Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

ANALISIS SALURAN DAN MARJIN PEMASARAN PETANI JAMBU AIR CAMPLONG (syzygium aqueum) Kustiawati Ningsih

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.375 KB) | DOI: 10.35891/agx.v3i1.746

Abstract

Di Kabupaten Sampang, tanaman holtikultura yang mampu memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat tani adalah tanaman buah-buahan, diantaranya tanaman "Jambu Air Camplong" yang harganya lebih tinggi dibandingkan dengan buah komersial lainnya, seperti : mangga, jeruk lokal. Jambu Air Camplong merupakan varietas lokal yang banyak dibudidayakan di kecamatan Camplong dan merupakan komoditas unggulan Kabupaten Sampang. Meningkatnya produksi akan membawa pengaruh yang luas bagi perkembangan ekonomi tersedianya pasar untuk hasil pertanian, sebab walaupun produksi dapat ditingkatkan, tetapi gagal dalam memasarkan hasil produksinya, maka sia-sialah usaha untuk meningkatkan produksi (Sunarto, 1973). Penelitian ini dilakukan di Desa Taddan Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang, dengan tujuan untuk mempelajari pola pemasaran jambu air dan menganalisis marjin pemasaran dan share harga petani. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan pada bulan Mei sampai Juli 2011. Responden diambil dari populasi secara Snow Ball Sampling terhadap petani jambu air. Jumlah responden petani sebanyak 27 orang. Namun untuk pedagang, karena populasinya sedikit maka dilakukan secara sensus terhadap lima pedagang pengumpul dan dua tengkulak. Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dengan cara wawancara, langsung dengan responden serta data sekunder sebagai data pendukung yang berasal dari kantor kecamatan dan instansi lain yang terkait. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis marjin dan share harga. Pemasaran jambu air di kecamatan Camplong terdiri dari dua saluran distribusi yaitu : a. Saluran Pertama (I) : Petani Pedagang Pengumpul Konsumen. b. Saluran Kedua (II) : Petani Tengkulak Pedagang Pengumpul Konsumen Besarnya biaya pemasaran jambu air yang harus dikeluarkan oleh Pedagang Pengumpul adalah Rp 1.200/100 biji pada saluran I dan Rp 1.300,00 pada saluran II, sedangkan biaya yang harus dikeluarkan oleh Tengkulak adalah Rp 800,00 pada saluran II. Besarnya keuntungan yang diterima Pedagang Pengumpul adalah Rp 3.500,00/100 biji pada Saluran I dan Rp 1.700,00/100 biji pada saluran II, sedangkan besarnya keuntungan yang diterima Tengkulak adalah sebesar RP 1.450,00/100 biji pada saluran II. Nilai marjin pemasaran jambu air di tingkat Pengumpul adalah Rp 5.000,00/100 biji pada saluran I dan Rp 3.500 pada saluran II dan nilai marjin pemasaran di tingkat Tengkulak pada saluran II adalah Rp 2.500,00/biji. Pemasaran jambu air pada saluran I hanya melalui satu institusi pemasaran, yaitu Pedagang Pengumpul. Pada kondisi ini besarnya share harga yang diterima petani semakin besar, yaitu 95,45% petani mendapatkan harga yang lebih tinggi yaitu Rp 42.000,00. Sedangkan prosentase perbandingan harga yang diterima konsumen akhir pada saluran pemasaran II sebesar 86,95%¸ kecilnya prosentase harga pada saluran pemasaran II ini disebabkan oleh panjangnya saluran pemasaran yang terjadi dan jumlah tengkulak relatif banyak.
ANALISIS BIAYA SUMBERDAYA DOMESTIK USAHA PENGOLAHAN IKAN TERI NASI KERING Kustiawati Ningsih

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.661 KB) | DOI: 10.35891/agx.v3i2.770

Abstract

Industri pengolahan ikan di Indonesia hingga saat ini belum memberikan kontribusi nilai tambah yang semestinya dalam pembangunan nasional. Tingkat pengusahaan sumberdaya perikanan di Indonesia yang rata-rata telah mencapai 62 persen, ternyata tidak diimbangi oleh kegiatan peningkatan nilai tambah secara sistematik melalui industri pengolahan hasil perikanan (Departemen Kelautan dan Perikanan, 2010). Oleh karena itu maka untuk memenuhi permintaan produk olahan hasil perikanan, khususnya ikan teri nasi kering (asin) baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri diperlukan transaksi yang tidak kecil dan melibatkan banyak tenaga kerja. perkembangan permintaan produk olahan perikanan, termasuk ikan teri nasi kering (asin) cukup prospektif. Namun demikian, usaha pengolahan ikan teri nasi kering (asin) ini memerlukan sumberdaya (modal, lahan, tenaga kerja dan lain-lain) yang tidak sedikit, sedangkan sumberdaya yang tersisa semakin terbatas sehingga harus diusahakan seefisien mungkin. Berdasarkan kondisi di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pendapatan yang diperoleh dari pengusahaan pengolahan ikan teri nasi kering (asin) dan menganalisis tingkat keunggulan komparatif dan kompetitif pengusahaan pengolahan ikan teri nasi kering (asin) dengan menggunakan analisis Biaya Sumberdaya Domestik. Penelitian dilakukan di PT Kelola Mina Laut (PT KML). Metode analisis yang digunakan adalah analisis Biaya Sumberdaya Domestik (BSD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara finansial dan ekonomi, usaha pengolahan ikan teri nasi kering pada orientasi perdagangan promosi ekspor, menghasilkan pendapatan yang menguntungkan. Sedangkan untuk orientasi perdagangan antar daerah menghasilkan pendapatan yang merugikan. Hal ini dicerminkan oleh nilai pendapatan yang negatif. Sementara itu, secara ekonomi usaha pengolahan ikan teri nasi kering di PT KML untuk orientasi PE dan PAD menghasilkan pendapatan yang menguntungkan (nilai pendapatannya positif). Namun demikian, pendapatan ekonomi yang diperoleh oleh usaha pengolahan ikan teri nasi kering, untuk orientasi perdagangan promosi ekspor lebih besar daripada pendapatan finansial. Hal ini menunjukkan bahwa usaha pengolahan ikan teri nasi kering bila dipandang dari segi masyarakat secara keseluruhan (secara ekonomi), lebih menguntungkan daripada apabila dipandang dari segi individu yang terlibat langsung, dalam hal ini pengusaha ikan teri nasi kering, yaitu PT KML. Pendapatan ekonomi yang lebih besar disebabkan adanya perbedaan pada penerimaan dan total biaya yang dikeluarkan. Usaha pengolahan ikan teri nasi kering di PT KML memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif. Keunggulan komparatif dan kompetitif tertinggi diperoleh dari produksi ikan teri nasi kering untuk orientasi perdagangan promosi ekspor. Artinya jika dipandang dari segi masyarakat (secara ekonomi), maka usaha pengolahan ikan teri nasi kering lebih menguntungkan untuk diusahakan daripada dilihat dari segi individunya, yang dalam hal ini adalah pengusaha ikan teri nasi kering.
ANALISIS TITIK IMPAS CABE JAMU (Piper retrofractum Vahl) LOKAL MADURA Kustiawati Ningsih

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.052 KB) | DOI: 10.35891/agx.v4i1.772

Abstract

Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengidentifikasi total biaya yang dikeluarkan, total penerimaan yang diperoleh, dan jumlah produksi cabe jamu pada saat BEP dicapai. Penelitian ini dilakukan pada usahatani cabe jamu di Desa Pekandangan Sangra, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. Desa Pekandangan Sangra ini dipilih dengan pertimbangan bahwa Desa Pekandangan Sangra adalah salah satu sentra produksi cabe jamu yang produksinya memiliki segmen pasar yang luas. Penelitian ini dilakukan pada bulan Nopember sampai Desember 2012. Hasil analisis menunjukkan bahwa BEP pada usahatani cabe jamu adalah sekitar 47,06 kg atau dengan pengeluaran sekitar Rp 3.515.697,5 per musim tanam
PRODUKSI DAN PENDAPATAN PETANI TEMBAKAU MADURA : SEBUAH KAJIAN DAMPAK PERUBAHAN IKLIM Kustiawati Ningsih

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1034.268 KB) | DOI: 10.35891/agx.v8i2.789

Abstract

Kecamatan Pakong memiliki potensi di bidang pertanian tanaman perkebunan yaitu kelapa dan tembakau. Berdasarkan data BPS Kabupaten Pamekasan, pada tahun 2016, tanaman tembakau di Kecamatan Pakong menduduki peringkat ketiga luas panen dan produksi terbesar setelah Kecamatan Waru dan Kecamatan Pagentenan dengan luas panen 368 ha dan produksi sebesar 193,15 ton. Hal ini menunjukkan bahwa Kecamatan Pakong memiliki potensi dalam usahatani tembakau dan juga dapat meningkatkan pendapatan petani.Tembakau Madura merupakan pendapatan petani yang cukup besar di daerah Kabupaten Pamekasan khususnya di Kecamatan Pakong. Perkembangannya yang di pengaruhi oleh cuaca secara tidak langsung akan mempengaruhi produksi dan pendapatan petani tembakau Madura sehingga diperlukan penelitian bagaimana dampak perubahan cuaca atau iklim terhadap produksi dan pendapatan petani tembakau Madura. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak perubahan iklim terhadap produksi dan pendapatan petani tembakau Madura. Metode analisis data menggunakan analisis biaya usahatani tembakau Madura, analisis penerimaan usahatani tembakau Madura, analisis pendapatan usahatani tembakau Madura serta analisis uji beda rata-rata menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak perubahan iklim terhadap biaya usahatani tembakau menyebabkan biaya usahatani menurun dari tahun 2015 ke tahun 2016 yaitu dari Rp. 3.327.100,- menjadi Rp. 3.137.881,5,- . demikian juga dengan penerimaan usahatani tembakau Madura juga mengalami penurunan dari tahun 2015 ke tahun 2016 yaitu dari Rp 12.126.370,- menjadi Rp 9.296.700,-. Sehingga secara langsung pendapatan usahatani tembakau Madura juga mengalami penurunan dari tahun 2015 ke tahun 2016 yaitu dari Rp. 8.799.270,- menjadi Rp. 6.158.818,5,-. Hasil uji beda rata-rata menunjukkan bahwa dari 41 petani responden, 40 diantaranya mengalami penurunan pendapatan, dan 1 petani responden mengalami peningkatan dikarenakan petani tetap melakukan penanaman pada bulan Mei walaupun pada tahun 2016 intensitas curah hujan tinggi, sedangkan yang tetap tidak ada.
Kajian sosial ekonomi pada petani garam di wilayah Madura Kustiawati Ningsih; Nur Laila

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.576 KB) | DOI: 10.35891/agx.v12i2.2573

Abstract

As one of the islands in Indonesia , Madura is one of the salt-producing centers in Indonesia , thus earning the nickname as the Salt Island. Therefore, almost 80% of the population in Madura have a livelihood as salt farmers and including salt farmers in Bunder Village, Pademawu District, Pamekasan Regency. However, the weak adoption power of Madura salt farmers in Bunder Village, Pademawu District, Pamekasan Regency to the new technology, namely geomembrane, has a very significant socio-economic impact on salt farmers. So the purpose of this study was to examine the socio-economic conditions of Madura salt farmers in Bunder Village, Pademawu District, Pamekasan Regency. Data were collected through primary data (observations and interviews) and secondary data. The data obtained from the results of the study were processed using qualitative analysis (income analysis) and quantitative analysis (range score analysis of BPS welfare indicators in 2015) to ensure the socio-economic conditions of Madura salt farmers in Bunder Village, Pademawu District, Pamekasan Regency. The results showed that (1) The average monthly income of salt farmers was IDR 1,784,416 per hectare per month (2) The average range score of Madura salt farmers based on the BPS welfare indicators in 2020 was in the poor category.
Optimalisasi Peran Anggota Kelompok Tani Ngodirjo I Di Desa Nyalabu Daya Kecamatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan Azam Azam; kustiawati ningsih; Mohammad Saedy Romli
JURNAL AGROSAINS : Karya Kreatif dan Inovatif Vol 7 No 1 (2022): JURNAL AGROSAINS : Karya Kreatif dan Inovatif
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/agrosains.2022.7.1.01-07

Abstract

This study aims to determine the performance of members of the Farmer's Group (Ngodirjo I) in Nyalabu Daya Village and to determine the strategy for improving the performance of members of the Farmer's Group (Ngodirjo I) in Nyalabu Daya Village. The research location was purposively conducted in Nyalabu Daya Village, Pamekasan District, Pamekasan Regency. The sample method used in this study is the census method in which all 30 people were interviewed in the population. The data technique was carried out in a qualitative descriptive way. The results showed that the Ngodirjo farmer group I liked to be active in activities, such as rarely holding meetings or meetings, so that it was a factor in the failure of Nyalabu Daya Village in the sector, so a strategy is needed to improve the performance of farmer groups by using a strategic approach that aims to improve the performance of farmer groups, so that the existence of farmer groups is beneficial for agricultural progress in the village, such as improving performance, using modern agricultural tools and solidifying all elements of the farming community in farming. Farmer's Group Ngodirjo I am not active in farmer group activities, in every farmer group there needs to be motivation from related parties such as
DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN TERHADAPSOSIAL EKONOMI RUMAH TANGGA PETANI PADI Kustiawati Ningsih; Rismawati Rismawati
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 19 No 2 (2022): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v19i2.2236

Abstract

Peningkatan kebutuhan lahan untuk industri, jasa dan perumahan menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan pertanian sehingga mengurangi luas lahan produktif. Hal ini juga terjadi di Desa Tanggumong, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang. Bentuk alih fungsi lahan pertanian yang terjadi di Desa Tanggumong adalah lahan sawah petani padi beralih fungsi menjadi perumahan dan terjadi sejak tahun 2017 hingga mencapai luasan 1,5 Ha. Oleh karena itu, terjadinya alih fungsi lahan sawah petani padi akan memberikan dampak sosial ekonomi terhadap petani padi. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak sosial ekonomi alih fungsi lahan pertanian terhadap petadi padi. Penentuan lokasi penelitian ditentukan secaara sengaja (purposive). Metode pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling dan diperoleh sebanyak 51 orang responden petani padi. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dananalisissecara komprehensif terhadap hasil penelitian yang diperoleh disertai dengan jurnal hasil penelitian pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak sosial alih fungsi lahan pertanian terhadap petani padi adalah mulai berukurangnya kegiatan sosialisasi dan kegiatan gotong royong diantara masyarakat. Dampak ekonomi alih fungsi lahan pertanian terhadap petani padi adalah pendapatan petani mulai meningkat, pembangunan rumah petani padi semakin meningkat dan petani padi mulai membuka usaha/bisnis baru.
Estimasi Nilai Ekonomis Sisa Makanan Melalui Pendekatan Perilaku Konsumen Kustiawati Ningsih; Sustiyana Sustiyana; Mahtumia Mahtumia
JSEP (Journal of Social and Agricultural Economics) Vol 16 No 1 (2023): JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (J-SEP)
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jsep.v16i1.36412

Abstract

One of the important food issues to pay attention to is food waste. Restaurants have a high contribution in producing the amount of leftover food. The restaurant is one of the places that is visited by the public every day from various circles. The high level of buying and selling activity can cause an increase in the amount of food waste heaps. This study aims to: (1) analyze the influencing factors of uneaten food at Kedai Makan Garasi in Pamekasan City and (2) estimate the amount and economic value of unconsumed food at Kedai Makan Garasi in Pamekasan City. The method used is logistic regression analysis, descriptive analysis, and survey methods. This study uses primary data and secondary data. The sampling method in this study used a non-probability sampling method. In this study, the number of samples taken was 55 respondents. The results showed that the factors that significantly influenced the behavior of leaving food at Kedai Garasi were gender. Food waste from consumer plates is dominated by vegetable and complementary side dishes, which is 27 percent. The total economic value due to food waste from 32 consumers reaches Rp. 12,759,344 per year, and Rp. 428,700,000 per year from the projected garage shop. As well as the value of economic losses due to food waste from food waste on consumers' plates reaches 12.7 million rupiah per year.
KONTRIBUSI USAHA TANI JAGUNG MADURA TIGA TERHADAP TOTAL PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI JAGUNG Kustiawati Ningsih; Halimatus Sakdiyah; Siti Holifah
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 20 No 1 (2023): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v20i1.2546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pendapatan usahatani jagung manis, berapa besar kontribusi usahatani jagung manis terhadap pendapatan keluarga petani jagung. Lokasi penelitian di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan. Pengumpulan data dilakukan dari bulan Juli sampai September 2022. Pengambilan data primer dilakukan pada semua anggota populasi yang berjumlah 38 petani jagung madura tiga. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara langsung pada petani jagung madura tiga. Data sekunder diperoleh dari Kantor Desa Blumbungan dan beberapa literatur yang relevan dengan penelitian. Analisis data menggunakan rumus kontribusi pendapatan kemudian besar kontribusi dicocokkan dengan tabel kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan per musim tanam usaha tani jagung madura tiga sebesar Rp. 3.734.950,- yang tingkat kontribusi usahatani jagung manis sebesar 16,48% terhadap pendapatan keluarga dan tergolong pada kategori kecil.
Sistem Simpan Pinjam pada Kelompok Tani Harapan Jaya Panaguen Kabupaten Pamekasan Moh. Da'i Bachiar; Halimatus Sakdiyah; Kustiawati Ningsih
Media Komunikasi Ilmu Ekonomi Vol 40 No 1 (2023): MELATI: Jurnal Media Komunikasi Ilmu Ekonomi Juni 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58906/melati.v40i1.95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendriskripsikan sistem simpan pinjam yang ada di kelompok tani Harapan Jaya Panaguen, Kecamatan Larangan, Kabupaten pamekasan. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan ketua kelompok tani dan seksi simpan pinjam kelompok tani Harapan Jaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pendaftaran anggota kelompok tani Harapan Jaya Panaguen dengan simpanan awal Rp 50.000 dan simpanan bulanan sebesar Rp 1.000, sistem simpan pinjam yang dijalankan kelompok tani Harapan Jaya lebih banyak masih bersifat kekeluargaan (kepercayaan), yang menjadi pembeda dari sistem simpan pinjam yang ada di kelompok tani Harapan Jaya dan sistem simpan pinjam yang lainnya yakni adalah jatuh tempo dari pinjaman, kalau di koperasi atau lembaga keuangan lainnya jatuh tempo atau angsuran pinjaman yaitu setiap bulan namun dikelompok tani Harapan Jaya setiap masa panen yaitu dalam 1 tahun rata-rata 2 kali yaitu musim panen tembakau dan musim panen padi.