Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of factors related to adolescent role and behavior in preventing transmission: Covid-19 viewed from predisposing, enabling, reinforcing and environmental factors Tri Anjaswarni; Sri Mugianti; Edy Suyanto; Atti Yudiernawati; Ahmad Zakaria
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i3.1997

Abstract

Infectious diseases often result in increased morbidity and mortality, as well as during the Corona Virus Disease-19 (Covid-19) pandemic. Children and adolescents are one of the groups at risk for transmission. Transmission of covid-19 in children and adolescents is not too much. This is due to factors related to the behavior of adolescent to prevent the transmission of covid-19. This study aims to analyze factors related to the role and behavior of adolescents in preventing the transmission of covid-19 in terms of predisposing, enabling, reinforcing and environmental factors. The research method is observational with a cross sectional design. The population is adolescents aged 10-21 years in Bareng and Tanjungrejo Sub-Districts, Malang City with a total of 551 people. Samples were taken by simple random technique of 139 respondents. Data analysis used linear regression test. Results: role strengthening factors include predisposing, enabling, reinforcing and the environment significantly influence adolescent behavior in preventing transmission of Covid-19 with a value (P-value) less than 0.05. This shows that all the factors tested are related to the behavior of adolescents to comply in implementing health protocols. The role and behavior of adolescents in preventing infectious diseases needs to be continuously strengthened by various relevant factors so that they can actively participate in preventing its transmission and spread. Abstrak: Penyakit menular sering mengakibatkan meningkatnya angka kesakitan dan kematian, demikian juga pada masa pandemi Corona Virus Desease-19 (Covid-19). Anak dan Remaja adalah salah satu kelompok yang berisiko untuk terjadinya penularan. Penularan covid-19 pada anak dan remaja adalah sedikit. Hal ini disebabkan adanya faktor yang berhubungan dengan perilaku remaja untuk melakukan pencegahan penularan Covid 19. Tujuan penelitian melakukan analisis faktor yang berhubungan dengan peran dan perilaku remaja dalam pencegahan penularan covid-19 ditinjau dari faktor predisposing, enabling (pendukung), reinforcing (pendorong) dan Lingkungan.  Metode penelitian adalah observasional dengan desain cross sectional. Populasi adalah remaja usia 10 - 21 tahun di Kelurahan Bareng dan Tanjungrejo Kota Malang sejumlah 551 orang. Sampel diambil dengan teknik acak sederhana sejumlah 139 responden. Analisis data menggunakan uji regresi linier. Hasil: faktor predisposing, pendukung, pendorong dan lingkungan berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku remaja dalam pencegahan penularan Covid-19 dengan nilai (P-value) kurang dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa semua faktor yang diuji, berhubungan dengan perilaku  remaja untuk patuh dalam mengimplementasikan protokol kesehatan. Peran dan perilaku remaja dalam pencegahan penyakit menular perlu terus menerus dikuatkan dengan berbagai faktor yang relevan agar mereka dapat partisipasi aktif dalam mencegah penularan dan penyebarannya.
Pengaruh edukasi melalui media leaflet tentang 3M plus terhadap pengetahuan pencegahan Demam Berdarah Dengue Kaswulandari, Latifatuh; Rachman, Moh. Zainol; Yudiernawati, Atti
Journal of Health Research Science Vol. 4 No. 02 (2024): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v4i02.1168

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui vector nyamuk. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2023 menunjukkan, di Negara Indonesia pada tahun 2022 terjadi kasus DBD sebanyak  143.266 dengan data kematian sebanyak 1.237.Metode: Menggunakan metode kuantitatif desain Pre-Experimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest. Sampel pada penelitian ini santriwati Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek Malang yang berjumlah 48. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan responden.Hasil: Data nilai p value yaitu 0,02 yang berarti kurang dari 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima.Kesimpulan: Ada pengaruh edukasi melalui media leaflet tentang 3M Plus terhadap pengetahuan pencegahan Demam Berdarah Dengue di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek Malang.
Pengaruh edukasi dengan board game terhadap pengetahuan dan keterampilan pencegahan karies gigi pada anak usia sekolah Aprilia, Kartika; Yudiernawati, Atti; Rachman, Moh. Zainol
Journal of Health Research Science Vol. 4 No. 02 (2024): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v4i2.1213

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan kesehatan gigi dan mulut pada anak di Indonesia dinilai masih sangat tinggi. Karies gigi merupakan suatu penyakit gigi dan mulut yang paling banyak dialami anak usia sekolah. Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi dengan board game kepada pengetahuan dan keterampilan pencegahan karies gigi pada anak usia sekolah di SDN Dinoyo 4 Kota Malang.Metode: Jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian kuantitatif dengan desain one group pre-post design dengan sampel ada 44 responden. Teknik pengambilan data pengetahuan memakai kuesioner dan pengambilan data keterampilan memakai lembar observasi.Hasil: Sebelum dilakukan edukasi dengan board game ditemukan bahwa sebagain besar responden yang memiliki pengetahuan dengan kategori cukup. Setelah dilakukan edukasi dengan board game ditemukan hasil hampir seluruh responden memiliki pengetahuan baik. Sebelum dilakukan edukasi dengan board game ditemukan bahwa setengah responden yang memiliki keterampilan dengan kategori sedang. Setelah dilakukan edukasi dengan board game ditemukan hasil hampir seluruh responden memiliki keterampilan baik.Kesimpulan: Penelitian ini membuktikan bahwa ada pengaruh edukasi dengan board game terhadap pengetahuan dan keterampilan pencegahan karies gigi pada anak usia sekolah di SDN Dinoyo 4 kota Malang.
Beyond the Brain: Applying the Extended Mind Concept for Cognitive Optimization in the Digital Era Wicaksono, Soetam Rizky; Mustapa, Kasmudin; Ferdianto, Jujuk; Yudiernawati, Atti; Rusmawati, Retno Danu
ARISTO Vol 13, No 2 (2025): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v13i2.11582

Abstract

The Extended Mind concept, as introduced in The Extended Mind: The Power of Thinking Outside the Brain by Annie Murphy Paul, challenges the traditional view that cognition is solely confined to the brain. This book argues that human thinking extends beyond neural processes, incorporating the body, environment, social interactions, and technology. By understanding these external cognitive factors, individuals and organizations can optimize learning, problem-solving, and productivity. This article reviews the key ideas of the book, highlighting its relevance to education, the workplace, and the integration of artificial intelligence (AI) as a cognitive extension. The first major aspect, thinking with the body, demonstrates that gestures, movement, and physical interaction enhance cognitive performance, creativity, and problem-solving. In education, incorporating physical movement into learning activities improves comprehension, while in the workplace, structured movement fosters innovation. The second aspect, utilizing space and environment, emphasizes the impact of well-designed physical spaces on cognitive efficiency. Proper lighting, workspace flexibility, and architectural elements influence focus, productivity, and collaboration. The third aspect, social interaction as a thinking tool, underscores how collaboration and discussion accelerate information processing and critical thinking. Work environments that promote interaction enhance decision-making and employee satisfaction. Finally, integrating technology in cognitive systems explores AI's role in augmenting human intelligence rather than replacing it. AI can streamline data analysis and decision-making but must be used as a supportive tool rather than a substitute for human cognition. The book's insights offer valuable recommendations for education and industry. Educational institutions should integrate embodied learning techniques and create interactive learning environments. Organizations should design workspaces that enhance cognitive efficiency and balance AI integration with human expertise. Ultimately, The Extended Mind is a compelling read for educators, professionals, and researchers seeking to understand and enhance human cognition. Its synthesis of neuroscience, psychology, and real-world applications makes it an essential resource in the modern era of AI and digital transformation.
PENGUATAN TRANSFORMASI KESEHATAN MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENINGKATAN KAPASITAS KADER POSYANDU MELALUI PEER EDUCATOR DALAM UPAYA PENURUNAN RESIKO DIABETES MELLITUS TYPE 2 DI KELURAHAN BALEARJOSARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS POLOWIJEN: PENGUATAN TRANSFORMASI KESEHATAN MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENINGKATAN KAPASITAS KADER POSYANDU MELALUI PEER EDUCATOR DALAM UPAYA PENURUNAN RESIKO DIABETES MELLITUS TYPE 2 DI KELURAHAN BALEARJOSARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS POLOWIJEN Yudiernawati, Atti; Suryani, Pudji; Wahyuni, Tavip Dwi
Jurnal Produk Pengabdian Masyarakat indonesia Vol 2 No 2 (2025): JPPMI- April 2025
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.810028/jppmi.v2i2.76

Abstract

Upaya penurunan risiko Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) memerlukan pendekatan yang komprehensif, termasuk penguatan transformasi kesehatan berbasis masyarakat. Penelitian atau program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu melalui metode peer educator sebagai strategi pemberdayaan masyarakat dalam menurunkan risiko DMT2 di Kelurahan Balearjosari, wilayah kerja Puskesmas Polowijen. Metode yang digunakan meliputi pelatihan kader dengan pendekatan edukatif-partisipatif, di mana para kader dilatih menjadi pendidik sebaya (peer educator) yang mampu menyampaikan informasi terkait pencegahan DMT2 secara efektif kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri kader dalam melakukan edukasi kesehatan serta perubahan perilaku masyarakat ke arah gaya hidup sehat. Program ini menunjukkan bahwa pemberdayaan kader melalui model peer educator dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat transformasi layanan kesehatan primer dan menurunkan risiko DMT2 di tingkat komunitas. Rekomendasi diarahkan pada replikasi model ini di wilayah lain dengan karakteristik serupa serta dukungan berkelanjutan dari lintas sektor.
EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING PADA REMAJA PUTRI: EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING PADA REMAJA PUTRI Wahyuni, Tavip Dwi; yono, Jupri; Rachman, Moh. Zainol; Yudiernawati, Atti
Jurnal Produk Pengabdian Masyarakat indonesia Vol 2 No 2 (2025): JPPMI- April 2025
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.810028/jppmi.v2i2.77

Abstract

Pengabdian masyarakat Edukasi pencegahan stunting pada remaja putri di SMK Nusa Poncokusumo, pendampingan dan sosialisasi kepada remaja putri dengan jumlah peserta 30 remaja putri, dilaksanakan pada tanggal 30 Juli 2025 dan bertempat di ruang sekolah SMK Nusa Poncokusumo. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan mulai pukul 08.00-16.00 WIB dan diikuti oleh 30 peserta yang merupakan remaja putri, 3 orang dosen pengabdian masyarakat dan 2 dua orang mahasiswa. Metode yang dilakukan dalam kegiatan tersebut adalah presentasi/tatap muka dengan alat bantu LCD dan Proyektor. Pengetahuan remaja putri di SMK Nusa Poncokusumo, meningkat terbukti dengan hasil nilai pre test yang hanya rata-rata nya 51,25% meningkat rata-rata 91,25% pada saat post test. Hal ini membuktikan bahwa remaja putri di SMK Nusa Poncokusumo sudah memiliki kemampuan yang baik terkait dengan pengetahuan Edukasi pencegahan stunting pada remaja putri.
Perkembangan Kognitif Pada Anak Pra Sekolah Setelah Dilakukan Biblioterapi Yudiernawati, Atti
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah perkembangan kognitif anak prasekolah masih banyak dijumpai yang meliputi perkembangan menulis,membaca,dan mengenal warna. Akibat dari kurangnya perkembangan kognitif mempunyai dampak kurang konsentrasi saat belajar. Tujuan peneliti untuk mengindentifikasi perkembangan kognitif anak usia prasekolah dengan terapi membaca buku “Biblioterapi. Desain penelitian yang digunakan yaitu pra eksperimen one group pre and post test desain. dengan subjek penelitian berjumlah 15 anak prasekolah yang mengalami gangguan dalam perkembangan Kognitif. Waktu penelitian Maret-April 2022 Variabel bebas adalah Biblioterapi dan variable terikat perembangan Kognitif Pengambilan data dilakukan melalui metode wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan uji Paired t test. Dari hasil uji paired t tes diperoleh nilai sebelum intervensi sebesar (mean=18.13; SD= 2.45) dan nilai sesudah intervensi (mean= 20.67; SD=1.76) dengan p<0.001 yang artinya ter­dapat perbedaan yang signifikan antara pre dan post test setelah dilakukan Biblioterapi, dimana pencapaian perkembangan Kognitif pada anak semakin menunjukkan peningkatan yang lebih baik dibandingan sebelum mendapatkan intervensi. Berdasarkan hasil peneltian dapat disimpulkan bahwa Biblioterapi mem­punyai pengaruh yang efektif dalam meningkatkan perkembangan Kognitif anak usia pra­school
Strategi Peningkatan Kapasitas Pelaksanaan Manajemen Terpadu Balita Sakit melalui in House Training Yudiernawati, Atti; Abiddin, Andi Hayyun
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i8.14798

Abstract

ABSTRACT The beginning of a child's life is the most appropriate time to provide encouragement or development efforts so that children can develop optimally. However, awareness and concern for health from an early age still leaves many problems. The presence of health problems will interfere with growth and development. Management is needed in providing care to sick children. To identify the effectiveness of the model on the ability of health workers in implementing IMCI. Research design uses quantitative with a quasi-experimental one group pretest – posttest approach carried out at the Malang City Community Health Center. The population of this study is health workers consisting of nurses and midwives who work at the KIA Polyclinic Community Health Centers in the Malang City area, a total of 15 Community Health Centers. The sample will be taken using a purposive sampling technique totaling 64 people who meet the inclusion criteria: 1) Nurses and midwives with at least D-III graduates, 2) have worked for at least 2 years, 3) Not on leave. Data analysis was carried out using unpaired t test. Before (pre) participating in training via In house training (experiential learning), there were 52 people who had a sufficient level of knowledge in MTBS Implementation, and 12 other people already had a good level of knowledge. Meanwhile, after (post) participating in training via In house training (experiential learning), there were 35 people who had a sufficient level of knowledge in IMCI Implementation, and 29 other people already had a good level of knowledge with a p value of 0.001. The experiential learning model with the In House Training (IHT) approach is effective for increasing the knowledge of health workers in implementing IMCI Keywords: In House Training, Experiential Learning, Knowledge, MTBS  ABSTRAK Awal kehidupan anak merupakan masa yang paling tepat dalam memberikan dorongan ataupun upaya pengembangan agar anak dapat berkembang secara optimal. Namun, kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan sejak dini masih menyisakan banyak persoalan. Adanya masalah kesehatan akan mengganggu tumbuh kembangnya. Diperlukan suatu manajemen dalam memberikan perawatan pada anak sakit. Mengidentifikasi efektifitas model terhadap kemampuan tenaga kesehatan dalam implementasi MTBS. Desain Penelitian menggunakan kuantitatif dengan pendekatan quasy eksperimental one group pretest – posttest yang dilakukan di Puskesmas wilayah kota Malang. Populasi penelitian ini merupakan tenaga kesehatan terdiri dari perawat dan bidan yang bertugas di Poli KIA Puskesmas wilayah Kota Malang sejumlah 15 Puskesmas. Sampel akan diambil dengan teknik purposive sampling berjumlah  64  orang yang sesuai dengan kriteria inklusi: 1) Perawat dan bidan minimal lulusan D-III, 2) telah bekerja minimal 2 tahun, 3) Tidak dalam kondisi cuti. Analisis data dilakukan dengan menggunakan unpaired t test. Pada saat sebelum (pre) mengikuti pelatihan melalui In house training  (experiential learning), ada sebanyak 52 orang yang mempunyai tingkat pengetahuan yang cukup dalam Implementasi MTBS, dan 12 orang lainnya sudah mempunyai tingkat pengetahuan yang baik. Adapun saat sesudah (post) mengikuti pelatihan melalui In house training  (experiential learning), ada sebanyak 35 orang yang mempunyai tingkat pengetahuan yang cukup dalam Implementasi MTBS, dan 29 orang lainnya sudah mempunyai tingkat pengetahuan yang baik dengan p value 0.001. Model pembelajaran experiential learning dengan pendekatan In House Training (IHT) efektif untuk meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan dalam menerapkan MTBS Kata Kunci: Pelatihan Internal, Pembelajaran Berdasarkan Pengalaman, Pengetahuan, MTBS 
Learning innovation using augmented reality for interactive learning experiences Yudiernawati, Atti; Wahyuni, Tavip Dwi; Suryani, Pudji
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1142300

Abstract

This study explores the potential of learning innovations using Augmented Reality (AR) to enhance the interactive learning experience in educational settings. AR, a technology that overlays digital information on the real world, provides immersive and engaging experiences that support diverse learning styles. This qualitative research employs a literature review methodology to analyze and synthesize findings from various studies on AR in education. The literature highlights the growing interest in AR as an educational tool, focusing on its ability to increase student engagement, improve knowledge retention, and foster active participation. AR enables learners to interact with 3D models, simulations, and other dynamic content, making abstract concepts more accessible and understandable. Additionally, AR promotes collaboration among students, allowing for shared learning experiences in both physical and virtual spaces. Despite its advantages, challenges such as technological accessibility, high implementation costs, and the need for teacher training remain barriers to widespread adoption. This paper discusses the implications of AR for educators and policymakers and suggests directions for future research to address these challenges. The findings underscore the transformative potential of AR in reshaping traditional learning environments, paving the way for more interactive and personalized learning experiences. By integrating AR, educators can create more engaging and effective learning experiences that cater to the needs of 21st-century learners.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR (DIABETES MELLITUS TIPE 2) DI KELURAHAN CEMORO KANDANG KOTA MALANG: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR (DIABETES MELLITUS TIPE 2) DI KELURAHAN CEMORO KANDANG KOTA MALANG Milwati, Susi; Yudiernawati, Atti; Wahyuni, Tavip Dwi; Suyanto, Edi
Jurnal Produk Pengabdian Masyarakat indonesia Vol 2 No 1 (2024): JPPMI- April 2024
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.810028/jppmi.v2i1.41

Abstract

Prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) terus mengalami kenaikan dari hasil Riskesdas 2018 dibandingkan Riskesdas 2013, antara lain stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi. Berdasarkan pemeriksaan gula darah, diabetes melitus naik dari 6,9% menjadi 8,5%; dan hasil pengukuran tekanan darah, hipertensi naik dari 25,8% menjadi 34,1%. Kenaikan prevalensi penyakit tidak menular ini berhubungan dengan pola hidup, antara lain merokok, konsumsi minuman beralkohol, kurangnya aktivitas fisik, rendahnya konsumsi buah dan sayur. Tingginya prevalensi Diabetes Mellius (DM) karena kurangnya pemahaman dalam mengenali resiko DM , dan yang paling penting pada pengendalian resiko Diabetes mellitus. Keadaan diatas akan menambah beban masalah kesehatan masyarakat. Hal ini mengindikasikan bahwa promosi kesehatan dan pencegahan yang telah ada kurang dapat berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kegiatan ini akan dilakukan melalui mobilisasi masyarakat untuk ikut terlibat mulai dari perencanaan hingga evaluasi kegiatan, melalui edukasi, pelatihan dan pendampingan, sehingga diharapkan program ini akan terus berlanjut secara swadaya oleh masyarakat meskipun kegiatan pengabdian telah selesai.