Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAAN PASIEN RAWAT INAP DI RSUD CENDRAWASI DOBO KABUPATEN KEPULAUAN ARU MARTHA SELFANAY; Christian Bertom Pajung; I Wayan Gede Suarjana
Epidemia : Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima Volume 2. No 3. AGUSTUS Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ejkmu.vi.1889

Abstract

Kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia untuk dapat hidup layak dan produktif, sehingga diperlukan penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang terkendali dalam biaya dan kualitas pelayanan yang diberikan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi tentang pentingnya kualitas pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Cenderawasih Dobo. Analisis data yang digunakan adalah bivariat dan univariat. Kualitas Pelayanan RS Cenderawasih Dobo Berdasarkan hasil identifikasi yang telah dilakukan terhadap 40 responden pasien rawat inap RS Cenderawasih Dobo terlihat bahwa sebagian besar responden menilai kualitas pelayanan. RS Cenderawasih Dobo memiliki kategori baik yaitu 27 responden atau 67,5%, sedangkan 12 responden cukup baik atau 30%, dan kurang baik 1 orang dengan persentase 2,5%. Begitu pula sebaliknya dengan Kepuasan Pasien di RSUD Cenderawasih Dobo dari 40 responden pasien rawat inap yang berobat di RSUD Cenderawasih Dobo, sebesar 57,5%, sedangkan kategori puas sebanyak 16 responden atau 40,0% dan kategori tidak puas sebanyak 1 responden atau 2,5%. Hasil analisis menggunakan uji Chi-Squrae menunjukkan nilai probabilitas sebesar 0,000 atau nilai p lebih kecil dari nilai yaitu 0,05 sehingga H0 ditolak yang artinya terdapat hubungan antara kualitas pelayanan dengan kepuasan pasien rawat inap. di RS Cenderawasih Dobo.
Hubungan Sedentary Behaviour (Perilaku Kurang Gerak) dengan Obesitas pada Peserta Didik di SD GMIM Koka Mentari Syalom Bokau; Agusteivie Albert Jefta Telew; Christian Bertom Pajung
Lentera: Multidisciplinary Studies Vol. 1 No. 3 (2023): Lentera: Multidisciplinary Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegemukan dan obesitas telah menjadi Sindrom Dunia Baru yang justru terabaikan dalam masalah kesehatan keluarga. Satu dari sepuluh anak di dunia mengalami obesitas dan peningkatan-nya setara dengan obesitas pada orang dewasa yang terus mengalami kenaikan hampir setiap tahun. Pada prinsipnya obesitas terjadi karena ketidakseimbangan antara jumlah energi yang masuk dengan energi yang keluar setiap hari. Sedentary Behaviourmengakibatkan energi yang tadinya akan digunakan untuk aktivitas tidak terlalu diperlukan lagi kemudian disimpan oleh tubuh sebagai timbunan lemak. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hubungan sedentary behavior dengan obesitas pada  peserta didik di SD GMIM Koka. Menggunakan desain kuantitatif, pendekatan waktu Cross sectional study. Pengambilan data variabel obesitas melalui pengukuran TB dan BB siswa dan variabel Sedentary Behaviour melalui kuesioner ASAQ (Adolescent Sedentary Activity Questionnaire). Jumlah populasi 85 siswa berusia 8-11 dengan metode total sampling. Analisis data dilakukan univariat, bivariate, uji Chi-square. Hasil ditemukan  bahwa dari total keseluruhan sampel terdapat 25 siswa (29,4%) mengalami obesitas dan 18 diantaranya (21,2%) menunjukkan kegiatan berbasis sedentary behavior. Uji Chi-square menghasilkan nilai Asymp.Sig (2-sided) P=0,002 Nilai ini lebih kecil dari nilai ? (0,05) Artinya terdapat hubungan yang signifikan antara sedentary behaviour dengan kejadian obesitas di SD GMIM Koka.
Hubungan Sedentary Behaviour (Perilaku Kurang Gerak) dengan Obesitas pada Peserta Didik di SD GMIM Koka Mentari Syalom Bokau; Agusteivie Albert Jefta Telew; Christian Bertom Pajung
Lentera: Multidisciplinary Studies Vol. 1 No. 3 (2023): Lentera: Multidisciplinary Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegemukan dan obesitas telah menjadi Sindrom Dunia Baru yang justru terabaikan dalam masalah kesehatan keluarga. Satu dari sepuluh anak di dunia mengalami obesitas dan peningkatan-nya setara dengan obesitas pada orang dewasa yang terus mengalami kenaikan hampir setiap tahun. Pada prinsipnya obesitas terjadi karena ketidakseimbangan antara jumlah energi yang masuk dengan energi yang keluar setiap hari. Sedentary Behaviourmengakibatkan energi yang tadinya akan digunakan untuk aktivitas tidak terlalu diperlukan lagi kemudian disimpan oleh tubuh sebagai timbunan lemak. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hubungan sedentary behavior dengan obesitas pada  peserta didik di SD GMIM Koka. Menggunakan desain kuantitatif, pendekatan waktu Cross sectional study. Pengambilan data variabel obesitas melalui pengukuran TB dan BB siswa dan variabel Sedentary Behaviour melalui kuesioner ASAQ (Adolescent Sedentary Activity Questionnaire). Jumlah populasi 85 siswa berusia 8-11 dengan metode total sampling. Analisis data dilakukan univariat, bivariate, uji Chi-square. Hasil ditemukan  bahwa dari total keseluruhan sampel terdapat 25 siswa (29,4%) mengalami obesitas dan 18 diantaranya (21,2%) menunjukkan kegiatan berbasis sedentary behavior. Uji Chi-square menghasilkan nilai Asymp.Sig (2-sided) P=0,002 Nilai ini lebih kecil dari nilai ? (0,05) Artinya terdapat hubungan yang signifikan antara sedentary behaviour dengan kejadian obesitas di SD GMIM Koka.
Analisis Perilaku Remaja Yang Mengkonsumsi Alkohol di Desa Picuan Lama Kecamatan Motoling Timur Merentek, Kristania; Mautang, Theo Welly Everd; Pajung, Bertom Christian
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/79fgjs79

Abstract

Alcohol consumption among adolescents in Indonesia is very prevalent. The 2017 SKDI found that the prevalence of adolescents (aged 15-24 years) who consume alcoholic beverages is higher among males than females, at 15% and 1% respectively. Approximately 70% of males and 58% of females start drinking alcohol between the ages of 15 and 19. The impacts are mostly maladaptive behaviours such as fighting, promiscuity, dropping out of school, and physical injury. The research method used was quantitative correlational with a cross-sectional approach. The sample in this study used purposive sampling using the Slovin formula. The purpose of this study was to analyse the behaviour of adolescents who drink alcohol in the village of Picuan Lama, Motoling Timur sub-district. The research was conducted from August to October 2024. The results showed that males were the most numerous respondents at 88.6%, but there were also female adolescent respondents at 11.4%, with the most dominant age being 15 years old at 42.5%. Heavy drinking behaviour among adolescents was found in 48 people or 68.75%. The maladaptive/deviant attitudes of adolescent alcohol drinkers were 32.85%, and adaptive attitudes were 67.14%. The Pearson Chi-square test results showed a significance value of 0.022 < 0.05, which means that Ho is rejected and Ha is accepted, meaning that there is a relationship between the behaviour and attitudes of adolescents who drink alcohol in Picuan Lama village.  
TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS TOULUAAN KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Christian Bertom Pajung, Aprilia Anastasya Tani, Agusteivie Telew,
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v2i1.64

Abstract

Puskesmas adalah pusat pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan tingkat pertama dan menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif di wilayah kerjanya. Puskesmas dianggap melakukan pelayanan yang baik apabila memperhatikan kepuasan pasien. Pasien akan merasa puas apabila kinerja pelayanan kesehatan yang diperoleh sama atau melebihi harapannya. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan Januari 2023. Dengan jumlah populasi 860 responden dengan sampel 90 responden yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner. Hasil penelitian diketahui bahwa kualitas pelayanan di Puskesmas Touluaan pada dimensi reliability sangat memuaskan dengan skor gap 1,20, dimensi responsiviness sangat memuaskan dengan skor gap 0,10, dimensi assurance kurang memuaskan dengan skor gap -0,71, dimensi emphaty sangat memuaskan dengan skor gap 0,02, dimensi tangible kurang memuaskan dengan skor gap -0,97. Untuk itu Puskesmas Touluaan perlu mempertahankan kepuasan pasien pada dimensi reliability, responsiviness, dan emphaty. Serta meningkatan kepuasan pasien pada dimensi assurance dan tangible.  Kata kunci: kepuasan pasien, pelayanan kesehatan, SERVQUAL ABSTRACT Puskesmas is a health service center that organizes public health efforts and first-level individual health efforts and focuses on promotive and preventive efforts in its working area. Puskesmas is considered to provide good service if it pays attention to patient satisfaction. Patients will feel satisfied if the health service performance obtained is the same or exceeds their expectations. This study uses quantitative research with a cross-sectional approach conducted in January 2023. With a population of 860 respondents with a sample of 90 respondents who were taken using simple random sampling technique. The research instrument used was a questionnaire. The results showed that the quality of service at the Touluaan Health Center in the reliability dimension was very satisfying with a gap score of 1.20, the responsiveness dimension was very satisfying with a gap score of 0.10, the assurance dimension was less satisfying with a gap score of -0.71, the empathy dimension was very satisfying with a gap score of 0.02, the tangible dimension was less satisfying with a gap score of -0.97. For that, Touluaan Health Center needs to maintain patient satisfaction in the dimensions of reliability, responsiveness, and empathy. And increase patient satisfaction in the assurance and tangible dimensions.  Keyboards : patient satisfaction, health services, servqual Download Full File Disini  
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN PUSKESMAS OLEH PESERTA JKN DI DESA KAAYURAN BAWAH Christian Pajung, Majesty Maureen Tuju, Jonesius Manoppo,
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v2i1.67

Abstract

Pelayanan kesehatan adalah upaya pelayanan kesehatan dalam memenuhi kebutuhan seseorang di bidang kesehatan khususnya dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatn pelayanaan kesehatan oleh peserta JKN di desa Kaayuran Bawah. Metode Peneltian ini menggunakan jenis metode kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Sampel yang diteliti yaitu sebanyak 88 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis dengan cara univariat. Hasil Penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan baik 74 responden (84,1%), responden yang memanfaatkan pelayanan kesehatan sebanyak 70 orang (80%), responden yang menyatakaan sikap petugas kesehatan yang sesuai 70 responden (79,5%), dan aksesbilitas yang menyatakan mudah sebanyak 66 responden (75%). Kesimpulan : tingkat penegetahuan responden tentang JKN baik, Pemanfaatan pelayanan kesehatan baik, sikap petugas kesehatan baik dan aksesbilitas baik Kata kunci: Aksesbilitas; Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan; Pengetahuan; Sikap Petugas Kesehatan ABSTRACT Health services are health service efforts in meeting a person's needs in the health sector, especially in maintaining and improving health status .The purpose of this study is to describe the factors that influence the utilization of health services by JKN participants in Kaayuran Bawah village. This research method uses a type of quantitative method with a descriptive research design. The sample studied was 88 respondents. Data was collected using a questionnaire, then analyzed using univariate. The results showed that 74 respondents (84.1%) had a good level of knowledge, 70 respondents (80%) used health services, 70 respondents (79.5%) stated that the attitude of health workers was appropriate, and accessibility stated that it was easy as many as 66 respondents (75%). Conclusion: the level of knowledge of respondents about JKN is good, the utilization of health services is good, the attitude of health workers is good and accessibility is good. Utilization of Health Services, Knowledge, Attitudes of Health Workers, Accessibility Keywords:Accessbility; Utiilization of health; Knowledge; Attitude of health works Download Full File Disini
HUBUNGAN PENGETAHUAN STUNTING TERHADAP SIKAP IBU PRIMIPARA DI KECAMATAN TOMOHON TENGAH KOTA TOMOHON Andrea E.Z. Toy, Jopie Bokau, Christian Pajung
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 2 No. 3 (2023): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v2i3.81

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan linier yang disebabkan adanya malnutrisi asupan zat gizi kronis yang berulang yang ditunjukkan dengan nilai z – skor tinggi badan menurut usia (TB/U) < -2SD berdasarkan standart WHO (WHO, 2018). Tugas orang tua khususnya ibu sungguh sangat dibutuhkan menyangkut pola asuh pemberian makanan bergizi bagi anaknya, hal ini tentunya membutuhkan pengetahuan dan pemahaman yang baik dalam mempersiapkan dan memberikan gizi yang seharusnya. Ketika seorang ibu tidak memiliki kemampuan untuk itu maka bisa dikatakan anak balitanya sangat berisiko dengan kejadian stunting. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif pendekatan crosssectional. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang stunting terhadap sikap ibu. Sampel diambil dengan metode total sampling sebanyak 78 ibu primipara. Analisa bivariate menggunakan uji paired sample T test. Hasil penelitian didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < α 0,05 yang berarti Ho diterima Ha ditolak tidak ada hubungan antara pengetahuan tentang stunting dengan sikap ibu. Penanganan percepatan penurunan stunting menjadi perhatian kita semua, pemerintah, masyarakat dan petugas kesehatan. Karenanya dalam pelaksanaanya perlu selalu koordinasi antar lintas sektoral sehingga program dapat dilaksanakan dengan baik. Kata Kunci: stunting, primipara, pengetahuan, sikap. ABSTRACT Stunting is a linear growth disorder caused by repeated chronic malnutrition as indicated by a z value – height-for-age score (TB/U) <-2SD based on WHO standards (WHO, 2018). The task of parents, especially mothers, is really needed regarding the parenting pattern of providing nutritious food for their children, this of course requires good knowledge and understanding in preparing and providing proper nutrition. When a mother doesn't have the ability to do that, it can be said that her toddler is very at risk of stunting. The research method used in this study uses a cross-sectional quantitative approach. The research objective was to determine the relationship between mother's knowledge about stunting and mother's attitude. Samples were taken using the total sampling method of 78 primipara mothers. Bivariate analysis using paired sample T test. The results of the study obtained a significance value of 0.000 < α 0.05, which means that Ho is accepted, Ha is rejected, there is no relationship between knowledge about stunting and mother's attitude. Handling the accelerated reduction of stunting is a concern for all of us, the government, the community and health workers. Therefore, in its implementation, it is always necessary to coordinate across sectors so that the program can be implemented properly. Keywords: stunting, primipara, knowledge, attitude. Download Full File Disini
PERBEDAAN RATA-RATA PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN PEMBELAJARAN KESEHATAN DI SD GMIM TEMPANG Trifianti Toar, Prycilia Mamuaja, Christian Pajung
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 2 No. 3 (2023): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v2i3.82

Abstract

Cuci tangan pakai sabun adalah proses pembuangan kotoran dan debu secara mekanis dari kulit tangan memakai sabun dan air mengalir. Tujuannya adalah menghilangkan kotoran dan debu secara mekanis dari permukaan kulit dan mengurangi jumlah mikroorganisme sementara. Cuci tangan merupakan salah satu cara untuk menghindari penyakit yang ditularkan melalui makanan. Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui Pengaruh pembelajaran Kesehatan tentang prilaku Cuci tangan pakai sabun pada siswa sd Tempang. Metode dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Experimental menggunakan pendekatan one group pre test post test.. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 35 responden. Hasil penelitian yaitu masyarakat Desa Kaayuran bawah memilki persepsi yang positif terhadap vaksin covid-19 diketahui bahwa dari 85 responden diantarnya 66 responden (78%) memiliki persepsi yang positif terhadap vaksin covid-19. Kesimpulan Ada perbedaan pembelajaran kesehatan tentang Pengetahuan cuci tangan pakai sabun pada siswa SD GMIM Tempang Juga Ada perbedaan pembelajaran kesehatan tentang Sikap cuci tangan pakai sabun pada siswa SD GMIM Tempang. Kata kunci: CTPS, Perilaku, Pengetahuan, Sikap, Siswa ABSTRACT Hand washing with soap is the process of mechanically removing dirt and dust from the skin of the hands using soap and running water. The aim is to mechanically remove dirt and dust from the surface of the skin and reduce the number of transient microorganisms. Hand washing is one way to prevent food-borne diseases. The research objective in this study was to determine the effect of learning health about the behavior of washing hands with soap in elementary school students in Tempang. The method in this research is quantitative research with a quasi-experimental design using a one group pre test post test approach. The sample in this study was 35 respondents. The results of the study were that the people of Kaayuran Bawah Village had a positive perception of the Covid-19 vaccine. It was found that out of 85 respondents, 66 respondents (78%) had a positive perception of the Covid-19 vaccine. Conclusion There are differences in health learning about the knowledge of handwashing with soap in SD GMIM Tempang students. There are also differences in health learning about the attitude of washing hands with soap in SD GMIM Tempang students. Keywords: CTPS, Behavior, Knowledge, Attitude, Students Download Full File Disini
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS LIKUPANG TIMUR Grechillia Francine Kakiay, Lucyana Leonita Pongoh, Christian B. Pajung
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 2 No. 3 (2023): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v2i3.83

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Modayag Barat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian survey analitik yaitu untuk mengetahui hubungan antara dua variabel dengan rancangan penelitian cross sectional study dimana cara pengambilan data variabel bebas dan variabel terikat dilakukan sekali waktu atau pada saat yang bersamaan. Teknik pengumpulan data dengan cara menggunakan kuesioner dan observasi lapangan dengan sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Penelitian ini melibatkan 65 responden dari 189 populasi dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pengambilan sampel yang dilakukan secara tidak acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya dukungan keluarga pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Likupang Timur sebanyak 43 sampel (66,15%) dan dukungan keluarga yang baik sebanyak 22 sampel (33,85%) sedangkan kualitas hidup pasien DM tipe 2 di Puskesmas Likupang Timur yaitu kualitas hidup buruk sebanyak 39 sampel (60%) dan kualitas hidup baik sebanyak 26 sampel (40%). Berdasarkan uji chi-square diperoleh nilai p = 0,010 p value <0,05 artinya ada hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2 di Puskesmas Modayag Barat. Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Kualitas Hidup, Pasien DM Tipe 2. ABSTRACT This study aims to determine the relationship between family support and quality of life of patients with type 2 diabetes mellitus at the West Modayag Health Center. This research was conducted using a quantitative method with an analytic survey research design, namely to find out the relationship between two variables with a cross-sectional study research design where the method of data collection for the independent variable and the dependent variable was carried out at one time or at the same time. Data collection techniques by using questionnaires and field observations with data sources, namely primary data and secondary data. This study involved 65 respondents from 189 populations using a purposive sampling technique, namely the sampling was not random. The results showed that there were 43 samples (66.15%) of the lack of family support in type 2 DM patients at the East Likupang Health Center and 22 samples (33.85%) of good family support while the quality of life of type 2 DM patients at the East Likupang Health Center namely poor quality of life in 39 samples (60%) and good quality of life in 26 samples (40%). Based on the chi-square test, p value = 0.010 p value <0.05 means that there is a relationship between family support and the quality of life of type 2 DM patients at the West Modayag Health Center. Keywords : Family Support, Quality of Life, Type 2 DM Patients Download Full File Disini
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN POSYANDU LANSIA DI LEMBANG PAONGANAN KECAMATAN BUNTU PEPASAN Widia Axselya Palungan; Christian Bertom Pajung; Prycilia P. Mamuaja
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 3 No. 2 (2024): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v3i2.151

Abstract

Elderly Age is the final stage of the aging process. The elderly are individuals aged 60 and above. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitude with the utilization of elderly health services at the Posyandu (Integrated Health Post) in Lembang Paonganan, Buntu Pepasan District. This research employs an observational analysis approach with a cross-sectional design. A sample of 53 people was selected using stratified random sampling. The independent variables in this study are knowledge and attitude, while the dependent variable is the utilization of elderly health services at the Posyandu. Based on the chi-square test results, there is a relationship between knowledge (p=0.020) and attitude (p=0.000) with the utilization of elderly health services at the Posyandu, with a significance level of α=0.05. The conclusion of this study is that there is a relationship between knowledge and attitude with the utilization of Posyandu services in Lembang Paonganan, Buntu Pepasan.