Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kunjungan Pertama (K1) Ibu Hamil di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sukamulya Kabupaten Majalengka Tahun 2020 Yophi Nugraha
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
Publisher : Universitas YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/jk.v8i1.110

Abstract

Pemeriksaan kehamilan (K1) harus segera dilaksanakan begitu terjadi kehamilan yaitu ketika haidnya terlambat sekurang-kurangnya satu bulan dan dilaksanakan terussecara berkala selama kehamilan. UPTD Puskesmas Sukamulya merupakan Puskesmas diKabupaten Majalengka pada tahun 2020 dengan kunjungan K1 ibu hamil paling rendah yaitu sebanyak 55 ibu hamil target 100%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan pertama (K1) ibu hamildi Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sukamulya Kabupaten Majalengka tahun 2020. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain cross sectional, populasi penelitiannya yaitu seluruh ibu hamildi Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sukamulya Kabupaten Majalengka tahun 2020 sebanyak 55 orang (Total Sampling). Analisis data terdiri dari analisis univariat menggunakan distribusi frekuensidan analisis bivariat menggunakan ujichi squaredengan α = 0,05. Hasil penelitian menyatakan bahwa lebih dari setengahnya (64,6%) ibu hamil melakukan kunjungan pertama (K1) tidak tepat waktu, lebih dari setengahnya (52,4%) ibu hamil motivasinya rendah, lebih dari setengahnya (51,2%) ibu hamil jarak rumah ketempat pelayanannya jauh dan kurang dari setengahnya (32,9%) ibu hamil yangdukungan suaminya kurang. Terdapat hubungan antara motivasi (p value= 0,029), jarak rumah ke tempat pelayanan (p value= 0,044) dengan kunjungan pertama (K1) ibu hamil, namun tidak ada hubungan antara dukungan suami (p value= 0,134) dengan kunjungan pertama (K1) ibu hamil. Perlunya dilakukan penyuluhan dan pemberian informasi mengenai kunjungan pertama pada ibu-ibu di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sukamulya oleh petugas kesehatan diantaranya melalui kegiatan posyandu yang dilakukan secara rutin.
Pengaruh Massage Effleurage terhadap Penurunan Nyeri Haid pada Mahasiswi STIKes YPIB Majalengka Tahun 2021 Yophi Nugraha
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
Publisher : Universitas YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/jk.v9i2.124

Abstract

Menstruasi merupakan proses alamiah dan fisiologis pada seorang wanita. Salah satu upaya penanganan nyeri saat menstruasi secara non farmakologis adalah dengan massage effleurage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaruh massage effleurage terhadap intensitas nyeri haid pada pada mahasiswi STIKes YPIB Majalengka. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian pre eksperiment dengan desain penelitian the one group pretest-posttest desaign. Sampelnya adalah mahasiswi Program Studi S1 Keperawatan STIKes YPIB Majalengka tahun 2021 sebanyak 20 orang. Tempat penelitian telah dilakukan di STIKes YPIB Majalengka pada tanggal 7 Juni sampai dengan 7 Agustus 2021. Pengumpulan datanya menggunakan kuesioner, SOP dan lembar observasi. Analisis datanya meliputi analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji Wilxocon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian kecil (25,0%) intensitas nyeri haid sebelum massage effleurage pada mahasiswi adalah berat dan kurang dari setengah (45,0%) intensitas nyeri haid sesudah massage effleurage pada mahasiswi adalah sedang. Terdapat pengaruh massage effleurage terhadap intensitas nyeri haid pada pada mahasiswi STIKes YPIB Majalengka. Disarankan pihak STIKes YPIB Majalengka menambah referensi mengenai penatalaksanaan massage effleurage dan memberikan praktik kepada mahasiswa cara melakukan massage effleurage untuk mengatasi nyeri haid, dan bagi mahasiswi agar meningkatkan pengetahuan tentang cara alternatif massage effleurage untuk mengatasi nyeri saat haid dan juga aktif mengikuti kegiatan diskusi atau seminar tentang cara mengatasi dysmenorrhea dengan massage effleurage.
Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif terhadap Perubahan Kualitas Tidur pada Perempuan Menopouse Desa Naluk Sumedang Yophi Nugraha
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka - Fakultas Ilmu Keperawatan - Universitas Y
Publisher : Universitas YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/jk.v10i2.162

Abstract

Kualitas tidur merupakan gabungan dari indeks tidur, termasuk durasi tidur dan adanya masalah tidur, yang dapat diukur secara obyektif (misalnya, polysomnography atau actigraphy) atau secara subjektif (misalnya, survei yang dilaporkan sendiri yaitu dengan mengisi kuesioner PSQI). Dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap kualitas tidur pada perempuan menopause di Desa Naluk Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang tahun 2022. Penelitian ini meggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen yang digunakan adalah one group pretest-posttest, dengan sampel sebanyak 20 responden. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan angket / kuesioner PSQI. Analisis datanya menggunakan analisis univariat dengan statistik deskriptif, serta menggunakan analisis bivariat untuk mengetahui hipotesis penelitian yang dipakai adalah uji Wilcoxon dengan batas kemaknaan 0,05. Hasil perhitungan statistik dengan Uji Wilcoxon pada ᾱ = 0,05 diperoleh 𝜌 value = 0,001 (𝜌 value < ᾱ), yang berarti ada pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap kualitas tidur pada perempuan menopause di Desa Naluk Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang tahun 2022. Teknik relaksasi ini di lakukan pada saat adanya masalah dalam proses tidur baik itu susahnya untuk memulai tidur dan mempertahankan tidur. Diharapkan perempuan menopause agar memperhatikan kualitas tidurnya dengan cara mengikut terapi relaksasi otot progresif atau bisa dilakukan mandiri dirumah dengan bantuan anggota keluarga dan diharapkan bagi Kepala Desa dan Ketua Lansia untuk ikut berpartisipasi mengadakan kegiatan terapi relaksasi otot progresif untuk meningkatkan kualitas tidur pada perempuan menopause.
Intervensi Keperawatan Komunitas dalam Mengantisipasi Bullyng di Sekolah Nugraha, Yophi; Suharno, Suharno
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i2.6391

Abstract

This research aims to determine nursing interventions in the community in dealing with bullying at school. The method used is library research and a descriptive qualitative approach with data collection carried out based on source search techniques, the process of understanding and analyzing and constructing various sources such as books, journals and various research related to community nursing interventions in anticipating bullying in schools. The research results show that community-based nursing interventions to overcome bullying in the school environment include bullying prevention programs in schools, group counseling and health education. In conclusion, in general, school-based bullying prevention interventions by increasing students' knowledge of bullying and victimization can therefore reduce the number of cases of bullying among students, and obtain much better results. Keywords: Bullying, Community Nursing Intervention, School
Psikoedukasi Untuk Meningkatkan Pemahaman Tentang Bullying Pada Remaja Di SMPN 2 Majalengka Wahyuni, Sri; Kurniawan, Wawan; Nuraeni, Rina; Suharno, Suharno; Nugraha, Yophi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i1.788

Abstract

Dengan   mudahnya   akses   informasi didunia maya dan juga buruknya lingkungan menjadi penyebab terjadinya bullying pada remaja di sekolah. Dari 30 kasus perundungan pada 2023, sebanyak 50% terjadi di jenjang SMP, 30% di jenjang SD, 10% di jenjang SMA, dan 10% di jenjang SMK. Tujuan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman siswa akan dampak bullying dan cara pencegahannya. Kegiatan pengabdian ini sebagai bentuk pencegahan terhadap tindakan bullying dengan memberikan psikoedukasi pemahaman tentang bullying   pada   remaja, sasaran pada kegiatan ini adalah siswa SMP. Metode pelaksanaan yang digunakan   pada   psikoedukasi   tentang pengertian, penyebab, dampak, bentuk-bentuk, hukuman, dan cara pencegahan bullying yaitu menggunakan media power point presentation, tanya jawab dan juga dilakukan pre-test dan post-test menggunakan kuisioner. Dan hasil kegiatan ini terdapat perbedaan pemahaman akan bullying sebelum dan sesudah pemberian materi yaitu adanya peningkatan 46,16% yang sebelumnya 27,88% menjadi 74,04% untuk kategori baik, untuk kategori sedangmenurun 31,68% yang sebelumnya 56% menjadi 24,32%, dan kategori kurang menurun sebanyak 14,36% yang sebelumnya 16% menjadi 1,64%. Psikoedukasi tentang bullying yang telah dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian Masyarakat pada SMPN 2 Majalengka dapat meningkatkan pemahaman siswa dan siswi dengan memberikan penyuluhan tentang bullying yang meliputi pengertian, bentuk-bentuk bullying, penyebab bullying, dampak bullying dan cara pencegahan bullying.
Hubungan Pengetahuan Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Gangren Diabetes Militus Pre Operasi Debridemen Di Ruang Bedah RSUD Cideres Kabupaten Majalengka Tahun 2024 Yophi Nugraha; Suharno
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v3i2.1527

Abstract

Gangren diabetes melitus merupakan salah satu komplikasi diabetes melitus yang paling ditakuti dan menimbulkan kecemasan karena gangren diabetes melitus harus dihadapkan pada tindakan operasi debridemen. Pada tahun 2023 di RSUD Cideres jumlah pasien diabetes melitus mengalami peningkatan yaitu terdapat 512 pasien diantaranya mengalami gangren diabetes melitus sebanyak (36,9%) pasien dan jumlah pasien yang mengalami operasi debridemen karena gangren diabetes melitus sebanyak 161 pasien. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan pasien gangren diabetes melitus dengan tingkat kecemasan pre operasi debridemen di Instalasi Rawat Inap RSUD Cideres Kabupaten Majalengka Tahun 2024. Metode. Penelitian ini menggunakan penelitian korelasional pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling dengan samplenya adalah pasien gangren diabetes melitus yang akan dioperasi debridemen di Instalasi Rawat Inap RSUD Cideres Kabupaten Majalengka pada bulan Maret tahun 2024 sebanyak 37 pasien. Uji statistik menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian. Kurang dari setengah pasien memiliki pengetahuan kurang baik tentang penyakit gangren diabetes melitus dan operasi debridemen (37,8%) dan lebih dari setengah pasien mengalami tingkat kecemasan sedang (51,4%). Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan pasien gangren diabetes melitus dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi debridemen (p value = 0,026). Kesimpulan. Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan pasien gangren diabetes melitus dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi debridemen di Ruang Bedah RSUD Cideres Kabupaten Majalengka Tahun 2024. Saran Disarankan petugas kesehatan meningkatkan asuhan keperawatan yang lebih intensif pada pasien pre operasi debridemen, meningkatkan hubungan baik dengan pasien dan keluarganya serta memberikan informasi yang baik dan benar sehingga kecemasan pasien dapat teratasi.
Hubungan Pengetahuan Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Gangren Diabetes Militus Pre Operasi Debridemen Di Ruang Bedah RSUD Cideres Kabupaten Majalengka Yophi Nugraha; Rany Muliany Sudirman
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v4i1.1831

Abstract

Gangren diabetes melitus merupakan salah satu komplikasi diabetes melitus yang paling ditakuti dan menimbulkan kecemasan karena gangren diabetes melitus harus dihadapkan pada tindakan operasi debridemen. Pada tahun 2023 di RSUD Cideres jumlah pasien diabetes melitus mengalami peningkatan yaitu terdapat 512 pasien diantaranya mengalami gangren diabetes melitus sebanyak (36,9%) pasien dan jumlah pasien yang mengalami operasi debridemen karena gangren diabetes melitus sebanyak 161 pasien. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan pasien gangren diabetes melitus dengan tingkat kecemasan pre operasi debridemen di Instalasi Rawat Inap RSUD Cideres Kabupaten Majalengka Tahun 2024. Metode. Penelitian ini menggunakan penelitian korelasional pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling dengan samplenya adalah pasien gangren diabetes melitus yang akan dioperasi debridemen di Instalasi Rawat Inap RSUD Cideres Kabupaten Majalengka pada bulan Maret tahun 2024 sebanyak 37 pasien. Uji statistik menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian. Kurang dari setengah pasien memiliki pengetahuan kurang baik tentang penyakit gangren diabetes melitus dan operasi debridemen (37,8%) dan lebih dari setengah pasien mengalami tingkat kecemasan sedang (51,4%). Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan pasien gangren diabetes melitus dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi debridemen (p value = 0,026). Kesimpulan. Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan pasien gangren diabetes melitus dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi debridemen di Ruang Bedah RSUD Cideres Kabupaten Majalengka Tahun 2024. Saran Disarankan petugas kesehatan meningkatkan asuhan keperawatan yang lebih intensif pada pasien pre operasi debridemen, meningkatkan hubungan baik dengan pasien dan keluarganya serta memberikan informasi yang baik dan benar sehingga kecemasan pasien dapat teratasi.
Hubungan Kebiasaan Merokok Anggota Keluarga Di Dalam Rumah Terhadap Kejadian Pneumonia Pada Balita Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Talaga Kabupaten Majalengka Yophi Nugraha; Inmy Rodiyatam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian pneumonia pada balita perlu ditangani dengan cepat dan tepat karena dapat menimbulkan dampak gangguan kesehatan pada balita dan bahkan kematian. Kejadian pneumonia pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Talaga tahun 2015 (13,71%) dari 2931 balita dan perilaku merokok baik di dalam rumah maupun diluar rumah dengan persentase tertinggi yaitu dari 1896 sebesar 93% rumah tangga . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok anggota keluarga di dalam rumah terhadap kejadian pneumonia pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Talaga Kabupaten Majalengka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga yang mempunyai balita di Wilayah kerja UPTD Puskesmas Talaga tahun 2015 yaitu sebanyak 2931 balita, dengan jumlah sampel sebanyak 97 orang Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi Square dengan α = (0,05). Hasil penelitian menunjukkan kurang dari setengahnya (29,9%) balita mengalami kejadian pneumonia, sebagian kecil (21,6%) keluarga balita yang merokok didalam rumah. Ada hubungan antara kebiasaan merokok anggota keluarga didalam rumah dengan kejadian pneumonia pada balita di UPTD Puskesmas Talaga Kabupaten Majalengka (p value =0,002). Saran diajukan bagi petugas kesehatan untuk lebih meningkatkan pelaksanaan program penyuluhan dan konseling tentang kejadian pneumonia dan bahaya merokok anggota keluarga di dalam rumah bagi balita. Ibu balita agar dalam pencegahan penyakit pneumonia salah satunya dengan cara merubah kebiasaan merokok anggota keluarga dalam rumah.
HUBUNGAN ANTARA SENAM, POLA MAKAN, DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA Suharno Suharno; Yophi Nugraha; Muhammad Guntur M
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v8i2.113

Abstract

Meningkatnya usia harapan hidup (UHH) menyebabkan peningkatan jumlah lansia. Meningkatnya jumlah lansia menandakan kualitas hidup semakin baik. Jumlah lansia di Puskesmas Majalengka yaitu 2597 orang, sedangkan Puskesmas Cigasong dengan 1876 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Senam, Pola Makan dan Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup pada Lansia di UPTD Puskesmas Majalengka Kabupaten Majalengka.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan 97 responden lansia yang diambil secara Accidental Sampling. Rancangan penelitain ini adalah cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan data sekunder dan data primer. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat.Hasil penelitian ini menunjukan lebih dari setengahnya lansia mempunyai kualitas hidup tinggi (73,2%), lebih dari setengahnya lansia rutin mengikuti senam (62,9%), lebih dari setengahnya lansia mempunyai pola makan baik (75,3%), dan sebagian besar lansia mendapatkan dukungan tinggi dari keluarganya (76,3%). Hasil uji chi square pada penelitian ini menunjukan ada hubungan yang signifikan antara senam dengan kualitas hidup dengan nilai ρ=0,000; pola makan dengan kualitas hidup dengan nilai ρ=0,000; dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup dengan nilai ρ=0,000.Kata kunci : Lansia, Kualitas Hidup, Senam, Pola Makan, Dukungan Keluarga  ABSTRACTIncreasing life expectancy causes an increase the number of elderly. Increasing the number of elderly indicates that quality of life is get better. The number of elderly in community health center Majalengka is 2597 people, while in community health center Cigasong is 1876 people. This research aims to determine the relationship between gymnastics, diet, and family motivation with quality of life of the elderly in community health center in Majalengka district.This type of research is quantitative with 97 elderly respondents taken by accidental sampling. The design of this study is cross sectional design. Data collected by collection of secondary data and primary data. Data analysis was perfomed using univariate and bi-variate analysis.Results in this study showed more than half of the elderly have high quality of life (73,2%), more than half of the elderly routine follow gymnastics (62,9%), more than half of the elderly have good diet (75,3%), and most elderly get high motivation of his family (76,3%). Chi square test results in this study showed there was a significant relationship between Gymnastics with quality of life with the ρ value = 0,000; Diet with quality of life with the ρ value = 0,000; and Family Motivation with quality of life with the ρ value = 0,000;.Keywords : Elderly, Quality of life, Gymnastics, Diet, Family Motivation
Manajemen Pengelolaan Penyakit Diabetes Mellitus di Desa Ciborelang Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka Wianti, Arni; Nugraha, Yophi; Fauzi, Restu; Nata, Hilda; Nurhalisa, Nabila
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 11 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i11.3859

Abstract

Pengabdian masyarakat dilakukan di Desa Ciborelang Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka dalam rangka edukasi kepada masyarakat dengan prinsip Lima Pilar Diabetes Mellitus Penyuluhan kesehatan dilakukan bersamaan dengan kegiatan Pemeriksaan Kadar Gula Darah dan Pre-Post Test Pengetahuan Diabetes Mellitus. Responden dalam kegiatan ini sebanyak 55 orang penderita Diabetes Mellitus. Setelah dilakukan edukasi hasilnya adalah sebanyak 27,3% pengetahuan baik, 54,5% pengetahuan cukup dan 18,2% pengetahuan kurang. Kadar GDS didapatkan hasil 30,7% berada pada kelompok tinggi (>180 mm/Lt)  Peran tenaga kesehatan dan dukungan keluarga sangat penting untuk pasien Diabetes Mellitus ini dalam menjalankan program sehingga dikemudian hari tidak terjadi komplikasi pada pasien ini.