Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Death Penalty for Ferdy Sambo In Human Rights Perspective (Non Derogable Right Vs Derogabel Right) Agus Bambang Nugraha*; Fadil Mas’ud; Sudiyarti Sudiyarti; Achmad Napis Qurtubi; Egidius Fkun
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 6, No 3 (2023): Social, Political, and Economic History
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v6i3.33852

Abstract

The Supreme Court judge canceled the death sentence for Ferdy Sambo to life imprisonment. This has caused controversy in the community. One side considers the Supreme Court decision to be unfair and on the other hand considers it fair because the right to life is a basic human right and cannot be reduced under any circumstances and under any circumstances. This research is a qualitative research with a fenomenolgy approach. The data used in this study is secondary data obtained from journals, books, websites and other reliable sources. The data collected was analyzed using several stages including observation, selection, and drawing conclusions. The results showed that the change in the decision on Ferdy Sambo's death sentence to life imprisonment was appropriate because the researchers agreed that the right to life is a right that cannot be limited under any circumstances and under any circumstances.
SOCIAL MEDIA AND COMMERCE: A REVIEW OF THE INDONESIAN GOVERNMENT'S EFFORTS TO REGULATE ONLINE TRANSACTIONS Archristhea Amahoru; Abdurrahman Sadikin; Firman Aziz; Egidius Fkun; Ismail Ludin
Jurnal Scientia Vol. 12 No. 04 (2023): Education, Sosial science and Planning technique, 2023, Edition September-Nov
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/scientia.v12i04.2095

Abstract

The present study undertakes an examination of the impact that social media and e-commerce have on regulation by the Indonesian government. E-commerce is expanding at an exponential rate, while social media platforms such as Facebook and Instagram have become vital marketing tools due to the proliferation of smartphones and increasing internet penetration. This article scrutinizes pertinent regulations aimed at safeguarding consumer rights and regulating online transactions, such as the ITE Law and regulations issued by the Minister of Communication and Information Technology. Particular attention is paid to the difficulties encountered during the enforcement and compliance phases of implementing these regulations. The discourse also encompasses the obstacles and advantages encountered by micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in the digital economy, underscoring the criticality of government assistance and digital education in facilitating their migration to online markets. The study's findings indicate that although e-commerce and social media present substantial prospects for economic expansion, Indonesia must maintain a steadfast commitment to consumer protection and efficient regulatory measures in order to guarantee development that is both inclusive and sustainable.
Implikasi Desentralisasi terhadap Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Sosial Ekonomi: Tinjauan Bibliometrik Loso Judijanto; Adi Suroso; Egidius Fkun
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 3 No 10 (2024): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v3i10.1672

Abstract

Desentralisasi telah lama diakui sebagai strategi penting dalam pengelolaan pemerintahan dan pembangunan yang efektif. Dengan memperkenalkan lebih banyak otonomi pada tingkat lokal, desentralisasi berpotensi meningkatkan keberhasilan pengelolaan kesehatan publik, pengembangan sosial ekonomi, dan penerapan praktik-praktik pembangunan berkelanjutan. Melalui analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer, studi ini mengeksplorasi bagaimana konsep desentralisasi diintegrasikan dalam literatur ilmiah, dengan fokus pada hubungannya dengan pemerintahan lokal, kesehatan publik, dan pembangunan berkelanjutan. Hasil analisis menunjukkan bahwa desentralisasi sangat terkait dengan peningkatan partisipasi dan responsivitas dalam pemerintahan lokal, serta memiliki hubungan yang signifikan dengan pengelolaan kesehatan dan praktik pembangunan yang berkelanjutan. Meskipun desentralisasi menawarkan banyak manfaat, terdapat tantangan dalam penerapannya yang memerlukan perancangan kebijakan yang cermat dan adaptasi terhadap konteks lokal. Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi desentralisasi dalam kebijakan dan praktek pengembangan masyarakat dapat secara substansial meningkatkan efektivitas pengelolaan sumber daya dan pelayanan publik, dengan beberapa rekomendasi untuk penelitian masa depan yang lebih mendalam.
Upaya Pemerintah Desa dalam Pelestarian Hutan Handrianus Vianey Melin Wula; Egidius Fkun; Y. Gabriel Maniagasi; Elpius Kalembang; Yakobus Kolne
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol. 7 No. 2 (2024): Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kaganga.v7i2.10021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pola kerja sama tersebut dan mencari solusi terhadap tantangan yang dihadapi dalam melestarikan hutan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk memberikan gambaran yang akurat tentang realitas yang diamati. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya lokal menghadapi tantangan serius akibat globalisasi. Komunikasi, koordinasi, dan keterbukaan dalam kerja sama antara pemerintah desa dan tokoh adat menjadi kunci untuk mencapai tujuan pelestarian hutan. Simpulan penelitiaan ini menunjukkan Pemerintah desa, tokoh adat, dan masyarakat telah menjalin komunikasi terkait pelestarian hutan, namun implementasinya terkendala karena belum adanya peraturan formal seperti peraturan desa. Meski terdapat kesepakatan lisan bahwa pemerintah desa menghormati aturan adat, kurangnya komunikasi yang efektif menghambat koordinasi tersebut. Hal ini menyebabkan pelestarian dan pengelolaan hutan belum terlaksana, serta minimnya keterbukaan antara pihak-pihak yang terlibat. Kata Kunci: Kerja Sama, Pelestarian Hutan, Pemerintahan Desa.
THE URGENCY OF VILLAGE FUNDS IN INCREASING AGRICULTURAL PRODUCTIVITY IN INDONESIA Egidius Fkun; Eva Yuniarti Utami; Abdurrahim; Hakkul Bahiz Mahdani; Shohib Muslim
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol. 9 No. 2 (2025): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study is a qualitative study with a descriptive approach, namely an approach that will describe the main topic in this article, namely the use of village funds to increase agricultural productivity. The data used in this article is secondary data that researchers obtain from indirect sources but its truth is unquestionable because it has been strictly verified and has good credibility. The data researchers obtain from scientific journals. Books, websites, and other sources that are commonly used in every study. The data obtained is collected, combined, selected, reduced, and conclusions are drawn. The result in this article show that the use of village funds to increase agricultural output of rural communities while improving the welfare of rural communities is in line with the law on villages and its derivative laws and regulations. This is also believed to be able to improve the welfare of rural communities because by increasing agricultural output, it can increase rural community income, primary, tertiary, secondary, and primary food needs can be met, and ultimately the welfare of rural communities will increase. This article is one of a series of planning stages that will hopefully increase in the implementation and reporting stages in the future. Keywords : Village Fund, Agricultutral Productivity, Village