Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Pembelajaran Matematika Realistik Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Julrahmat Julrahmat; Jafar Jafar; La Ode Ahmad Jazuli
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v8i1.42777

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa antara siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran matematika realistik dan yang diajar dengan menggunakan pembelajaran langsung. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimendengan desain pretest-posttest control group di kelas VIII1 dan VIII2 di SMP Negeri 1 Kontukowuna. Sampel penelitian ini adalah 23 siswa kelas VIII1 dan 24 siswa kelas VIII2 di SMP Negeri 1 Kontukowuna tahun ajaran 2021/2022, yang diambil secara simple random sampling, yaitu mengambil secara acak dua kelas dari populasi dengan syarat dua kelas tersebut memiliki kemampuan yang relatif sama atau homogen. Penentuan kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan secara random sampling. Data di kumpulkan melalui pemberian tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berupa tes uraian yang valid dan reliabel. Untuk meningkatkankemampuan pemecahan masalah matematis siswa kedua kelas digunakan uji paired sample t – test. Hasil uji paired sample t – test menunjukkan bahwa kemampuanpemecahan masalah matematis siswa yang diajar dengan pembelajaran matematika realistikdan yang diajar dengan pembelajaran langsung mengalami peningkatan yang signifikan. Untuk menguji perbedaan rata–rata kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas yang diajar pembelajaran matematika realistik dan yang diajar dengan pembelajaran langsung digunakan uji tuntuk data tidak berpasangan (independent sample t – test) berdasarkan data N – Gain. Secara signifikan peningkatan pemahaman konsep matematis siswa yang diajar dengan pembelajaran matematika realistik lebih tinggi daripada peningkatan pemahaman konsep matematis siswa yang diajar dengan pembelajaran langsungpadaα = 0,05.
PENGIMBASAN PENDIDIKAN BERWAWASAN LINGKUNGAN PADA MAHASISWA PPG PRAJABATAN Jafar; Wahyudin Madil
JESASI (JURNAL EDUKASI, SAINS, DAN INOVASI) Vol. 2 No. 1 (2025): JESASI (Jurnal Edukasi, Sains, dan Inovasi) February - July 2025
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/jesasi.v2i1.13

Abstract

Environmentally conscious education is an educational approach that emphasizes understanding and awareness of the natural and social environment. This includes an understanding of environmental problems, efforts to maintain and protect the environment, as well as ways to create sustainability in the environment. Environmental education aims to form individuals who are aware of the importance of protecting and preserving the environment. In the context of formal education, environmentally friendly education can be integrated into the curriculum at all levels, from elementary school to university. Environmentally friendly education can also be implemented informally, such as through environmental activities outside of school or through environmental campaigns involving the community. The main aim of environmentally friendly education is to create a society that is aware of the importance of protecting the environment for human welfare and the survival of life on earth.
Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Model Kolaboratif Deep Learning Berbasis Lesson Study di Era Disrupsi Digital Mohamad Salam; La Misu; Awaludin Awaludin; Jafar Jafar; Hasnawati Hasnawati; Salim Salim; Sitti Nur Astuti S
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juli 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i2.714

Abstract

Era disrupsi digital menuntut guru untuk terus meningkatkan profesionalismenya agar mampu mengimplementasikan pembelajaran inovatif yang relevan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme guru SMPN 15 Kendari melalui model kolaboratif Deep Learning berbasis Lesson Study. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pembentukan kelompok Lesson Study, pelatihan penyusunan modul ajar, pendampingan open kelas, dan refleksi kolaboratif melalui siklus Plan–Do–See. Instrumen pengukuran berupa kuesioner respons guru berskala Likert empat poin dan lembar observasi open kelas yang dianalisis secara deskriptif persentase. Kegiatan diikuti 25 guru yang terbagi dalam empat kelompok bidang studi: Matematika, IPA, IPS, dan Bahasa. Hasil menunjukkan bahwa 100% guru menyatakan sosialisasi Deep Learning berbasis Lesson Study sangat penting, 85,71% menyatakan model ini berdampak positif terhadap proses belajar mengajar, 100% menilai model ini membangun kolaborasi antar guru, dan 95,24% menyatakan antusias untuk melaksanakan open kelas. Disimpulkan bahwa model kolaboratif Deep Learning berbasis Lesson Study efektif meningkatkan profesionalisme guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran inovatif di era digital.
M MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN COMPUTATIONAL THINKING ANAK MELALUI PERMAINAN MATEMATIKA DAN PERMAINAN TRADISIONAL Mohamad Salam; La Misu; Jafar Jafar; Saleh Saleh; Awaludin Awaludin; Wa Ode Indrawati; Hartina Pratiwi La Mela; Sitti Nur Astuti S; Risman Alifin
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 03 (2026): JUNI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjudul "Mengembangkan Kemampuan Computational Thinking Anak Melalui Permainan Matematika dan Permainan Tradisional". Kegiatan ini dilaksanakan di Komunitas Kawan Inspirasi Kendari, Desa Bajo Indah, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah anak-anak di komunitas tersebut belum mengenal konsep Computational Thinking (CT) serta belum pernah diperkenalkan permainan matematika dan permainan tradisional. Metode kegiatan berupa pengajaran, pelatihan, dan pendampingan. Kegiatan ini mengusung konsep "Taman Matematika Siswa" dengan lima jenis permainan, yaitu: (1) Keng-Keng Sorong, (2) Permainan Boy, (3) Kuartet Matematika, (4) DOMIKA (Domino Matematika), dan (5) Karambol Matematika. Setiap permainan dirancang mengintegrasikan fondasi CT: dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma. Kegiatan diikuti oleh 44 peserta dari jenjang SD dan SMP. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan CT anak-anak, yang terlihat dari kemampuan mereka berpikir sistematis, mengenali pola permainan, dan menyusun strategi. Luaran kegiatan berupa modul ajar, video pembelajaran, dan artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi.