Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The effect of tillage systems and dosages of cow manure on weed and soybeans yield (Glycine max, Merrill) Husni Thamrin Sebayang; Siti Fatimah
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2019.071.1959

Abstract

A field experiment to elucidate the effect of tillage systems and dosages of cow manure on weed and soybeans yield (Glycine max, Merrill) was conducted at the Agrotechno Park of the University of Brawijaya in Jatikerto, Malang, from May to July 2017. The experiment used a split-plot design with 3 replications. The main plot was the tillage systems, with 3 levels: T0= No-tillage, T1= Minimum tillage, and T2 = Conventional tillage. The subplot was the dosages of cow manure, with 3 levels: P1= 2.5 t cow manure/ha, P2 = 5 t cow manure/ha, and P3 = 7.5 t cow manure/ha. Results of experiment showed that dry weight of weed was higher at no-tillage systems and at dosages of 7.5 t cow manure/ha. Growth and yield of soybean were lower at no-tillage compared with conventional tillage systems. Application of cow manure with dosages of 5 t/ha and 7.5 t/ha was better than 2.5 t/ha for growth and yield of soybean.
Inovasi Tanaman Refugia Dan Pupuk Hijau Di Kebun Sayur Cantewa Kelurahan Mojolangu, Kota Malang Karuniawan Puji Wicaksono; Paramyta Nila Permanasari; Akbar Saitama; Frelyta Ainus Zahro; Yohana Avelia Sandy; Setyono Yudo Tyasmoro; Husni Thamrin Sebayang; Eko Widaryanto
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.82 KB) | DOI: 10.33366/japi.v7i2.3236

Abstract

Pemakaian pestisida maupun pupuk kimia secara terus menerus pada tanaman akan memberi dampak negatif terhadap lingkungan, tanaman bahkan manusia. Dampak lainnya yaitu tingginya biaya yang dikeluarkan oleh petani dan dapat membunuh organisme yang berperan sebagai musuh alami bagi hama tanaman. Tujuan kegiatan ini yaitu meningkatkan pemahaman kelompok tani perkotaan untuk penerapan tanaman Refugia dan Pupuk Hijau pada budidaya tanaman pangan maupun hortikultura. Kegiatan ini dilakukan secara luring dan daring pada bulan September Tahun 2021. Kegiatan ini dimulai dengan menyebarkan kuisioner untuk pengambilan data primer, dilanjutkan dengan penyuluhan dan diskusi bersama, serta yang terakhir yaitu pembagian modul untuk bahan materi. Pengendalian OPT dengan cara pemanfaatan tanaman refugia akan dapat memberikan teknologi yang ramah lingkungan, ekonomis, dan dapat memperindah lahan tanaman budidaya pertanian khususnya pada kegiatan ini adalah tanaman sayuran di Kebun Sayur Cantewa Kelurahan Mojolangu, Kota Malang. Tanaman refugia sangat memiliki potensi yang tinggi untuk dikembangkan, cara peenggunaanya relatif murah, mudah dan sederhana. Pembuatan dan perbanyakan Tanaman Refugia diharapkan menjadi sebuah alternatif bahan pengendalian OPT pada tanaman pangan. Kemudian dapat segera dikembangkan rumah pupuk untuk pembuatan pupuk hijau di Kebun Sayur Cantewa untuk memperbaiki tanah serta dapat memberika nnutrisi bagi tanaman dengan mengurangi penggunaan pupuk anorganik atau kimia.
Pengaruh Frekuensi Penyiangan Gulma dan Jenis Pupuk Terhadap Hasil Tanaman Buncis Tegak (Phaseolus vulgaris L) Ricky Praseptyo; Husni Thamrin Sebayang
Jurnal Produksi Tanaman Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.08.03

Abstract

Tanaman buncis berdasarkan data produksi tahun 2018-2020 diketahui mengalami kenaikan dan penurunan. Faktor eksternal yang mempengaruhi produksi berasal lingkungan seperti kesuburan tanah yang menurun sehingga kebutuhan tanaman tidak terpenuhi dan tumbuhnya gulma disekitar tanaman budidaya yang mengakibatkan penurunan produksi dikarenakan adanya persaingan unsur hara, air, dan penerimaan cahaya matahari serta ruang lingkup untuk tumbuh. Penelitian dilakukan dengan tujuan mempelajari jenis pupuk dan frekuensi penyiangan gulma yang baik untuk menghasilkan bobot kacang buncis paling optimal dan mempejalari jenis gulma yang mendominansi tanaman buncis tegak. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2021 berlokasi lahan penelitian Jatimulyo, Kecamatan Lowakwaru, Kabupaten Malang menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri dari 2 faktor yaitu jenis pupuk ( P1 = Pupuk Anorganik, P2 = Pupuk Organik, P3 = Pupuk Organik + Anorganik) dan frekuensi penyiangan gulma ( G0 = Tanpa Penyiangan, G1 = Penyiangan 14, 28 HST, G2 = Penyiangan 14, 21, 28 HST) Berdasarkan kedua faktor yaitu jenis pupuk dan frekuensi penyiangan gulma maka diperoleh kombinasi perlakuan sebanyak 9 dengan 3 pengulangan maka hasil keseluruhan diperoleh 27 petak percobaan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pupuk organik dan anorganik dengan frekuensi penyiangan sebanyak 3x pada umur 14, 21 dan 28 HST memiliki berat kering tanaman dan bobot panen lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan penggunaan pupuk organik dengan tanpa penyiangan. Pada pengamatan SDR sebelum tanam didominansi oleh jenis gulma yaitu Ageratum conyzoides (35,67%) dan Ludwigia octovalvis (23,63%) sedangkan setelah dilakukan penanaman dominansi digantikan oleh Eleusine indica dengan rata-rata SDR keseluruhan perlakuan menjadi 24,13%.
ANALISIS KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DAN SOSIAL EKONOMI PETANI LAHAN KERING IKLIM KERING DI DUSUN BRANG PELAT, KECAMATAN UNTER IWES KABUPATEN SUMBAWA Ieke Wulan Ayu; Soemarno; Husni Thamrin Sebayang; Sugeng Prijono; Syaifuddin Iskandar
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v1i2.46

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengeksplorasi aspek-aspek yang mempengaruhi petani dalam meningkatkan produksi tanaman pangan dilahan kering iklim kering. Penelitian dilaksanakan di Dusun Brang Pelat, Desa Pelat Kecamatan Unter Iwes, menggunakan pendekatan survei. Pemilihan dan penentuan sampel responden dilakukan secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi langsung, pencatatan dan wawancara mendalam pada 66 orang responden menggunakan kuesioner. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis deskriptif persentatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik demografi, terdiri dari: umur, jenis kelamin, status perkawinan, asal responden, dan tanggungan keluarga. Karakteristik social ekonomi petani lahan kering terdiri dari: pendidikan, pekerjaan utama, pekerjaan sampingan, pengalaman berusaha tani, pendapatan, lama bekerja dalam sehari, luas lahan yang dimiliki, dan kepemilikan lahan.