Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Analysis of Factors Related to BPJS Patient Satisfaction at Kabawo Community Health Center, Muna Regency, Southeast Sulawesi Province Marliana, Marliana; Pajung, Christian Bertom; Toar, Jilly; Mamuaja, Prycilia Pingkan; Langitan, Fentje; Lolowang, Djajty M.
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4166

Abstract

Health is a fundamental human right as mandated by the 1945 Constitution and Law Number 17 of 2023, which affirms that the state is responsible for providing proper healthcare services. To achieve this, the government established BPJS Health as the implementing body of the National Health Insurance (JKN) system, aiming to ensure equitable and high-quality healthcare services for all Indonesian citizens. The success of a health insurance program is not only assessed by service accessibility but also by the level of patient satisfaction with the quality of care received. This study aims to identify the factors associated with the satisfaction of BPJS patients at Kabawo Community Health Center, Muna Regency, Southeast Sulawesi Province. The research employed a quantitative analytic design with a cross-sectional approach. The study population included all BPJS participants visiting the Kabawo Health Center, with a sample of 100 respondents selected using simple random sampling. The results showed a significant relationship between age (p = 0.031), sex (p = 0.043), occupation (p = 0.018), membership status (p = 0.003), and membership duration (p = 0.000) with BPJS patient satisfaction. Meanwhile, education (p = 0.156) was not significantly associated with patient satisfaction. These findings indicate that certain characteristics may influence patients’ perceptions of service quality at primary healthcare facilities.
Implementasi Kebijakan Pelayanan Kesehatan Rujukan Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional Di Puskesmas Tondon Kabupaten Toraja Utara Tanan, Peni Sampe; Mamuaja, Prycilia P.; Toar, Jilly
Olympus : Jurnal Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Vol. 6 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai bagaimana kebijakan pelayanan kesehatan rujukan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diterapkan di Puskesmas Tondon, Kabupaten Toraja Utara. Pendekatan kualitatif digunakan dalam studi ini, dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, serta studi dokumentasi. Proses analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian informasi, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pelaksanaan kebijakan rujukan di Puskesmas Tondon masih belum berjalan secara maksimal. Beberapa faktor yang memengaruhi pelaksanaan kebijakan tersebut antara lain adalah komunikasi yang belum merata dan keterbatasan sumber daya. Manusia dan sarana prasarana, disposisi pelaksana yang masih bervariasi, serta struktur birokrasi yang belum efisien. Meskipun angka rujukan di Puskesmas Tondon tergolong rendah (1,3–2%), hal ini menunjukkan adanya kendala dalam efektivitas sistem rujukan. Upaya perbaikan diperlukan melalui peningkatan koordinasi antar fasilitas kesehatan, penguatan kapasitas tenaga kesehatan, serta optimalisasi sosialisasi kepada masyarakat terkait alur rujukan JKN.
Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan di Posyandu Dengan Tingkat Kepuasan Ibu Balita Pengguna Posyandu di Desa Manembo Kecamatan Langowan Selatan Senduk, Tazya; Telew, Agusteivie; Mamuaja, Prycilia
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/9c3xg169

Abstract

Posyandu merupakan salah satu contoh upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM). Dimana Kehadiran Posyandu sangat diperlukan untuk mendekatkan upaya promosi dan pencehagahan kepada masyarakat khususnya ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kualitas pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan ibu balita pengguna posyandu pada masyarakat di Desa Manembo. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel 35 responden dan data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar responden yakni 28 responden (80%) merasa kurang puas dengan kualitas pelayanan kesehatan dan sebanyak 7 responden (20%) merasa puas dengan kualitas pelayanan kesehatan. Uji spearman rank memperoleh hasil p = 0,001 dimana nilai α = 0,05 p < 0,05 yang berarti bahwa terdapat korelasi atau hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan kesehatan di posyandu dengan tingkat kepuasan ibu balita penguna posyandu pada masyarakat desa Manembo Kecamatan Langowan Selatan.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Sanitasi Lingkungan pada Masyarakat di Pulau Beeng Kabupaten Kepulauan Sangihe Palilingan, Richard Andreas; Mamadoa, Giliant Prisco; Mamuaja, Prycilia Pingkan
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/qpax4y58

Abstract

Abstract Sanitation is an effort to maintain environmental cleanliness and improve public health by controlling various environmental factors. It involves monitoring physical environmental elements that affect human life, such as water, temperature, humidity, soil, wind, housing, and other inanimate objects. This is important because an unhealthy environment can have negative impacts on human health and quality of life. This study aims to determine the level of environmental sanitation knowledge among communities in Beeng Island, Sangihe Islands Regency. The research used a quantitative method. The results showed that most respondents had a good level of knowledge regarding sanitation (79.3% or 65 respondents), while 19.5% (16 respondents) were in the moderate category, and only 1.2% (1 respondent) had poor knowledge. Based on these findings, it can be concluded that the community’s level of knowledge about environmental sanitation is generally high, although further efforts are still needed to improve awareness among a small portion of the population to achieve a more even understanding. Keywords: Level Of Knowledge, Environmental Sanitation, Sangihe islands   Abstrak Sanitasi merupakan suatu bentuk usaha untuk menjaga kebersihan lingkungan serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan cara mengendalikan berbagai aspek lingkungan. Sanitasi melibatkan pengawasan terhadap berbagai elemen lingkungan fisik yang memengaruhi kehidupan manusia, seperti air, suhu, kelembaban, tanah, angin, bangunan tempat tinggal, serta benda-benda mati lainnya. Hal ini penting karena lingkungan yang tidak sehat dapat berdampak buruk terhadap kesehatan dan kualitas hidup manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan sanitasi lingkungan pada masyarakat di pulau beeng kabupaten kepulauan sangihe. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai sanitasi, yakni sebesar 79,3% (65 orang). Sementara itu, 19,5% (16 orang) berada pada kategori cukup, dan hanya 1,2% (1 orang) yang tergolong kurang dalam hal pengetahuan sanitasi. Berdasarkan hasil penelitian tentang Gambaran Tingkat Pengetahuan Sanitasi Lingkungan Kepada Masyarakat Di Pulau Beeng Kabupaten Kepulauan Sangihe. Maka didapatkan hasil penelitian yang dapat disimpulkan adalah tergolong tinggi, meskipun masih diperlukan upaya peningkatan pengetahuan bagi sebagian kecil masyarakat agar tercapai pemahaman yang merata. Kata Kunci : tingkat pengetahuan, sanitasi lingkungan, Pulau Sangihe
Analisis Manajemen Program Pengelolaan Penyakit Kronis Prolanis BPJS Kesehatan di Puskesmas Kakas Kabupaten Minahasa Wenda, Neto; Manoppo, Jonesius Eden; Mamuaja, Prycilia Pingkan; Pongoh, Lucyana Leonita
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/jgv0ax38

Abstract

ABSTRACT The Chronic Disease Management Program (Prolanis) is a BPJS Health initiative designed to improve the quality of life of patients with chronic diseases, particularly hypertension and diabetes mellitus, through continuous promotive and preventive services. However, in Kakas Health Center, Minahasa Regency, participant attendance remains low, with visit rates below 50%. This study aims to analyze the management of the Prolanis program, including aspects of planning, organizing, implementation, and supervision. This research employed a descriptive qualitative method with a phenomenological approach. The informants consisted of the Head of the Health Center, Prolanis officers, and program participants. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The results showed that planning had been conducted through annual and monthly evaluations, with organization involving multidisciplinary health workers. The implementation covered medical check-ups, health education, exercise, and home visits. However, participation remained low due to limited education and motivation among participants. Supervision mainly focused on attendance rather than clinical outcomes. In conclusion, Prolanis at Kakas Health Center has been implemented but not yet optimal, requiring improved health education, innovative program activities, and stronger inter-sectoral coordination. Keywords: Prolanis, Management, Chronic Disease, Health Center. ABSTRAK Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan program BPJS Kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang penyakit kronis, khususnya hipertensi dan diabetes melitus, melalui kegiatan promotif dan preventif secara berkesinambungan. Namun, di Puskesmas Kakas Kabupaten Minahasa, tingkat partisipasi peserta masih rendah dengan kunjungan di bawah 50%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pelaksanaan Prolanis yang mencakup aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan program. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian terdiri dari Kepala Puskesmas, petugas pelaksana Prolanis, dan peserta program. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Penelitian menunjukkan bahwa perencanaan Prolanis telah dilakukan melalui rencana kerja tahunan dan evaluasi bulanan. Pengorganisasian melibatkan tenaga kesehatan multidisiplin, sedangkan pelaksanaan kegiatan meliputi pemeriksaan kesehatan rutin, edukasi kelompok, senam, dan home visit. Namun, tingkat partisipasi peserta masih rendah akibat kurangnya edukasi, sosialisasi, dan motivasi masyarakat. Pengawasan program lebih berfokus pada jumlah kehadiran dibanding capaian indikator klinis. Kesimpulan dari penelitian ini Prolanis di Puskesmas Kakas telah berjalan namun belum optimal, sehingga diperlukan peningkatan edukasi, inovasi kegiatan, dan penguatan koordinasi lintas sektor. Kata Kunci: Prolanis, Manajemen, Penyakit Kronis, Puskesmas.  
Persepsi Pasien Tentang Kualitas Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas Pembantu (PUSTU) Kelurahan Pinaras Kecamatan Tomohon Selatan Tesalonika J Dien; Jilly Toar; Prycilia Pingkan Mamuaja; Anita Tengker; Nancy Bawiling; Freedrik Makadada
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.818

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan kepuasan pasien, termasukpada fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas Pembantu (PUSTU). Penelitian inibertujuan untuk mengeksplorasi persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan kesehatan, khususnya pada dimensibukti fisik (tangible), di Puskesmas Pembantu Kelurahan Pinaras Kecamatan Tomohon Selatan. Penelitianmenggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dipilih melalui teknik purposivesampling yang melibatkan lima pasien. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dandokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikankesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum pasien menilai kualitas pelayanan pada aspekbukti fisik berada dalam kategori cukup baik, ditandai dengan kondisi bangunan yang layak, kebersihanlingkungan yang terjaga, serta penampilan petugas kesehatan yang rapi ramah dan sopan. Namun, demikian,masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan ruang tunggu dan jumlah tempat duduk,sistem penyerahanobat yang belum optimal, serta kondisi timbangan yang sudah tidak akurat. Berdasarkan hasil tersebut, dapatdisimpulkan bahwa kualitas pelayanan pada aspek bukti fisik belum sepenuhnya optimal, sehingga perlu adanyapeningkatan dan perbaikan fasilitas guna menunjang kenyamanan dan mutu pelayanan kesehatan bagimasyarakat.
Faktor Risiko Anemia Klinis pada Siswi SMA: Temuan dari Daerah Pedesaan Sulawesi Utara Nadine Chyntiawa Dewi Tambunan; Deviana Pratiwi Munthe; Richard Andreas Palilingan; Prycilia Pingkan Mamuaja; Fredrik Alfrets Makadada; Jilly Toar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.840

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang dapat menurunkan konsentrasi belajar dan produktivitas. Upaya deteksi dini melalui pengamatan tanda klinis penting dilakukan, khususnya pada lingkungan dengan keterbatasan fasilitas pemeriksaan laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan tanda klinis anemia pada remaja putri. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 83 responden yang dipilih menggunakan teknik sampling purposif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Sebanyak 53% responden teridentifikasi memiliki tanda klinis anemia. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pola makan (p = 0,000), konsumsi tablet tambah darah (p = 0,000), dan tingkat pengetahuan (p = 0,017) memiliki hubungan yang signifikan dengan tanda klinis anemia. Sementara itu, pendapatan keluarga (p = 0,117), status gizi (p = 0,706), riwayat menstruasi (p = 0,903), dan riwayat penyakit (p = 1,000) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa pola makan (p = 0,001; OR = 5,945), konsumsi tablet tambah darah (p = 0,004; OR = 4,951), dan pengetahuan (p = 0,033; OR = 3,239) merupakan faktor yang berpengaruh signifikan. Pola makan merupakan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi munculnya tanda klinis anemia pada remaja putri.
Analisis Sistem Pengelolaan Limbah Medis Di Puskesmas Maesaan Tesalonika Lavenia T Laoh; Prycilia Pingkan Mamuaja; Richard Palilingan; Beatrix J Podung; Theo Mautang; Yuliana Sattu
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1201

Abstract

Seiring dengan dinamika pertumbuhan penduduk, aktivitas pelayanan medis di Puskesmas mengalami lonjakan yang sangat masif. Berbagai tindakan medis mulai dari pelayanan rawat jalan, persalinan, pelayanan laboratorium, hingga program imunisasi, menghasilkan konsekuensi logis berupa peningkatan volume timbulan sampah atau limbah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem pengelolaan limbah medis yang diterapkan di Puskesmas Maesaan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Adapun informan dalam penelitian ini yaitu terdapat 6 informan. Instrumen penelitian ini menggunakan pedoman wawancara, lembar observasi, buku, pulpen, alat merekam suara dan kamera. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah medis di Puskesmas Maesaan telah dilaksanakan melalui tahap pemilahan, penampungan, pengangkutan, penyimpanan sementara. Tenaga kesehatan telah melakukan pemisahan limbah sesuai jenisnya menggunakan safety box dan wadah khusus limbah medis serta menggunakan APD dalam proses pengelolaan limbah. Namun, masih terdapat kendala berupa keterbatasan dana, kurangnya tempat penyimpanan sementara khusus limbah medis, dan terbatasnya jumlah safety box. Kesimpulan dari penelitian adalah Pengelolaan limbah medis di Puskesmas Maesaan sudah berjalan cukup baik dan melibatkan seluruh tenaga kesehatan sesuai tugas masing-masing. Meskipun demikian, masih diperlukan peningkatan fasilitas dan dukungan sarana agar pengelolaan limbah medis dapat dilakukan secara optimal sesuai standar kesehatan lingkungan. Disarankan kepada pihak puskesmas untuk meningkatkan fasilitas pengelolaan limbah medis, dan juga kepada Dinas Kesehatan diharapkan dapat memberikan dukungan anggaran dan pengawasan.
Analisis Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan Terhadap Kualitas Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Tenga Tahun 2025: Analysis of Outpatient Satisfaction Levels Regarding the Quality of Pharmaceutical Services at the TengaTahun Community Health Center in 2025 Miranda G Wurangian; Prycilia Pingkan Mamuaja; Lucyana Leonita Pongoh
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9703

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas layanan kesehatan di Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di Puskesmas Tenga tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 96 responden pasien rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling sesuai dengan kriteria inklusi. Insrumen penelitian menggunakan kuesioner yang mengacu pada lima dimensi kualitas pelayanan menurut teori Servqual yaitu (reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangible). Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (75%) pasien merasa puas, (21%) sangat puas dan (4%) cukup puas terhadap pelayanan kefarmasian yang diberikan di Puskesmas Tenga. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum kualitas pelayanan kefarmasian berada pada kategori baik dan memberikan tingkat kepuasan yang tinggi kepada pasien rawat jalan.
Persepsi Pasien terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Matani Tomohon Novianty Simbolon; Melky Pangemanan; Prycilia Pingkan Mamuaja; Theo Welly Everd Mautang
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.994

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kepuasan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi pasien rawat jalan terhadap kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Matani Tomohon berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas lima pasien rawat jalan dan satu tenaga kesehatan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pasien memiliki persepsi yang baik terhadap kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Matani Tomohon. Kebersihan lingkungan, prosedur pelayanan, ketanggapan petugas, kemampuan petugas, serta komunikasi dinilai baik. Namun, masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan kursi ruang tunggu, area parkir yang sempit, waktu tunggu pelayanan yang cukup lama, dan masih adanya petugas yang dinilai kurang ramah. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Matani Tomohon telah berjalan dengan baik, namun masih memerlukan perbaikan pada beberapa aspek untuk meningkatkan mutu pelayanan.