Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Prevalensi Miopia pada Siswa Sekolah Dasar di Kota Salatiga Selama Pandemi Covid 19 Dhanang Puspita; Pulung Nugroho; Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho; Kukuh Pambuka Putra
Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.009 KB)

Abstract

The Covid-19 pandemic requires students to study online and limit outdoor activities. Thus, students have the potential to eye problems, because the afcing duration the monitor is longer and reduced of outdoor activity. The purpose of this community service is to provide eye health education, visual test, and distribution of glasses to elementary school students. The methods; eye test, education and interviews. The results, 216 students and 38 students have eye problems and had to wear glasses. This visual problem is caused by the frequency and duration of using the cellphone for a long time. It can be concluded that all students get that minus glasses and anti-blue light glasses and eye health education.
Pengaruh Perbandingan Tepung Biji Teratai Putih (Nymphaea pubescens Willd) Dengan Subtitusi Tepung Terigu Terhadap Karakteristik Sensori Dan Fisikokimia Kukis (Cookies) Rahardjo, Monika; Nugroh, Pulung; Hulu, Markus
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 3 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jstp.v7i3.25638

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan tepung biji teratai dan tepung terigu dilihat dari karakteristik sensori dan fisikokimianya. Penelitian ini menggunakan enam perlakuan meliputi F1 (100% tepung biji teratai), F2 (80% tepung biji teratai: 20% tepung terigu), F3 (60% tepung biji teratai: 40% tepung terigu), F4 (40% tepung biji teratai: 60% tepung terigu), F5 (20% tepung biji teratai: 80% tepung terigu), dan F6 (100% tepung terigu). Berdasarkan hasil perhitungan analysis of variance (ANOVA) pada α = 5%, terdapat perbedaan nyata pada nilai hardness untuk perlakuan 2 dan kontrol, tetapi nilai work tidak berbeda nyata dengan semua perlakuan. Berdasarkan uji organoleptik yang tertinggi, maka dilakukan uji proksimat pada beberapa perlakuan meliputi F3, F4, F5, dan F6 sebagai kontrol. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kadar protein tertinggi dan kadar air terendah diperoleh pada F3, kadar lemak dan abu diperoleh pada F4, dan kadar karbohidrat tertinggi pada F5. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa dari semua parameternya (warna, aroma, rasa, tekstur, dan keseluruhan) perlakuan 4 memiliki nilai tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya.Kata kunci: biji teratai, kukis, sensori dan fisikokimia.
Identifikasi Cemaran Mikroplastik pada Sungai Inlet Rawa Pening dan Biotanya Dhanang Puspita; Pulung Nugroho; Sarlina Palimbong; Rasya Pandhu Wijaya
Journal Science of Biodiversity Vol 3 No 1: April 2022
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol3i1pp1-6

Abstract

Danau Rawa Pening memiliki kandungan TSS (total padatan terlalut) yang tinggi, sehingga kualitas airnya berada di kelas 3 dan 4. TTS tersebut berasal dari 9 Sub DAS yang menjadi inletnya Rawa Pening. Sumber TSS berasal cari cemaran limbah padat, dan salah satunya adalah mikroplastik. Adanya mikroplastik juga menjadi ancaman keamanan pangan bila masuk dalam tubuh biota dan dikonsumsi manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cemaran mikroplastik pada ikan yang ada di Sub DAS Rawa Pening. Metode yang dilakukan adalah survey dan analisis laboratorium dengan tahapan; pengambilan sampel, preparasi sampel, dan analisi mikroplastik. Hasil penenilitian menujukan 4 aliran sungai yakni; sungai Sraten, Muncul, Rawa Sari dan Rawa Boni terkontaminasi mikroplastik, begitu juga dengan biotanya yakni ikan sapu-sapu, louhan, lele, nila, gabus, dan moluska keong terdapat kandungan mikroplastik pada saluran pencernaannya. Adanya mikroplastik ini kemungkina berasal dari limbah domestik dan industri, dimana 4 sungai tersebut terdapat permukiman penduduk dan industri. Dapat disimpulkan, 4 sungai di Rawa Pening sudah tercemar mikroplastik, begitu juga dengan biotanya.
Analisa Kandungan Mikroplastik pada Organ Ikan Konsumsi dari Rawa Pening dhanang puspita; Pulung Nugroho; Elisabeth Nadia Kurnia Sena
Journal Science of Biodiversity Vol 4 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol4i1pp16-22

Abstract

Mikroplastik adalah cemaran dari proses degradasi plastik yang berukuran partikel kurang dari 5mm. Rawa pening adalah salah satu rawa terbesar di Indonesia dan biota air memiliki potensi tercemar mikroplastik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan mikroplastik pada organ ikan konsumsi yang diperoleh dari rawa pening. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, dengan tahapan penelitian; isolasi mikroplastik dan analisis mikroplastik dengan FITR. Hasil analisis sampel organ ikan ditemukan adanya kandungan mikroplastik dalam bentuk fragment, fiber, film dan foam. Jenis mikroplastik yang ditemukan sebagian besar adalah Polytetrafluoroethylene (PTPE), Polycarbonate, Polymethyl methacrylate (PMMA) dan Polyamaides (Nilon).
Identifikasi Cemaran Mikroplastik pada Biota Air Tawar Konsumsi dari Rawa Pening, Jawa Tengah Dhanang Puspita; Pulung Nugroho; Rio Asysam Faisal
Science Technology and Management Journal Vol. 2 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/stmj.v2i1.46

Abstract

Rawa pening potensial terpapar cemaran mikroplastik, dimana ada 9 sungai yang berkontribusi mengirimkan polutannya. Cemaran mikroplastik juga akan mengancam biota air tawar di Rawa Pening. Permasalahan muncul ketika biota air tawar tersebut ditangkap untuk bahan konsumsi, yang nantinya bisa berpotensi mengganggu kesehatan manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi cemaran mikroplastik pada biota air tawar di Rawa Pening. Metode yang digunakan adalah penelitain kuantitatif deskriptif, dimana sampel di ambil di Rawa Pening kemudian dianalisis kandungan mikroplastiknya dengan teknik pengapungan dan pengamatan dilakukan dengan mikroskop dengan perbesaran 40×. Hasil penelitian menunjukan, air rawa pening dan lumpur mengandung mikroplastik begitu juga dengan biotanya. Sumber mikroplastik diperkirakan dari limbah yang dibawa oleh 9 sungai dan masuk ke perairan Rawa Pening. Kesimpulan dari penelitian ini, lingkungan dan biota di Rawa Pening tercemar mikroplastik dan perlu upaya untuk menimalisir potensi translokasi mikroplastik ke tubuh manusia.
Identifikasi Cemaran Mikroplastik pada Jajanan Anak Sekolah di Kota Salatiga Dhanang Puspita; Pulung Nugroho; Slamet Suprapti
Science Technology and Management Journal Vol. 2 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/stmj.v2i1.47

Abstract

Makanan siap saji termasuk pangan jajanan anak sekolah (PJAS ) menjadi salah satu sumber pemenuhan asupan gizi bagi anak sekolah. Berbagai jenis PJAS, sebagain besar menggunakan plastik sebagai pembungkusnya. Salah satu dampak negatif dari penggunakan plastik sebagai pengemas yaitu plastik dapat berpotensi melepaskan bahan kimia berbahaya yang berasal dari sisa monomer dari polimer seperti mikroplastik yang dapat membahayakan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan cemaran mikroplastik pada jajanan anak sekolah di Kota Salatiga. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitain kuantitatif deskriptif, dimana sampel di ambil penjaja PJAS di kota Salatiga secara acak kemudian dianalisis kandungan mikroplastiknya dengan teknik pengapungan dan pengamatan dilakukan dengan mikroskop dengan perbesaran 40×. Hasil penelitian menunjukan, sampel PJAS mengandung mikroplastik. Faktor penyebabnya diperkirakan dari metode pengolahan dan kandungan dalam sampel seperti; panas, karbon dioksida dan asam. Kesimpulan dari penelitian ini, pangan jajanan anak sekolah ( PJAS) yang ada di kota Salatiga mengandung mikroplastik sehingga disarakan agar anak sekolah dapat mengurangi jajan di luar atau membawa bekal dari rumah dan PJAS menggunakan plastik yang berkualitas baik.
OPTIMALISASI SUHU PENGERINGAN BLOOM TEA DENGAN MENGGUNAKAN OVEN DAN MICROWAVE UNTUK KONSERVASI KANDUNGAN PIGMEN DAN ANTIOKSIDAN dhanang; Pulung Nugroho; MC Titania Anjaly Putri Edenia
Science Technology and Management Journal Vol. 3 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/stmj.v3i1.113

Abstract

Bloom tea merupakan minuman yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Cina, namun dengan berkembangnya zaman bloom tea semakin familiar di dunia. Bloom tea banyak dimanfaatkan sebagai obat. Salah satu bunga yang dimanfaatkan adalah bunga krisan, bunga krisan juga sudah banyak digunakan sebagai obat untuk mengurangi ketegangan mata, efek antipiretik, efek sedatif dan menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan suhu pengeringan yang optimal dengan menggunakan oven dan microwave guna mengkonservasi pigmen alami dan antioksidan pada bloom tea. Pengeringan dilakukan menggunakan oven pada suhu 60, 70, dan 80°C dan microwave pada suhu 50, 70, dan 100°C dengan perlakuan amplop dan tanpa amplop. Hasil pengeringan menunjukan bahwa aktivitas antioksidan tertinggi pada suhu 100°C tanpa amplop sebesar 81,25% sedangkan pigmen tertinggi pada suhu 70°C dengan amplop sebesar 0,701 µg/g. Pengeringan yang direkomendasikan untuk menghasilkan pigmen dan antioksidan optimal dengan menggunakan oven pada suhu 70°C.
PENGOLAHAN DURIAN BERKUALITAS RENDAH DI DESA CUKILAN AGAR BERNILAI TAMBAH TANPA MENINGGALKAN LIMBAH Puspita, Dhanang; Nugroho, Pulung; Wahyuningtyas, Sekar Eka; Yandistara, Mikrando Sheva; Nugraheni, Dila Komala; Sihombing, Chandryka Naomi; Prasojo, Rachel Immelda Intan; Laia, Eirene Putri Cahyani; Salakory, Milleboy James Simonelsa
Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jms.v4i12023p68-77

Abstract

Desa Cukilan menjadi salah satu sentra penghasil durian. Permasalahan yang muncul adalah belum ada pemanfaatan durian dengan kualitas rendah dan limbah biji dan kulit durian. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah upaya pemanfaatan durian berkualitas rendah dan limbah durian agar memili nilai tambah. Metode yang diguunakan adalah observassi, penelitian, dan sosialisasi. Dihasilkan tiga produk, yaitu; es krim durian, selai, dan briket arang. Durian dengan kualitas rendah dapat dimanfaatkan dan memiliki nilei ekonomi yanh baik serta limbahnya memiliki nilai ekonomi.
PENGARUH SUHU PENGERINGAN TERHADAP KANDUNGAN ANTIOKSIDAN DAN PIGMEN ALAMI PADA BLOOM TEA Puspita, Dhanang; Edenia, MC Titania Anjaly Putri; Nugroho, Pulung
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 9, No 3 (2024):
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jstp.v9i3.32590

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengeringan dengan menggunakan oven dan microwave terhadap kandungan pigmen alami dan antioksidan pada bloom tea. Metode penelitian ini menggunakan jenis deskriptif kuantitatif dengan eksperimen laboratoris yang terdiri dari 2 variabel dan 2 perlakuan pengeringan, yaitu oven dengan amplop atau tanpa amplop suhu 60℃, 70℃, dan 80℃ dan microwave dengan amplop atau tanpa amplop suhu 50℃, 70℃, dan 100℃. Data di analisis menggunakan analisis aktivitas antioksidan metode DPPH dan analisis pigmen. Pengeringan dengan variabel oven perlakuan menggunakan amplop dan tanpa amplop untuk pigmen menunjukkan ada perbedaan sedangkan untuk antioksidan tidak ada perbedaan. Pengeringan dengan variabel microwave perlakuan menggunakan amplop dan tanpa amplop untuk pigmen dan antioksidan tidak ada perbedaan.
MODIFIKASI PATI SUWEG (Amorphophallus paeoniifolius var. companulatus) DENGAN MENGGUNAKAN SODIUM TRIPOLIFOSFAT (STPP) Palimbong, Sarlina; Nugroho, Pulung; Alfianti Ajeng Pratiwi
Jurnal Pengolahan Pangan Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pangan.v8i1.104

Abstract

Suweg berpotensi sebagai sumber pati karena memiliki kadar amilosa 24,5% dan amilopektin 75,5%. Beberapa kelemahan pati alami seperti tidak tahan selama proses pengadukan, kondisi asam, panas, dan ketidakstabilan produk selama penyimpanan, menyebabkan pati perlu dimodifikasi. Tujuan penelitian ini adalah melakukan modifikasi ikat silang pada pati suweg dengan sodium tripolifosfat (STPP) dan menganalisa sifat fisikokimia pati suweg termodifikasi (kadar air, kadar amilosa, swelling power, dan derajat substitusi). Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 5 jenis perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu P0 (0%:0 menit), P1 (1%:30 menit), P2 (1%:60 menit), P3 (3%:30 menit), dan P4 (3%:60 menit), sehingga terdapat 15 unit perlakuan. Analisis data menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan pada taraf kepercayaan 5%. Paduan konsentrasi STPP dan lama waktu perendaman berpengaruh nyata pada parameter pati suweg modifikasi. Nilai parameter uji pati suweg kontrol berada dalam rentang nilai-nilai parameter uji pati suweg termodifikasi. Secara umum hal ini disebabkan penggunaan metode pengeringan pati yang berbeda, terdapat jeda waktu penyimpanan pada suhu ruangan hingga sampel pati dimodifikasi dan diuji.