Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : SMARTek

PEMBENTUKAN KONSEP DIRI PADA SISWA PENDIDIKAN DASAR DALAM MEMAHAMI MITIGASI BENCANA Nirmalawati, Nirmalawati
SMARTek Vol 9, No 1 (2011)
Publisher : SMARTek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.904 KB)

Abstract

Pembentukan konsep diri dilakukan melalui pengalaman seseorang terhadap lingkungannyaserta berkembang melalui proses. Sedangkan mitigasi merupakan pengambilan tindakantindakanuntuk mengurangi pengaruh dari suatu bahaya (gunung berapi, gempa bumi, anginkencang, bahaya tenologi dll) sebelum bahaya terjadi. Pembentukan konsep diri dalammemahami mitigasi bencana perlu dilakukan sejak dini melalui pendidikan dasar Kenyataannyasedikit sekali masyarakat yang sadar dalam memikirkan tindakan mitigasi bencana.Menghadapi permasalahan demikian, diperlukan solusi pembentukan konsep diri dalammemahami mitigasi bencana yang dilakukan sejak awal yaitu pada siswa pendidikan dasar.Sehingga tujuan penulisan ini adalah pemberian pembekalan pada guru pendidikan dasarterhadap pemahaman mitigasi bencana dan membentuk konsep diri pada siswa pendidikandasar dalam memahami mitigasi bencana.Hasil pengkajian dapat disimpulkan bahwa para guru pendidikan dasar akan memahami konsepmitigasi apabila terjadi bencana dan semua siswa pendidikan dasar memiliki konsep diri positifdalam menghadapi bencana yang terjadi
Produktivitas Tenaga Kerja dan Peralatan Terhadap Sistem Bongkar Muat di Pelabuhan Pantoloan Barnabas, Peter L.; Nirmalawati, Nirmalawati
SMARTek Vol 3, No 4 (2005)
Publisher : SMARTek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.543 KB)

Abstract

Efektivitas dan efisiensi adalah merupakan hal yang penting untuk diperhatikan dalam perencanaan dan pengembangan fasilitas/prasarana pelabuhan agar supaya penanaman modal benar-benar tepat sasaran tidak terjadi pemborosan tetapi juga tidak terjadi salah perhitungan. Dalam hal ini pelabuhan Pantoloan yang mempunyai peran dan fungsi sebagai pelabuhan nasional yang melayani pelayaran nusantara, sangatlah perlu untuk diketahui kinerja operasionalnya saat kini. Permasalahan yang akan diteliti melalui suatu studi adalah: menghitung ukuran produktivitas tenaga kerja, sistem kerja dan biaya yang diperlukan, menghitung ukuran kerja penggunaan peralatan baik di kapal maupun di darat. Berdasarkan permasalahan di atas, maka dipakai metode dari Depertemen Perhubungan untuk menghitung komponen-komponen tersebut berupa: menghitung produktivitas tenaga kerja, menghitung pemanfaatan peralatan dan menghitung pemanfaatan dermaga. Adapun hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut: Dengan memakai sistem borongan tingkat produktivitas tenaga kerja masih rendah dan banyak waktu yang terbuang, pemanfaatan peralatan di kapal masih rendah kecuali untuk peti kemas, sedangkan peralatan darat juga masih rendah.  Nilai BOR yang diperoleh masih jauh dari optimal, Akibatnya pengembangan kawasan sekitarnya masih kecil kemungkinannya.
PERAN WANITA RUMAH TANGGA MISKIN DALAM PEMANFAATAN AIR BERSIH DI KECAMATAN LORE-UTARA Nirmalawati, Nirmalawati
SMARTek Vol 8, No 3 (2010)
Publisher : SMARTek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.167 KB)

Abstract

Peran wanita rumah tangga miskin dalam pemanfaatan air bersih di Kecamatan Lore Utara perlu dikaji, dalam rangka meningkatkan pemberdayaan wanita. Sesuai dengan program pemerintah dalam tiga isu kunci pembangunan, yaitu: peningkatan kualitas hidup, pelibatan peran serta masyarakat, dan pelestarian lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan sejauh mana peran dan kontribusi wanita rumah tangga miskin dalam pengelolaan air bersih di Kecamatan Lore Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah semua wanita rumah tangga miskin di kecamatan Lore Utara yang ber jumlah 14.245 orang (3546 KK). Sampel penelitian diambil sebanyak 60 KK, pengumpulan data dilakukan secara acak dengan menggunakan teknik penyebaran angket kepada responden (wanita rumah tangga miskin) yang ada di Kecamatan Lore Utara dan tersebar pada desa Guasa, desa Wanga, dan desa Siliwanga.Hasil penelitian menyatakan bahwa wanita rumah tangga miskin di Kecamatan Lore Utara: (a) 35% berumur 21-30 tahun, (b) 71,64% pada umum tidak bekerja dan 53,48% alasan tidak bekerja karena tidak punya keahlian, (c) 45% dari segi pendapatan menyatakan tidak memadai; (d) 61,67% tidak tamat SD; (e) 65% pemanfaatan sumber air bersih dari sungai; (f) 81,67% wanita rumah tangga miskin menyatakan tidak ada teknologi pengelolahan air