Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Kelayakan Pola Tanam Monokultur Dan Tumpangsari Usahatani Tembakau Dengan Cabai Mohammad Shoimus Sholeh; Kustiawati Ningsih; Siti Maimunah
Paradigma Agribisnis Vol 6 No 1 (2023): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v6i1.8243

Abstract

Mayoritas petani di Desa Waru Kabupaten Pamekasan pada musim kemarau menanam tembakau. Harga tanaman tembakau selalu fluktuatif membuat para petani tidak bisa mengandalkan pendapatan dari hasil pertanian tembakau sehingga salah satu alternatif dengan melakukan pola tanam tumpang sari antara tanaman tembakau dan cabai. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 30 petani yang menerapkan pola tanam monokultur dan tumpangsari. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode R/C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan usahatani tumpang sari tanaman tembakau dan cabai menambah jumlah biaya yang harus dikeluarkan oleh petani, namun jumlah penerimaan dan pendapatan yang diperoleh petani lebih besar dibandingkan usahatani tembakau secara monokultur. Nilai R/C usahatani monokultur dan tumpangsari sama-sama lebih dari 1 artinya usahatani dengan pola tanam tersebut layak dan menguntungkan, namun nilai R/C dengan penerapan tumpangsari lebih besar yaitu 1,76.
STRATEGI PEMASARAN DIGITAL PRODUK BATIK ECOPRINT KELOMPOK IBU-IBU FATAYAT NU Ningsih, Kustiawati; Sakdiyah, Halimatus; Yana, Medi
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 22 No 1 (2025): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v22i1.4279

Abstract

Karena sifatnya yang unik, batik ditetapkan sebagai warisan kemanusiaan untuk kebudayaan lisan dan non-bendawi oleh UNESCO. Hingga saat ini perkembangan batik mulai mengarah kepada batik ramah lingkungan yang kemudian dikenal dengan batik ecoprint. Produk batik ecoprint yang dihasilkan oleh Kelompok Ibu-Ibu Fatayat Nu di Desa Pamoroh Kecamatan Kadur Kabupaten Pamekasan termasuk dalam usaha yang baru dijalani oleh Kelompok Ibu-Ibu dan diusahakan sejak tahun 2020. Dalam perkembangannya, Kelompok ibu-Ibu menggunakan pemasaran digital untuk memasarkan produknya, khususnya melalui media sosial instagram dan whatsapp serta market place seperti shopee. Dengan harapan, melalui penggunaan pemasaran digital ini, penjualan batik ecoprint lebih meningkat. Metode penelitian yang digunakan adalah dekriptif kuantitatif dengan menggunakan metode SWOT. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Teknik purposive sampling yaitu berjumlah 11 orang yang terdiri dari 1 owner (pemilik usaha) dan 10 customer. Hasil penelitian menujukkan bahwa strategi pemasaran digital produk batik ecoprint adalah Strategi SO, yaitu pemanfaatan bahan baku dari alam yang ketersediaannya melimpah untuk meningkatkan variasi produk batik ecoprint, pemanfaatan nilai seni yang memiliki kualitas yang tinggi sehingga saluran pemasaran dalam dan luar negeri dapat diperluas, serta pemanfaatan ciri khas yang unik dan ramah lingkungan sehingga peluang ekspor ke pasar Internasional dapat ditingkatkan
PELESTARIAN PERTANIAN ORGANIK BUAH NAGA: VALUASI EKONOMI DAN SIMULASI KEBIJAKAN Ningsih, Kustiawati; Sakdiyah, Halimatus; Felani, Herman; Dwiastuti, Rini; Asmara, Rosihan
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 18 NO 01 2019 (MARCH)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.65 KB) | DOI: 10.31186/jagrisep.18.1.89-106

Abstract

Organic agriculture is the implementation of the sustainable agriculture concept promoted by the World Food Organization (WHO) since 1989. Later, this concept become a global movement for sustainable agriculture (Suryana, 2005). In its development, organic farming of dragon fruit tends to decrease its sustainability. The main contributing factors is natural and environmental degradation phenomena. This study aims to analyze the NPV of corn farming activities, which incidentally are farming activities outside organic dragon fruit farming, by comparing to the NPV of corn farming activities and organic dragon fruit farming NPV and conducting sensitivity analysis toward the benefits and social costs of the dragon-fruit organic farming environment. The analytical method used is cost-benefit analysis. The results showed that there are differences in the value of benefits and costs between corn farming and organic dragon fruit farming. The difference between the benefits and costs, NPV and BCR between corn farming and organic dragon fruit farming occurred because organic dragon fruit farming considers the value of social benefits and social costs, which includes elements of benefits and environmental costs while corn farming does not. Likewise, sensitivity analysis with a 10% increase in costs and a 5% decrease in benefits indicates that the NPV and BCR values are still positive. This shows that both types of farming found in the organic farming environment of dragon fruit are feasible to be developed so that they can maintain their existence for future generations and realize organic farming preservation of dragon fruit.
Sistem Simpan Pinjam pada Kelompok Tani Harapan Jaya Panaguen Kabupaten Pamekasan Bachiar, Moh. Da'i; Sakdiyah, Halimatus; Ningsih, Kustiawati
Jurnal Media Komunikasi Ilmu Ekonomi Vol 40 No 1 (2023): MELATI: Jurnal Media Komunikasi Ilmu Ekonomi Juni 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58906/melati.v40i1.95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem simpan pinjam pada Kelompok Tani Harapan Jaya di Desa Panaguan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem simpan pinjam di kelompok ini didasarkan pada asas kekeluargaan, dengan tiga jenis simpanan: pokok, wajib, dan sukarela. Proses peminjaman dilakukan tanpa jaminan, dan pelunasan dilakukan setiap masa panen. Sistem ini telah terbukti membantu memenuhi kebutuhan modal anggota, meskipun pengelolaannya masih bersifat manual. Disarankan agar kelompok tani mulai menerapkan sistem pencatatan digital dan SOP untuk mendukung transparansi dan kesinambungan program simpan pinjam.
Kelayakan Pola Tanam Monokultur Dan Tumpangsari Usahatani Tembakau Dengan Cabai Sholeh, Mohammad Shoimus; Ningsih, Kustiawati; Maimunah, Siti
Paradigma Agribisnis Vol 6 No 1 (2023): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v6i1.8243

Abstract

Mayoritas petani di Desa Waru Kabupaten Pamekasan pada musim kemarau menanam tembakau. Harga tanaman tembakau selalu fluktuatif membuat para petani tidak bisa mengandalkan pendapatan dari hasil pertanian tembakau sehingga salah satu alternatif dengan melakukan pola tanam tumpang sari antara tanaman tembakau dan cabai. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 30 petani yang menerapkan pola tanam monokultur dan tumpangsari. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode R/C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan usahatani tumpang sari tanaman tembakau dan cabai menambah jumlah biaya yang harus dikeluarkan oleh petani, namun jumlah penerimaan dan pendapatan yang diperoleh petani lebih besar dibandingkan usahatani tembakau secara monokultur. Nilai R/C usahatani monokultur dan tumpangsari sama-sama lebih dari 1 artinya usahatani dengan pola tanam tersebut layak dan menguntungkan, namun nilai R/C dengan penerapan tumpangsari lebih besar yaitu 1,76.
Strategi Pengembangan Bawang Merah True Shallot Seed (TSS) Sebagai Komoditas Unggulan Daerah Ningsih, Kustiawati; Sholeh, Mohammad Shoimus; Saleh, Mohammad Rahmad
Jurnal Agribest Vol. 9 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v9i2.3631

Abstract

Saat ini petani di Desa Gro’om Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan sedang mengusahakan bawang merah TSS. Namun dalam pengembangannya, petani bawang merah TSS menghadapi permasalahan internal dan eksternal. Beberapa permasalahan internal diantaranya adalah permasalahan SDM petani yang belum memadai, belum adanya penerapan teknologi budidaya dan adanya fluktuasi harga bawang merah TSS. Sementara itu permasalahan eksternal yang dihadapi oleh petani bawang merah TSS diantaranya adalah tingkat pendapatan masyarakat rata-rata masih rendah dan jaringan distribusi dan pemasaran pesaing sudah lebih luas. Oleh karena itu diperlukan penelitian tentang strategi pengembangan komoditas bawang merah TSS. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi pengembangan komoditas bawang merah TSS sebagai komoditas unggulan daerah di Desa Gro’om Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan. Metode analisis data menggunakan analisis SWOT. Metode pengambilan data menggunakan metode sensus dengan mengambil populasi petani yang mengusahatanikan bawang merah TSS sebanyak 7 orang petani. Hasil peneltian menunjukkan bahwa hasil perhitungan pada tabel IFE dan EFE dengan perbandingan antara kekuatan dan kelemahan, perhitungan IFE menunjukan total skor 2,726. Hal ini menunjukkan bahwa komoditas bawang merah TSS berada pada posisi internal kuat.  Hasil analisis matriks EFE diperoleh total skor 2,914. dan hal ini menunjukkan bahwa komoditas bawang merah berada pada posisi eksternal kuat. Dengan demikian petani bawang merah TSS harus memilih dan menggunakan strategi agresif atau berkembang, dimana mencakup kondisi kekuatan dan peluang berada di posisi yang baik atau Strategi S-O, yaitu meningkatkan volume produksi bawang merah TSS dan mengoptimalkan pengendalian mutu pada produk dan pasar yang sudah ada.
Empowerment of Rice Farmers Group Through Training on The Utilization of Rice Straw Waste into Organic Fertilizer Ningsih, Kustiawati; Sakdiyah, Halimatus; Bachtiar, Da’i
Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Asosiasi Dosen Pengembang Masyarajat (ADPEMAS) Forum Komunikasi Dosen Peneliti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/engagement.v9i2.1257

Abstract

The purpose of this program is to increase the knowledge and skills of members of the Harapan Jaya Rice Farmers Group regarding the utilization of rice straw waste into organic fertilizer. The program are in the form of participatory socialization or counseling and training on making organic fertilizer from rice straw waste. The results of the program showed that from a total of 20 participants, 60% considered it very important for socialization and counseling activities and as many as 40% considered it important. The practical activity has an influence on the level of understanding of the participants, which is a significant increase to 3.57 (66,93%). This community service activity is one of the implementations of SDGs, namely climate change mitigation, decent work and economic growth, as well as quality education, so that it can provide business opportunities in the agricultural sector and increase the independence and economy of farmer groups.
Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Desa Samatan Melalui Praktik Budidaya Tanaman TOGA Ningsih, Kustiawati; Maulida, Rifkatun; Maulia, Rini
JAST : Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi Vol 9, No 2 (2025): EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jast.v9i2.7438

Abstract

Family Medicinal Plants (TOGA) are a local nature-based solution for improving family health independently. The current condition reveals that the TOGA plants in the Samatan Village Garden are not well-managed (neglected) by the Samatan Village PKK group, and the group's members do not understand the health benefits of TOGA plants. Therefore, as the implementation team, we are conducting a service activity as a solution to the problems faced by the Samatan Village PKK group. The types of plants introduced include butterfly pea flowers, roselle, cat's whiskers, purple leaves, and seven thorns. The results of the service activities that we have carried out show a 100% increase in TOGA cultivation efficiency, 100% active participation from all group members with full involvement in practice, a 94.50% increase in participants' understanding, and 100% of group members are now able to apply TOGA cultivation techniques correctly and appropriately. In addition to providing health benefits, this activity also offers business opportunities for herbal products, thereby enhancing the economic well-being of the group and promoting the independence of the mothers in the Samatan Village PKK in the field of family health.ABSTRAKTanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan solusi lokal berbasis alam dalam meningkatkan kesehatan keluarga secara mandiri. Kondisi saat ini menunjukkan tanaman TOGA di Taman Desa Samatan belum dikelola dengan baik (terbengkalai) oleh kelompok Ibu-Ibu PKK Desa Samatan dan anggota kelompok belum memahami manfaat tanaman TOGA bagi kesehatan. Oleh karena itu kami sebagai tim pelaksana pengabdian melaksanakan kegiatan pengabdian sebagai solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh Kelompok Ibu-Ibu PKK Desa Samatan. Jenis tanaman yang diperkenalkan meliputi bunga telang, rosella, kumis kucing, daun ungu, dan tujuh duri. Hasil kegiatan pengabdian yang telah kami laksanakan adalah efisiensi budidaya TOGA meningkat hingga 100%, Partisipasi aktif 100% anggota kelompok dengan keterlibatan penuh dalam praktik, Peningkatan pemahaman peserta sebesar 93,85%, serta 100% anggota kelompok kini mampu menerapkan teknik budidaya TOGA secara baik dan benar. Selain membawa manfaat kesehatan, kegiatan ini juga memberikan peluang bisnis produk herbal sehingga dapat meningkatkan perekonomian kelompok serta mendorong kemandirian ibu-ibu PKK Desa Samatan dalam bidang kesehatan keluarga.
Sosialisasi tentang Manfaat Sosial Pertanian Organik Buah Naga Kustiawati Ningsih; Halimatus Sakdiyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v9i2.699

Abstract

Saat ini pertanian organik buah naga mulai dikembangkan di Desa Blumbungan Kabupaten Pamekasan. Kelompok Wanita Tani Jaya Lestari sudah menjalani usahatani pertanian organik buah naga selama 5 tahun. Manfaat sosial pertanian organik buah naga terdiri dari nilai manfaat fisik lingkungan pertanian organik buah naga Rp. 75.274.865,77 per hektar per tahun. Nilai manfaat penggunaan alternatif lingkungan pertanian organik buah naga sebesar Rp. 41.633.017,67 / hektar per tahun. Sementara itu nilai keberadaan (existence value) pertanian organik buah naga tersebut sebesar Rp. 42.060.403,89 / hektar per tahun. Namun Kelompok Wanita Tani Jaya Lestari belum memahami manfaat sosial pertanian organik buah naga yang sudah diusahakannya. Oeh karena itu diperlukan sosialisasi tentang manfaat sosial pertanian organik buah naga pada Kelompok Wanita Tani Jaya Lestari. Metode yang digunakan adalah sosialisasi kepada pengurus dan anggota kelompok wanita tani di Desa Blumbungan dengan model pembelajaran kontekstual tentang manfaat sosial pertanian organik buah naga. Hasil sosialisasi/penyuluhan tergolong memuaskan, baik kepada tim penyuluh atau anggota kelompok wanita tani sebagai peserta penyuluhan. Hal ini ditunjukkan oleh umpan balik 60% anggota Kelompok Wanita Tani Jaya Lestari menilai bahwa materi sosialisasi sangat penting dan pemateri menyampaikan materi dengan jelas.  Selain itu sebanyak 64% anggota Kelompok Wanita Tani Jaya Lestari menyatakan alokasi waktu untuk kegiatan sosialisasi/penyuluhan adalah cukup bahkan perlu ditingkatkan.