Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ANALISIS MANAJEMEN SISTEM PELAYANAN ADMINISTRASI DALAM PENERIMAAN PASIEN BPJS DI RUANG IGD RSUD NOONGAN TAHUN 2024 Britney Saerang; Prycilia P. Mamuaja; Bertom Ch. Pajung
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 4 No. 1 (2025): JIKMA
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v4i1.174

Abstract

This study aims to analyze the management of the administrative service system in the reception of BPJS patients in the Emergency Room (IGD) of RSUD Noongan in 2024. This research uses qualitative methods with a descriptive approach, involving in-depth interviews with relevant officers, field observations, and document analysis. The research results show that: (1) The planning process has a clear workflow with shift- based task distribution; (2) Service organization follows the established SOP; (3) Implementation is supported by competent human resources, adequate facilities, and the use of technology; (4) Supervision is conducted periodically with coordination between the hospital and BPJS Tondano to address operational constraints; (5) Evaluation is conducted regularly to improve service quality. Service to BPJS and general patients is provided without distinction, following the same SOP. This research concludes that the administrative service management at RSUD Noongan has been running according to the established standards, although improvements are still needed in staff training, technology development, and more intensive supervision.
PENGARUH PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERILAKU REMAJA PUTRI TENTANG VULVA HYGIENE DI SMP NEGERI 8 SATAP TONDANO Pesik, Natalia; Mautang, Theo W.E; Mamuaja, Prycilia P
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.24180

Abstract

Menjaga kebersihan vulva sering diabaikan oleh remaja putri sehingga jamur mudah berkembang biak apabila area organ reproduksinya tidak bersih dan dalam keadaan lembab. Dampak yang terjadi jika remaja putri memiliki perilaku vulva hygiene yang buruk adalah terkena infeksi saluran kemih, keputihan, kanker seviks, kemandulan dan gangguan kesehatan reproduksi lainnya. Vulva hygiene sangat berpengaruh untuk menjaga kebersihan alat reproduksinya karena vulva merupakan organ kelamin bagian luar, secara otomatis kebersihannya akan berpengaruh pada kondisi organ kelamin bagian dalam. Jika vulva hygiene tidak dilakukan dengan baik sejak dini maka infeksi bakteri dari luar dapat masuk ke vagina dan akan menimbulkan masalah kesehatan reproduksi dimasa yang akan datang. Vulva hygiene merupakan suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan organ reproduksi untuk kesejahteraan secara fisik dan psikis. Pengetahuan dan ketrampilan vulva hygiene merupakan salah satu upaya untuk mencegah dan mengontrol infeksi, mencegah kerusakan kulit, meninggalkan kenyamanan serta mempertahankan kebersihan diri. Agar remaja putri dapat melakukan vulva hygiene yang baik, maka perubahan perilaku harus dilakukan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam rangka meningkatkan perilaku remaja putri adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan adalah suatu usaha untuk menyediakan kondisi psikologis dan sasaran agar mereka berperilaku sesuai dengan tuntutan nilai-nilai kesehatan. Pendidikan kesehatan berpengaruh terhadap perilaku kesehatan sebagai hasil jangka menengah yang akan berpengaruh pada meningkatnya indikator kesehatan pada individu sebagai keluaran (outcame). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap perilaku remaja putri tentang vulva hygiene pada remaja putri di SMP Negeri 8 Satap Tondano. Penelitian ini mengacu pada  pendekatan penelitian kuantitatif menggunakan metode eksperimen dengan desain adalah one-group pra-post test design. Sampel penelitian ini adalah seluruh remaja putri SMP Negeri 8 Satap Tondano berjumlah 23 orang, instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji statistik Mean Wilcoxon test. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan terhadap perilaku remaja putri tentang vulva hygiene yaitu 29.35 dan setelah diberikan pendidikan kesehatan terhadap perilaku remaja putri tentang vulva hygiene yaitu 34.35. Ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap perilaku remaja putri tentang vulva hygiene di buktikan dengan uji statitik Wilcoxon Sign. Rank dengan nilai p = 0.000
Analysis of Factors Related to BPJS Patient Satisfaction at Kabawo Community Health Center, Muna Regency, Southeast Sulawesi Province Marliana, Marliana; Pajung, Christian Bertom; Toar, Jilly; Mamuaja, Prycilia Pingkan; Langitan, Fentje; Lolowang, Djajty M.
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4166

Abstract

Health is a fundamental human right as mandated by the 1945 Constitution and Law Number 17 of 2023, which affirms that the state is responsible for providing proper healthcare services. To achieve this, the government established BPJS Health as the implementing body of the National Health Insurance (JKN) system, aiming to ensure equitable and high-quality healthcare services for all Indonesian citizens. The success of a health insurance program is not only assessed by service accessibility but also by the level of patient satisfaction with the quality of care received. This study aims to identify the factors associated with the satisfaction of BPJS patients at Kabawo Community Health Center, Muna Regency, Southeast Sulawesi Province. The research employed a quantitative analytic design with a cross-sectional approach. The study population included all BPJS participants visiting the Kabawo Health Center, with a sample of 100 respondents selected using simple random sampling. The results showed a significant relationship between age (p = 0.031), sex (p = 0.043), occupation (p = 0.018), membership status (p = 0.003), and membership duration (p = 0.000) with BPJS patient satisfaction. Meanwhile, education (p = 0.156) was not significantly associated with patient satisfaction. These findings indicate that certain characteristics may influence patients’ perceptions of service quality at primary healthcare facilities.
Implementasi Kebijakan Pelayanan Kesehatan Rujukan Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional Di Puskesmas Tondon Kabupaten Toraja Utara Tanan, Peni Sampe; Mamuaja, Prycilia P.; Toar, Jilly
Olympus : Jurnal Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Vol. 6 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai bagaimana kebijakan pelayanan kesehatan rujukan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diterapkan di Puskesmas Tondon, Kabupaten Toraja Utara. Pendekatan kualitatif digunakan dalam studi ini, dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, serta studi dokumentasi. Proses analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian informasi, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pelaksanaan kebijakan rujukan di Puskesmas Tondon masih belum berjalan secara maksimal. Beberapa faktor yang memengaruhi pelaksanaan kebijakan tersebut antara lain adalah komunikasi yang belum merata dan keterbatasan sumber daya. Manusia dan sarana prasarana, disposisi pelaksana yang masih bervariasi, serta struktur birokrasi yang belum efisien. Meskipun angka rujukan di Puskesmas Tondon tergolong rendah (1,3–2%), hal ini menunjukkan adanya kendala dalam efektivitas sistem rujukan. Upaya perbaikan diperlukan melalui peningkatan koordinasi antar fasilitas kesehatan, penguatan kapasitas tenaga kesehatan, serta optimalisasi sosialisasi kepada masyarakat terkait alur rujukan JKN.
Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan di Posyandu Dengan Tingkat Kepuasan Ibu Balita Pengguna Posyandu di Desa Manembo Kecamatan Langowan Selatan Senduk, Tazya; Telew, Agusteivie; Mamuaja, Prycilia
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/9c3xg169

Abstract

Posyandu merupakan salah satu contoh upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM). Dimana Kehadiran Posyandu sangat diperlukan untuk mendekatkan upaya promosi dan pencehagahan kepada masyarakat khususnya ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kualitas pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan ibu balita pengguna posyandu pada masyarakat di Desa Manembo. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel 35 responden dan data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar responden yakni 28 responden (80%) merasa kurang puas dengan kualitas pelayanan kesehatan dan sebanyak 7 responden (20%) merasa puas dengan kualitas pelayanan kesehatan. Uji spearman rank memperoleh hasil p = 0,001 dimana nilai α = 0,05 p < 0,05 yang berarti bahwa terdapat korelasi atau hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan kesehatan di posyandu dengan tingkat kepuasan ibu balita penguna posyandu pada masyarakat desa Manembo Kecamatan Langowan Selatan.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Sanitasi Lingkungan pada Masyarakat di Pulau Beeng Kabupaten Kepulauan Sangihe Palilingan, Richard Andreas; Mamadoa, Giliant Prisco; Mamuaja, Prycilia Pingkan
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/qpax4y58

Abstract

Abstract Sanitation is an effort to maintain environmental cleanliness and improve public health by controlling various environmental factors. It involves monitoring physical environmental elements that affect human life, such as water, temperature, humidity, soil, wind, housing, and other inanimate objects. This is important because an unhealthy environment can have negative impacts on human health and quality of life. This study aims to determine the level of environmental sanitation knowledge among communities in Beeng Island, Sangihe Islands Regency. The research used a quantitative method. The results showed that most respondents had a good level of knowledge regarding sanitation (79.3% or 65 respondents), while 19.5% (16 respondents) were in the moderate category, and only 1.2% (1 respondent) had poor knowledge. Based on these findings, it can be concluded that the community’s level of knowledge about environmental sanitation is generally high, although further efforts are still needed to improve awareness among a small portion of the population to achieve a more even understanding. Keywords: Level Of Knowledge, Environmental Sanitation, Sangihe islands   Abstrak Sanitasi merupakan suatu bentuk usaha untuk menjaga kebersihan lingkungan serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan cara mengendalikan berbagai aspek lingkungan. Sanitasi melibatkan pengawasan terhadap berbagai elemen lingkungan fisik yang memengaruhi kehidupan manusia, seperti air, suhu, kelembaban, tanah, angin, bangunan tempat tinggal, serta benda-benda mati lainnya. Hal ini penting karena lingkungan yang tidak sehat dapat berdampak buruk terhadap kesehatan dan kualitas hidup manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan sanitasi lingkungan pada masyarakat di pulau beeng kabupaten kepulauan sangihe. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai sanitasi, yakni sebesar 79,3% (65 orang). Sementara itu, 19,5% (16 orang) berada pada kategori cukup, dan hanya 1,2% (1 orang) yang tergolong kurang dalam hal pengetahuan sanitasi. Berdasarkan hasil penelitian tentang Gambaran Tingkat Pengetahuan Sanitasi Lingkungan Kepada Masyarakat Di Pulau Beeng Kabupaten Kepulauan Sangihe. Maka didapatkan hasil penelitian yang dapat disimpulkan adalah tergolong tinggi, meskipun masih diperlukan upaya peningkatan pengetahuan bagi sebagian kecil masyarakat agar tercapai pemahaman yang merata. Kata Kunci : tingkat pengetahuan, sanitasi lingkungan, Pulau Sangihe
Analisis Manajemen Program Pengelolaan Penyakit Kronis Prolanis BPJS Kesehatan di Puskesmas Kakas Kabupaten Minahasa Wenda, Neto; Manoppo, Jonesius Eden; Mamuaja, Prycilia Pingkan; Pongoh, Lucyana Leonita
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/jgv0ax38

Abstract

ABSTRACT The Chronic Disease Management Program (Prolanis) is a BPJS Health initiative designed to improve the quality of life of patients with chronic diseases, particularly hypertension and diabetes mellitus, through continuous promotive and preventive services. However, in Kakas Health Center, Minahasa Regency, participant attendance remains low, with visit rates below 50%. This study aims to analyze the management of the Prolanis program, including aspects of planning, organizing, implementation, and supervision. This research employed a descriptive qualitative method with a phenomenological approach. The informants consisted of the Head of the Health Center, Prolanis officers, and program participants. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The results showed that planning had been conducted through annual and monthly evaluations, with organization involving multidisciplinary health workers. The implementation covered medical check-ups, health education, exercise, and home visits. However, participation remained low due to limited education and motivation among participants. Supervision mainly focused on attendance rather than clinical outcomes. In conclusion, Prolanis at Kakas Health Center has been implemented but not yet optimal, requiring improved health education, innovative program activities, and stronger inter-sectoral coordination. Keywords: Prolanis, Management, Chronic Disease, Health Center. ABSTRAK Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan program BPJS Kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang penyakit kronis, khususnya hipertensi dan diabetes melitus, melalui kegiatan promotif dan preventif secara berkesinambungan. Namun, di Puskesmas Kakas Kabupaten Minahasa, tingkat partisipasi peserta masih rendah dengan kunjungan di bawah 50%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pelaksanaan Prolanis yang mencakup aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan program. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian terdiri dari Kepala Puskesmas, petugas pelaksana Prolanis, dan peserta program. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Penelitian menunjukkan bahwa perencanaan Prolanis telah dilakukan melalui rencana kerja tahunan dan evaluasi bulanan. Pengorganisasian melibatkan tenaga kesehatan multidisiplin, sedangkan pelaksanaan kegiatan meliputi pemeriksaan kesehatan rutin, edukasi kelompok, senam, dan home visit. Namun, tingkat partisipasi peserta masih rendah akibat kurangnya edukasi, sosialisasi, dan motivasi masyarakat. Pengawasan program lebih berfokus pada jumlah kehadiran dibanding capaian indikator klinis. Kesimpulan dari penelitian ini Prolanis di Puskesmas Kakas telah berjalan namun belum optimal, sehingga diperlukan peningkatan edukasi, inovasi kegiatan, dan penguatan koordinasi lintas sektor. Kata Kunci: Prolanis, Manajemen, Penyakit Kronis, Puskesmas.