Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

ANALISIS KEPUTUSAN PETANI UNTUK ALIH PEKERJAAN KE NON PERTANIAN (Studi Kasus di PT. Bawang Mas Group Desa Blumbungan Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan) Ningsih, Kustiawati
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 21 No 2 (2024): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v21i2.3871

Abstract

Perkembangan industri rokok sedang berkembang pesat di Kabupaten Pamekasan, khususnya di Desa Blumbungan. Perkembangan ini dapat berdampak pada keputusan petani untuk beralih pekerjaan dan turunnya tingkat produksi makanan karena kebutuhan industri, jumlah penduduk yang rendah karena kebutuhan industri, dan kemampuan petani yang masih relatif rendah untuk mendapatkan akses ke teknologi, modal, dan kekuatan kelembagaan. Selain itu, ada persaingan ketat saat ini di industri rokok. Dengan mempertimbangkan latar belakang ini, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, untuk beralih ke pekerjaan non-pertanian. Penelitian ini ditempatkan secara sengaja (purposive) di Desa Blumbungan Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan karena PT Bawang Mas Group termasuk pabrik rokok yang berkembang di Kecamatan Larangan. Dalam penelitian ini, 32 sampel diambil dari 112 populasi, menggunakan metode pengambilan sampel acak sederhana. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani untuk beralih pekerjaan menjadi buruh rokok di PT Bawang Mas Group, analisis regresi logistik digunakan. Tiga variabel ditemukan signifikan, masing-masing 0,061 untuk lowongan kerja, 0,083 untuk jarak, dan 0,083 untuk lingkungan ekonomi.
Pelatihan Batik Ecoprint dengan Teknik Fermentasi Daun dan Teknik Pounding pada Kelompok Ibu-Ibu Fatayat NU Ningsih, Kustiawati; Sakdiyah, Halimatus; Yana, Medi
JAST : Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2024): EDISI DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jast.v8i2.6140

Abstract

Currently, the Fatayat NU Women's Group in Pamoroh Village, Kadur District, is developing an eco-print batik business using steaming. However, the steaming technique has weaknesses, including the leaf traces being less visible and the leaf color being prone to fading to other fabrics to look like a shadow trace. Hence, the risk of production defects is high. Therefore, as the community service implementation team, we carry out community service activities to solve the problems faced by the Fatayat NU Women's Group. The results of the community service activities that we have carried out are that the efficiency of making ecoprint batik has increased to 100%, 20 or 100% of group members actively participated and attended the training well, the level of participant understanding increased significantly by 94.41% and 100% of group members were able to make ecoprint batik using leaf fermentation techniques and pounding techniques.ABSTRAKSaat ini Kelompok Ibu-Ibu Fatayat NU Desa Pamoroh Kecamatan Kadur sedang mengembangkan usaha batik ecoprint menggunakan teknik steaming. Namun teknik steaming memiliki kelemahan diantaranya adalah jejak daun kurang terlihat jelas dan warna daun rentan luntur ke kain lainnya sehingga terlihat seperti jejak bayangan sehingga risiko cacat produksi tinggi. Oleh karena itu kami sebagai tim pelaksana pengabdian melaksanakan kegiatan pengabdian sebagai solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh Kelompok Ibu-Ibu Fatayat NU. Hasil kegiatan pengabdian yang telah kami laksanakan adalah efisiensi pembuatan batik ecoprint naik menjadi 100%, 20 atau 100% anggota kelompok berpartisipasi aktif dan mengikuti pelatihan dengan baik, tingkat pemahaman peserta naik secara signifikan sebesar 94,41% dan 100% anggota kelompok mampu membuat batik ecoprint dengan teknik fermentasi daun dan teknik pounding.  
Strategi Pengembangan Batik Madura Pewarna Alami Melalui Pendekatan Business Model Canvas Ningsih, Kustiawati; Sakdiyah, Halimatus
Jurnal Agribest Vol. 8 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v8i1.1640

Abstract

Batik Madura menggunakan pewarna alami merupakan salah satu batik Madura yang sedang berkembang di Desa Klampar Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan. Oleh karena itu diperlukan strategi pengembangan batik madura menggunakan pewarna alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi pengembangan Batik Madura pewarna alami. Lokasi penelitian di Desa Klampar Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan. Data dikumpulkan mulai bulan Juli sampai September 2023. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan secara sensus melalui wawancara langsung terhadap 3 pengrajin Batik Madura menggunakan pewarna alami. Data sekunder diperoleh dari Kantor Desa Klampar dan beberapa literatur yang relevan dengan penelitian. Metode analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui penerapan Business Model Canvas (BMC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sembilan elemen BMC pada usaha batik Madura menggunakan pewarna alami dapat terdeskripsi dengan baik, sehingga untuk impelementasinya merekomendasikan perbaikan pada kesembilan elemen Business Model Canvas dengan strategi yang dihasilkan menjadi masukan bagi pengrajin Batik Madura menggunakan pewarna alami
Kelayakan Pola Tanam Monokultur Dan Tumpangsari Usahatani Tembakau Dengan Cabai Mohammad Shoimus Sholeh; Kustiawati Ningsih; Siti Maimunah
Paradigma Agribisnis Vol 6 No 1 (2023): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v6i1.8243

Abstract

Mayoritas petani di Desa Waru Kabupaten Pamekasan pada musim kemarau menanam tembakau. Harga tanaman tembakau selalu fluktuatif membuat para petani tidak bisa mengandalkan pendapatan dari hasil pertanian tembakau sehingga salah satu alternatif dengan melakukan pola tanam tumpang sari antara tanaman tembakau dan cabai. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 30 petani yang menerapkan pola tanam monokultur dan tumpangsari. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode R/C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan usahatani tumpang sari tanaman tembakau dan cabai menambah jumlah biaya yang harus dikeluarkan oleh petani, namun jumlah penerimaan dan pendapatan yang diperoleh petani lebih besar dibandingkan usahatani tembakau secara monokultur. Nilai R/C usahatani monokultur dan tumpangsari sama-sama lebih dari 1 artinya usahatani dengan pola tanam tersebut layak dan menguntungkan, namun nilai R/C dengan penerapan tumpangsari lebih besar yaitu 1,76.
STRATEGI PEMASARAN DIGITAL PRODUK BATIK ECOPRINT KELOMPOK IBU-IBU FATAYAT NU Ningsih, Kustiawati; Sakdiyah, Halimatus; Yana, Medi
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 22 No 1 (2025): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v22i1.4279

Abstract

Karena sifatnya yang unik, batik ditetapkan sebagai warisan kemanusiaan untuk kebudayaan lisan dan non-bendawi oleh UNESCO. Hingga saat ini perkembangan batik mulai mengarah kepada batik ramah lingkungan yang kemudian dikenal dengan batik ecoprint. Produk batik ecoprint yang dihasilkan oleh Kelompok Ibu-Ibu Fatayat Nu di Desa Pamoroh Kecamatan Kadur Kabupaten Pamekasan termasuk dalam usaha yang baru dijalani oleh Kelompok Ibu-Ibu dan diusahakan sejak tahun 2020. Dalam perkembangannya, Kelompok ibu-Ibu menggunakan pemasaran digital untuk memasarkan produknya, khususnya melalui media sosial instagram dan whatsapp serta market place seperti shopee. Dengan harapan, melalui penggunaan pemasaran digital ini, penjualan batik ecoprint lebih meningkat. Metode penelitian yang digunakan adalah dekriptif kuantitatif dengan menggunakan metode SWOT. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Teknik purposive sampling yaitu berjumlah 11 orang yang terdiri dari 1 owner (pemilik usaha) dan 10 customer. Hasil penelitian menujukkan bahwa strategi pemasaran digital produk batik ecoprint adalah Strategi SO, yaitu pemanfaatan bahan baku dari alam yang ketersediaannya melimpah untuk meningkatkan variasi produk batik ecoprint, pemanfaatan nilai seni yang memiliki kualitas yang tinggi sehingga saluran pemasaran dalam dan luar negeri dapat diperluas, serta pemanfaatan ciri khas yang unik dan ramah lingkungan sehingga peluang ekspor ke pasar Internasional dapat ditingkatkan
PELESTARIAN PERTANIAN ORGANIK BUAH NAGA: VALUASI EKONOMI DAN SIMULASI KEBIJAKAN Ningsih, Kustiawati; Sakdiyah, Halimatus; Felani, Herman; Dwiastuti, Rini; Asmara, Rosihan
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 18 NO 01 2019 (MARCH)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.65 KB) | DOI: 10.31186/jagrisep.18.1.89-106

Abstract

Organic agriculture is the implementation of the sustainable agriculture concept promoted by the World Food Organization (WHO) since 1989. Later, this concept become a global movement for sustainable agriculture (Suryana, 2005). In its development, organic farming of dragon fruit tends to decrease its sustainability. The main contributing factors is natural and environmental degradation phenomena. This study aims to analyze the NPV of corn farming activities, which incidentally are farming activities outside organic dragon fruit farming, by comparing to the NPV of corn farming activities and organic dragon fruit farming NPV and conducting sensitivity analysis toward the benefits and social costs of the dragon-fruit organic farming environment. The analytical method used is cost-benefit analysis. The results showed that there are differences in the value of benefits and costs between corn farming and organic dragon fruit farming. The difference between the benefits and costs, NPV and BCR between corn farming and organic dragon fruit farming occurred because organic dragon fruit farming considers the value of social benefits and social costs, which includes elements of benefits and environmental costs while corn farming does not. Likewise, sensitivity analysis with a 10% increase in costs and a 5% decrease in benefits indicates that the NPV and BCR values are still positive. This shows that both types of farming found in the organic farming environment of dragon fruit are feasible to be developed so that they can maintain their existence for future generations and realize organic farming preservation of dragon fruit.
Sistem Simpan Pinjam pada Kelompok Tani Harapan Jaya Panaguen Kabupaten Pamekasan Bachiar, Moh. Da'i; Sakdiyah, Halimatus; Ningsih, Kustiawati
Jurnal Media Komunikasi Ilmu Ekonomi Vol 40 No 1 (2023): MELATI: Jurnal Media Komunikasi Ilmu Ekonomi Juni 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58906/melati.v40i1.95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem simpan pinjam pada Kelompok Tani Harapan Jaya di Desa Panaguan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem simpan pinjam di kelompok ini didasarkan pada asas kekeluargaan, dengan tiga jenis simpanan: pokok, wajib, dan sukarela. Proses peminjaman dilakukan tanpa jaminan, dan pelunasan dilakukan setiap masa panen. Sistem ini telah terbukti membantu memenuhi kebutuhan modal anggota, meskipun pengelolaannya masih bersifat manual. Disarankan agar kelompok tani mulai menerapkan sistem pencatatan digital dan SOP untuk mendukung transparansi dan kesinambungan program simpan pinjam.
Kelayakan Pola Tanam Monokultur Dan Tumpangsari Usahatani Tembakau Dengan Cabai Sholeh, Mohammad Shoimus; Ningsih, Kustiawati; Maimunah, Siti
Paradigma Agribisnis Vol 6 No 1 (2023): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v6i1.8243

Abstract

Mayoritas petani di Desa Waru Kabupaten Pamekasan pada musim kemarau menanam tembakau. Harga tanaman tembakau selalu fluktuatif membuat para petani tidak bisa mengandalkan pendapatan dari hasil pertanian tembakau sehingga salah satu alternatif dengan melakukan pola tanam tumpang sari antara tanaman tembakau dan cabai. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 30 petani yang menerapkan pola tanam monokultur dan tumpangsari. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode R/C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan usahatani tumpang sari tanaman tembakau dan cabai menambah jumlah biaya yang harus dikeluarkan oleh petani, namun jumlah penerimaan dan pendapatan yang diperoleh petani lebih besar dibandingkan usahatani tembakau secara monokultur. Nilai R/C usahatani monokultur dan tumpangsari sama-sama lebih dari 1 artinya usahatani dengan pola tanam tersebut layak dan menguntungkan, namun nilai R/C dengan penerapan tumpangsari lebih besar yaitu 1,76.
Strategi Pengembangan Bawang Merah True Shallot Seed (TSS) Sebagai Komoditas Unggulan Daerah Ningsih, Kustiawati; Sholeh, Mohammad Shoimus; Saleh, Mohammad Rahmad
Jurnal Agribest Vol. 9 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v9i2.3631

Abstract

Saat ini petani di Desa Gro’om Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan sedang mengusahakan bawang merah TSS. Namun dalam pengembangannya, petani bawang merah TSS menghadapi permasalahan internal dan eksternal. Beberapa permasalahan internal diantaranya adalah permasalahan SDM petani yang belum memadai, belum adanya penerapan teknologi budidaya dan adanya fluktuasi harga bawang merah TSS. Sementara itu permasalahan eksternal yang dihadapi oleh petani bawang merah TSS diantaranya adalah tingkat pendapatan masyarakat rata-rata masih rendah dan jaringan distribusi dan pemasaran pesaing sudah lebih luas. Oleh karena itu diperlukan penelitian tentang strategi pengembangan komoditas bawang merah TSS. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi pengembangan komoditas bawang merah TSS sebagai komoditas unggulan daerah di Desa Gro’om Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan. Metode analisis data menggunakan analisis SWOT. Metode pengambilan data menggunakan metode sensus dengan mengambil populasi petani yang mengusahatanikan bawang merah TSS sebanyak 7 orang petani. Hasil peneltian menunjukkan bahwa hasil perhitungan pada tabel IFE dan EFE dengan perbandingan antara kekuatan dan kelemahan, perhitungan IFE menunjukan total skor 2,726. Hal ini menunjukkan bahwa komoditas bawang merah TSS berada pada posisi internal kuat.  Hasil analisis matriks EFE diperoleh total skor 2,914. dan hal ini menunjukkan bahwa komoditas bawang merah berada pada posisi eksternal kuat. Dengan demikian petani bawang merah TSS harus memilih dan menggunakan strategi agresif atau berkembang, dimana mencakup kondisi kekuatan dan peluang berada di posisi yang baik atau Strategi S-O, yaitu meningkatkan volume produksi bawang merah TSS dan mengoptimalkan pengendalian mutu pada produk dan pasar yang sudah ada.
Empowerment of Rice Farmers Group Through Training on The Utilization of Rice Straw Waste into Organic Fertilizer Ningsih, Kustiawati; Sakdiyah, Halimatus; Bachtiar, Da’i
Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Asosiasi Dosen Pengembang Masyarajat (ADPEMAS) Forum Komunikasi Dosen Peneliti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/engagement.v9i2.1257

Abstract

The purpose of this program is to increase the knowledge and skills of members of the Harapan Jaya Rice Farmers Group regarding the utilization of rice straw waste into organic fertilizer. The program are in the form of participatory socialization or counseling and training on making organic fertilizer from rice straw waste. The results of the program showed that from a total of 20 participants, 60% considered it very important for socialization and counseling activities and as many as 40% considered it important. The practical activity has an influence on the level of understanding of the participants, which is a significant increase to 3.57 (66,93%). This community service activity is one of the implementations of SDGs, namely climate change mitigation, decent work and economic growth, as well as quality education, so that it can provide business opportunities in the agricultural sector and increase the independence and economy of farmer groups.