Claim Missing Document
Check
Articles

Characteristics of Crassostrea Oyster Cytochrome Oxidase Subunit I (Coi) Gene As Species Identity In Delta Cimanuk, West Java Dian Rezki Muliani; Fredinan Yulianda; Nurlisa A Butet
Jurnal Moluska Indonesia Vol. 4 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : Masyarakat Moluska Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54115/jmi.v4i1.11

Abstract

Oysters belong to the Crassostrea, which is a type of shellfish that lives as benthos in waters under the same substrate and environmental conditions will exhibit similar morphological changes in response. There are many types of oysters that have a similar shape are often an obstacle to differentiate of Crassostrea species through morphological identification. The purpose of this research was to identify the types of oysters found in the waters of Delta Cimanuk through analysis of the morphology and nucleotide diversity of Cytochrome Oxidase subunit I (COI) gene, as basic information on proper management and conservation. The morphological identification results show that there were two species of the Crassostrea. Identification of species through the Barcoding DNA technique shows that there is one type of oyster: Crassostrea iredalei with an accuracy of 99.5%.
Concentration of heavy metals (Cd, Hg, and Pb) of amazon sailfin catfish, Pterygoplichthys pardalis (Castelnau, 1855) in Ciliwung River West Java Yuang Dinni Aksari; Dyah Perwitasari; Nurlisa A. Butet
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 15 No 3 (2015): October 2015
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v15i3.61

Abstract

Amazon armored catfish (Loricariidae) Pterygoplichthys pardalis is abundant in the Ciliwung River and consumed by local people. The present status of the Ciliwung River is polluted by heavy metals and fishes from this river may have the potential hazardous effect on human health. The aim of this study was to analyze the concentration of heavy metals (Cd, Hg, and Pb) in Amazon armored catfish organs from the Ciliwung River. Fish collection and water sampling were conducted in the rainy and dry seasons in three parts of the Ciliwung River, i.e. Bogor (upstream), Depok (middle), and Jakarta (downstream). Heavy metal concentrations were measured by atomic absorption spectrophotometer (AAS). One-way analysis of variance (ANOVA) and Tuckey’s test using R.i386 3.0.0 were performed to access whether heavy metal concentrations varied significantly between location, season, organ and heavy metal. The average of Cd concentrations in the gills, liver,and muscle were 0.000146 ^g.g'1; 0.000828 ^g.g'1; 0.000075 ^g.g'1, respectively. The average of Hg concentrations in the gills, liver, and muscle were 0.002826 ^g g-1; 0.004333 ^g g-1; 0.003960 ^g.g'1 respectively. The average of Pb concentrations in the gills, liver, and muscle were 0.002571 ^g g-1; 0.005467 ^g g-1; 0.001609 ^g.g'1 respectively. The concentration of heavy metals in fish organs were below the permissible limits of the environmental standard of Indonesia and FAO. Heavy metal concentrations in the water were below the baseline of the Indonesia Government Regulation. ANOVA clearly revealed that there was no significant variation of the heavy metal concentrations among the sites and seasons, however the significant difference was found among the organs and type of heavy metal. Local people should be aware because some heavy metals have the tendency to accumulate in various organs of Amazon armored catfish in the Ciliwung River. Abstrak Ikan sapu-sapu (Loricariidae) melimpah di Sungai Ciliwung dan dimanfaatkan sebagai salah satu sumber protein he-wani. Kondisi perairan Sungai Ciliwung ditengarai tercemar logam berat dan jika mengkonsumi ikan sapu-sapu dari sungai ini akan beresiko bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi logam berat (Cd, Hg, dan Pb) pada beberapa organ ikan sapu-sapu dari Sungai Ciliwung. Sampel ikan dan air sungai diambil pada musim peng-hujan dan kemarau di tiga lokasi sepanjang Sungai Ciliwung, yaitu Bogor (hulu), Depok (tengah), dan Jakarta (hilir). Konsentrasi logam berat diukur menggunakan spektrofotometer serapan atom (SSA), dianalisis menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Tuckey dengan bantuan program R.i7386 3.0.0. Rata-rata konsentrasi Cd pada in-sang, hati, dan otot ikan berturut-turut 0,000146 ^g.g'1; 0,000828 ^g.g'1; 0,000075 ^g.g'1. Rata-rata konsentrasi Hg pada insang, hati, dan otot ikan berturut-turut 0,002826 ^g.g'1; 0,004333 ^g.g'1; 0,003960 ^g.g'1. Rata-rata konsentrasi Pb pada insang, hati, dan otot ikan berturut-turut 0,002571 ^g.g'1; 0,005467 ^g.g'1; 0,001609 ^g.g'1. Konsentrasi ketiga logam berat pada organ ikan maupun air sungai berada di bawah nilai ambang batas menurut Standar Nasional Indonesia, FAO, maupun Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. Uji ANOVA menunjukkan bahwa konsentrasi logam berat pada organ tubuh ikan berdasarkan lokasi dan musim tidak berbeda nyata, namun konsentrasi logam berat antar organ target dan jenis logam berbeda nyata. Perlu kehati-hatian dalam mengkonsumsi ikan sapu-sapu dari Sungai Ciliwung karena beberapa logam berat telah terdeteksi pada organ ikan tersebut.
Population diversity of striped snakehead, Channa striata (Bloch, 1793) from Bekasi, West Java and Barito Kuala, South Kalimantan using Cytochrome B gene Gita Kusuma Rahayu; Dedy Duryadi Solihin; Nurlisa A Butet
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 21 No 1 (2021): February 2021
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v21i1.552

Abstract

Channa striata or striped snakehead is one of species from family Channidae that widely distributed from India, Southern China to Southeast Asia including Indonesia. It is a commercially important freshwater fish because of its taste and health benefits. High demand of this species trigger many efforts to increase its production, one of them is genetic monitoring. This study used complete Cytochrome b gene sequence of mtDNA for determining genetic variation in wild population of C. striata. C. striata samples (n=31) from two different locations in Indonesia were amplified and analyzed using MEGA ver 7.0. Sequences of 1140 bp complete cyt b gene revealed the presence of 2 haplotypes with 1137 bp conserved sites and 3 bp variable sites (0,26%). Overlapping haplotype was observed in samples from Bekasi, however there were only one haplotype in samples from South Borneo. Interspecies genetic were analysed with species from Genebank and showed that C. striata from Indonesia has close genetic relationships with C. striata from Borneo-Indonesia (MN057164.1) with genetic distance 0%. This study also revealed that C. striata from Indonesia were phylogenetically distinct with C. striata from China with 9,2%K2P genetic distance. Complete cyt b gene has been proven for assessing phylogenetic relationships and population diversity of C. striata in Indonesia. Abstrak Channa striata atau ikan gabus haruan adalah salah spesies dari famili Channidae yang tersebar luas mulai dari India, Cina bagian selatan hingga Asia Tenggara termasuk Indonesia. Hewan ini dikenal sebagai jenis ikan air tawar yang bernilai ekonomis karena rasa dan manfaat kesehatannya. Permintaan yang tinggi akan spesies ini mendorong upaya peningkatkan produksinya salah satunya dari segi pengawasan genetiknya. Penelitian ini menggunakan sekuen utuh gen Cytochrome b (cyt b) pada DNA mitokondria untuk menentukan variasi genetik populasi liar C. striata. Sampel C. striata (n=31) Indonesia asal dua lokasi berbeda berhasil diamplifikasi dan dianalisis menggunakan MEGA ver 7.0. Sekuen utuh gen cyt b sepanjang 1140 bp yang didapat menunjukkan adanya 2 haplotipe dengan 1137 bp situs konservatif dan 3 bp situs bervariasi (0,26%). Haplotipe yang tumpang tindih ditemukan pada sampel asal Bekasi, dan hanya ada satu haplotipe pada sampel asal Kalimantan Selatan. Analisis genetik interspesies dengan spesies dari Genebank menunjukkan sampel C. striata memiliki kedekatan genetik dengan C. striata (MN057164.1) asal Kalimantan-Indonesia dengan jarak genetik 0%. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa C. striata dengan C. striata asal Cina dengan rata-rata jarak genetik 9,2%. Gen cyt b utuh mampu menjelaskan kekerabatan filogenetik dan memberikan informasi keragaman populasi C. striata asal Indonesia.
AUTENTIKASI SPESIES IKAN KERAPU BERDASARKAN MARKA GEN MT-COI DARI PERAIRAN PEUKAN BADA, ACEH Mohammad Mukhlis Kamal; Agus Alim Hakim; Nurlisa Alias Butet; Yulia Fitrianingsih; Rika Astuti
Jurnal Biologi Tropis Vol. 19 No. 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.161 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v19i2.1245

Abstract

Abstrak : Variasi bentuk dan pola pewarnaan tubuh ikan kerapu (Famili Serranidae) sangat variatif, sehingga pengenalan spesies secara morfologis sering tidak akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengautentikasi ikan kerapu dengan menggunakan marka gen COI. Contoh ikan kerapu yang diamati berjumlah 29 ekor yang dikumpulkan dari tiga tempat pendaratan ikan di Perairan Peukan Bada, Propinsi Aceh. Secara karakter morfologis, ikan kerapu tersebut teridentifikasi lebih dari 8 spesies. Untuk analisis DNA, sebanyak 30 mg daging sirip dari setiap ikan contoh diambil untuk dilakukan isolasi dan ekstraksi DNA, kemudian visualisasi elektroforesis dan fragmentasi DNA gen COI dengan metode PCR-sekuensing. Setelah diekstraksi, diperoleh 20 sampel DNA yang tervisualisasi dengan baik, yang dari jumlah tersebut terdapat 16 sampel dapat diamplifikasi. Hasilnya menunjukkan terdapat 6 spesies yang terautentikasi. Kelompok pertama adalah Variola albimarginata, Cephalopholis urodeta, dan C. sexmaculata dengan tingkat kemiripan ≥ 97%. Berikutnya C. boenak, Epinephelus merra, dan Scolopsis vosmeri tingkat kemiripannya ≤ 97%. Bila dibandingkan hasil autentikasi DNA, hasil penelitian menunjukkan bahwa 13 sampel atau > 80% tidak teridentifikasi dengan benar secara morfologis. Berdasarkan jarak genetik, pohon filogeni membentuk 2 clade antara Serranidae dan Nemipteridae. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan marka gen COI sangat efektif untuk autentikasi spesies yang dapat dijadikan sebagai instrumen dalam pemanfaatan dan pengelolaan ikan kerapu.Kata kunci : kerapu, variasi morfologi, gen MT-COI, autentikasi.Abstract : The groupers (family Serranidae) show high variability both in body shapes and coloration leads to highly morphological-based misidentification. The research was aimed in autenthication of the grouper species using MT-COI gene. A total of 29 grouper fishes were collected from three fish landing sites of Peukan Bada, Aceh Province. These fishes were morphologically identified from which more than 8 species were obtained. A 30 mg of the fin meat of each sample was taken for DNA extraction, isolation, electrophoresis visualization, and DNA fragmentation of COI gene using PCR-sequenching.  There were 20 DNA samples was clearly visualized of which 16 has been proceeded for amplification. The results showed that V. albimarginata, C. urodeta, and C. sexmaculata showed ≥ 97% similarity, whereas C. boenak, E. merra, dan S. vosmeri with ≤ 97% similarity. Based on phylogenetic tree analysis there was 2 clearly different clades separating family of Serranidae and Nemipteridae. The use of MT-COI gene was effective and accurate tool in species authentication which could be used as an instrument for utilization and management of the grouper species.Keywords : groupers, morphological variation, MT-COI gene, autenthication.
Kajian Stok Ikan Teri (Stolephorus commersonnii Lacepede, 1803) Di Teluk Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat Inggrid Wahyuni Eviasta; Mennofatria Boer; Nurlisa A Butet
Tropical Fisheries Management Journal Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5127.862 KB) | DOI: 10.29244/jppt.v2i2.26322

Abstract

Ikan teri (Stolephorus commersonnii) merupakan ikan pelagis kecil yang memiliki nilai ekonomis dan ekologis penting. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis beberapa parameter dinamika populasi dan status stok ikan teri (Stolephorus commersonnii) di Teluk Palabuhanratu. Penelitian dilakukan pada bulan Mei hingga September 2017 pada periode bulan gelap dengan metode yang digunakan Penarikan Contoh Acak Sederhana (PCAS) dan holistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan teri memiliki pola pertumbuhan alometrik negatif. Berdasarkan analisis model produksi surpus menggunakan model Fox, ikan teri berstatus overexploited. Upaya pengelolaan yang dapat dilakukan adalah pengendalian eksploitasi melalui penerapan alat tangkap ramah lingkungan.
River Order Analysis and Fish Stadia Distribution as a Basis for Protected Areas Determination of Freshwater Eel (Anguilla spp.) in Cimandiri Watershed, West Java: Analisis Orde Sungai Dan Distribusi Stadia Sebagai Dasar Penentuan Daerah Perlindungan Ikan Sidat (Anguilla spp.) Di DAS Cimandiri, Jawa Barat Agus Alim Hakim; Mohammad Mukhlis Kamal; Nurlisa Alias Butet; Ridwan Affandi
Tropical Fisheries Management Journal Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5148.949 KB) | DOI: 10.29244/jppt.v3i1.29476

Abstract

Sungai merupakan habitat makhluk hidup dimana terjadi hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Sungai yang merupakan habitat ikan sidat (Anguilla spp.) harus tetap terjaga agar pertumbuhan dan perkembangan tidak terganggu serta keberadaannya tetap lestari. Ikan sidat pada stadia larva akan bermigrasi dari laut ke perairan sungai hingga hulu dan setelah dewasa akan kembali ke laut untuk memijah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis orde sungai dan mengkaji distribusi stadia ikan sebagai dasar penentuan daerah perlindungan ikan sidat (Anguilla spp.) di DAS Cimandiri, Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2014 dan April 2015 meliputi tracking sungai (pengamatan habitat sungai, pengamatan aktivitas penangkapan, dan wawancara), analisis orde sungai, dan penentuan distribusi tiap stadia ikan sidat. DAS Cimandiri memiliki panjang sebesar 69,5 km dengan komposisi sungai permanen (permanent) dan sungai periodik (intermittent) memiliki orde sungai dari 1 hingga 7. Terdapat 56 sungai permanen bagian DAS Cimandiri yang merupakan sungai dengan orde sungai 1. Sungai dengan orde sungai 1 merupakan bagian hulu yang kondisi habitat dan perairannya masih baik. Beberapa dari bagian sungai yang memiliki orde sungai 1 dapat ditetapkan sebagai daerah perlindungan ikan sidat (Anguilla spp.). Distribusi berdasarkan stadia menunjukkan bahwa ikan sidat memiliki komposisi stadia yang tercampur, tetapi glass eels terdistibusi hanya pada 5 km dari arah laut. Adanya perbedaan stadia dari setiap bagian sungai maka diperlukan pengelolaan yang berbeda pula pada masing-masing bagian sungai tersebut.
Species Validation of Mole Crabs Based on Molecular Marker of 16s rRNA from Bantul and Purworejo waters: Validasi Spesies Undur-Undur Laut Berdasarkan Penanda Molekuler 16s rRNA dari Perairan Bantul dan Purworejo Nurlisa A Butet; Inge Anggraeni Bela Putri Dewi; Zairion Zairion; Agus Alim Hakim
Tropical Fisheries Management Journal Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1207.015 KB) | DOI: 10.29244/jppt.v3i2.30434

Abstract

Mole crabs live in intertidal areas of sandy beaches. Identification of aquatic species is often due misidentification cause by the cryptic phenomenon, so it is needed identification technique with a molecular approach by DNA barcoding. The study was purposed to validity and analyze kinship of the mole crabs based on 16S rRNA molecular marker from Bantul and Purworejo waters. Commercial kit of Gene Aid was used to isolation and extraction of DNA and was produced three total DNA from each location. DNA total with good quality was continued to amplified process using PCR technique with a primer of 16S rRNA. Sequence products of 16S rRNA gene were aligned with several sequences of species other from genus Emerita, Scylla, and Portunus that was found from GenBank. Species validation was performed using BLASTn. Genetic distance and phylogenetic tree were obtained MEGA 5.0 program. The samples of mole crab from Bantul and Purworejo were insignificantly different and the samples were from the same genetic sources.
Population Dynamic of Sulphur Goatfish (Upeneus sulphureus Cuvier, 1829) in Sunda Strait, Banten: Dinamika Populasi Ikan Kuniran (Upeneus sulphureus, Cuvier 1829) di Selat Sunda, Banten Hikmatul Azizah; Mennofatria Boer; Nurlisa A. Butet
Tropical Fisheries Management Journal Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1212.19 KB) | DOI: 10.29244/jppt.v3i2.30562

Abstract

Ikan kuniran (Upeneus sulphureus) merupakan ikan demersal sebagai komoditas tangkapan utama di Selat Sunda yang masih banyak dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stok ikan kuniran sebagai dasar pengelolaan agar pemanfaatannya dapat dilakukan secara optimal dan berkelanjutan. Pengambilan contoh dilakukan secara acak berlapis berdasarkan panjang ikan pada bulan Mei-Oktober 2018 di PPP Labuan, Banten. Distribusi frekuensi panjang berkisar antara 71-162 mm. Nilai dugaan L∞ ikan jantan 200,0 mm dengan nilai K sebesar 0,26, sedangkan ikan betina memiliki nilai dugaan L∞ sebesar 172,5 mm dengan nilai K sebesar 0,31. Pola rekrutmen ikan kuniran memiliki dua puncak. Laju mortalitas total ikan jantan 1,95 dan betina 1,40. Laju eksploitasi ikan jantan sebesar 0,81, sedangkan ikan betina sebesar 0,70. Ukuran pertama kali tertangkap kuniran lebih kecil dibandingkan ukuran pertama kali matang gonad.
Stock Assessement of Sulphur Goatfish (Upeneus sulphureus Cuvier, 1829) in Sunda Strait, Banten : Pendugaan Stok Ikan Kuniran (Upeneus sulphureus, Cuvier 1829) di Perairan Selat Sunda, Banten Hikmatul Azizah; Mennofatria Boer; Nurlisa A. Butet
Tropical Fisheries Management Journal Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v4i1.30563

Abstract

Sulphur goatfish (Upeneus sulphureus) is one of a demersal fish as the main commodity in Sunda Strait. This research aimed to assess the stocks of sulfur goatfish (Upeneus sulphureus) in Sunda Strait, Banten as a basic management for optimum and sustainable used. Collecting samples were conducted with Stratified Random Sampling approach in May-October 2018 at PPP Labuan, Banten. The research showed the gender ratio of sulfur goatfish was 0.92:1. The growth pattern of the males fish was negative allometric and the female was isometric. Pukat cincin was the fishing gear become the standard for other fishing gears. Stock status of sulfur goatfish (Upeneus sulphureus) fisheries in Sunda Strait, Banten had indicated overfishing.
DNA BARCODING UNTUK VALIDASI SPESIES PAUS SPERMA (Physeter macrocephalus LINNAEUS, 1758) DARI PERAIRAN LAUT SAWU, NUSA TENGGARA TIMUR, INDONESIA Agus Alim Hakim; Endah Sri Rahayu; Ali Mashar; Nurlisa Alias Butet; Yusli Wardiatno; Mohammad Mukhlis Kamal
Coastal and Ocean Journal (COJ) Vol 7 No 1 (2023): COJ (Coastal and Ocean Journal)
Publisher : Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/coj.v7i1.49702

Abstract

The sperm whale (Physeter macrocephalus) is a protected marine biota in Indonesia. Molecular identification of sperm whales from the Sawu Sea (East Nusa Tenggara, Indonesia) was carried out using the 16S rRNA gene. This study aims to validate the species of the sperm whale (Physeter macrocephalus) in Indonesia using the partial cytochrome oxidase subunit I (COI) gene. The specimens used were tissue specimens from laboratory collections taken from Sawu Sea waters in 2014. The three samples were validated as Physeter microcephalus with 100% similarity. The base composition is dominated by the base thymine (31.7–31.8%) with a GC content of 42.7–42.8%. The genetic distance for the same species was 0.0015, while the highest genetic distance for Orcaella brevirostris was 0.2128. Molecular identification using the 16S rRNA gene and COI has validated the species of a sperm whale (Physeter macrocephalus) in Indonesia so that this genetic data can be used as a basis for sperm whale resource management and conservation.
Co-Authors . Erwyansyah . Zairion ACHMAD FARAJALLAH Agus Alim Hakim Ali Mashar Ansori , Mukhlas Arif Wibowo Arif Wibowo Ayu, Inna Puspa Azizah, Hikmatul Beginer Subhan Borbee, Erin Dedi Soedharma Dedy D. Solihin, Dedy D. Dian Rezki Muliani Dietriech Geoffrey Bengen Endah Sri Rahayu Etty Riani Eva Muhajirah Findra, Muhammad Nur Forcep Rio Indaryanto Fredinan Yulianda Gelis, Ester R. E. Gita Kusuma Rahayu Hawis H Madduppa Hemat Sirait Hikmatul Azizah Hikmatul Azizah Husain Latuconsina Inge Anggraeni Bela Putri Dewi Inggrid Wahyuni Eviasta Irianda, Nadya Jeny Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kismanto Koroy Krisanti , Majariana Lane, Christopher Lella Herdiana Luky Adrianto Lusita Meilana M Mukhlis Kamal M Mukhlis Kamal M Mukhlis Kamal, M Mukhlis M. M. Kamal M. Mukhlis Kamal, M. Mukhlis M.M. Kamal Ma'mun Ansori Majariana Krisanti Mala Nurilmala Maya F Tamimi Mennofatria Boer Mohammad Mukhlis Kamal Muhammad Mukhlis Kamal Muhammad Reza Cordova, Muhammad Reza Mukhlis Kamal, Muhammad Nandini, Annisa Putri Nurasiah Riza Nurfajar, Nurfajar Nurfajrin Nisa Okta Simon Prasadi, Oto Rahayu, Endah Sri Rahmat Kurnia Ridwan Affandi RIDWAN AFFANDI Ridwan Affandi Rika Astuti Risa Tiuria Rudhy Gustiano Rudhy Gustiano Rugaya H. Serosero Ruzanna, Arina Sani, L. Mukhsin Iqbal Setiyadi, Benny Shofirma, Adela Sulistiono Syamsul Bachry TARUNI SRI PRAWAST MIEN KAOMINI ANY ARYANI DEDY DURYADI SOLIHIN TATI NURHAYATI Thomas Nugroho Wahyu Muzammil Yuang Dinni Aksari Yulia Fitrianingsih Yusli Wardiatno