Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Perbandingan Pengaruh Variasi Ukuran Panjang Pada Kawat Bendrat Terhadap Beton Konvensional Ristama, M Alvany Veschonanda; Isneini, Mohd; Noorhidana, Vera Agustriana; Widyawati, Ratna
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i3.3637

Abstract

AbstrakBeton adalah material konstruksi yang terdiri dari campuran bahan-bahan seperti semen, air, dan agregat, yang digunakan dalam berbagai jenis infrastruktur. Beton memiliki nilai kuat tekan yang tinggi namun lemah terhadap gaya tarik. Penambahan kawat bendrat pada beton dilakukan untuk menaikkan nilai kuat tarik dan kuat lentur beton. Penelitian ini menggunakan volume fraksi 0%, 0,75% dan 1,5% dengan menggunakan variasi panjang tiap volume fraksi sebesar 30 mm, 50 mm, dan 70 mm dan bertujuan untuk menganalisis panjang kawat bendrat paling efektif sebagai bahan campuran beton. Pengujian dilakukan pada umur rencana 28 hari dan pengujian kuat tekan menggunakan sampel silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm sedangkan pengujian kuat tarik lentur menggunakan sampel balok dengan ukuran 100x100x400 mm. Pada kuat tekan penambahan serat kawat bendrat dinilai tidak efektif dan mengalami penurunan terkecil pada beton volume fraksi 0,75% panjang kawat bendrat 50 mm dengan penurunan sebesar 0,68%. Sedangkan pada kuat tarik lentur penambahan serat kawat bendrat dinilai efektif dan mengalami peningkatan terbesar sebesar 168,39% dari beton normal yaitu pada beton volume fraksi 1,5% dengan panjang kawat bendrat 50 mm.Kata kunci : beton, serat kawat bendrat, variasi panjang, kuat tekan, kuat tarik lentur.
Analisis Kombinasi Campuran Serat Baja dan Kawat Bendrat pada Beton Konvensional Rahmanisa, Laila Indah; Isneini, Mohd; Noorhidana, Vera Agustriana; Widyawati, Ratna
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i3.3639

Abstract

AbstrakBeton konvensional adalah beton dengan bahan campuran yang terdiri dari semen, air, agregat kasar, dan agregat halus. Beton konvensional memiliki kelemahan, yaitu lemah terhadap tarik dan bersifat getas. Untuk mengatasi kuat tarik yang rendah, beton konvensional dapat dicampurkan dengan serat. Pada penelitian ini, dilakukan penambahan kombinasi campuran serat baja 3D Dramix dan serat kawat bendrat. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari perbandingan campuran serat baja 3D Dramix dan kawat bendrat yang optimal, karena dengan mengetahui perbandingan campuran yang optimal maka dapat ditemukan formulasi terbaik dari kerja beton serta dapat menekan pengeluaran untuk kebutuhan material (low effort, high impact). Penelitian ini dilakukan dengan penambahan volume fraksi 0%, 1%, dan 1,5% dari volume adukan beton. Benda uji yang digunakan berupa silinder dengan ukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm untuk kuat tekan, dan balok dengan ukuran (100 x 100 x 400) mm untuk kuat tarik lentur. Dari hasil penelitian telah didapat kesimpulan : (1) Dari campuran kombinasi 3D Dramix dan kawat bendrat didapat perbandingan yang memberikan hasil paling optimum untuk menaikkan nilai kuat tekan yaitu pada kadar variasi 3D Dramix 0,5% dan kawat bendrat 0,5% di volume fraksi 1%. (2) Dari campuran kombinasi 3D Dramix dan kawat bendrat didapat perbandingan yang memberikan hasil paling optimum untuk menaikkan nilai kuat tarik lentur yaitu pada kadar variasi 3D Dramix 0,5% dan kawat bendrat 1% di volume fraksi 1,5%.  Kata kunci : Serat baja 3D Dramix, kawat bendrat, kuat tekan, kuat tarik lentur.
Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Mutu Beton Ready Mix Suri, Yola Andara Pratami; Noorhidana, Vera Agustriana; Helmi, Masdar; Isneini, Muhammad; Wahono, Endro Prasetyo
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.1049

Abstract

Abstrak Batching Plant sebagai pengolah beton ready mix untuk pembangunan jalan. Dahulu terjadi penurunan mutu beton laboratorium dan lapangan. Akhirnya melatar belakangi penelitian dengan tujuan menganalisis faktor penyebab penurunan mutu seperti; standarisasi SNI material, waktu tempuh beton ke lapangan, perlakuan sampel, komposisi beton. Langkah yang digunakan ialah pengujian material, uji slump dan suhu campuran di laboratorium dan lapangan, mencatat waktu perjalanan dan tuang beton, pembuatan sampel lapangan dan laboratorium, pembuatan sampel khusus, pengujian kuat tekan beton mutu fc10 MPa dan kuat tarik lentur beton mutu Fs4,5 MPa usia 7 dan 28 hari, menggunakan Statistical Quality Control (SQC). Hasil kuat tekan dan kuat tarik lentur sampel laboratorium dan lapangan tidak konstan bahkan berada dibawah nilai (LCL). Penyebabnya pasir dengan kadar lumpur diatas 5%. Mengatasinya dengan penambahan Admixture, admixture Naptha E-121 0,9% menjadi 1,2%, Naptha RD-31 0,2% sampel balok dan Naptha E-121 0,3% menjadi 0,6%, Naptha RD-31 0,2% silinder. Kata kunci: Beton, Statistical Quality Control, Admixture  Abstract Batching Plant as a readymix concrete processor for road construction. In the past, there was a decline in the quality of laboratory and field concrete. Finally, the background for research with the aim of analyzing the factors causing quality decline such as; SNI standardization of materials, concrete travel time to the field, sample treatment, concrete composition. The steps used are material testing, slump testing and mixture temperature in the laboratory and field, recording travel and pouring times for concrete, making field and laboratory samples, making special samples, testing the compressive strength of FC'10 MPa quality concrete and the flexural tensile strength of Fs quality concrete. '4.5 MPa aged 7 and 28 days, using Statistical Quality Control (SQC). The results of the compressive strength and flexural tensile strength of laboratory and field samples are not constant and are even below the (LCL) value. The cause is sand with a mud content above 5%. Overcome this by adding admixture, admixture Naptha E-121 0.9% to 1.2%, Naptha RD-31 0.2% for beam samples and Naptha E-121 0.3% to 0.6%, Naptha RD-31 0 .2% cylinder. Keywords: Concrete, Statistical Quality Control, Admixture
Investigasi Masalah Getaran Pada Struktur Portal Baja Akibat Getaran Mesin Crusher FIKRI ALAMI; Vera Agustriana Noorhidana; Ratna Widyawati
REKAYASA: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 29 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rekrjits.v29i2.34

Abstract

Getaran berlebihan pada struktur industri sering kali mengabaikan aspek kenyamanan meskipun secara kekuatan desain telah terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi respon dinamik struktur portal baja empat lantai akibat beban mesin penghancur batu bara (crusher coal) guna mengevaluasi stabilitas dan kenyamanan bangunan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental lapangan menggunakan sensor accelerometer dan simulasi numerik berbasis Finite Element Analysis (FEA) dengan perangkat lunak SAP2000 sebagai pembanding. Hasil investigasi menunjukkan bahwa percepatan getaran vertikal saat mesin beroperasi mencapai 141% G, nilai yang jauh melampaui ambang batas kenyamanan standar sebesar 5% G. Ditemukan pula deviasi antara hasil pemodelan numerik dan data lapangan yang mengindikasikan adanya penurunan mutu material pada struktur eksisting akibat masa layan. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa getaran berlebih dengan amplitudo mencapai 30,9 mm tidak hanya mengganggu proses produksi, tetapi juga membahayakan stabilitas jangka panjang struktur portal baja. Diperlukan langkah mitigasi atau perkuatan untuk mengatasi dampak getaran tersebut.
Pelatihan pembuatan filter udara kendaraan berbasis pelet zeolit dari fly ash bagi siswa SMK Bandar Lampung Dondi Kurniawan; Fajriyanto Fajriyanto; Vera Agustriana Noorhidana; Ageng Sadnowo Repelianto
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 3 (2026): Agustus
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i3.3518

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dan keterampilan peserta didik SMKN 5 dan SMKN 7 Bandar Lampung dalam memanfaatkan limbah industri, khususnya fly ash, menjadi produk bernilai guna melalui pelatihan pembuatan filter udara kendaraan berbasis pelet zeolit. Pelatihan dilaksanakan melalui metode ceramah pemaparan materi, diskusi interaktif dan praktik demonstrasi langsung, yang melibatkan 15 siswa. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pemahaman siswa.  Hasil menunjukkan adanya peningkatan yang cukup baik dari rata-rata skor pre-test sebesar 22,67% menjadi post-test 93,33% dengan perolehan nilai N-Gain sebesar 91,57% yang termasuk dalam kategori efektif. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan teknis siswa, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan kemampuan berinovasi dalam mengubah limbah menjadi solusi ramah lingkungan. Secara lebih luas, kegiatan ini berkontribusi pada pendidikan kejuruan yang aplikatif dan relevan dengan isu global tentang pengelolaan limbah dan pengurangan polusi udara.
Pengaruh Styrofoam sebagai Pengganti Sebagian Agregat Kasar terhadap Sifat Mekanik Self-compacting Concrete (SCC) Cahyani Putri Agustin; Masdar Helmi; Vera Agustriana Noorhidana; Mohd Isneini
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1284

Abstract

Abstrak   Styrofoam merupakan salah satu solusi untuk mengurangi beban mati pada struktur. Styrofoam dalam beton dapat berperan sebagai pengisi udara yang menciptakan void, sehingga styrofoam dapat menghasilkan beton yang lebih ringan. Penelitian ini dilakukan dengan mengganti sebagian agregat kasar dengan 10%, 20%, dan 30% butiran styrofoam pada SCC (Self-compacting Concrete). Hasil uji menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar styrofoam, maka akan semakin rendah berat volume, kuat tekan, kuat tarik, kuat lentur, dan akan semakin tinggi daya serap air beton tersebut. Hasil optimum yang diperoleh berdasarkan pengujian kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat lentur ada pada beton dengan kadar styrofoam 10%, dengan hasil pengujian berturut-turut yaitu, 20,6227 MPa, 2,348 MPa, dan 4,3148 MPa, sedangkan untuk Penyerapan air tertinggi terjadi pada BS3 (styrofoam 30%), yang menghasilkan 12,4450% peningkatan daya serap.    Kata kunci: Styrofoam, berat volume, sifat mekanik, self compacting concrete (SCC)   Abstract   Styrofoam is one of the solutions to reduce dead loads on structures. Styrofoam in concrete can act as an air filler that creates voids, so styrofoam can produce lighter concrete. This research was carried out by replacing part of the coarse aggregate with 10%, 20%, and 30% styrofoam granules in SCC (Self-compacting Concrete). The test results show that the higher the styrofoam content, the lower the volume weight, compressive strength, tensile strength, bending strength, and the higher the water absorption of the concrete. The optimum results obtained based on the testing of compressive strength, tensile strength, and flexural strength were on concrete with a styrofoam content of 10%, with consecutive test results of 20.6227 MPa, 2.348 MPa, and 4.3148 MPa, while for the highest water absorption occurred in BS3 (30% styrofoam), which resulted in a 12.4450% increase in absorbency.    Kata kunci: Styrofoam, weight volume, mechanical properties, self-compacting concrete (SCC)