak bunga telang sebagai indikator dalam produksi smart packaging. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan variasi ekstrak bunga telang sebagai indikator kemasan. Smart packaging yang terbentuk dilakukan pengamatan fisik, kimia, mekanik dan aplikasinya sebagai pengemasan tahu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan ekstrak bunga telang memberikan pengaruh nyata terhadap sifat fisik dan mekanik label indikator. Perlakuan terbaik yaitu pada penambahan ekstrak bunga telang dengan konsentrasi 7% dengan rata-rata nilai ketebalan 0,14 mm, daya serap air 23,20%, kekuatan tarik 0,13 MPa dan Nilai elongasi 15,85%. Smart packaging dalam bentuk film indikator yang dirancang mampu mendeteksi kerusakan pada tahu yang dikemas.
The Effect of Difference In Press Time on Physical Properties and Mechanical Particle Board Without Adhesive From Coconut Fiber and Gambier Processed Pulp Sahadi Sahadi; Neswati Neswati; Ananda Agung Perkasa
Andalasian International Journal of Agriculture and Natural Sciences (AIJANS) Vol. 4 No. 02 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/aijans.v4.i02.99-115.2023

Abstract

This study aims to determine the effect of differences in the length of time when pressing for the manufacture of particle board without adhesive from a mixture of coconut coir fiber and processed gambir leaf dregs on the physical and mechanical properties of the resulting non-adhesive particle board. The method used in this study was a completely randomized design with 5 treatments and 3 replications. Data were analyzed using variance, followed by Duncan`s New Multiple Range Test (DNMRT) at 5% level. The comparison ratio used in the manufacture of particle board without adhesive from coconut coir fiber and processed gambir waste is 60% : 40%. The treatments in this study were A (8 minutes of pressing time), B (10 minutes of pressing time), C (12 minutes of pressing time), D (14 minutes of pressing time), E (16 minutes of pressing time). carried out is a test of physical properties and mechanical properties. The results showed that the length of time of compression affected the physical and mechanical properties of the non-adhesive particleboard. The best treatment was treatment A (pressing time 8 minutes). Observation of physical properties obtained density 0.68 g/cm3, moisture content 13.42%, water absorption 132.87%, thickness swelling 66.84%, mechanical properties fracture toughness (MOR) 90.40 kg/cm2, toughness compressive parallel to the surface of 50.07 kg/cm2, and internal bond (IB) 1.45 kg/cm2.
Kajian Jenis dan Konsentrasi Perekat pada Pembuatan Briket dari Sabut Buah Nipah (Nypa fruticans, Wurmb) Detramadani, Detramadani; Neswati, Neswati; Permata, Deivy Andhika
GreenTech Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i2.54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh interaksi jenis dan konsentrasi perekat, pengaruh jenis dan konsentrasi perekat terbaik berdasarkan karakteristik briket, dan menganalisis Break Event Point (BEP). Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 2 faktor yang terdiri atas 9 perlakuan dan 3 kali ulangan. Data yang didapatkan dianalisis secara statistik menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) jika terdapat adanya interaksi maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5 %. Kajian jenis dan konsentrasi briket dari sabut buah nipah terdapat adanya interaksi terhadap kadar air, kadar abu, karbon terikat, nilai kalor, nyala api, dan kuat tekan, tetapi tidak ada interaksi terhadap kadar zat terbang dan densitas briket. Jenis perekat berbeda nyata terhadap kadar air, kadar abu, zat terbang, karbon terikat, nilai kalor, nyala api, densitas dan kuat tekan. Konsentrasi perekat berbeda nyata terhadap kadar air, kadar abu, karbon terikat, nilai kalor, nyala api, densitas dan kuat tekan, tetapi tidak berbeda nyata terhadap zat terbang briket. Formulasi perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan A2B1 perekat arpus dengan konsentrasi 9%. Analisis titik impas Briket (BEP) yaitu Rp 1.029,45 pcs/bulan.
Analisis Kimia dan Sifat Antibakteri Sabun Transparan Berbasis Minyak Kelapa Sawit dengan Penambahan Ekstrak Mikropartikel Gambir Neswati Neswati; Sahadi Didi Ismanto; vioni derosya
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v5i2.1832

Abstract

Gambir extract microparticle is adding the value of palm oil-based transparent soap. Catechin content from extract gambir has the antibacterial activity to Staphylococcus aureus. As microparticle, extract gambir can be absorbed well into skin pore when applied as one of transparent soap contents. Thus, this research aimed for obtaining information related to the optimum concentration of extract gambir in microparticle, based on chemical characteristic and antimicrobial. Gambir was locally obtained from Pangkalan, 50 Kota District, West Sumatera. Gambir was diluted in ethanol then ultrasonified in order to get gambir as microparticle. There were 8 treatments and duplicated which were 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, 9% and 10% of gambir extract addition. From this study, the optimum addition of gambir extract was 5% with 26.11% of water and volatile content, 1.0823% was insoluble in ethanol, 0.96% of free fatty acid, 46.48% of fatty acid, 13.86% unsaponifiable fraction, and the inhibition zone diameter of  Staphylococcus aureus was 36.6 mm. 
Kajian Konsentrasi Enzim Lipase Dan Suhu Reaksi Gliserolisis Untuk Mensintesis Monogliserida Dari Minyak Jelantah Wanda Santika; Neswati; Kurnia Harlina Dewi
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v12i1.24127

Abstract

Minyak jelantah memiliki potensi yang cukup besar di Indonesia. Pemanfaatannya dapat dimaksimalkan dengan mensintesisnya menjadi monogliserida. Monogliserida diperoleh melalui reaksi gliserolisis, namun reaksi gliserolisis berlangsung pada suhu tinggi. Penggunaan suhu tinggi menimbulkan bau dan warna yang gelap serta mempengaruhi karakteristik monogliserida yang dihasilkan untuk mengatasi hal tersebut dilakukan sintesis monogliserida menggunakan enzim lipase. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan konsentrasi enzim lipase dan suhu reaksi gliserolisis yang tepat untuk mensintesis monogliserida dari minyak jelantah. Perlakuan dari penelitian adalah penambahan enzim lipase sebesar 6%, 9%, dan 12% dengan variasi suhu 60°C, 65°C, 70°C. Berdasarkan penelitian, konsentrasi enzim lipase 12% dan suhu reaksi gliserolisis 30° merupakan perlakuan terbaik untuk mensintesis monogliserida dari minyak jelantah. Penambahan konsentrasi enzim lipase 12% dan suhu reaksi gliserolisis 30° menghasilkan monogliserida dengan karakteristik nilai kadar air 0,64%, angka asam 0,88 mg KOH/g, angka penyabunan 15,73 mg KOH/g, angka iod 2,58 g I2/100g, nilai HLB 18,41 dan kadar monogliserida 12,10%.